Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Bukannya benci yang menjadi cinta


__ADS_3

Setelah menunaikan sholat isya berjamaah Fiyah mencium punggung tangan suaminya dan Vernon pun memberikan kecupan manis di kening istrinya tercintanya itu.


Kini pria tampan yang memiliki karakter seperti harimau seolah berubah menjadi kucing yang manja saat bersama istrinya. Vernon berbaring dipangkuan Fiyah dan gadis cantik itu tidak bisa menolaknya.


Tatapan mereka saling tertuju, wajah tampan Vernon yang nyaris sempurna dan seorang CEO muda di perusahaan Big Wings produsen pesawat terbang terbesar di Dunia dan peralatan canggih lainnya, bukan hanya itu brand OWL pakaian pria ternama di Dunia juga berada dibawah naungan Big Wings.


Sangat beruntung Huzafiyah mendapat suami seperti tuan Vernon Adhulpus, selain itu ia adalah seorang pemimpin agen rahasia yang menjadi aset negara paling berharga.


"Apa sekarang aku bisa menyentuhmu?" pertanyaan yang tiba-tiba


"Ya Allah, apa yang harus aku katakan aku sangat malu jika menjawab ini" batin Fiyah dan hanya terdiam menatap suami tampannya


"Diam berarti ia" harapan Vernon dan bangkit dari rebahannya dan menggendong istri tercinta membaringkannya di kasur empuk itu.


"Mas, aku saat ini tidak bisa?" ucap Fiyah yang membuat Vernon mengkerutkan kening


"Apa nona belum siap?" candaan Vernon


"Aku lagi datang bulan mas" bisik Fiyah yang sontak membuat Vernon membenamkan wajahnya pada bantal.


"Mas maaf" ucap Fiyah tak bisa menahan tawanya


"Apa ini sangat lucu bagimu nona?" Vernon yang mulai menatap istrinya dengan tatapan penuh makna


"Apa maksud tatapanmu itu mas? sungguh, aku tidak berbohong"


"Aku tidak akan melakukannya, tapi malam ini aku akan menciummu sesuka hatiku!"


"Terserah, aku mau tidur" malas pusing Fiyah


"Engkau kira akan bisa tidur semudah itu nona" bisik Vernon dengan tatapan nakalnya


"Hentikan pikiran kotormu itu mas" ucap Fiyah dengan senyuman dan Vernon mulai melakukan aksinya menggelitik istrinya sampai-sampai Fiyah berteriak minta tolong.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Vernon polos

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak menangis, kamu membuatku tertawa sampai menangis seperti ini mas"


"Kata orang dulu tidak bisa menggelitik nanti penyakitnya kambuh" jelas Fiyah yang mengingat perkataan dari mulut ke mulut.


"Memang kamu punya penyakit apa?" polos Vernon


"Hum, aku rasa kamu sangat tidak sopan kepadaku mas. Usia kita terpaut jauh seharusnya kamu memanggilku kakak" candaan Fiyah


Kecupan mendarat di pipi wanita cantik itu


"Ini hukuman jika kamu menganggap usia adalah perbedaan diantara kita. Kamu adalah istriku tidak seharusnya aku memanggilmu kakak, Rasulullah dan Siti Khadijah tak sebaya tetapi ia sangat menghormati suaminya" jelas Vernon


"Aku sangat menghormatimu dan" ucapan Fiyah terhenti saat pria tampan yang halal baginya mencium dan berbaring memeluk istrinya itu.


"Bisakah engkau mengelus kepala ku?" pinta Vernon seperti anak kecil


"Saat ibuku masih hidup dia selalu mengelus kepalaku agar cepat tidur" suasana berubah menjadi hening dan Fiyah menuruti permintaan suaminya


Vernon tertidur dengan pulas dan diikuti oleh Fiyah.


"Mazoya dan sekutunya saat ini sedang menjalankan rencananya, sedang tuan muda belum kembali" gumam Hendry yang saat ini sedang menatap layar besar melihat aksi yang dilakukan Mazoya dkk.


"Kenapa kita tidak menghubungi tuan Vernon?" ucap salah satu anggota Big Move


"Saat ini ia sedang menjalani misi untuk menaklukan hati istrinya, apa pantas kita merusak suasana bahagia mereka?" pertanyaan balik Hendry


"Kami tidak seberani itu tuan"


"Bagus jika kalian paham" ucap Hendry


"Lakukan tugas kalian masing-masing dengan benar tanpa ada kesalahan sedikitpun!" jelas Hendry


"Baik tuan!" jawab mereka serentak


"Engkau ingin bermain-main dengan kami tuan Mazoya Cs, akan aku tunjukkan didikan tuan Vernon kami sesungguhnya!" gumam Hendry dengan senyuman sad*snya

__ADS_1


...***Di Markas Zetas Gang***...


"Oh, rupanya dia yang menjadi ketua dark mafia!" senyum licik Zetas saat mengetahui rahasia dark mafia


"Sangat menarik, aku bisa tidur dengan sangat nyenyak tanpa terlibat dalam permainan dan hanya menyaksikan pertunjukkan dimulai dan berakhir seperti apa!" jelas Zetas


"Kini saatnya aku memikirkan hal pribadi" bangkit Zetas dari duduknya dan merebahkan diri di kasur king size miliknya


"Huzafiyah, saatnya aku bertemu dengan wanita itu" ucap Zetas dan terlelap dalam tidur karena lelah mencari informasi tentang dark mafia


... ***...


"Uh" keluh Fiyah karena tubuhnya terasa terjepit karena Vernon memeluk seolah istrinya itu adalah bantal guling


"Mas lepas!" ucap Fiyah dan suami tampannya perlahan membuka mata memberi ciuman selamat pagi pada istri tercinta.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Vernon dengan suara beratnya, selesai menunaikan sholat subuh tadi berjamaah dengan istri tercinta mereka rebahan tapi malah terlelap


"karena kamu aku tidur kembali mas, biasanya setelah selesai sholat subuh aku sudah beraktivitas membantu umi siapkan sarapan" jelas Fiyah dan berjalan menuju kamar mandi setelah itu ke dapur membantu uminya tapi rupanya sudah jam delapan makan sudah siap semua di meja.


"Umi maaf, aku tidak bantu siapkan sarapan"


"Tidak apa-apa sayang, namanya juga pengantin baru telat bangun itu hal yang wajar" pengertian umi Salma


"Umi jangan asal nebak, aku menang telat karena ketiduran" jelas Fiyah


"Tidak perlu menjelaskannya putri umi" goda umi Salma yang membuat Fiyah tak bisa berkata-kata lagi padahal ia memang telat bangun karena ketiduran.


"Panggil suami kamu nak, kita sarapan sama-sama" pinta umi Salma dan Fiyah kembali ke kamar menemui suaminya itu


"Mas kita sarapan" ajak Fiyah dan kini Vernon semakin tampan karena baru selesai mandi dan mengenakan pakaian terbaiknya, membiarkan rambut dengan gaya surf cut terurai tetapi menambah vibes ketampanan seratus kali dari biasanya, membuat Fiyah tak bisa mengalihkan pandangan dari suami manjanya itu.


"Aku tau sangat tampan, tapi jangan menatap seperti itu juga sayang. Nanti aku tidak bisa menolakmu" candaan Vernon


"Apaan sih mas" ucap Fiyah dan meninggalkan suaminya itu, sedang Vernon mengikuti dari belakang memeluk Fiyah dan umi Salma menyaksikannya ia hanya tersenyum melihat kemesraan pasutri baru itu.

__ADS_1


Saat Vernon menyadari keberadaan mertuanya, ia dengan cepat melepas dekapan dari istri tercinta dan tersenyum malu menghampiri umi Salma mencium punggung tangan tanda hormat sebagai menantu.


__ADS_2