Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Cinta sang asisten


__ADS_3

"Nyonya selalu cantik!" kecoplosannya dan senyum manis terlukis di wajah putri tuan Paxton itu


"Benarkah, berarti selama ini kamu menyukaiku juga, dan mulai detik ini kamu jangan panggil aku nyonya lagi dan hubungan kita berubah menjadi sepasang kekasih, itu jauh lebih baik!" jelas Adriana membuat Hendry menyipitkan kedua matanya.


"Aku mencintaimu!" kembali perjelas putri Adriana


"Aku tidak menerima penolakan!" tegasnya saat melihat raut wajah yang semakin kaget Hendry


Perasaan asisten pribadi ketua Big move itu sangat bahagia tapi disisi lain ini seperti pemaksaan, karena nada bicara wanita yang selama ini ia sukai secara diam-diam itu seolah mengajaknya berkelahi.


"Aku katakan sekali lagi, aku mencintaimu dan tidak menerima penolakan!" ucap putri Adriana membuat salah satu sudut bibir Hendry terangka


"Kamu berani menolakku?" nada bicara putri Adriana mulai melemah dengan mata yang berkaca-kaca


"Aa--aaa--aaa, kamu tega sekali padaku!" tangis putri Adriana yang membuat Hendry panik


"Aku tidak berbicara apapun dan belum menjawabnya!" ucapan dan tingkah Hendry yang ketakutan membuat gadis cantik itu tertawa. Tadi ia hanya bercanda, tak disangka respon Hendry akan seperti itu, terkesan sangat lucu di matanya.


"Nyonya mempermainkan ku!" kecewa Hendry


"Aku sudah bilang jangan memanggilku nyonya lagi!" kembali perjelas Adriana dengan raut wajah ngambek.


"Lalu aku harus memanggil apa?


"Sayang, baby, honey atau love!" memberi pilihan


"Apa harus seperti itu?" tersenyum tipis


"Harus seperti itu!.......Apa ini lucu bagimu?" wanita cantik itu masih ngambek.


"Maaf tapi saya tidak bisa menerima ungkapan cinta seorang wanita terlebih dahulu. Harga diri saya sebagai seorang pria ternodai!" jelas Hendry


"Maksud kamu apa, kamu menolakku?" tak terima Adriana dan kembali meneteskan air mata, menangis tersedu-sedu.


"Bukan itu maksudku, tenanglah jangan menangis!" merasa bersalah


"Apa aku seburuk itu sehingga ditolak oleh laki-laki yang ingin dijodohkan denganku dan laki-laki yang aku cintai?"


"Aku tidak perduli semua orang menolakku, tapi hatiku sangat sakit jika kamu menolakku!"


"Tapi kita sangat jauh berbeda nyonya, hubungan kita pasti tidak akan direstui oleh keluarga nyonya!" jelas Hendry walau sebenarnya ia sangat mencintai Adriana

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin memperjuangkan ku?.......Cukup kamu mengatakan kalau kamu mencintaiku juga Hendry, itu sudah lebih dari cukup untuk aku bisa menjelaskan pada kedua orang tuaku!" ucapnya dengan penuh harapan


"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa nyonya!"


"Aku tidak menerima penolakan darimu, aku mencintaimu dan sampai kapanpun perasaan ini akan tetap sama!" jelas wanita cantik nan seksi itu


"Nyonya lebih baik kita pulang, saya akan mengantar nyonya" ucap Hendry


"Tidak mau, sebelum kamu mengatakan kalau kamu juga mencintaiku aku tidak mau pulang!" ngambeknya


"Terserah nyonya jika masih ingin disini!" ucap Hendry dan meninggalkan ruangan itu


"Aku mencintaimu asisten bodoh!" teriaknya tapi langkah Hendry tidak terhenti


"Aku tidak akan pernah meninggalkan ruangan ini jika kamu tidak mengatakan mencintaiku juga!" teriaknya lagi tapi tetap saja Hendry mengacuhkannya.


Malam berganti dan putri Adriana masih tetap diposisinya, ia sangat yakin perhatian Hendry selama ini padanya karena pria tampan itu memiliki rasa yang sama.


***


Di mension tuan Francois


"Hendry?" ucap Vernon saat melihat asisten pribadinya itu


Handphone ketua Big Move itu berdering, terlihat dilayar bertuliskan tuan Paxton membuat Vernon menatap asistennya itu dengan penuh tanya. Setelah mengangkat panggilan dan beberapa menit kemudian pembicaraan mereka selesai, tuan Paxton hanya menanyakan putrinya kenapa sampai saat ini belum balik ke mension.


"Hendry dimana Adriana?" pertanyaan Vernon membuat Hendry kaget, ia pikir ucapan wanita manja itu hanya sekedar gertakan.


"Dasar wanita keras kepala!" gumam Hendry yang masih terdengar oleh Vernon


"Temui dia dan bujuk, aku tidak ingin tuan Paxton ngamuk pada kita!" jelas tuannya itu


"Baik tuan!" ucap Hendry dan segera berlari menuju carport menaiki mobilnya dan melaju ketempat itu.


Saat seseorang membuka pintu restoran membuat senyum di wajah cantik putri Adriana terlukis, ia sangat yakin bahwa itu adalah Hendry.


Dengan cepat ia bangkit dari duduknya berlari kearah pria bertubuh ideal itu memeluknya dengan sangat erat.


"Aku tau kamu pasti akan datang!" lega putri Adriana


"Maafkan aku" jelas Hendry

__ADS_1


"Apa kamu sudah berubah pikiran sekarang?" ucap putri Adriana membuat Hendry tersenyum tipis


"Iya, aku juga sangat mencintai nyonya manja ini!" jelas Hendry membuat Adriana tersenyum dan semakin erat memeluknya.


"Honey!" lirih wanita cantik itu


"Iya baby" balas Hendry dengan suara beratnya agar wanita manja itu tenang, tapi malah membuat wajah Adriana merah padam dan detak jantungnya kini tak beraturan.


"Apa sekarang kita menjadi sepasang kekasih?" kembali bertanya gadis manja itu


"Aku akan melamarmu, karena aku ingin memilikimu secara halal!" jelasnya bahwa iapun memiliki perasaan yang sama dan sangat mencintai putri dari tuan Paxton.


"Tapi agamaku tidak memperbolehkan jika dalam ikatan pernikahan berbeda keyakinan. Nyonya engkau tau bahwa aku juga sangat mencintaimu dan sebaliknya, jadi hubungan kita lebih baik hanya sekedar sampai disini. Terlalu banyak penghalang diantara kita!" jelas Hendry perlahan


"Aku tau akan hal itu, aku siap mengikuti kepercayaanmu dan akan menunggu lamaran darimu tuan asisten!" lirih Adriana


"Aku akan menemui kedua orang tuamu secepatnya, tapi sebelum itu lebih baik kita pulang nona manja, aku akan mengantarmu"


"Baiklah" pasrah putri Adriana dengan wajah ngambek karena dipanggil manja tapi entah mengapa ia merasa itu panggilan sayang dari Hendry.


Setelah mengantar pulang putri Adriana tanpa curiga tuan Paxton dan nyonya Sandrina menyapa ramah Hendry karena mereka berpikir itu adalah perintah Vernon.


Melihat wajah bahagia putrinya tuan Paxton dan nyonya Sandrina ikut merasakan kebahagiaan itu dan tersenyum, sedang wanita cantik yang ditatap oleh kedua orang tuanya tidak menyadari akan hal itu dan bersenandung berjalan menuju kamarnya setelah memberikan kecupan selamat malam pada kedua orang tuanya itu.


Setibanya di mension tuan Francois, Hendry langsung menemui Vernon yang saat ini sedang sibuk di meja kerjanya, sedang Fiyah berbaring dikursi didekat pria tampan itu dengan meletakkan kedua kaki istri tercintanya dipangkuannya, ia merasa sangat beruntung karena Allah telah memberikan kebahagiaan sebesar ini.


"Tuan!" ucap Hendry dan spontan Vernon menaruh telunjuknya di bibir bermaksud agar sang asisten pribadi diam.


"Maaf tuan, saya pikir tuan sedang sendiri" dengan suara berbisik


"Iya ada apa, kamu sudah mengantar Adriana pulang?"


"Iya tuan"


"Bagus, apa hubungan kalian baik-baik saja sekarang?" masih berbisik


"Maksud tuan apa?" dengan nada bicara umumnya, membuat Vernon kembali menaruh jari telunjuknya di bibir indahnya itu


"Aku bilang pelan bicaranya!" tegas pria itu dengan berbisik


"Maaf tuan" merasa bersalah Hendry

__ADS_1


"Kita bicara diluar saja!" jelas Vernon dan mengangkat sang istri menuju kamar pribadinya membaringkan Fiyah ketempat tidur king size itu, setelah mengecup kening sang istri iapun keluar menemui Hendry.


__ADS_2