Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Semua masalah terasa ringan jika bersamamu


__ADS_3

"Apa kamu sudah mengantar Adriana pulang?" pertanyaan Vernon membuat Hendry menganggukan kepalanya pelan.


"Apa tuan yang merencanakan semua ini?" ucap Hendry dengan tatapan curiga


"Maksud kamu apa?" pura-pura tidak tahunya


"Tuan mudah membatalkan pernikahan dengan putri Adriana tapi mengorbankanku, membuat aku terjebak dalam hal ini!" jelas Hendry


"Bukannya kamu memiliki perasaan yang sama dengan Adriana?" ucapan Vernon membuat asistennya itu tersipu malu


"Iya tuan tapi---" ucapannya terhenti dan Vernon menatap penuh makna sahabat sekaligus rekan kerjanya itu.


"Tapi apa?" tidak puasa akan jawaban Hendry yang entah mengapa seolah pria bertubuh ideal itu ragu akan sesuatu hal.


"Apa karena Adriana berbeda keyakinannya dengan kita, atau kamu takut terhalang restu kedua orang tuanya?"


"Terlalu banyak perbedaan kami tuan!" lemahnya


"Apa maksudmu Hendry?" tak ingin sahabatnya itu merasa rendah dibandingkan keluarga tuan Paxton


"Kamu adalah bagian dari keluarga Adhulpus, tidak pantas mengkhawatirkan sesuatu yang tidak penting, jika itu hanya mengenai status!" jelas tuan mudanya


"Jika restu tuan Paxton yang menjadi penghalang hubungan kalian, maka aku akan selalu menemanimu sama-sama berjuang sampai mendapatkan restu itu. Kita akan mencari waktu yang tepat datang menemui kedua orang tua Adriana melamarnya untukmu!" jelas Vernon


"Tapi tuan?" belum sempat Hendry menjelaskan Vernon memotong pembicaraannya.


"Apa lagi, apa kamu tidak menyukai Adriana?"


"Tidak!" lagi-lagi ucapannya terhenti


"Kamu tidak menyukainya?" pertanyaan berulang tuan mudanya


"Tidak seperti itu tuan, saya mencintai putri Adriana tapi untuk saat ini lebih baik merahasiakan hal ini dulu!" jelasnya


"Saya yang tolol atau kamu Hendry, bukannya tadi saya sudah bilang jika kita akan mencari waktu yang tepat untuk menemui tuan Paxton. Itu maknanya hubungan diantara kalian saat ini jangan sampai ada satu orangpun yang tau, jika hal itu terjadi maka akan semakin rumit!" jelas Vernon yang membuat Hendry hanya tersenyum tipis, ia sebenarnya tahu maksud dari ucapan tuannya tapi hanya ingin memperjelasnya saja.


"Mension yang aku inginkan apakah sudah siap?" ucap Vernon, sejak lama sebelum bertemu dengan sang istri tercintanya ia telah meminta asistennya itu untuk mengurus pembangunan mension baru yang berjarak lumayan dekat dengan mension utamanya yang menjadi markas big move. Nantinya mension baru itu akan dijadikan tempat pribadi hanya untuk ia dan sang istri, dan ternyata wanita beruntung itu adalah Huzafiyah, seorang wanita berkebangsaan Indonesia yang cantik nan anggun, memandangnya membuat keteduhan tersendiri di hati.

__ADS_1


"Persiapannya sudah 99% tuan, hanya tinggal merapikan perabotan disetiap ruangan sesuai dengan yang tuan inginkan. Satu Minggu lagi tuan sudah bisa menempatinya" jelas Hendry


"Ok, aku ingin semua pelayan yang berada dalam ruangan adalah wanita, dan peringatkan pada semua anggota big move bahwa tidak ada yang boleh memasuki mension itu tanpa seizinku!" jelas Vernon karena ia ingin sang istri tercinta merasa nyaman, dan bebas berpakaian tanpa kerudung karena hanya ia pria satu-satunya yang berada dalam mension itu.


"Termasuk kamu Hendry, tidak boleh memasuki mension tanpa seizinku, dan markas big move menjadi tempat pertemuan kita!" lanjutnya


"Siap tuan!" mengerti sang asisten itu


"Kamu bisa kembali ke mension big move sekarang!" ucap Vernon


"Siap tuan!"


"Kirim agen rahasia lebih banyak agar bisa memata-matai pergerakan dark mafia!" perintah Vernon sebelum asisten pribadinya itu melangkah pergi


"Siap tuan, tapi Zetas Gang baru saja mengirim anggotanya untuk bekerjasama dengan big move. Apa perlu kita mengirim unit khusus lagi?"


"Dark mafia masih bebas dengan bisnis ilegalnya. Apa kamu tidak mencurigai bahwa mereka adalah dalang dibalik hilangnya para pelajar wanita?" jelas Vernon yang saat ini kasus itu menjadi topik hangat.


"Agen khusus yang kita kirim untuk memata-matai mereka tidak menemukan kejanggalan itu tuan, dark mafia masih dengan bisnis ilegal mereka seperti biasanya!" jelas Hendry yang tidak menerima informasi mencurigakan tentang hubungan dark mafia dengan hilangnya para wanita muda itu.


"Perintahkan para hacker agar mencari semua informasi tentang transaksi yang dilakukan dark mafia. Aku ingin lihat dari mana saja manusia maniak itu menghasilkan uang!"


"Selain itu selidiki semua sekutu yang berkedok lawan bisnisnya, perusahaan dan semua hal yang paman Darelano miliki. Apa benar dia adalah pemimpin dark mafia sesungguhnya, dan tidak ada orang lain dibelakangnya selain Mazoya?"


"Aku ingin secepatnya kalian mendapatkan informasi itu!" tegas Vernon dan dimengerti oleh Hendry. Asisten pribadinya itu dengan segera berangkat ke markas memberi tahukan pada anggota big move lainnya tentang perintah ketua mereka.


Setelah menyelesaikan urusan big move, kini Vernon beralih berdiskusi dengan orang kepercayaannya di perusahaan. Menjelaskan tentang projek terbaru mereka dan menandatangani dokumen penting perusahaan. Walaupun pria tampan itu terkesan hanya berkeliaran di mension tapi ia sangat sibuk setiap harinya, memberi arahan pada orang-orang kepercayaannya.


Sedang tuan Francois disibukkan dengan bisnisnya, pria tua itu saat ini berada di Negara Belanda. Sudah banyak kali Vernon membujuk sang kakek agar tidak perlu lagi bekerja sekeras ini dan tinggal duduk manis di mension, tapi tuan Francois sangat keras kepala ia tidak ingin hanya tinggal duduk diam di mension, seolah tubuhnya akan sakit parah jika sehari saja tidak mengurusi bisnisnya itu. Padahal keluarga Adhulpus sudah sangat kaya tapi tetap saja sang kakek memilih menikmati pekerjaannya dan bukan hartanya.


***


Di ruang dapur seorang wanita cantik telah disibukkan dengan pekerjaan rumah, memasak untuk sang suami tercinta padahal di mension begitu banyak pelayan.


"Sayang" bisik Vernon yang saat ini memeluk Fiyah dari belakang mencium pipi ranum sang istri.


"Balim!" kaget Fiyah

__ADS_1


"Nona ini ternyata sibuk memasak di dapur dan melupakan suami tampannya!" singgung Vernon karena sedari tadi ia tidak melihat Fiyah.


"Saya memasak untuk suami tercinta saya tuan!" candaan Fiyah


"Benarkah, padahal hanya menatap wajah nona ini suami tercintanya sudah merasa kenyang!" gombal Vernon membuat Fiyah tersipu malu


"Sayang aku sangat merindukanmu, sedetik saja tidak bertemu denganmu aku tidak bisa bernafas!" gombal maut ketua Big Move itu


"Sungguh?" ucap Fiyah yang saat ini berbalik menghadap Vernon


"Iya nona, lihatlah diri ini seolah tidak bertenaga karena sedari tadi istri tercintaku tidak tampak di pandangan ini!" raja gombal, menaruh tangan Fiyah di dahinya mencoba menjelaskan bahwa kini suhu tubuhnya naik dan akan demam jika berjauhan dengan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Nona memasak apa untuk sang suami tercinta?" candaan Vernon


"Sup" ucap Fiyah dan menjauhkan wajah dari laki-laki yang memberinya ciuman bertubi-tubi itu.


"Baiklah, keberadaanku ternyata tidak diinginkan!" ngambeknya karena sang istri menolak untuk memeluk dan menciumnya


"Balim sebaiknya duduk saja kita makan, aku suapin hum!" bujuk Fiyah


"Aku tidak lapar!" bayi besar tampan itu masih ngambek.


"Yasudah jika tidak lapar!" pura-pura cuek Fiyah


"Apa dia tidak ingin membujukku?" batin Vernon yang sangat berharap


"Huzafiyah Nurul Husein!" lirih Vernon dengan tatapan tajam membuat Fiyah tertawa


"Apa ini lucu bagimu nona?" masih ngambek


"Ternyata bayi berjenggot dan berkumis tipis ini menggemaskan jika sedang ngambek!" goda Fiyah membuat Vernon tak bisa menahan senyumnya


"Aku akan balas dendam nona dan aku tidak akan meng----!" ucapnya denagan berbisik tapi Fiyah dengan segera menyuapi sang suami.


"Apa enak sayang?" pertanyaan tanpa dosa Fiyah


"Hum!" senyum manis penuh makna Vernon dengan anggukan pelannya mengiyakan, tapi di hati dan pikirannya ingin segera cepat membalas dengan menjaili sang istri.

__ADS_1


__ADS_2