Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kisah tuan Adhulpus (8)


__ADS_3

Adhulpus memilih untuk merawat istri tercintanya di mansion pribadi miliknya dengan seorang suster sebagai perawat Azqila.


Di dalam kamar mewah berhias marmer putih, di tempat tidur king size seorang wanita cantik sedang dirawat oleh suami tercintanya, Adhulpus dengan lembut mengganti perban yang membalut sebagian tubuh sang istri. Seharusnya suster pribadinya yang melakukan hal itu, tapi tuan CEO tampan itu ingin melakukannya sendiri.


Hari demi hari luka bakar itu sembuh dan kembali seperti sedia kala, kini Azqila bisa melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri, memasangkan dasi setiap pagi dan menyambut kepulangan suami tercintanya.


"Aku sangat mencintaimu istriku!" bisik tuan CEO tampan membuat Azqila tersenyum. Hari-hari mereka sangat indah dan romantis, Adhulpus memperlakukan istrinya seperti seorang ratu dan sangat menyayangi dengan setulus hati, begitupun Azqila ia sangat menghormati dan menjadi istri berbakti pada sang suami tercintanya.


Satu tahun kemudian Azqila melahirkan bayi laki-laki tampan yang mereka beri nama Vernon. Tapi tak ada kebahagiaan yang sempurna atau sejati, saat melahirkan sang putra Azqila menghembuskan nafas terakhirnya setelah melihat wajah tampan bayi kecilnya itu.


Derai air mata CEO muda itu tak bisa ia bendung menyaksikan istri tercintanya kini telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


"Sayang bangun, buka matamu!....... Azqila bagaimana aku bisa hidup tanpa dirimu?" ucap Adhulpus dan mencium sang istri yang tidak bernyawa lagi.


"Istriku!.......Ya Allah istriku, ya Allah!" Isak tangisnya yang sudah berusaha untuk tegar, tapi apalah daya jiwanya mungkin sekuat batu karang tapi hatinya hanyalah batu arang, yang mudah hancur tak tersisa.


"Ya Allah, ya Jabbar. Ini aku salah satu dari milyaran ciptaanmu, pendosa paling tidak tau diri yang hanya datang padamu ketika hanya membutuhkan sesuatu, pendosa paling nomor satu dalam hal berkeluh kesah, pendosa yang kau tutupi aibnya dari penglihatan mata manusia. Ya Allah, ya sami' sungguh dari sekian banyak episode kehidupan rasanya ini yang paling membuatku bertanya-tanya sulit membedakan antara engkau marah atau telah merindu kepada kami"


"Sulit untuk mengakui bahwa engkau tidak akan memberi cobaan diluar batas kesanggupan hambaMu. Sedang aku sendiri merasa tidak mampu, ada begitu banyak hari ketika aku merasa sendirian, Dunia yang luas terasa begitu menyesakkan, ramai tapi sepi."


"Bukannya aku ingin menyerah, tapi terkadang aku bingung, kenapa rasa-rasanya hanya aku yang berjuang sendiri, sampai akhirnya aku sadar ada banyak orang diluar sana yang menanti kebahagiaan sama sepertiku. Ya Allah Tuhanku yang maha mengetahui dan maha mendengar. Aku mohon bimbinglah, tuntunlah, peluk aku lebih kuat lagi, gantilah kesedihan ini menjadi kebahagiaan. Ikhlaskan hati ini dari rasa kecewa yang teramat dalam, dan angkat semua beban di hatiku, semoga sedihku ini engkau ganti dengan kebahagiaan yang tidak pernah terpikir olehku."


"Ya Allah Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, kuatkan hati dan jiwa ini untuk membesarkan dan mendidik putra hamba. Kuatkan diri ini hingga bisa menatapnya tanpa derai air mata." doa CEO tampan itu setelah mengantar istri tercintanya ketempat peristirahatan terakhirnya.


"Azqila, sangat perih luka yang engkau tinggalkan hingga mungkin jika bukan karena iman di hati, aku tidak tau hidupku akan berakhir seperti apa?" batinnya saat melihat wajah putra kecilnya


Kini CEO muda nan tampan itu jatuh tersungkur, dengan derai air mata, ia sekuat-kuatnya menahan Isak, menahan agar suara tangisnya tak terdengar. Seolah dadanya akan meledak saat itu juga.

__ADS_1


"Sulit untuk mengakui bahwa engkau tidak akan memberi cobaan diluar batas kesanggupan hambaMu. Sedang aku sendiri merasa tidak mampu!" batin Adhulpus


***


Ayeleen terbangun dengan mata sayu, ia seolah baru tersadar dari mimpi buruknya.


"Ini bukan kamarku, ini tempat siapa?.......Mengapa aku berada disini?" bingung Ayeleen yang saat ini berada dalam sebuah ruangan super mewah dengan tempat tidur king size dan berlantai marmer yang indah.


"Rupanya kamu sudah bangun" ucap seorang pria yang sedari tadi duduk di kursi kebesarannya itu dengan pandangan tertuju kearah Ayeleen. Sebagian wajahnya ditutupi dengan topeng. Pria itupun mulai mendekati Ayeleen yang saat ini wanita cantik itu sangat ketakutan dibuatnya.


"Hentikan langkahmu!.......Jangan mendekatiku!" teriak Ayeleen


"Jangan berteriak, ini bukan kebun binatang sayang!" tegas pria itu, tapi langkahnya semakin mendekati Ayeleen.


"Kamu siapa?.......Dasar pria tidak tau malu!" jeritnya saat pria itu memandanginya dengan tatapan melecehkan, satu persatu kancing kemejanya ia buka.


"Jangan mendekat!" teriak Ayeleen dan hendak berlari keluar dari ruangan megah itu, tapi dengan sigap pria itu mencekal lengannya, menarik kedalam dekapannya. Kini jarak mereka sangat dekat hingga ia dapat menghirup aroma mint yang menguar dari deru nafas pria itu.


"Sejak kapan aku punya calon suami?" bingung Ayeleen


"Sejak saat ini!" jelas pria itu, salah satu sudut bibirnya terangkat dengan seringai seperti aura pembunuh.


"Lepaskan!" teriak Ayeleen memberontak membuat Darelano melepaskan tubuh kecilnya itu. Melihat kesempatan berpihak padanya iapun segera berlari menuju pintu, tapi apalah daya rupanya takdir baik tak berpihak pada wanita cantik itu.


"Aku mohon siapapun yang diluar sana tolong buka pintunya!" teriak Ayeleen dan memutar-mutar handle pintu sesekali ia memukul pintu agar seseorang diluar sana mendengarkan ketukannya.


"Mengapa kamu sepanik itu?" ucap Darelano tak terima dengan penolakan wanita cantik itu padanya

__ADS_1


"Apa kamu seorang penculik?" pertanyaan Ayeleen membuat Darelano tersenyum dingin.


"Aku sudah bilang bahwa aku adalah calon suamimu!" tegasnya dengan nada membentak


"Aku tidak memiliki calon suami, aku baru saja lulus SMA tidak mungkin aku akan menikah dalam keadaan tidak sadarkan diri, aku masih memiliki cita-cita yang belum aku raih!" gumam Ayeleen dengan mata berkaca-kaca


"Kamu bohong, kamu pasti seorang penculik!.......Sebutkan nominal yang kamu inginkan ayahku pasti memberikannya padamu!" teriak Ayeleen sedang Darelano kembali tersenyum ala devil


"Apa kamu bercanda sayang?.......Ayahmulah yang menjualmu kepadaku!" ucapan Darelano membuat Ayeleen menggelengkan kepalanya tak percaya akan hal itu


"Tidak mungkin kamu pasti berbohong, ayahku seorang yang terpandang di Negara ini. Keluargaku tidak akan pernah kekurangan uang, ayahku seorang pengusaha sukses!" teriaknya tak percaya akan ucapan pria aneh itu


"Hahahaha.......Aku tidak berbohong istri kecilku!" tawa Darelano membuat Ayeleen semakin marah padanya


"Ayahku pasti akan membunuhmu jika mengetahui hal ini!" ancaman wanita cantik itu membuat Darelano semakin terkekeh


"Tuan Akara Adskan Suleyman.......Bukankah itu nama ayahmu?" ucap Darelano membuat Ayeleen memicingkan matanya


"Kau memang seorang penculik, maka dari itu tau tentang ayahku!" teriaknya lagi


"Ayahmu menjualmu padaku!" jelas Darelano merangkul pinggang ramping wanita cantik itu, mendekatkan padanya dan seulas senyum manis terlintas di bibirnya.


"Menjualku?" tak percaya Ayeleen


"Iya sayang, menjualmu padaku!.......Menjualmu dengan harga yang fantastis 10 triliun!" bisik Darelano membuat ia kaget karena pria itu meniup daun telinganya.


"Tidak mungkin ayahku melakukan itu.......Tidak mungkin!" tak percayanya dan saat ini seolah kaki wanita cantik itu melemah dan hampir terjatuh, untung saja Darelano memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Seperti itulah kejamnya Dunia bisnis sayang!" bisik Darelano lagi padanya


Cukup lama Ayeleen menahan sakit di dadanya, kecewa akan perbuatan sang ayah.


__ADS_2