
"Bagaimana mungkin aku bisa menjawab pertanyaan seseorang mengenai siapa diriku dan bagaimana aku, jika aku sendiri saja tak mampu mengenali diriku sendiri. Bahkan tak mampu mengendalikan amarahku!"
"Aaaaaaaaaaa" teriak Adam meluapkan amarahnya
"Aku sangka, aku akan menjatuhkan air mata saat resmi menghalalkan mu, tapi air mata ini jatuh karena engkau mengecewakanku!" tangis Adam yang berubah menjadi pria lemah. Hati mana yang tak kecewa penantiannya selama ini sia-sia.
"Dam sabar" ucap Bilal yang saat ini mereka berada di rumah Hamzah
"Istighfar Dam ingat Allah, kedepankan logika bukan lagi perihal rasa cinta yang membuatmu buta sehingga kamu tidak bisa mengendalikan hawa nafsu" Usman menyadarkan sahabatnya itu
"Semoga nanti aku mendapat wanita yang setia, tidak berubah dari awal sampai akhir" celetuk Bilal yang mendapat tatapan tajam dari Usman dan Hamzah.
"Payung tidak pernah bisa menghentikan hujan, tapi payung bisa melindungi kita dari kebasahan. Sabar pun tidak menjanjikan kita jadi pemenang, tapi sabar akan menguatkan kita menghadapi setiap ujian" kata-kata bijak Bilal yang merasa bersalah atas ucapan sebelumnya.
"Ia Dam, lupakan Fiyah dan mulai membuka hati untuk wanita yang lain" ujar Usman sedang Adam hanya menunduk menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Cintaku sangat tulus pada Huzafiyah, delapan tahun aku mengaguminya dan tidak pernah sedetikpun melirik wanita lain. Ia berjanji akan belajar mencintaiku, tapi apa yang aku dapatkan hanya kebohongan. Aku tau bahwa sumber kekecewaan adalah hati yang sangat berharap kepada manusia. Tapi karena cinta buta ini tetap berharap padanya, aku kira bisa memiliki Fiyah seutuhnya dengan usaha dan doaku, tapi aku lupa masih ada takdir yang menanti" curhatan Adam
__ADS_1
"Delapan tahun aku terlena dalam Duniaku dan yakin bahwa Fiyah pasti akan menjadi milikku. Aku sangat menghormati dan mencintainya hingga tak sanggup bertatapan langsung dengannya, tapi hari ini aku bahkan berani menghina wanita yang selama ini aku kagumi. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku saat ini!" ucap Adam dengan air mata bercucuran karena menyesali perbuatannya dan Bilal memeluk sahabatnya itu
"Laki-laki yang paham agama tidak akan pernah memarahi wanita walau kesalahannya tidak bisa dimaafkan, tapi ia akan menasehati dengan kelembutan. Aku sangat tau hal itu, tapi aku tidak bisa mengendalikan rasa kecewa ini!" jelas Adam
"Bahkan jika Fiyah terpaksa mencintaiku, aku sangat bahagia asal ia bersamaku. Melupakannya dari hidupku, rasanya aku tak bisa!"
"Adam, ini bukan cinta tapi obsesi. Jika engkau benar-benar mencintai Fiyah maka kamu akan bahagia saat melihat ia bahagia dengan kehidupannya sekarang" nasehat Usman
"Aku tau ini seperti obsesi di mata kalian tapi belum tau pahitnya berharap kepada seseorang, aku salah karena sangat berharap. Sangat sakit, rasanya aku tidak sanggup bertahan lagi. Andai yang aku rasakan saat ini dapat kalian merasakannya, aku pastikan kalian akan lebih rapuh dariku. Aku sekuat hati bertahan dan mengalah tapi tetap saja aku yang paling tersakiti, ia bahkan tak menghargai ku sama sekali. Andai saat itu Fiyah jujur dan menghubungiku, aku terima walau ia tak suci lagi, tapi ia merahasiakan ini semua dan berkata hanya ke salah pahaman yang terjadi antara dia dan pria itu. Bodoh, ia adalah gadis yang sangat bodoh. Cintaku padanya sangat besar tetapi ia masih meragukannya dan memilih orang lain. Walau ia menjadi sampah sekalipun, aku akan memungut dan membersihkannya hingga menjadi berlian paling berharga di Dunia ini! ungkapan hati seorang pria setia
Sedang ketiga sahabatnya saat ini hanya diam dan seolah ikut merasakan kekecewaan yang dialami pria tampan itu.
"Aku seolah bayangan baginya yang kemana saja aku mengikutinya, tetapi ia tak pernah menyadari keberadaanku. Karena pandangannya hanya tertuju pada cahaya sedang aku hanya bayangan hitam"
"Apa sulit menerimaku?" Adam yang semakin terpuruk penantiannya selama delapan tahun kini telah berakhir.
"Aku sangat mencintainya!"
__ADS_1
"Astaghfirullah, ya Allah apa ini teguran untukku karena terlalu mencintai seseorang melebihi rasa cintaku kepadamu, hingga rasa sakit akan kekecewaan sangatlah perih. Tolong hilangkan dirinya dari hati dan pikiranku ya Allah, aku tidak sanggup jika terus seperti ini" batin Adam
"Sabar Dam" Hamzah yang tidak bisa lagi menahan kesedihannya melihat sahabat yang nyaris sempurna di matanya itu menangis tersedu-sedu. Seolah gelar pria berwibawa dan dingin kini telah hilang dari Adam.
"Menangislah luapkan semua kesedihanmu hari ini Dam, dan esok memulai lembaran baru dalam kehidupan. Karena tidak selamanya kesedihan akan bertahta dalam hati masih ada bahagia yang menunggu gilirannya!" ucap Bilal
...***Di kediaman Umi Salma***...
"Mengapa wajahmu sembab nona?" tanya Vernon pada istrinya itu
"Aku hanya mengingat Abi" bohong Fiyah
"Maafkan aku ya Allah karena membohongi suamiku, tapi aku takut ia merasa bersalah jika aku mengatakan sebenarnya. Sedangkan ini adalah takdirku yang tak seorangpun bisa mengubahnya" batin Fiyah
"Sabar sayang, aku janji tidak akan membuatmu meneteskan air mata. Jika hari itu datang dimana aku menjadi seseorang yang tidak engkau kenali maka ingatkan aku atas janjiku hari ini, tapi jangan pernah sekalipun engkau berniat meninggalkanku." Jelas Adam
"Maafkan aku karena telah memaksa masuk dalam kehidupanmu, tapi aku pastikan engkau akan sangat bersyukur suatu hari nanti karena telah memilikiku!" ucap Vernon yang menerima tatapan teduh dari Fiyah dan terlukis senyuman di bibir wanita cantik itu
__ADS_1
"Aku sangat menantikan hari ini, hari dimana aku mendapat tatapan dan senyuman tulus dari mu, wanita satu-satunya yang mampu melemahkanku" batin Vernon
"Aku juga minta maaf mas, karena aku telah memperlakukan engkau dengan tidak sopan. Aku saat itu sangat kacau dan tidak bisa berpikir dengan jernih, aku janji akan menjadi istri yang berbakti" ucap Fiyah yang membuat Vernon sangat bahagia.