
Di sebua gudang tua yang dijadikan tempat penyekapan para gadis muda yang dark mafia culik.
"Bebaskan aku berengsek!" teriak seorang wanita yang terlihat masih sangat muda itu
"Diamlah jika kamu tidak ingin mati!" peringati salah satu penjaga dan pergi meninggalkan mereka, memeriksa keamanan diluar.
Di dalam ruangan itu seperti penjara, setiap gadis muda yang mereka culik di tempatkan pada masing-masing kamar yang depannya terhalang oleh jeruji besi.
"Hai apa kamu mendengarkanku, berhentilah berteriak jika tidak maka mereka akan melakukan hal yang nekat kepadamu. Perkenalkan namaku Diandra, kamu tenang saja pasti ayahku akan menyelamatkan kita!" jelas gadis cantik itu agar mereka yang bernasip sama dengannya tidak putus harapan.
"Apa kamu tidak membohongi kami, aku sangat berharap seseorang bisa membebaskan kita semua dari tempat ini!" merasa ragunya
"Ayahku adalah seorang inspektur jendral, sedang kakek dan kakak sepupuku pernah menjabat menjadi jendral kepolisian. Mereka pasti tidak tinggal diam jika mengetahui aku diculik!" jelas Diandra
"Aku mempercayai ucapanmu!" kembali menaruh harapan dalam dirinya.
"Oh ya, namaku Emma!" ucapnya ramah
"Emma mulai sekarang jangan membantah perintah mereka, pura-pura mengikutinya agar mereka tidak menyakitimu!" jelas Diandra
"Jika dalam dua hari kedepan belum ada yang menyelamatkan kita, Aku ada ide agar kita semua bisa bebas dari tempat ini!" wanita cantik itu menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan agar bisa kabur.
"Ok, aku akan mengikuti rencanamu!" ucap Emma dan yang lainnya pun setuju.
Sedang di tempat kerjanya tuan Eginhardt, ia baru saja menerima telpon bahwa putri satu-satunya saat ini telah diculik.
Spontan pria gagah itu berdiri dari duduknya, memberitahukan seluruh anggota kepolisian yang ia pimpin itu untuk mencari keberadaan Diandra. Tak lupa ia menghubungi Vernon agar agen rahasia ikut bergabung dalam menyelesaikan masalah penculikan yang menghebohkan seisi kota. Sedang saat ini big move sudah menemukan gudang yang dijadikan tempat penyekapan itu, dan akan melakukan aksi penyelamatan mereka malam ini.
Mata-mata yang dikirim Vernon mempermudah mereka dalam memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi, karena dark mafia bukanlah kumpulan mafia sembarangan. Mereka sangat sulit ditebak dan memiliki kecerdikan diluar batas nalar manusia.
Setelah kembali menyusun strategi agar dark mafia teralihkan, Vernon meminta unit khusus yang dipimpin oleh tuan Eginhardt agar membuat kekacauan di tempat yang menjadi tongkrongan mewah Darelano. Hal itu pasti akan membuat fokus dark mafia terhadap gudang tua yang menjadi tahanan para gadis mudah itu teralihkan.
__ADS_1
Disaat yang sama Vernon mendapat informasi bahwa broken flower telah musnah ditangan dark mafia. Kemarahannya semakin menjadi dan tak menyangka bahwa dark mafia akan menjebak rekannya itu, dan melakukan rencana licik mereka begitu cepat.
"Kirim pasukan untuk mencari Zetas dan anggota Broken Flower yang masih tersisa!" jelas Vernon pada Hendry karena ia sangat yakin bahwa rekan kerjanya itu masih hidup.
"Siap tuan!" lantang sang asisten
"Ternyata diamnya dark mafia bermaksud pada semua ini!" sangat marah Vernon
"Mereka bahkan selalu menghindar bertarung secara langsung dengan kita, tapi menyerang dalam kesunyian, bersekutu dengan orang dalam yang ada dipasukan musuhnya. Kamu sangat licik Darelano!" jelas Vernon yang tidak terima Zetas dikhiyanati oleh rekan kerjanya sendiri.
Waktupun berlalu, kini mereka mulai melakukan aksinya sesuai rencana. Pasukan Big Move mulai memasuki gedung tua itu setelah melewati para penjaga.
Suara tembakan tak henti-hentinya terdengar membuat senyum di wajah cantik Diandra terlukis dengan indah. Ia sangat yakin bahwa itu adalah kakak sepupu dan ayahnya.
"Kita sebentar lagi akan segera bebas dari tempat ini!" bahagianya dan semua wanita muda itupun merasa hal yang sama, seolah masalah mereka sedikit berkurang karena harapan yang semakin besar.
"Paman!" ucap Diandra saat melihat Vernon, walaupun pria itu mengenakan pakaian hitam ala militer, menutupi sebagian wajahnya dan hanya mata yang terlihat, tapi adik sepupu cantiknya itu masih mengenali kakak tampannya.
Semua kamar yang berjeruji besi itu kini telah terbuka dan para anggota big move lainnya membawa para gadis muda itu ketempat teraman.
Dengan bahasa isyarat Vernon mengarahkan tangan, dan pandangannya terfokus pada satu ruangan, dan perlahan anggota Big Move melangkah menuju pintu, membukanya dan dengan sigap mereka mengarahkan senjata kesegara sisi yang berlawanan.
Betapa kagetnya mereka saat melihat begitu banyak mayat wanita yang tergeletak ditempat itu. Bau busuk sangat menyengat, seolah dark mafia telah lama melakukan hal keji itu, tapi mengapa baru sekarang big move menyadari akan hal itu. Perasaan bersalah dari dalam diri ketua big move semakin membuatnya yakin bahwa dark mafia bukanlah kumpulan manusia sadis, tapi mereka adalah iblis yang bertubuh manusia yang harus dimusnahkan.
"Manusia iblis kamu Dragon!" lirih Vernon karena ia yakin bahwa pria iblis itu otak dibalik semua ini. Walau ia saat ini berada dalam tahanan penjara kriminal kelas atas, tapi pria iblis yang bernama Dragon masih bebas memerintah anak buahnya dan memiliki kekuasaan besar. Adanya seseorang berpengaruh besar yang mempermudah dalam mencapai tujuannya, hal itu sudah pasti adanya, tapi saat ini Vernon belum bisa memastikan siapa orang yang membantu Dragon yang memiliki kekuasaan besar itu.
Setelah menghubungi pamannya, Vernon dan seluruh anggotanya meninggalkan tempat itu, sedang tuan Eginhardt memerintahkan pihak kepolisian lainnya untuk datang ketempat kejadian dan diliput oleh media.
Untung saja tuan Eginhardt dan anggotanya bisa mengecoh dark mafia, mereka melakukan penyerangan ditempat tongkrongan mewah Darelano atas saran dari Vernon, tempat itu dijadikan sebagai transaksi memperjual belikan barang ilegal, oleh karenanya aksi mereka tidak dicurigai.
Saat ini big move selain terfokus pada pencariannya untuk menemukan ketua Broken Flower dan anggota lainnya yang tersisa, mereka juga harus tetap waspada dan memata-matai setiap pergerakan dari dark mafia.
__ADS_1
Hendry selalu tegas dalam memberi arahan pada para anggota Big Move atas perintah Vernon. Pria tampan itu tidak ingin dalam agen rahasia yang ia pimpin itu ada seorang pengkhianat.
Tak sabar menunggu terbitnya matahari Vernon dengan kebebasan yang ia miliki saat ini, datang menemui Dragon yang berada dalam tahanan.
Sesampainya di ruang yang terkesan mewah untuk seorang tahanan kelas atas, tempat itu seperti hotel dan bukan penjara. Menyaksikan hal tersebut Vernon sangat yakin bahwa seseorang yang berpengaruh besar ada dibalik semua ini.
Salah satu sudut bibir Vernon terangkat menyaksikan seseorang yang hanya berbeda tujuh tahun darinya itu duduk di kursi empuk seolah duke.
Wajah tampan dan tubuh terawat menandakan Dragon tidak merasa tertekan sama sekali berada dalam tahanan itu, tapi ia sangat nyaman berada di dalamnya.
"Selamat datang di istana sementaraku ini Vernon!" ucap Dragon seolah memperjelas pemikiran pria menawan ketua agen rahasia itu.
"Ternyata kamu sangat nyaman di tempat ini Dragon!" ucap Vernon dan menghampiri pria beraura iblis.
"Aku adalah seniormu, bersikap sopan sedikit akan lebih bagus!" jelas Dragon
Tatapan tajam Vernon membuat salah satu sudut bibir pria sadis itu terangkat. Dengan memberi bahasa isyarat seseorang yang menjadi pelayan pria itu menghampiri dan iapun berbisik, dan pelayan itu segera melaksanakan perintahnya.
Beberapa menit kemudian pria yang menjadi pelayan Dragon itu kembali, membawa nampan yang berisi dua cangkir teh hangat.
Setelah meletakkannya Dragon meminta Vernon agar menikmati tehnya.
"Nikmatilah, sudah lama kita tidak minum teh bersama!" jelasnya dengan senyuman tapi aura pembunuh tak hilang darinya
"Apa kamu takut aku meracunimu?"
"Tenang Vernon, aku tidak akan membunuhmu dengan mudah seperti ini!"
"Aku tidak suka membunuh tanpa dar*h seg*r keluar dari tubuh musuhku, itu tidak akan memuaskan ku!" jelasnya dengan tatapan ala devil
"Aku sangat menantikan hari itu, hari dimana kamu bebas dan kita lihat siapa yang akan lenyap terlibih dahulu diantara kita berdua. Ingat ini Dragon, jangan harap kamu bisa bebas semudah itu, aku pastikan akan segera menemukan bukti yang memberatkanmu!" jelas Vernon dengan tatapan mematikan tak kalah dari pria iblis itu.
__ADS_1
Mendengar ocehan juniornya, Dragon hanya tertawa lepas, meremehkan.
"Aku akan menunggunya!" ucap Dragon dengan senyuman iblis.