
"Aaaaaaaaaa" teriak Mazoya tak terima atas takdir yang telah tersurat.
"Mengapa dia yang enggkau ambil dariku Tuhan, mengapa?.......Walaupun aku tidak bisa memiliki raganya tetapi melihat senyumnya membuat lukaku terobati, tapi sekarang dia telah tiada!" lemah pria tampan bertato itu dengan pipi dibanjiri air mata.
"Mengapa bukan kebahagiaan yang engkau berikan diakhir hidupnya, mengapa?" teriak Mazoya kehilangan kendalinya, pria itu sudah lupa akan semua hal yang terjadi di Dunia ini penuh dengan hikmah dan akan indah pada waktunya.
"Hanya karena harta engkau mengorbankan perasaan putrimu!" semakin emosi pria tampan bertato itu ketika terlintas dibenaknya tentang tuan Garry
"Aku akan menghancurkanmu, aku akan membalas perbuatan kalian semua, dan engkau pria bodoh, aku akan membuat hidupmu menderita. Engkau berkata sangat mencintainya tapi lihat, apa yang terjadi sekarang engkau malah mengabaikannya!" sakit hati Mazoya pada tuan Garry dan Francois
"Aku mengalah dan berusaha untuk tidak mengusik kebahagiaan kalian, asalkan aku melihat senyum manis terlukis di wajah Yue Yan, tapi kalian malah memberinya kesedihan yang berujung kematian!"
"Aaaaaaaaa.......Berengsek kamu Francois!"
"Oh, ****" umpat Mazoya saat kepalanya terasa sakit karena emosi yang tak tertahankan.
Mensionnya kini menjadi seperti kapal pecah, semua sesuatu yang ada dipandangan pria tampan itu ia lemparkan kesembarang arah.
"Aku sangat membencimu Francois, terutama engkau pria tua bangka!" teriaknya dengan tatapan pembunuh.
"Hhhhhhhh" teriak Mazoya dengan air mata yang mengalir deras.
"Yue Yan" ucap pria tampan itu dan perlahan terlelap, berbaring di lantai diantara pecahan guci keramik yang ia lemparkan.
***
Sedang di kediaman tuan Garry hanya suara canda tawa yang terdengar. Seolah pria tua itu melupakan putrinya, tak pernah terlintas di benaknya untuk menanyakan keadaan Yue Yan. Francois pun sama, hanya sibuk pada pekerjaannya dan ketiga putra tampannya itu.
Kini Mazoya menjalankan rencananya, pria itu kembali bekerja menjadi orang kepercayaan tuan Garry, dan tentunya Francois sangat bahagia atas kedatangan sahabat lamanya itu.
"Ini untukmu!" ucap Mazoya menyodorkan selembar surat
"Hah, apa kamu menyogokku?" candaan Francois yang mengira pria tampan bertato itu memberinya uang.
"Aku pernah bertemu dengan Yue Yan, dan dia menitipkan itu untuk diberikan kepadamu!"
__ADS_1
"Dia dengan seorang pria!" bohong Mazoya dan menahan amarahnya, ingin sekali ia melampiaskan kemarahannya itu saat ini, tapi demi tujuannya pria itu menahan sebisa mungkin.
"Apa yang kamu katakan, tidak mungkin istriku bersama pria lain" tak terima Francois
"Engkau saja bisa dengan wanita lain, mangapa Yue Yan tidak bisa?" batin Mazoya
Air mata pria yang berpenampilan menarik itu kini membanjiri wajah tampannya. Ada rasa kecewa dan marah saat membaca surat itu.
"Ini tidak mungkin, istriku tidak mungkin menghiyanatiku!" tak terimanya
"Katakan dimana kamu bertemu dengan istriku?" pandangan Francois seolah gelap, ingin sekali ia berteriak melampiaskan amarahnya. Tapi disisi lain ia sangat mempercayai Yue Yan.
"Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan!" bohong Mazoya yang saat ini matanya berkaca-kaca
"Dia sangat mesra memeluk pria itu!" bohongnya lagi dan menahan rasa sesak di dada.
"Aku melakukan semua ini atas permintaanmu, wanita yang sangat aku cintai!" batin Mazoya
Francois memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Yue Yan, dengan kecerdasan Mazoya yang sudah memanipulasi semua informasi tentang wanita cantik itu, hingga tak seorangpun mengetahui bahwa Yue Yan telah meninggal Dunia.
"Apa benar engkau meninggalkanku hanya karena pria lain sayang?" ucap Francois memandangi potret istrinya
"Apa selama ini aku tidak adil?.......Apa engkau merasa terabaikan?" penyesalannya
"Tidak ada yang mampu menggantikan posisimu di hatiku, engkau yang memiliki hati ini, hanya engkau Yue Yan" tangis Francois, sedang sedari tadi Raylai Cai mendengar dan menyaksikan kesedihan suaminya itu.
"Apa karena aku?" batin wanita cantik Thailand itu
"Kakak Yue Yan kembalilah, jika kepergianmu karena diriku maka aku rela meninggalkan kalian, meninggalkan ketiga putraku untukmu. Kakak adalah wanita yang sangat baik dan sudah aku anggap saudari" ucap Raylai Cai
Semenjak saat itu sikap tuan Francois sangat dingin kepada istri keduanya itu. Ia menjadi pria yang gila kerja, hingga lupa waktu untuk beristirahat. Seolah kesedihannya ia lampiaskan pada dirinya sendiri, menyiksa tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" ketakutan tuan Garry saat Mazoya memandang pria itu dengan tatapan seorang pembunuh, saat ini ia mulai mengarahkan pistol pada pria tua itu.
"Tolong.......To---to--long!" ucapan tuan Gerry gemetar ketakutan
__ADS_1
"Berteriaklah sekencangnya, ruang ini sudah kedap suara. Aku telah mengubah ruangan pribadimu ini menjadi kedap suara tuan Garry Hanz!" ucap Mazoya dengan salah satu sudut bibirnya terangkat, memberikan senyum licik dengan aura iblisnya.
Pria tua itu berlari ingin menuju ke pintu tapi Mazoya membuat ia terjatuh.
"Apa permintaan terakhirmu?" ucap Mazoya yang saat ini duduk berjongkok dihadapan tuan Garry yang terbaring.
"Katakan!" bentak Mazoya
"Mengapa kamu seperti ini?" tanya tuan Garry, karena yang ia tahu Mazoya adalah seorang pria yang baik dan cerdas.
"Mengapa aku seperti ini?" ucap Mazoya dan tertawa
"Semua ini karena kamu pria tua berengsek!" aura pembunuh semakin membuat tuan Garry gemetar ketakutan.
"A--apa yang kamu i--inginkan?.......A--aku a--akan mem--be--berikannya kepadamu!" gagap pria tua itu saat Mazoya semakin mendekatkan pistol kepadanya.
"Aku ingin engkau membuat permintaan terakhirmu tuan Garry!"
"Apa engkau tidak merindukan putrimu?" tanya Mazoya dengan senyuman ala jokernya.
"Aku merindukannya" ucap tuan Garry
"Dor"
Dengan sekali tembakan di kepala tuan Garry membaut pria tua itu kehilangan nyawanya.
"Aku hanya membantumu untuk menemui putrimu tuan Garry, minta maaflah kepadanya!" ucap Mazoya dan meninggalkan ruangan itu.
Dengan kecerdikannya semua bukti ia arahkan kepada Francois, hingga semua orang menuduh pria itulah yang membunuh mertuanya. Dan masalah lain muncul, tuan Francois yang seorang Jendral militer di Negaranya difitnah menghiyanatin Negara, dan tentunya itu semua ulah Mazoya.
Disaat semua orang menuduh Francois disitulah Mazoya memerankan karakternya, yang berpura-pura dipihak sahabatnya itu.
Hingga Francois harus mencari kebenaran tentang semua ini, ia mempercayai Mazoya untuk merawat putra kecilnya yaitu Darelano, sedang sang istri kembali ke Negaranya. Keluarga besar Raylai Cai tidak lagi menerima Francois dan memutuskan hubungan dengannya, tapi sesuai perjanjian wanita cantik itu tidak boleh membawa ketiga putranya itu. Adhulpus dan Eginhardt ikut bersama ayah mereka, hidup menderita dan mencari keadilan.
Tahun berganti kedua putranya itu tumbuh dengan baik, menjadi seorang pria yang tangguh dan memiliki paras tampan. Sedang Darelano dididik dengan penuh kebencian oleh Mazoya, hingga pria tampan itu membenci ayahnya.
__ADS_1
Kebenaranpun terungkap, dan Mazoya lah dibalik semua ini. Keadilan kembali berpihak pada Francois tapi sayang, putra bungsunya kembali dengan keadaan penuh kebencian padanya.