Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kisah tuan Adhulpus (16)


__ADS_3

Dua Minggu kemudian


"Besok malam di pertemuan keluarga ayah ingin kamu membawa calon istrimu, jika tidak maka ayah akan menjodohkanmu!" pesan yang masuk, membuat CEO tampan itu menarik nafasnya dengan berat


Siapa wanita yang harus ia kenalkan pada keluarga besarnya itu. Disisi lain ia sangat ingin menentang keputusan sang ayah tapi mau sampai kapan ia akan menolak permintaan ayahnya.


"Apa yang harus aku lakukan?" bingung Adhulpus


"Tuan" panggil seseorang


"Ada apa?" tanya tuan muda itu saat melihat Ayeleen berlari kearahnya


"Badan baby Vernon panas sekali tuan!" ucapnya dengan panik


Seketika ayah muda itu bangkit dari duduknya dan menuju kamar Vernon kecil. Setelah menelpon dokter pribadinya, beberapa menit kemudian dokter itu datang dan memeriksa kondisi bayi lucu itu. Adhulpus melihat kearah Ayeleen yang saat ini sangat khawatir dan matanya sedari tadi berkaca-kaca.


"Tidak perlu khawatir, dia baik-baik saja!" ucap tuan CEO itu agar Ayeleen tenang tidak panik lagi.


Setelah memeriksa kondisi bayi Vernon, dokter itupun pamit pulang. Sedang gadis cantik itu duduk disamping tempat tidur bayi Vernon memperhatikannya.


Tuan Adhulpus pun ikut bergabung, ia duduk disamping tempat tidur tapi disisi lain berlawanan dengan Ayeleen. Malam semakin larut hingga keduanya tertidur diruangan yang sama dengan posisi masih duduk, hanya menyandarkan tubuh mereka di tempat tidur.


Alarm jam untuk mengingatkan waktu sholat membangunkan keduanya, kini waktu subuh berganti. Dan pertama kalinya tuan Adhulpus menawarkan baby sitter cantik itu untuk shalat berjamaah.


Setelah mereka selesai menunaikan shalat subuh berjamaah, saat Ayeleen hendak meninggalkan ruangan itu tuan mudanya menghentikannya.


"Ayeleen!" panggil Adhulpus membuat langkah wanita muda itu terhenti.


"Iya tuan ada apa?" ucapnya


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu"

__ADS_1


"Bisa kita bicara diluar?" lanjut pria tampanĀ itu dan dibalas anggukan kepala oleh Ayeleen


Kini mereka sudah berada diruang tengah, walaupun hanya Adhulpus dan bayi Vernon yang menjadi tuan di mension itu, tetapi ia memiliki banyak pelayan dan bodyguard. Mereka semua hanya ditugaskan untuk mengurus dan menjaga mension sedang yang menjaga prince Vernon hanyalah Ayeleen dan bibi yang waktu itu menjadi baby sitter kini hanya ditugaskan mengurus keperluan keduanya yaitu keperluan Ayeleen dan bayi Vernon.


"Apa yang ingin tuan bicarakan?" khawatirnya karena takut tuan mudanya itu menyalahkannya karena saat ini bayi Vernon belum pulih seperti semula.


"Aku ingin meminta bantuanmu" ucap Adhulpus ragu


"Bantuanku?" tak percayanya karena ia pikir apa yang bisa ia lakukan untuk membantu tuan mudanya, sedang selama ini ialah yang sering dibantu oleh pria tampan itu.


"Iya, aku ingin kamu ikut bersamaku malam ini!" jelas Adhulpus


"Kemana tuan?" ingin memastikan


"Bertemu keluargaku" ucapan CEO tampan itu membuat Ayeleen menatapnya penuh tanya.


"Aku ingin meminta bantuanmu agar pura-pura menjadi pasanganku!" jelasnya membuat wanita cantik itu tak percaya dengan apa yang ia dengarkan


"Apa ini memberatkanmu?" ucap Adhulpus tapi dalam hati ia sangat ingin baby sitter putranya mengiyakan permintaannya.


"Saya tidak keberatan tuan" ucapnya membuat Adhulpus lega, walau awalnya ia berpikir wanita itu menolak permintaannya.


Setelah mereka mengakhiri pembicaraan Ayeleen pamit untuk keruangan baby Vernon, sedang saat wanita cantik itu pergi senyum tipis terlukis di wajah tampan Adhulpus.


Waktu pun berlalu kini menujukkan 19:55 setelah menunaikan sholat isya mereka berduapun menaiki mobil mewah melaju menuju mension tuan Francois. Setibanya disana betapa kagetnya Ayeleen saat melihat Darelano, dan tatapan pria itu seolah mengatakan bahwa ia sangat marah padanya.


Tanpa sadar Ayeleen menggenggam erat tangan Adhulpus, membuat pria tampan itu menoleh kearahnya. Melihat wajah panik calon istri pura-puranya membuat tuan muda Adhulpus berbisik padanya, dan Darelano semakin panas dibuatnya.


"Apa kamu takut?" bisik lembut Adhulpus


"Iya" singkat Ayeleen dengan anggukan kepalanya, membuat senyum tipis terlukis di wajah tampan CEO muda itu.

__ADS_1


"Aku akan menjagamu disini!" jelasnya


Setelah memperkenalkan calon istri pura-puranya itu merekapun duduk. Adhulpus memperlakukan Ayeleen sangat istimewa malam ini, tetapi tetap saja ketakutan dalam diri wanita cantik itu tidak bisa disembunyikan.


Banyak pertanyaan yang tuan Francois berikan, begitupun dengan kelurga lainnya, sedang sedari tadi pandangan tajam Darelano tak teralih dari wanita yang selama ini ia cari.


Pandangan Adhulpus pun tertuju pada adik bungsunya itu, membuat ia mulai curiga dan ingin memastikan. Kini CEO tampan itu menarik kursi Ayeleen agar lebih dekat dengannya.


Dengan sengaja Adhulpus bertanya dengan jarak yang sangat dekat pada calon istri settingannya itu. Memandangi wajah cantik wanita yang saat ini jarak mereka hanya sejengkal, saat ia melirik pada Darelano salah satu sudut bibir Adhulpus terangkat menyaksikan raut wajah marah musuh dalam selimutnya itu. Ternyata dugaannya sangat tepat, kedekatan dirinya dengan Ayeleen membuat ketua dark mafia itu kesal, bahkan saat ini wajahnya merah padam. Sedang Ayeleen pun sama wajahnya saat ini merah padam tapi penyebabnya kebalikannya dengan Darelano.


Detak jantung Ayeleen seolah tak wajar, dan membuat ia tersipu malu saat Adhulpus memandanginya dengan jarak yang sangat dekat. Hingga ia bisa merasakan deru nafas dengan aroma mint berhembus mengenai wajahnya.


"Apa kamu mengenal Darelano?" bisiknya dan dibalas anggukan kepala oleh Ayeleen


"Apa dia pria yang selama ini mencarimu?" bisiknya lagi dan Ayeleen mengiyakannya.


"Ternyata dia takut karena manusia maniak itu!" batin Adhulpus karena sudah yakin akan kepura-puraan Darelano


"Aku akan melindungimu!" ucapnya membuat wanita cantik itu tersenyum lega


"Berani sekali mereka melakukan hal ini dihadapanku!" batin Darelano, ingin sekali ia menghajar abangnya itu, tapi apalah daya saat ini ia masih menjalankan misi. Sudah setengah perjalanan menuju tujuannya, tidak mungkin ia gagalkan begitu saja hanya karena seorang wanita.


"Minggu depan aku ingin kalian menikah!" jelas tuan Francois, dan tanpa berpikir panjang Adhulpus mengiyakannya. Ia ingin mengetahui apa yang akan Darelano lakukan selanjutnya.


Tatapan Ayeleen menandakan bahwa ia setuju dengan keputusan tuan mudanya itu. Dari pada menjadi pengantin Darelano seorang mafia kejam, mendiang menjadi istri pura-pura tuan Adhulpus, pria baik dan lembut, walupun dingin dan kaku tapi setidaknya membebaskannya dari belenggu rasa takut akan menjadi wanita dari ketua dark mafia itu, pemikiran Ayeleen.


Waktupun berlalu begitu cepat, kini resepsi pernikahan diadakan setelah melaksanakan akad. Darelano tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah hal itu, ia saat ini hanya bisa pasrah tapi dendam dalam dirinya semakin bertambah.


Hari dan bulan berlalu kini tuan Adhulpus telah mengetahui bahwa putra tampannya itu selalu memanggil "mama" pada Ayeleen.


Perasaan yang sama ia rasakan pada mendiang sang istri kini muncul membuat Adhulpus merasa bersalah dan mengingkari hal itu.

__ADS_1


__ADS_2