
Kebaikan Dragon membuat Fiyah mulai menerima keberadaannya walau hanya sebatas teman biasa, tapi hal itu sudah membuat pemimpin dark mafia sangat bahagia.
Dragon sangat perduli pada kehamilan Fiyah, dan menjaga wanita cantik itu sebaik mungkin. Huzafiyah diperlakukan seperti seorang putri raja oleh pria tampan maniak itu. Sedang Vernon saat ini sangat membenci mereka berdua, karena dalam hati dan pikirannya Fiyah telah menghiyanati dirinya, memilih pria lain hanya karena harta, ditambah pria itu adalah seseorang yang paling dibenci Vernon. Dragon yang telah membunuh seluruh keluarganya, bahkan selama ini ia terpuruk karena ulah pria maniak itu.
Setiap kali kenangan indah bersama Fiyah terlintas dibenaknya, Vernon berubah menjadi emosional dan tak terkendali. Hendry yang selama ini menjadi saksi atas kemarahannya itu, merasa seolah psikologis tuan mudanya terganggu.
Setiap harinya Hendry harus menelpon dokter pribadi mereka agar datang ke mension mengobati tuan mudanya karena selalu mengikuti pertarungan bebas, malah ia sendiri yang meminta pada anak buahnya untuk mencarikan para petarung handal agar bisa melawannya, Vernon tidak akan puas sebelum seluruh lawannya itu menyerah dan ia sendiri terluka. Bukan hanya itu saja setiap emosinya meledak berakhir Hendry yang selalu kerepotan memerintahkan pelayan untuk membersihkan ruangan pribadi Vernon, dan mengganti semua perabotan yang ketua big move itu hancurkan. Vernon melampiaskan kemarahannya dengan menyakiti diri sendiri, seolah ia tidak perduli pada tubuhnya. Mungkin jika bukan karena kebencian dan ingin membuktikan pada semua orang yang menghiyanatinya terutama Fiyah, pria tampan pemimpin agen rahasia itu tidak akan sanggup bangkit dan dengan mudahnya membalikkan keadaan.
Ia seolah hancur, merasa kehilangan dan dikhiyanati. Seseorang yang ia percayai dan sangat butuhkan disaat-saat terburuk malah berbalik menghiyanatinya, lebih memilih pria berengsek seperti Dragon, itulah semua yang dipikirkan Vernon terhadap Huzafiyah, tanpa ia sadari pengorbanan sang istri.
CEO tampan yang baru kembali melebarkan sayap di Dunia bisnisnya yaitu Vernon Adhulpus, kini mulai menikmati hidupnya, berdamai dengan masa lalu dan kembali mulai bisa mengontrol emosinya. Dendam dan kebencian yang ada dalam dirinya, perlahan ia lupakan dengan setiap pekannya mengunjungi dokter psikologi dan guru agama yang selalu memberikan ia motivasi dan pencerahan.
Ia berharap tidak pernah lagi bertemu dengan Dragon dan Huzafiyah. Semua kenangan indah bersama istri tercintanya yang sekarang hanya menyisakan kebencian telah terkubur dalam. Ia selama ini berusaha untuk melupakan masa lalunya dan memulai lembaran baru.
Begitu sulit melupakan seseorang yang dulunya sangat berarti dalam hidup Vernon, bahkan walaupun bibirnya berucap telah berdamai dengan masa lalunya tapi hati dan pikiran tak bisa dibohongi, yang selalu sakit saat mengingat akan wanita itu dan memori yang seolah terputar kembali. Setiap kenangan itu terlintas dibenaknya Vernon selalu terbangun dari tidurnya ketika malam hari, rasa sesak di dada membuat seluruh tubuh merasakan hal yang sama, pandangannya perlahan gelap dan emosi mulai bertahta hingga berujung tak bisa mengendalikan diri.
Menghancurkan semua apa yang ada di hadapannya saat itu, melukai diri sendir karena ia selalu menghancurkan cermin dengan tangan kosong. Tapi hal itu membuat Hendry sedikit lega, karena selama ini tuan mudanya melampiaskan kemarahan bukan hanya menghancurkan semua perabotan di ruangan pribadinya, tapi Vernon juga sering melakukan pertarungan bebas hingga ia selalu babak belur, tak berhenti sebelum darah segar mengalir dari tubuhnya. Tapi itu sebelum ia melakukan pengobatan rutin pada dokter psikologi dan menerima motivasi serta pencerahan dari ustadz nya.
Tuan Avens investor terbesar di perusahaan Vernon sangat mempercayai putrinya kelak akan bahagia bersama dengan pria tampan itu, sedang ia belum mengetahui masa lalu dari Vernon yang selalu ia bangga-banggakan. Sama halnya dengan Ela ia sangat jatuh hati pada ketua agen rahasia big move itu.
Berbeda dengan Vernon, ia selalu bersikap dingin pada Ela dan hanya menghargai permintaan tuan Avens.
***
Berbeda dengan Dragon yang saat ini sangat bahagia, pria tampan maniak itu membawa Huzafiyah keluar Negeri menetap disana agar wanita cantik nan anggun yang ia cintai melupakan kenangannya bersama Vernon.
Di mension pribadi Dragon yang berada di kota Dubai keindahannya seperti istana dalam Negri dongeng. Pria tampan maniak itu mendesain sendiri kamar Fiyah dan kamar calon bayi dari wanita yang ia cintai itu.
Sikap lemah lembut Dragon membuat ketakutan dalam diri Fiyah perlahan hilang. Ia sama sekali tidak memaksakan kehendaknya pada Fiyah tapi lebih seperti seorang kakak yang sangat protektif dalam menjaga adik perempuannya.
Hal itu yang membuat Darelano berbeda pandangan dengan Dragon. Putra bungsu dari tuan Francois itu ingin segera melenyapkan Fiyah dan janin yang dikandungnya itu, tapi Dragon mengancamnya dan akan berbuat nekat padanya jika Darelano berani menyakiti Fiyah.
"Hanya karena seorang wanita kamu menjadi lemah Dragon, ada apa denganmu?" tak terima Darelano
__ADS_1
"Dimana pria yang selama ini aku kenal, yang tak memiliki belas kasih dan tertawa saat melihat musuhnya menderita!" jelas Darelano tapi pemimpin tampan dari dark mafia itu hanya menatapnya dengan tajam penuh arti.
Dragon hendak melangkah keluar dari tempat hiburan malam itu dan tak memperdulikan ocehan pria maniak yang bersekutu dengannya.
"Aku akan membunuhnya!" ucap Darelano membuat langkah Dragon terhenti dan berbalik arah berjalan mendekati pria maniak itu. Ia menepuk pundak Darelano dan berbisik padanya.
"Langkahi dulu mayatku jika kamu ingin membunuhnya!" jelas Dragon dengan tatapan menakutkan, membuat Darelano tersenyum sinis padanya.
"Aku tidak butuh persetujuan darimu, jika aku ingin maka aku akan melakukannya!" jelas Darelano
"Jika kamu berani menyentuh sehelai rambut wanita itu maka aku tidak segan akan membunuhmu Darelano, camkan itu!" jelas Dragon
"Jangan pernah berpikir bisa menyentuh atau menyakiti sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku, aku sudah terbiasa membun*h dengan sad*s, dan engkau hanya serangga bagiku Darelano!" tegas Dragon
"Hanya dengan sekali jentikan jari, maka kamu akan hilang dari Dunia ini. Ingat Darelano semua orang yang berada di bawah pimpinanmu adalah orang-orangku!" kembali perjelas Dragon
"Apa yang membuatmu sangat tertarik pada wanita itu Dragon, dia tidak lebih dari barang murahan. Bekas dari Vernon!" ucapan Darelano yang membuat dirinya menerima pukulan keras dari Dragon.
Darah segar keluar dari pelipis Darelano, pukulan Dragon membuat pria maniak itu terjatuh dan meringis kesakitan.
"Jangan pernah menghina Huzafiyah dihadapanku jika kamu masih ingin menikmati hidupmu!" jelas Dragon dan pergi meninggalkan Darelano. Pria tampan pemimpin dark mafia itu diikuti oleh beberapa anak buahnya yang seperti kacung.
"Sialan kamu Dragon!" kesal Darelano
"Tunggu pembalasanku Dragon, aku tidak akan pernah menyerah pada sesuatu yang membuatku sangat tertarik. Aku ingin lihat apa yang akan kamu lakukan jika aku membunuh wanita itu!" amarah Darelano
"Awasi setiap pergerakan pria bodoh itu!" perintah Dragon pada para anak buahnya.
***
Di Jerman
Kini Vernon disibukkan oleh pekerjaannya, sesekali Ela datang menemui CEO tampan itu ke kantornya. Walaupun sikap dingin seolah mendarah daging padanya tetapi Vernon masih menghargai tuan Avens dan hal itu yang membuatnya bersikap baik dan sopan pada Ela, tak pernah berkata kasar pada wanita cantik itu.
__ADS_1
"Sayang apa boleh aku datang menemuimu?" pesan yang dikirim Ela pada Vernon, tapi ia mengabaikannya.
Bunyi pesan masuk bertubi-tubi membuat Vernon merasa terganggu karena saat ini ia sedang sibuk pada pekerjaannya.
"Apa masalah wanita ini, selalu saja merepotkan!" kesal Vernon dan mematikan handphonenya.
"Hum, salahku juga karena telah mengambil keputusan terburu-buru!" lirihnya
***
Dragon menemui Fiyah yang saat ini hanya duduk bersandar di sofa dalam kamarnya.
"Bagaimana keadaanmu hari ini?" ucap Dragon yang baru saja memasuki ruang itu
"Baik!" spontan Huzafiyah
"Apa ada hal yang kamu inginkan?"
"Biasanya ibu hamil mengidam, tapi kamu kenapa tidak nafsu makan Fiyah!" ucap Dragon khawatir
"Aku sangat banyak makan!" lirihnya
"Benarkah?"
"Tapi mengapa aku tidak melihat perubahan darimu!" candaan Dragon
"Maksudnya aku harus berubah menjadi gemuk?"
"Mungkin!" jail Dragon yang ingin membuat wanita cantik itu tersenyum
"Apa kamu menginginkan sesuatu?"
"Tidak!"
__ADS_1
"Bagaimana jika kita makan di luar?" ingin membuat Fiyah samangat
"Tidak, aku hanya ingin beristirahat saja!" menolaknya