Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kecemburuan semanis madu


__ADS_3

"Apa maksud tuan?" batin Hendry


"Mengapa masih berdiri disitu bukankah engkau datang kesini ingin menemuiku?" ucap Vernon dengan suara agak keras


Hendry mendorong kursi roda membawa tuan mudanya itu ke ruang kerjanya. Sedang Fiyah dan Adriana menunggu diluar


"Apa kalian sudah mendapatkan informasi?"


"Belum tuan, tapi tuan Darelano sangat mencurigakan dan menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini" jelas Hendry


"Apa mereka sudah dibebaskan?"


"Sudah tuan, dan kami sudah memberi kompensasi kepada mereka" ucap Hendry, yang dimaksud oleh Vernon adalah orang-orang yang dijebak dan tertuduh sebagai pembunuh ibunya, karena bukti semua mengarah kepada mereka.


"Bagaimana dengan kakek?"


"Ketua saat ini sedang sibuk, projects baru perusahaan mengharuskan ketua sementara waktu tetap di Dubai tuan."


"Tetap awasi dia dan kirim lebih banyak bodyguard!"


"Baik tuan"


"Mengapa pria tua itu banyak sekali musuh!" heran Vernon


"Tapi--" ucapan Hendry terhenti


"Katakanlah"


"Soal pernikahan tuan, ketua memintaku segera mengurusnya dan setelah ia kembali maka akan diadakan pernikahan secepatnya"


"Laksanakan perintah kakek!"


"Apa tuan akan menikahi putri Adriana?"


"Apa aku pernah berkata bahwa mempelai wanitaku adalah putri tuan Paxton itu?" ucapan Vernon membuat Hendry bingung


"Tapi tuan" bingung Hendry harus berkata apa karena saat ini ia diancam oleh tuan Francois jika memberitahu tentang Fiyah maka ia tidak akan segan melenyapkan wanita itu, dan melihat kondisi tuan mudanya saat ini tidak mungkin ia mengatakan hal itu.


"Apa lagi!"


"Tentang nona Huzafiyah"


"kenapa dengan wanita itu?"


"Apa yang harus aku katakan!" batin Hendry


"Apa dia melayani tuan dengan baik?" pertanyaan asal Hendry


"Iya, dia sangat rajin"


"Oh"


"Hanya itu?" heran Vernon karena jawaban singkat yang mencurigakan


"Apa kamu ingin mengatakan sesuatu yang lain tentangnya?"


"Tidak tuan"


"Kapan pernikahan kalian?"


Pertanyaan tuan mudanya itu membuat ia gagap.


"I---i--tu" tak bisa menjawab dengan benar


"Kamu kenapa?" menatap curiga


"Maksud saya tergantung nona Huzafiyah tuan, jika dia bersedia maka hari ini juga aku akan menikahinya" ucapan Hendry membuat pria tampan itu menyerngitkan dahinya


"Rupanya kamu ingin mati Hendry!" batin Vernon


"Dia wanita yang tidak baik, masih banyak wanita lain di Dunia ini. Lebih baik kamu mencari yang lain saja!" kepura-puraannya yang saat ini sangat yakin bahwa perawatnya itu memiliki hubungan yang istimewa dengannya karena saat ingatan masa lalunya terlintas sosok wanita yang ada dalam ingatannya itu adalah nona Huzafiyah


"Tapi bagiku dia sangat baik tuan!"


"Pikirkan kembali ucapanku, lebih baik kamu meninggalkannya!"


"Jika kamu masih berani berbohong dan mengatakan mencintainya maka hari ini juga akan aku pengg*l kepalamu Hendry!" batin Vernon


"Mengapa sikapmu hari ini sangat aneh Hendry?"


"Aku berbicara kepadamu tapi kamu malah termenung, apa yang mengganggu pikiranmu?"

__ADS_1


"Tidak ada tuan, hanya saja jika aku meninggalkan nona Huzafiyah bukankah itu tindakan tidak baik!"


"Apa kamu mencintainya?" pertanyaan Vernon membuat asistennya itu menundukkan kepala


"Bukannya selama ini kamu mencintai Adriana?"


"Tidak mungkin tuan, saya tidak berani!"


Salah satu sudut bibir Vernon terangkat, tersenyum penuh makna.


"Jangan membohongiku, aku tau semua tentangmu. Engkau menatap Adriana dengan mata berbinar-binar, sedang nona Huzafiyah kamu menatapnya dengan rasa hormat. Siapa sebenarnya wanita itu mengapa kamu sangat menghargainya dan ingin melindunginya?"


"Apa dia memiliki hubungan khusus denganku yang kamu sembunyikan, sikapnya seolah ia sangat mengenalku. Dan kata-kata kasar yang aku ucapkan padanya tidak membuat ia benci kepadaku"


"Walau aku kehilangan ingatan tapi perasaanku masih tetap sama, apa kamu mengerti maksudku?"


"Bahkan saat ingatan masa laluku terlintas bayangan nona itu yang memenuhi pikiranku!"


"Tuan maafkan aku, tidak sepantasnya menutupi ini semua dan membohongi tuan"


"Walaupun ingatan tuan belum kembali tapi tuan bisa membaca situasi dan tidak mudah dikelabui" ucap Hendry yang saat ini duduk bersimpuh dihadapan tuan mudanya merasa sangat bersalah


"Kebohongan apa yang kamu maksud?"


"Nona Huzafiyah adalah istri tuan, ketua tidak merestui dan meminta kami semua menyembunyikan kebenaran ini dari tuan"


"Maafkan saya tuan"


"Ketua menghapus semua tentang nona Huzafiyah di bank memori dan menggantinya dengan putri Adriana"


"Maafkan kami tuan"


"Berani sekali kalian, aku akan memberi hukuman yang setimpal!" batin Vernon yang saat ini mengepalkan kedua tangannya,tapi ia sangat bahagia atas penjelasan Hendry.


"Terutama kamu nona Huzafiyah, aku akan memberi hukuman yang sangat berat kepadamu" gumam Vernon


"Keluar!" perintah tuan mudanya


Saat Hendry meninggalkan ruangan itu spontan ketua agen rahasia yang merupakan CEO tampan meluapkan kebahagiaannya. Ternyata perasaan cemburu pada kedekatan Fiyah dengan laki-laki lain ada sebabnya.


Kebahagiaan yang semakin membuncah ia rasakan dan ingin segera menemui istri tercintanya, tapi saat ini ia menenangkan diri dulu jangan sampai nona Huzafiyah itu mengetahuinya karena tuan Vernon ingin membalas dendam pada kepura-puraan wanita cantik itu. Untung saja ia sudah mengingatkan Hendry tadi sebelum meninggalkan ruangan agar merahasiakan ini semua.


"Sudah malam sebaiknya kamu pulang dan diantar oleh Hendry"


"Boleh aku bermalam disini?" ucap Adriana manja


"Sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri, sebaiknya kamu menunggu sampai waktu itu tiba. Pulanglah dan kembali besok" ucap Vernon sengaja ingin membuat seseorang cemburu dan Jesika pun sangat bahagia dan menurutinya.


"Nona Huzafiyah badanku terasa lengket, bantu aku untuk mandi!" ucapan Vernon membuat Fiyah tak percaya pada pendengarannya


"Apa tuan?" tanya Fiyah


"Apa perlu aku membawamu ke dokter telinga?"


"Tidak perlu tuan"


"Tunggu apa lagi, cepat bantu aku mandi!"


"Tapi tugas sayakan cuma menyiapkan makanan untuk tuan!"


"Dan tuan sendiri yang mengatakannya"


"Suka-suka saya ingin mengubah peraturan, kamu hanya bertugas untuk mengikuti tanpa harus membantah!"


"Baik tuan" bingung Fiyah atas perubahan mendadak pria tampan itu


"Eh mau kemana kamu?" tanya Vernon setelah Fiyah selesai menyiapkan air hangat untuknya


"Membawa tuan masuk dalam kamar mandi" ucapnya polos


"Saya bisa sendiri!"


"Apa tuan bisa masuk sendiri dalam bethtup?"


"Iya"


"Keluar!" perintah Vernon


"Bukannya tuan meminta saya untuk membantu---" ucapan Fiyah terhenti karena pria tampan itu


"Jangan mesum ya, saya cuma minta bantu sediakan air hangat!"

__ADS_1


"Mesum, apa aku yang salah dengar ia sendiri yang mengatakan dengan sangat jelas, nona Huzafiyah bandanku terasa lengket bantu aku untuk mandi!" gumam Fiyah kesal saat ia keluar dari kamar Vernon, sedang yang mengerjai saat ini senyum-senyum penuh kemenangan.


"Dia bilang aku mesum?"


"Dasar berkepribadian ganda!"


"Kanebo kering, arogan, pria berwajah datar!" omel Fiyah yang terhenti saat seseorang memanggilnya


"Iya tuan" berbalik badan dengan senyuman terpaksa


"Ya Allah apa pria pemarah ini mendengarku?" batin wanita cantik itu


"Airnya sudah dingin!"


"Oh, saya akan ganti tuan" masih dengan senyum terpaksanya


"Tunggu!"


"Ada apa lagi tuan?"


"Siapa kanebo kering, arogan dan pria berwajah datar?" pertanyaan Vernon membuat Fiyah tersenyum salah tingkah


"Oh itu, saya tadi siang nonton drama dan masih baper sampai sekarang tuan" alasannya


"Ooo" ucap Vernon dan tersenyum


Beberapa menit kemudian


"Airnya saya sudah ganti tuan!"


"Ok" tuan muda itupun kembali melakukan ritual mandinya


"Huzafiyah!" teriak Vernon


"Iya tuan"


"Ada apa lagi?" batin Fiyah dan menarik nafas dengan kasar


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Ini terlalu panas?"


"Panas?" heran nona Huzafiyah


"Berapa derajat Celcius yang tuan inginkan?" tanyanya dengan penuh penekanan karena mulai kesal


"Yang membuat tubuh saya rileks, cari saja suhu yang pas dengan kemauan saya!"


"Mana aku tau yang tubuhnya inginkan itu suhu berapa?" gumam Fiyah tapi sambil tersenyum kearah Vernon dan pria tampan itu pun ikut tersenyum.


Setelah melakukan riset berkali-kali akhirnya diterima juga.


"Silahkan tuan berendam dengan nyaman, saya izin keluar dulu"


"Saya tidak jadi mandinya besok saja, lagian saya masih sangat wangi!" ucap santai tuan Vernon


"Apa-apaan dia, aku sudah susah payah bolak-balik melakukan keinginannya dan sekarang dengan mudahnya berkata besok saja!" batin Fiyah


Walaupun ia sangat kesal tapi masih tetap tersenyum dihadapan tuan mudanya itu.


"Aku ingin makan steak!"


"Tuan ingin tingkat kematangan yang bagaimana, rare, medium rare, medium, medium well atau well done?" perjelas Fiyah agar tidak salah lagi


"Medium well"


"Baik tuan" ucap Fiyah dan pergi ke dapur menyiapkan pesanan tuan mudanya


Setelah beberapa menit hidanganpun tersaji rapi diatas meja makan, dan tinggal memanggil tuan Vernon.


Fiyah mengetuk pintu kamar pria tampan itu berkali-kali.


"Tuan steak nya sudah matang!"


"Keluar dulu untuk makan tuan!"


"Saya ngantuk mau tidur, kamu saja yang makan!" teriaknya dalam kamar


"Dasar mmmm!" kesal Fiyah pada tuan mudanya itu dan mengepalkan kedua tangannya


"Siapa suruh membuatku cemburu beberapa hari ini!" ucap Vernon yang sedang rebahan dan tersenyum puas.

__ADS_1


__ADS_2