Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Masa lalu ketua Big Move


__ADS_3

"Assalamualaikum sayang" bisik Fiyah pada Vernon yang saat ini masih koma


"Kita bahkan belum mengenal dengan sangat dekat, aku masih merasa abu-abu tentang semua hal yang ada dalam kehidupanmu. Tapi hari ini aku menyadari satu hal bahwa aku sangat takut kehilanganmu tuan Vernon. Engkau adalah seorang pria yang suka berbuat semaunya, tapi entah mengapa aku tidak terbebani atas hal itu malah aku perlahan menyukai semua hal yang ada padamu. Awalnya aku ingin sekali memberontak tapi perlahan perasaan ini luluh dan entah kapan rasa cintaku padamu mulai tumbuh."


"Suamiku aku sangat mencintaimu!" bisik Fiyah pada Vernon dan mencium wajah suami tampannya itu.


"Sayang tau tidak, bahwa perempuan itu sangat pecemburu. Dan saat Hendry menceritakan tentang kepribadian tuan mudanya ini, aku rasa aku adalah wanita yang sangat beruntung di Dunia ini karena disukai dan dicintai oleh pria yang tidak memiliki wanita didalam hidupnya, dan memilikinya saat ia sudah sah menjadi seorang suami."


"Sayang cepatlah sembuh, dan akan aku pastikan setiap hari bahkan setiap detiknya, aku akan selalu mengucapkan kata I love you" ucapan tulus seorang istri, yang saat ini Fiyah sedang membersihkan tubuh suaminya.


"Sayang aku ingin mengadu kepadmu, bahwa ada seorang pria bernama tuan Vernon Adhulpus ia selalu berbuat semaunya, awalnya aku sangat membenci dirinya tapi aneh perlahan aku sangat menyukai semua hal tentangnya, saat ini aku bisa saja balas dendam. Aku bisa mencubit hidung, pipi dan seluruh tubuh tuan angkuh yang suka memerintah ini. Jadi cepatlah bangun jika tuan tampan tidak menerimanya!" candaan Fiyah yang kini berlinang air mata


"Suamiku sayang, aku harap engkau berjuang untukku, karena engkau adalah pria satu-satunya tempat aku bersandar, bermanja dan seseorang yang akan menjagaku, melindungiku dengan sepenuh hatinya. Jadi aku mohon berjuanglah untuk sembuh!"


Waktu terasa berganti begitu cepat, bercerita dengan suami tercintanya, kini tiba Zuhur dan Fiyah bersiap melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim.


"Ya Allah sembuhkanlah suami hamba, tidak ada sesuatu hal yang mustahil di Dunia ini jika engkau menghendakinya. Berilah hamba kesempatan untuk mengenal suami hamba lebih dalam lagi ya Allah, berbakti padanya sebagai seorang istri atas semua aturan darimu. Jadikanlah ia imam yang baik dalam rumah tangga kami, dan jadikan aku makmum yang baik bagi suamiku. Hiasilah kehidupan rumah tangga kami dengan cinta dan rasa syukur atas semua hal yang engkau berikan, berilah kesabaran kepadaku dan pada semua orang-orang yang dekat dengan hamba ya Allah. Berilah tempat yang indah dan sejuk untuk Abi dan semoga umi selalu sehat dalam lindunganmu ya Allah. Jauhkanlah hamba dan seluruh keluarga hamba dari api neraka, aaminn" doa Fiyah


Tok-tok


Terdengar bunyi ketukan pintu yang sangat pelan dan Hendry pun masuk.


"Nyonya, saatnya makan siang!" ucap Hendry dan Fiyah memberi anggukan kepala, setelah selesai melepas mukenanya ia mengikuti  asisten suaminya itu.


"Mengapa tidak mengabari kakek?" tanya Fiyah yang membuat pria bertubuh ideal itu menghentikan makannya


"Hum, sebaiknya jangan sekarang nyonya" ucap Hendry dan Fiyah pun tidak banyak bertanya lagi karena ia tahu maksud pria itu.

__ADS_1


"Apa nyonya butuh sesuatu, jika ia nyonya tinggal memberitahuku!" lanjut Hendry


"Tidak"


"Terimakasih atas semua kebaikan kalian" ucap Fiyah dan melihat kearah anggota Big Move itu.


"Iya nyonya" jawab mereka bersamaan, awalnya para anggota Big Move tidak berani makan siang bersama nyonya mudanya tapi Fiyah memaksa mereka dan terpaksa Hendry memerintahkan kepada anggotanya itu untuk menuruti keinginan nyonya mereka.


"Hendry apa aku boleh bertanya?" ucap Fiyah dengan setengah berbisik


"Tentu bisa nyonya" spontan Hendry


"Tidak usah memanggil nyonya, panggil Fiyah saja atau mbak Fiyah" pinta Fiyah dan Hendry mengiyakan tetapi sebenarnya ia tidak berani


"Apa pekerjaan kalian?" lanjut Fiyah


"Pekerjaan?" kaget Hendry


"Pengawal, mengapa banyak sekali pengawalnya?" tak percaya Fiyah


"Sebenarnya selain pengawal kami juga bekerja sebagai karyawan di perusahaan tuan muda"


"Memangnya karyawan ataupun pengawal menggunakan senjata?" pertanyaan Fiyah membuat Hendry berpikir


"Kami bekerjasama dengan pihak kepolisian nyonya, karena sebagai pengawal yang setara dengan pasukan terlatih, kami semua bisa menangkap penjahat jadi diberi kepercayaan seperti itu" ucap Hendry bingung harus menjelaskan apa karena ia tidak bisa berbohong kepada Fiyah


"Maksudnya detektif nyonya" perjelas Hendry yang tidak bisa berbohong lagi karena melihat kebingungan di wajah istri tuan mudanya itu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa berbohong kepada nyonya jadi hari ini aku akan menceritakan semua tentang tuan"


"Sungguh?" tak percaya Fiyah karena tanpa ia memintanya Hendry dengan baik hati menceritakan hal yang sangat ia ingin ketahui


"Iya nyonya"


"Tuan Vernon kehilangan ibunya saat berusia delapan tahun dan hal itu terjadi secara tiba-tiba, salah satu hotel milik ayahnya sengaja diledakkan dan saat itu nyonya Ayeleen berada dalam hotel menunggu tuan Adhulpus ayah dari tuan Vernon. Saat itulah kebencian tuan pada Ayahnya bermula, dan tuan Vernon adalah pria yang sangat cerdas ia pernah menjabat sebagai Jendela polisi tetapi mengundurkan diri dan beralih profesi menjadi detektif, membentuk tim agen rahasia yang diberi nama Big Move dan nyonya sudah melihatnya saat pernikahan waktu itu di kediaman tuan Francois. Saat tuan muda berkata ada perkerjaan yang harus ia bereskan secepat mungkin itu adalah tugas dari Negara nyonya, pihak yang menganggap kami sebagai musuhnya membuat kekacauan dalam kota dan menyerang. Oleh karena itu tim kami dan militer di Negara ini turun tangan atas hal itu, dan tuan jatuh dari gedung karena menyelamatkan semua orang. Tuan mengambil remot control yang ada di tangan musuh agar tidak meledakkan bom yang mereka sebar diberbagai tempat" jelas Hendry


"Lalu mengapa ini semua harus dirahasiakan kepada kakek?" tanya Fiyah


"Karena tuan Francois suka membesar-besarkan masalah jadi sebaiknya kita merahasiakan semua ini"


"Tuan Vernon sudah menyiapkan semua jawaban dari pertanyaan kami, dan semua ini adalah keputusannya. Sebelum terjadi sesuatu hal kepadanya ia telah mempersiapkan semua nyonya"


"Bahkan jika tuan nantinya hilang ingatan dan tidak mengingat nyonya, kami telah menyiapkan semuanya"


"Apa maksudmu?" bingung Fiyah


"Dokter berkata besar kemungkinan tuan akan mengalami hal itu, karena ia jatuh dari gedung yang tinggi. Tapi nyonya tenang saja tuan sudah menyimpan ingatan tentang nyonya" ucapan Hendry semakin membuat Fiyah bingung


"Maksudnya kami diberi perintah oleh tuan untuk menyimpan semua foto, Vidio dan semua hal berkaitan dengan nyonya dan tuan di bank memori yaitu tempat khusus di kediaman tuan muda" jelas Hendry yang mulai dimengerti Fiyah


"Karena pekerjaan kami sangat berbahaya jadi tuan mengantisipasi semua hal dalam hidupnya, ia tidak ingin melupakan sesuatu sekecil apapun yang pernah terlibat dalam kehidupannya, apalagi yang paling berharga seperti nyonya" tegas Hendry


"Ada satu hal yang lagi yang ingin aku sampaikan kepada nyonya"


"Katakanlah" pinta Fiyah

__ADS_1


"Maaf jika sebelumnya ini akan menyinggung perasaan nyonya"


"Keluarga tuan muda tidak merestui pernikahan ini, jadi jika suatu saat nanti tuan Francois ataupun yang lainnya bersikap buruk kepada nyonya mohon jangan pernah mengurangi rasa perduli nyonya pada tuan kami" pinta Hendry yang dibalas senyuman oleh Fiyah, bagaimana tidak pria ini sangat setia kepada tuannya.


__ADS_2