Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Sang Pengagum


__ADS_3

...***Di Fakultas Sastra Indonesia***...


...Tiga sahabat sedang ngerumpi...


"Daebak novel ibu dosen masuk best seller dan pekan depan dia akan ke Jerman jadi kita libur" ucap Hari


"Libur pala Lo benjol, ibu dosen tidak masuk tapi digantikan oleh pak Biyan dosen killer perjaka tua yang sering gombalin ibu dosen, mimpi kali dia bisa dapetin ibu dosen" ucap Nana yang tidak menyukai dosennya itu


"Jangan benci berlebihan nanti jodoh loh" candaan Sinta


"Amit-amit semoga dihindarkan ya Allah" spontan Nana


"Gue tuh mau yang berakhlak baik bukan yang kaya gitu, dosen tapi tidak berwibawa sama sekali" lanjut Nana


"For you information pak Biyan itu sudah beristri tapi mereka pisah tempat tinggal" jelas Hari


"Muka Lo serius amat, jangan-jangan kamu suka ya sama pak Biyan" ledak Hari yang melihat ekspresi Nana


"Astaghfirullah hindari hamba dari orang-orang yang menzolimi hamba ya Allah" doa Nana


"Idih apaan sih, pak Biyan juga manusia" bela Sinta


"Gue punya mata kali, bisa bedakan manusia dengan yang lainnya. Tapi dia itu tidak ada akhlaknya, aku pernah dirayunya dan bukan cuma aku tapi Lia juga, malah dia kirimkan foto Lia saat mereka pergi jalan-jalan dengan caption tau tidak ini siapa?" curhat Nana


"biar Lo cemburu kali" jail Sinta


"Bulu kuduk gue merinding cuy, amit-amit ya Allah" Jelas Nana


"Oh jadi itu sebabnya kamu tidak suka pada pak Biyan?"


"Um" jawab Nana singkat


"Berita dia punya istri Lia yang sebarkan" jelas Hari


"Iya juga ya, pak Biyan terkenal centil karena Lia yang sebarkan" ucap Sinta


"Dia pikir kita semudah itu apa tergoda? sebagai mahasiswi yang terdidik tentunya level kriteria kita tinggi, tidak muluk-muluk yang penting paham agama tapi gaul" ingin Nana


"Itu sih mau kamu"


"Memangnya kamu tidak?" menatap sahabatnya itu

__ADS_1


...***Dikediaman kyai Husein***...


"Abi Minggu depan aku berangkat ke Jerman" ucap Fiyah


"Ia umi sudah cerita katanya Hana yang akan jemput kamu di bandara"


"Ia bi, tapi aku dua pekan disana tidak apa-apa kan?" izin Fiyah


"Ia tidak apa sayang, umi mu sudah siapkan semua keperluan kamu selama liburan disana"


"Bukan cuma liburan Abi tapi sambil kerja juga, salah satu perusahaan penerbit disana tertarik pada novelku" Jelas Fiyah


"Ia Abi tau, tapi jangan terlalu fokus pada pekerjaan saja putri Abi ini harus refreshing juga" ucap kyai Husein yang membuat wanita manis itu tersenyum


"Fiyah sayang coba kesini bantu umi pilih kebayanya" panggil umi Salma yang sedari tadi sibuk memilih model dan warna kebaya. Seketika Fiyah bangkit dari duduknya menghampiri uminya yang berada diruang tengah


"Umi aku rasa ini terlalu berlebihan kita adalah tamu jadi tidak perlu sampe pilih sedetail ini"


"Aisyah sudah umi anggap sebagai putri sendiri jadi wajar umi ingin terbaik"


"Ia tau umi, tapi kebaya ini untuk umi bukan untuk Aisyah. Lagian yang akan menikah Aisyah bukan umi" goda putrinya karena sudah hampir satu pekan uminya sibuk memilih


"Udah pilih saja yang kamu mau biar jahitnya cepat, umi sudah titip pesan sama bi Dijah besok dia mulai jahitkan model yang kamu suka"


"Ia ini kan acara keluarga sayang jadi kamu harus kelihatan cantik, memangnya putri umi ini tidak mau datang?"


"Sudah tentu aku datang umi, Aisyah adalah sepupu dan sahabatku tapi aku masih punya banyak gaun yang belum kepake dan masih baru"


"Turuti saja umi mu kasihan sudah repot seperti itu" kyai Husein yang mengingatkan putrinya


"Yang ini umi" tunjuk Fiyah pada salah satu gambar kebaya


"Abi sungguh ingin mengadakan acara lamaran dihari yang sama dengan pernikahan Aisyah?" tanya umi Salma yang sekarang mereka berada dalam kamar


"Ia umi dokter berkata keadaan Fiyah semakin membaik dan untuk membuat putri kita lebih baik lagi ia harus mulai membuka hati menerima Adam sebagai pengganti Fatih" jelas kyai Husein


"Bukannya Abi yang kekeh dengan keputusan Fiyah?"


"Ia tapi setelah mendengar saran dari dokter Abi berubah pikiran"


"Fiyah adalah anak yang baik walau ia memiliki pendirian yang tegas tapi jika berkaitan dengan marwah keluarganya Fiyah pasti menuruti kita" lanjut kyai Husein

__ADS_1


"Umi juga berpikir seperti itu"


"Ustad Halik mengundang banyak orang di pernikahan Aisyah dan Fiyah pasti tidak bisa menolak lamaran Adam saat itu karena disaksikan oleh banyak orang" pikir umi Salma


"Tapi Abi apa Fiyah akan baik-baik saja?" khawatir seorang ibu walau ia sangat menginginkan hal itu


"Umi tidak perlu khawatir putri kita akan baik-baik saja ini adalah pilihan yang tepat untuk putri kita agar ia sadar bahwa Fatin sudah tiada, tidak baik berharap pada sesuatu yang mustahil apalagi kematian yang memisahkan mereka. Aku tau putri kita sangat mencintai Fatih dan sulit untuknya melupakan pemuda itu, walaupun ucapan Fiyah seolah memberi penjelasan agar ia diberi sedikit waktu tapi Abi tau hati putri kita itu masih sangat berharap"


...***Di dalam kamar Huzafiyah***...


Gadis manis nan anggun itu telah sibuk dengan laptopnya memberi nilai pada tugas mahasiswanya.


...Dering handphone berbunyi...


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Huzafiyah Nurul Husein wanita yang membuat aku tak bisa berpaling padanya walau selama ini tidak ada pertemuan dan komunikasi" pesan yang tertulis saat Fiyah membuka kunci layar HP nya


"Waalaikumsalam ini dengan siapa?" balas Fiyah


"Adam" singkatnya melihat itu Fiyah tidak membalas pesannya lagi dan lanjut fokus pada kegiatannya tadi


...HP kembali berdering...


"Maaf jika aku mengganggu dan terkesan tidak sopan membahas ini tapi aku sangat mengagumimu, Fiyah tolong izinkan aku masuk dalam kehidupanmu. Aku tau kita tidak boleh berharap selain pada sang pencipta tapi aku ingin kedepannya aku adalah satu-satunya pria yang engkau harapkan menjadi imam mu bersama-sama meraih ridho Allah SWT"


"Dasar bocah, perasaan dia belajar ilmu agama di Kairo bukan belajar kata-kata gombal" ucap Fiyah setelah membaca pesan Adam tapi tetap saja ia mengabaikannya


...***Acara pernikahan Aisyah***...


Ruangan megah yang terhias indah kini padat oleh tamu akad nikahpun dilaksanakan, saat penghulu mengucapkan kalimat sakral yang diikuti oleh pengantin pria, seketika bergema kalimat yang menjadikan dua insan itu halal dalam kaitan agama maupun hukum.


Wanita cantik berbalut kerudung biru Wardah dengan kebaya over size yang senada telah duduk bersama kedua orang tuanya menyaksikan pertunjukan acara pernikahan.


"Assalamualaikum kyai Husein" terdengar suara yang tak asing memberi salam


"Waalaikumsalam"


"Rombongan kyai Thoriq sudah datang" bisik ustad Halik mendengar itu kyai Husein dengan cepat bangkit dari duduknya menyambut kedatangan besannya itu yang diikuti umi Salma, Huzafiyah saat ini belum menyadari maksud dan tujuan kedua orang tuanya


"Fiyah mana?" tanya umi Safa ibunda Adam


"Didalam" jawab umi Salma menuntun tamu yang dinantikan itu masuk

__ADS_1


"Fiyah masih ingat ini siapa?" umi Salma yang mengagetkan Fiyah dengan pertanyaannya.


__ADS_2