Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kisah tuan Adhulpus (9)


__ADS_3

Ingin sekali ia tidak mempercayai ucapan pria itu, tapi mana mungkin seorang penculik terlihat menawan dengan rupa seperti itu. Pria yang memiliki tubuh terawat walau sebagian wajahnya tertutupi topeng tapi tidak membuat ketampanannya tertutupi pula. Pakaian mewah serta kamar pribadinya yang super mewah, tidak menampakkan sedikitpun aura penculik.


"Cukup turuti keinginanku, maka aku akan menjagamu dan tentunya tidak akan tega menjual dirimu!" ucapan Darelano membuat air mata Ayeleen tak mampu dibendung lagi.


"Jangan meneteskan air mata dihadapanku, untuk apa kamu menangisi pria itu. Dia bahkan rela menjualmu demi menyelamatkan perusahaannya yang hampir bangkrut. Bisnisnya lebih berharga daripada dirimu!" jelas Darelano


"Perusahaannya lebih berharga daripada kamu Ayeleen!" ucapannya lagi membuat wanita cantik itu terisak.


"Jangan menangis hum, aku janji aku melindungimu seperti aku menjaga nyawaku sendiri!" jelasnya dan menghapus air mata gadis kecil itu.


"Mengapa ayah tega padaku!" batin Ayeleen yang saat ini pasrah, digendong ala bridal style dan pria itu membaringkannya ditempat tidur king size itu.


"Istirahatlah, aku akan menemanimu disini!" ucap Darelano


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku, mengapa mau membeliku dengan harga seperti itu?" penasarannya membuat Darelano tersenyum tipis


"Ayahmu menawarkan, dan aku membutuhkanmu!"


"Aku ingin seorang anak darimu!" jelas Darelano membuat Ayeleen menjauh darinya


"Apa kamu gila?.......Mana mungkin aku memberikanmu seorang anak!.......Apa kamu pikir bayi itu terbuat dari adonan yang dibentuk lalu menjadi manusia?" teriak Ayeleen tak terima.


Darelano mencoba tak terpancing emosi dan meredakan amarahnya.


"Apa kamu sanggup mengembalikan uang dengan nominal yang ayahmu minta dariku, jika kamu tidak sanggup akan hal itu maka turuti semua kemauanku tanpa adanya bantahan!" tegas Darelano


"Kamu yang salah, mengapa membeliku dengan harga seperti itu!.......Aku manusia bukan sesuatu yang seenaknya kamu bisa miliki hanya karena atas dasar uang!" teriaknya


"Aku tidak perduli dengan Penolakanmu, yang aku tau kamu adalah milikku!" tak ingin kalah Darelano


"Mengapa kamu tidak punya hati nurani!" tangis Ayeleen


"Aku ini manusia bukan benda mati yang seenaknya kalian perjual belikan!"


"Aku tidak mengatakan bahwa kamu benda mati baby girl!" ucap Darelano dan beringsut mendekati Ayeleen.


"Masih banyak wanita lain diluar sana, mengapa harus aku?" tak percaya akan semua ini


"Aku menginginkanmu, bukan wanita lain!" jelasnya


"Aku tidak menyukaimu!"


"Jangan memancing kemarahanku, turuti saja apa yang aku inginkan dan aku pastikan kamu akan hidup dengan bahagia!"

__ADS_1


"Apa kamu pikir kebahagiaan hanya berdasarkan harta?......Aku tidak membutuhkan hartamu!" teriak Ayeleen


"Tapi ayahmu sangat membutuhkannya!" bisik Darelano membuat wanita cantik itu semakin bersedih.


"Istirahatlah aku ada urusan, tiga hari lagi kita akan menikah, jadi istirahat yang cukup!"


***


Sedang Adhulpus masih sangat berduka atas kepergian istri tercintanya, bukan hanya CEO tampan itu yang merasa kehilangan, Brayen seolah masih tak percaya akan hal ini, ia jatuh cinta pada istri sahabatnya dan baru menyadari akan hal itu saat Azqila telah tiada di Dunia ini.


Putra tampan tuan Francois itu seolah tidak memiliki tujuan hidup lagi, mungkin jika bukan karena putra kecilnya hari-harinya terasa hampa. Untung saja Allah maha adil, memberi bulan pada malam yang gelap.


***


"Aaaaaaaa" teriak seorang wanita yang hampir tertabrak


Dengan cepat Adhulpus menghentikan laju mobilnya, membuat ia hampir kecelakaan. CEO tampan itu segera turun menghampiri wanita yang hampir ia tabrak itu.


"Kamu tidak apa-apa?" merasa bersalah Adhulpus


"Aku baik-baik saja!" jelas Ayeleen yang baru saja melarikan diri dari mension pribadi Darelano


"Aku akan mengantarmu, maaf atas hal ini!" maksud baiknya tapi Ayeleen malah meneteskan air mata, membuat Adhulpus bingung dan khawatir.


"Lalu kenapa kamu menangis?"


"Aku tidak bisa pulang ke rumah, tidak bisa lagi bertemu dengan ibu dan ayahku!" jelasnya dengan derai air mata.


"Aku akan mengantarmu!" ucap Adhulpus tapi wanita cantik itu tak juga berhenti menangis


"Sebenarnya kamu kenapa, jika ada yang sakit bilang padaku. Aku akan membawamu ke rumah sakit!"


"Hatiku yang terluka, apa bisa disembuhkan di rumah sakit?" ucapan wanita itu membuat Adhulpus terdiam, menatapnya lebih dalam. Bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan itu, saat ini ia juga merasakan hal itu.


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti!"


"Aku tidak memiliki keluarga!" Isak tangis Ayeleen, ingin sekali ia pulang kerumahnya dan tak mempercayai ucapan Darelano bahwa ayahnya tega menjual dirinya. Tapi pria itu ternyata tidak berbohong ayahnya memang menjual dirinya dan hal itu ia mendengar sendiri dari sang ayah, saat menghubungi pria yang paling berharga dalam hidupnya itu.


"Jangan menangis lagi, bagaimana jika kamu ikut denganku?" ucap Adhulpus dan wanita cantik itu menolaknya


"Baiklah jika kamu menolak, lalu apa yang kamu inginkan?"


Hanya air mata yang terus mengalir di wajah cantik itu, ia tidak menjawab pertanyaan Adhulpus. Ingin meninggalkan Ayeleen seorang diri tapi rupanya CEO muda itu kasihan melihat gadis kecil yang saat ini tidak memiliki arah tujuan.

__ADS_1


"Apa kamu takut kepadaku?.......Aku bukan orang jahat nona, ikutlah denganku kamu bisa bekerja ditempatku menjadi baby sitter!" jelas Adhulpus


"Aku sudah menikah dan memiliki seorang putra, jadi tidak mungkin aku berbuat yang tidak-tidak kepadamu!" perjelasnya membuat Ayeleen menyetujui hal itu.


Sesampainya di mension, tuan CEO itu menghampiri baby sitter yang sudah ia tugaskan sejak awal untuk merawat putranya.


"Bibi ajarkan dia bagaimana caranya merawat bayi!" ucap tuan mudanya


"Baik tuan"


"Ikut dengan bibi, dia akan mengantarmu ke kamar yang nantinya akan kamu tempati!" ucapnya dan Ayeleen mengikuti.


Ayeleen baru menyadari bahwa pria yang baru saja hampir menabraknya ternyata memiliki sifat dingin, bahkan ia tidak menanyakan nama wanita cantik itu.


"Bibi dimana ibu dari bayi tampan ini?" tanya Ayeleen


"Ibunya pasti sangat cantik karena memiliki putra setampan ini!"


"Ibunya meninggal saat melahirkannya, tapi kamu tidak boleh berucap apapun tentang istri tuan dihadapannya!" memperingati gadis kecil itu.


"Baik bi!"


"Siapa nama kamu cantik?" ucap bibi yang humoris


"Ayeleen"


"Nama yang bagus, seperti dirimu!"


"Tapi kamu masih sangat muda nak, kemana orang tuamu?"


"Aku tidak memiliki keluarga" bohongnya karena tidak ingin bibi itu bertanya lebih lagi tentang keluarganya.


*Maaf bibi tidak tau akan hal itu nak, tapi kamu boleh menganggap bibi sebagai orang tua dan sahabat kamu!" merasa kasihan pada gadis muda yang saat ini dihadapannya.


"Terimakasih bi" ucap Ayeleen dan memeluk hangat bibi Elis


"Kamu masih muda jadi harus kuat, jangan pernah putus semangat hanya karena kamu merasa sendiri!" jelas bibi Elis membuat butiran bening kembali membasahi wajah cantik itu.


"Terimakasih bibi" peluk semakin erat Ayeleen


"Iya nak" mengelus lembut rambut Ayeleen


"Ibu aku sangat merindukanmu, ayah aku juga merindukanmu tapi hatiku sakit saat mengingat ayah!" batin Ayeleen

__ADS_1


__ADS_2