Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Balasan Surat


__ADS_3

...*...


...*...


...*...


"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih karena tuan berniat baik, ingin menjalin hubungan yang lebih dekat denganku.


Tapi maaf, aku tidak bisa menerima maksud baik tuan, karena saat ini aku telah terikat dengan seseorang. Dan kita sangat jauh berbeda tuan, tidak mungkin bisa bersama.


Pandangan tentang Tuhan saja kita berbeda, jadi mustahil untuk bersatu. Aku sangat memegang teguh kepercayaanku, sedang tuan tentunya berbeda keyakinan denganku.


Aku rasa tuan tidak memiliki perasaan apapun terhadapku, hanya sekedar rasa penasaran. Entah hal apa yang membuat tuan mengirimkan selembar surat itu kepadaku.


Yang aku inginkan bukan kemewahan Dunia tuan, tapi seseorang yang memiliki iman, itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan harus dijaga, sedang iman menjaga kita. Jadi sekali lagi maaf tuan, aku menolaknya." balasan surat dari Huzafiyah yang membuat pria tampan bermata biru itu tak terima, karena ia sangat membenci penolakan. Terlebih Fiyah adalah wanita satu-satunya yang membuat ia berubah menjadi pria yang puitis dalam semalam.


Surat itu kini berubah menjadi debu dengan sekali kepalan. Mata biru yang indah kini mulai gelap memandang, tapi sosok wanita itu tak hilang dari benaknya.


"Engkau berani menolak ku, berarti engkau ingin penyiksaan yang hebat Huzafiyah. Tunggu dan nikmatilah sisa bahagia mu sekarang, karena aku akan memilikimu yang berarti hidupmu akan penuh dengan siksaan. Engkau sendiri yang memilih hal itu, karena sesuatu yang aku inginkan harus menjadi milikku." jelas Vernon


"Sabar tuan tidak semua harus sekarang, nona cantik itu pasti menjadi milik tuan." ucap Hendry agar tuan mudanya itu terlepas dari rasa kecewa


... ***Di ruangan seminar***...

__ADS_1


Wanita cantik nan anggun sedang menjelaskan matari tentang novel kepada mahasiswa dan para pelajar tingkat SMA yang menghadiri seminarnya.


Seketika semua mata tertuju pada sosok pria tampan yang berpenampilan mewah saat ia memasuki ruangan seminar.


"Apa ini nyata? aw" cubit seorang gadis pada dirinya saat melihat pria yang menjadi idola tingkat internasional.


"Ia itu adalah tuan Vernon Adhulpus ternyata dia jauh lebih tampan jika dilihat secara langsung" ucap gadis lain


"Dia sangat unreal" sahut gadis yang ada disampingnya


Dengan pesonanya yang menyihir semua wanita dalam ruangan membuat mereka jatuh hati berjamaah, kecuali seseorang ia bahkan tak tertarik sedikitpun.


Saat pria tampan bermata biru duduk dan fokus memperhatikan Fiyah, wanita berkebangsaan Indonesia itupun seketika mengakhiri pertemuannya.


Salah satu sudut bibir Vernon terangkat menandakan ia sangat tidak menyukai perlakuan wanita yang menarik perhatiannya itu.


"Huzafiyah" panggil Vernon saat keluar menyusul Fiyah yang membuat wanita cantik itu menoleh kearahnya.


"Apa kurangnya diriku?" pertanyaan yang membuat Fiyah menatap tajam pria tampan bermata biru cerah.


"Aku mempunyai segalanya, tapi perlakuan mu padaku seolah aku ini tak memiliki arti apa-apa" lanjut Vernon


"Maaf jika aku menyinggung perasaan tuan, tapi aku sudah bersikap sewajarnya." jelas wanita cantik itu

__ADS_1


"Engkau berkata sudah bersikap sewajarnya? hai Nona, apa engkau lupa kata-kata yang tertulis di lembaran suratmu, dan saat engkau meninggalkan ruangan begitu saja tanpa memperdulikan keberadaanku!" jelas Vernon


"Aku tidak mengerti dengan pemikiran tuan, jadi aku harus bersikap seperti apa pada tuan? Apa maksud tuan aku harus menatap dan bersikap seperti para gadis tadi? maaf, jika itu yang tuan inginkan maka tidak akan pernah tuan dapatkan dariku!" jelas Fiyah yang membuat Vernon semakin ingin memilikinya


"Aku tau nona menginginkan seseorang yang beriman, tapi apa hebatnya hal itu? aku mengetahui semua tentang kepercayaan. Aku pelajari semua hal melebihi yang nona tau, tapi belum ada satupun diantarnya yang mampu meyakinkanku akan pengakuanku terhadap Tuhan" jelas Vernon


"Tuan hanya sekedar membacanya tanpa ketulusan dan pemaknaan. Hati batu sekeras apapun pasti akan mencair saat memahami makna dari setiap kalimat dalam kitab suci agamaku." jelas Fiyah


"Aku sungguh mengetahui banyak hal tentang Islam nona!" jelas Vernon yang tak ingin dianggap bohong oleh wanita yang saat ini berhadapan langsung dengannya.


"Semoga suatu saat nanti tuan diberikan hidayah" ucap Fiyah dan hendak meninggalkan ruangan tapi Vernon menarik gadis cantik itu kedalam dekapannya yang membuat wanita pemilik hati sedingin salju itu tak percaya akan perlakuan pria tampan bermata biru yang berhadapan dengannya saat ini.


"Tuan Vernon lepaskan!" marah Fiyah tapi ketua tampan agen rahasia itu tak melepaskannya, ia malah memperkuat rangkulan pada pinggang ramping wanita yang sangat menawan, terlebih saat ini ia melihatnya dari jarak yang sangat dekat.


"Aku pikir anda pria terhormat, tapi ternyata tidak! anda hanya sekedar seorang pria tampan yang tak memiliki kesopanan dan tidak tau cara menghargai wanita!" tegas Fiyah yang saat ini tak terima pada perlakuan Vernon.


"Aku sangat membenci penolakan nona, aku pastikan kamu akan menjadi wanitaku!" bisik Vernon pada Huzafiyah yang saat ini jarak mereka hanya beberapa senti saja.


"Aku sangat membencimu!" spontan Fiyah saat pria tampan bermata biru itu mengecup keningnya dan pergi meninggalkan gadis yang saat ini cairan bening memenuhi mata indahnya.


Entah apa yang terjadi kepada Vernon hari ini, ia seolah berubah menjadi pria maniak dan tak memiliki perasaan bersalah sedikitpun. Seolah kepribadiannya tertukar dengan Zetas saat berhadapan dengan seorang wanita yang menarik perhatian mereka.


Ketua Broken Flower itu sangat lembut dan penuh kesopanan saat berbicara dengan Huzafiyah, sedangkan Vernon pria yang memiliki akhlak baik dan sangat terhormat berubah menjadi harimau yang ingin memangsa lawannya.

__ADS_1


__ADS_2