Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Misi Rahasia


__ADS_3

Tuan Paxton menghubungi Vernon walaupun ia masih sangat kecewa karena keputusan sepihak pria yang hampir menjadi menantunya itu, tapi masalah pribadi harus dikesampingkan dan saat ini keamanan rakyat dan Negaranya yang utama.


Saat selesai berbicara rahasia dengan tuan Paxton, ketua agen Big Move itu memerintahkan Hendry untuk menjemputnya dan tanpa menunggu lama pesawat pribadi take off menuju Indonesia.


Beralasan pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan Vernon meminta izin kepada istri tercinta dan mertuanya. Karena tidak mungkin ia mengajak wanita yang dicintainya itu kembali bersama-sama ke Jerman, ini adalah masalah darurat dan tentu Vernon akan sibuk nantinya, belum lagi masalah keselamatan Fiyah, akan menjadi kelemahan bagi Big Move jika musuh mengetahui status wanita cantik itu. Karena Vernon akan lemah saat nyawa istrinya menjadi sasaran dan mengakibatkan Big Move tak bisa berbuat apa-apa jika tuan mereka tak memerintahkan.


"Sayang jaga diri baik-baik, aku janji setelah ini akan menjemputmu!" ucap Vernon mengecup kening dan pipi istri tercinta, memeluk dengan erat tak lupa juga ia mencium punggung tangan mertuanya meminta izin dan pamit.


Walau pertemuan mereka sangat singkat, dan semua hal berkaitan dengan Vernon dalam hidup Fiyah terkesan mendadak. Tapi bagi wanita yang sekarang resmi menjadi istri sah dari tuan tampan detektif itu, semua ini adalah anugrah terindah dan rasa cinta entah kapan mulai tumbuhnya, apa lagi setelah beberapa pekan berlalu dan mereka melewati semua hal dengan sangat romantis, sikap sang suami yang sangat lembut dan penuh perhatian menambah perasaan nyaman yang tak bisa dijelaskan.


Kepergiaan pria tampan itu tentu akan mendatangkan kerinduan nantinya. Begitupun dengan Vernon yang saat ini kembali memeluk dan mencium istri tercinta seolah tak rela pergi tanpa wanita itu, tapi ini adalah tugas dari Negara yang harus dilaksanakan. Apalagi Vernon adalah seseorang yang paling berpengaruh dan sangat dibutuhkan.


Pria tampan dengan setelan hitam menuju helikopter pribadi yang saat ini terparkir di lapangan bola pesantren, karena tidak mungkin pesawat landing disana jadi Hendry dengan koneksi luasnya sudah memikirkan semua hal agar mereka tidak buang-buang waktu mengalami kemacetan.


Setelah sampai di bandara dua pria tampan itu segara turun dari helikopter dan menuju pada pesawat pribadi yang akan mengantarkan mereka ke Jerman.


Zetas Gang saat ini sudah mengetahui rencana Dark Mafia walaupun ia tidak mengetahui sedetail mungkin, tetapi kejadian besar hari ini pasti akan terjadi pikirnya.


Kini para militer seperti ribuan anak catur yang berbaris melindungi penjara tahanan yang orang-orangnya dibalik jeruji besinya terkenal akan kesad*san mereka. Para tahanan di penjara itu adalah orang-orang yang tak memiliki perasaan belas kasih dan seolah mereka buka dari spesies manusia, karena kejahatan yang diperbuat diluar batas kejahatan sesungguhnya.


Jangankan orang lain, keluarga mereka yang menjadi penghalang tidak segan-segan dimusnahkan, agar tercapai hasrat dan keserakahan yang tidak memuaskan keinginan serta semakin menjadikan mereka devils.


Hari ini Dark Mafia membuat ulah, mereka menyerang semua kantor polisi di kota itu, seolah tak takut mati. Padahal sebenarnya dark mafia bertujuan ingin membebaskan seseorang dalam tahanan yang penjagaannya sangat ketat sekaligus ada hal lain yang membuat mereka seberani itu.


Bukan hanya itu mereka saat ini melakukan aksinya pada semua tempat keramaian, mungkin ingin mengundang para pelindung Negara agar bertarung dengan mereka, dan kelompok Dark Mafia lainnya menjalankan rencana dengan sempurna tanpa ada yang menghalangi. Tapi tidak semudah itu kawan, Vernon sudah memberi arahan dengan sangat jelas dan detail pada seluruh Big Move dan sebagian tentara di Negara itu. Sedangkan para polisi dan tentara lainnya ditugaskan untuk menjadi pengaman pada tempat keramaian yang dibuat kacau oleh dark mafia.

__ADS_1


"Siap tuan!" ucap Hendri mengacungkan jempol pada tuan mudanya yang saat ini mereka berada di luar gedung tahanan.


Pria tampan bertubuh ideal dengan sekali tendangan lawan langsung jatuh, siapa lagi kalau bukan dua cogan yaitu tuan Vernon Adhulpus yang saat ini ia dan Hendry seperti Jet Li seniman beladiri Tionghoa. Dan tak ingin melewatkan kesempatan tangan pria itu kini mereka borgol. Tapi sayang semua anggota dark mafia yang tertangkap memilih mati dari pada memberikan informasi tentang mereka.


Tidak ingin menggunakan senjata jika masih dalam keadaan terkendali. Semua pintu tahanan dijaga ketat dan mereka bertarung diluar gedung, hanya ada beberapa penyusup yang bisa menyelinap masuk itupun mereka melakukan aksinya sebelum kehebohan ini dimulai, menyamar menjadi bagian dari pekerja yang bisa keluar masuk dalam gedung tahanan itu. Tak diragukan koneksi dark mafia memang sangat luas dan kecerdasan mereka luar biasa sehingga mampu mengelabui para pria berpangkat tinggi yang bertugas menjaga tahanan.


Rupanya Dark Mafia telah lama merencanakan semua ini, mereka seolah tak hilang akal dan terus mendesak masuk melakukan segala aksi yang mengakibatkan para tentara dan anggota Big Move kewalahan.


Dor!


Dor!


Dor!


Bunyi tembakan menghujani pihak lawan dan musuh tanpa ampun. Untung saja gedung itu jauh dari keramaian dan rumah penduduk, walaupun seperti itu tapi penjagaannya sangat ketat.


Prak!


Kaca pecah dibelakang Afron yang membuat pria keren itu berkelit dan merunduk diantara tempat sampah yang ada didekatnya.


"Sial!" ucap Afron yang mulai menyadari bahwa tindakannya salah terlalu berani, ia lupa bahwa yang dihadapi saat ini adalah Dark Mafia. Vernon sejak awal sudah memperingati jangan bergerak sendiri dan harus melihat kondisi sekitar.


Dark Mafia bukan hanya kumpulan orang-orang yang memiliki kepribadian kejam, tetapi mereka juga memiliki kemampuan militer diatas rata-rata. Apalagi peralatan yang digunakan semua canggih, cara menyerang dan menembak tak kalah dari militer sesungguhnya. Mungkin sebelum masuk dalam kelompok Dark Mafia mereka melakukan kualifikasi sama seperti ketika masuk dalam Big Move.


Brak!

__ADS_1


Salah satu tong terguling membuat cela bagi musuh untuk menembak Afron yang saat ini berada jauh dari kawan-kawannya.


Dor!


****!


Suara tembakan terdengar peluru menembus, darah segar mengalir dari lengan kiri Afron. Ia awalnya ingin menghindari tembakan yang tepat berada dihadapannya itu tetapi tak disangka seseorang menembak dari sisi yang tak terlihat olehnya.


Dari kejauhan Vernon melihat anggotanya yang seolah menahan sakit, saat ini Afron memegangi lengannya. Dengan segera pria tampan bernetra biru itu berlari menuju Afron tanpa ia sadari dari kejauhan dibalik jendela dalam gedung tua tak berpenghuni itu, telah bersiap penembak jitu yang mengintainya mengarahkan senjata canggih pada Vernon dan saat ini siap melepaskan peluru yang mematikan itu.


Dor!


"Tuan!" teriak Cello yang melihat pemimpin mereka nyaris tertembak, untung saja Vernon segera menghindar


"Apa tuan baik-baik saja?" tanya Cello dan Afron yang berlari kearah Vernon tanpa memperdulikan rasa sakit di lengannya.


"Ia aku baik-baik saja, kalian tetap fokus dan Afron ikut denganku!" ucap Vernon yang diikuti mereka.


"Apa tuan baik-baik saja?" tanya salah satu tentara yang menghampiri mereka


"Ia" singkat Vernon


"Pihak musuh sudah menarik pasukannya tuan, beberapa diantaranya meninggal Dunia. Mereka sengaja memilih mati karena tidak mungkin semua meninggal secepat itu, hanya karena tembakan yang tidak mengenai daerah sensitifnya" ucap Robyn


"Tapi ada pihak lain yang menyerang tuan!" lanjut Robyn

__ADS_1


"Laksanakan tugas kalian dan tetap fokus!"


"Siap tuan!" ucap mereka bersamaan dan bergegas terjun dalam pertempuran.


__ADS_2