Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Berbohong agar lebih dekat denganmu


__ADS_3

"Aku tidak ingin hal ini terulang lagi!" tegas tuan mudanya


"Baik tuan"


"Kita pulang sekarang!" ucap Vernon dan diikuti oleh Hendry


Setibanya di Mension tuan Francois bersama dengan ketujuh dokter pribadi Vernon.


"Singkirkan alat ini dari tubuhku sekarang juga!"


"Tuan masih butuh ini!"


"Aku tidak ingin, dan ini sudah sampai di Mension!"


"Cepat!"


"Baik tuan" dengan segera dokter menyingkirkan selang infus dari tangan Vernon yang saat ini masih berada di kursi roda.


"Bawa aku ke kamar!"


"Aku hanya ingin berbicara empat mata dengan dokter Felix!"


"Baik tuan" ucap dokter Felix dan Hendry hanya menunggu didepan pintu sedang tuan Francois hanya bisa menyaksikan


"Selain kakiku yang masih belum bisa digerakkan, mengapa aku tidak mengingat kejadian yang menimpaku?"


"Butuh waktu untuk mengingat semuanya tuan!"


"Dan saat ini sebagian ingatan tuan telah hilang"


"Apa itu termasuk ada hal yang penting aku tidak mengingatnya?"


"Aku tidak mengetahui tentang semua hal yang penting bagi tuan, tapi aku rasa keluarga dan anggota Big Move adalah yang terpenting bagi tuan dan hal itu tuan mengingatnya"


"Hum, aku hanya tidak mengingat kejadian itu, mengapa aku bisa seperti sekarang ini. Tapi tadi kakek menanyakan sesuatu kepadaku tentang seorang wanita selain ibuku yang paling berharga dalam hidupku. Apa engkau tau sesuatu?"


"Tidak tuan"


"Baiklah, keluar dan beritahu Hendry agar menemuiku!"


"Baik tuan!"


"Aku ingin melihat semua rekaman yang ada di bank memori!"


"Baik tuan"


"Siapa dia?" tanya Vernon pada Hendry saat melihat perempuan cantik bersamanya


"Mengapa seperti ini" batin Hendry


"Dia adalah tunangan kamu cucuku!" ucap tuan Francois yang datang tiba-tiba


"Dia adalah putri dari tuan Paxton namanya Adriana" jelas tuan Francois


"Apa dia sungguh tunanganku Hendry!"


Seketika tatapan tajam tuan Francois tertuju pada Hendry dan mau tidak mau ia harus mengikuti alur.


"Ia tuan!"


"Selain itu Hendry ada kabar bahagia untuk kamu Vernon, dia sudah memiliki pujaan hati!" bohong tuan Francois


"Benarkah?" pandangan Vernon tertuju kepada Hendry


"Apa maksud tuan Francois adalah nyonya Huzafiyah?" batin Hendry


"Ternyata aku harus mengikuti permainannya" gumam pria tampan itu


"Jawab, mengapa kamu terlihat bingung?" ucap Vernon

__ADS_1


"Itu--" ucapan Hendry terhenti dan tuan Francois yang menjelaskannya


"Dia adalah seorang wanita muslim, yang mencuri hati seorang agen rahasia ini" jelas tuan Francois menatap Hendry, ia berpikir bahwa jika Huzafiyah menjadi kekasih pria tampan bertubuh ideal itu pasti Vernon tidak akan jatuh hati kembali pada wanita itu.


"Perkenalkan aku dengannya, aku ingin melihat wanita seperti apa yang menarik perhatianmu!"


"Baik tuan!" Hendry dengan senyum puas


"Aku salah mengatakan hal ini!" batin tuan Francois dan meninggalkan ruangan tapi sebelum itu ia memberi tahu Vernon


"Kakek akan segera mengurus pernikahan kalian!" pergi meninggalkan ruangan


"Apa tuan akan menerima pernikahan itu?" tak terima Hendry


"Mengapa ekspresimu seperti ini, bukankah engkau juga sudah memiliki kekasih!"


"Tapi tuan masih dalam keadaan seperti ini, kehilangan sebagian ingatan tuan!"


"Engkau tau sendiri seseorang yang ada dalam bank memori adalah hal yang paling penting dalam hidupku, walaupun aku belum mengingat tentangnya tetapi aku yakin ia adalah seseorang yang penting bagiku, selain itu tidak ada lagi hal penting lainnya bagiku!"


"Afron, selain dia tidak ada lagi yang bisa mengubah hal ini, kamu harus menjelaskan semuanya kepadaku!" batin Hendry


"Aku pikir tuan butuh perawat!"


"Aku tidak membutuhkannya!"


"Aku rasa tuan sangat membutuhkannya!"


"Aku bilang tidak ingin!"


"Engkau saja cukup bagiku!"


"Saat ini semua tugas tuan aku yang menggantikannya, jadi aku harap tuan memberi sedikit ruang untukku agar bisa istirahat"


"Maaf aku melupakan hal itu, nyaris aku membuat kamu merasa sangat tertekan!"


"Tapi tuan?"


"Apa lagi!"


"Lebih baik seorang wanita yang merawat tuan, Afron sangat kasar dan kaku tidak bisa dijadikan sebagai perawat"


"Apa sebenarnya maksud kamu?"


"Biarkan nona Huzafiyah yang menjadi perawat tuan" mohon Hendry


"Huzafiyah, mengapa nama itu tidak asing bagiku!" batin Vernon


"Dia adalah wanita yang dimaksud tuan Francois, tunangan saya tuan, jadi tidak perlu khawatir"


"Apa engkau gila, meminta tunanganmu merawatku selain itu aku tidak menyukai seorang wanita menyentuhku!"


"Mohon tuan jangan menolak permintaanku!"


"Apa engkau tidak cemburu jika tunanganmu menyentuhku?"


"Tentu tidak tuan"


"Apa engkau benar mencintainya atau hanya ingin mempermainkannya!"


"Saya sungguh mencintainya tuan, oleh karena itu saya tidak ingin jauh-jauh darinya!"


"Matilah aku jika tuan mengingat semua hal tentang nyonya Huzafiyah" batin Hendry karena telah lancang berkata mencintai wanita yang sangat berarti bagi bosnya itu.


"Oh jadi itu alasan kamu ingin memperkerjakannya disini, baiklah karena kamu sangat setia kepadaku jadi aku akan izinkan nona Huzafiyah mu itu bekerja disini, tapi hanya mempersiapkanku makanan selain itu tidak ada lagi tugas lain!"


"Baik tuan, terimakasih!" bahagia Hendry karena Fiyah bisa dekat dengan suami tercintanya.


"Aku akan menjemputnya sekarang!"

__ADS_1


"Sekarang?" kaget Vernon


"Iya sekarang!"


"Tidak perlu secepat ini, besok saja kamu membawanya kesini!"


"Lebih cepat lebih baik tuan"


"Baiklah lakukan sesukamu" pasrah Vernon yang melihat harapan di mata Hendry dan sangat mencurigai tingkah aneh asistennya itu


"Apa dia secinta itu pada nona Huzafiyah nya hingga ingin secepatnya menemui wanita itu?" ucap Vernon yang melihat Hendry terburu-buru pergi untuk menjemput Huzafiyah


*Setibanya di apartemen*


"Nyonya, tuan telah siuman dan ingin menemui nyonya, tapi sebelum itu aku ingin membicarakan sesuatu hal pada nyonya" ucap Hendry dan menjelaskan tentang perbuatan tuan Francois kepada Fiyah, setelah paham atas semua hal itu merekapun pergi menuju kediaman tuan Francois tapi sebelum itu Clara memberi persiapan untuk saudara cantiknya itu.


Seketika mata tuan Francois membulat sempurna saat melihat Hendry membawa Huzafiyah ke Mensionnya, untung saja Vernon langsung datang dan tidak jadi tuan Francois mendekat pada mereka.


"Apa ini wanita yang menggoyahkan seorang Hendry?" ucap Vernon yang dibalas senyum manis oleh Fiyah, seketika sesuatu yang tidak bisa dijelaskan membuat perasaan seorang ketua agen rahasia tidak nyaman, ia seolah sangat bahagia atas kedatangan wanita itu tapi disisi lain ia harus mengingatkan diri bahwa Fiya adalah kekasih sahabat sekaligus asistennya.


"Assalamualaikum tuan Vernon" ucap Fiyah yang membuat Vernon terdiam


"Jika seseorang mengucapkan salam harus dibalas, waalaikumsalam" jelas Fiyah dan kembali tersenyum


"Waalaikumsalam" spontan Vernon melihat senyum wanita yang saat ini berada dihadapannya itu


Fiyah menunduk dan mendekatkan diri pada sang suami yang membuat pria tampan itu mundur.


"Aku pikir dia wanita yang sopan, ternyata dia hanyalah seorang wanita penggoda!" batin Vernon, sedang Hendry hanya tersenyum menyaksikan hal itu


"Nona, aku rasa tidak perlu sedekat ini!" ucap Vernon, bibirnya menolak tapi entah mengapa tubuhnya seolah ingin lebih dekat dengan wanita itu tapi ini tidak benar, dia adalah kekasih asistennya.


"Aku hanya ingin mengambil ini!"


Spontan jari Fiyah menyentuh wajah tampan Vernon mengambil sehelai bulu mata yang jatuh di pipi mulus itu, memperlihatkannya pada sang empu wajah.


"Nona lain kali tolong lebih sopan!" ucap Vernon yang saat ini jantungnya berdetak sangat kencang sedang Fiyah hanya tersenyum dan fokus menatap suami tercinta


"Sayang ingin sekali aku memeluk dan menciummu, aku sangat merindukanmu!" batin Fiyah dan butiran bening mulai membanjiri wajah cantiknya


"Nona jangan menangis, aku tidak marah hanya saja ini tidak sopan!" Vernon yang merasa bersalah saat melihat Fiyah meneteskan air mata sedang Hendry sedari tadi pergi dan hanya tuan Francois yang memperhatikan mereka dari jauh.


"Mataku hanya terasa sakit tuan!" bohong Fiyah


"Antarkan aku ke kamar!" ucap Vernon dan Fiyah mendorong kursi rodanya.


"Teteskan ini di matamu!" pinta Vernon memberi obat tetes mata pada Fiyah yang saat ini mereka sudah berada dalam kamar.


"Terimakasih tuan tapi aku tidak bisa meneteskannya sendiri, bisakah tuan membantuku?"


"Apa maksud wanita ini yang selalu saja ingin menggodaku" batin Vernon


"Aku hanya bercanda, tuan tidak perlu menganggapnya serius" ucap Fiyah dengan santai dan mengambil obat tetes mata pada Vernon sedang yang digoda saat ini wajahnya memerah.


"Mengapa wajah tuan merah, astaga apa tuan sakit?" spontan wanita cantik itu meletakkan telapak tangannya pada dahi Vernon


Ketua Big Move itu menepisnya dengan agak kasar.


"Nona aku peringati sekali lagi tolong sopan kepadaku, nona sudah memiliki tunangan dan tidak pantas nona berbuat seperti ini kepadaku!"


"Sebenarnya aku terpaksa harus bertunangan dengan Hendry tuan, keluargaku berhutang banyak padanya oleh karena itu aku sebagai jaminannya dan tuan Hendry berkata akan membebaskanku jika tuan selalu tersenyum, bisa berjalan dan mengingat kembali ingatan tuan!" bohong Fiyah yang diajarkan oleh Clara.


"Apa engkau sedang menunjukkan drama di hadapanku nona?"


"Tidak mungkin Hendry seperti itu!"


"Jika tuan tidak percaya tanyakan saja langsung kepadanya, dan akupun menerima semua ini karena tuan Hendry cukup tampan dan mempunyai banyak uang jadi cepat atau lambat pasti aku jatuh cinta kepadanya!" ucap Fiyah yang entah mengapa membuat Vernon tidak menyukai ucapan itu padahal saat ini ia belum mengingat wanita yang ada di hadapannya ini.


"Jangan menceritakan apapun tentang engkau dan Hendry di hadapanku!"

__ADS_1


__ADS_2