Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
keinginanku adalah perintah


__ADS_3

"Apa tuan tertarik kepada wanita itu?" penasaran Hendry saat mereka tiba di Mension


"Huzafiyah nama yang indah dan sangat menarik, terlebih Zetas menyukainya" ucap Vernon dengan senyuman penuh makna


"Apa aku harus menghubunginya tuan?"


"Aku akan mengirimkannya selembar surat"


"Surat?" tak percaya Hendry karena zaman moderen seperti ini yang tingkat perkembangan teknologinya sangat pesat masih menggunakan surat.


"Aku rasa seorang wanita yang menyukai novel sangat tertarik kepada hal yang berhubungan dengan kertas, pena dan semacamnya. Dan mereka mengganggap itu adalah hal yang paling romantis" pikir pria tampan bermata biru itu


"Aku berpikir hal yang sama tuan, sangat romantis jika mengirimkan selembar surat" Hendry hanya mengikuti alur saja


"Tapi bagaimana jika nona cantik itu jatuh cinta kepada tuan?" perjelas Hendry karena ia tau bahwa tuan mudanya itu hanya penasaran kepada wanita berkebangsaan Indonesia itu.


"Walaupun aku tidak mencintainya tapi aku akan menghormatinya" jelas Vernon


"Maksud tuan apa?"


"Aku akan membuat ia menjadi wanitaku yang tidak boleh seorangpun menyentuhnya, bahkan memandanginya sedetikpun aku tak rela!" jelas Vernon


"Apa tuan sudah jatuh cinta kepada nona itu?" penasaran Hendry


"Aku hanya ingin buktikan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menolakku! apalagi hal yang menarik perhatian Zetas." jelas Vernon yang mulai menginginkan sesuatu yang ketua Broken Flower itu sukai.


"Selama ini tuan tidak pernah tertarik pada wanita, membahas tentangnya saja tidak pernah" batin Hendry yang sebenarnya ia diberi tugas oleh tuan Francois agar mengawasi tuan mudanya jika berkaitan dengan wanita selain putri Adriana pria bertubuh ideal itu harus melaporkannya tapi Hendry lebih setia kepada Vernon bahkan nyawanya ia rela korban untuk tuan mudanya itu.


... ***Di hotel***...

__ADS_1


"Tadi aku lihat kamu sibuk dengan pria tampan, pergi satu datang pria tampan lainnya" goda Hani


"Apaan sih, kita cuma ngobrol sebentar itupun banyak orang di samping kiri dan kanan" jelas Fiyah yang tak ingin digoda Hani dengan pria lain


"Oh gitu rupanya, cuma ngobrol sebentar tapi kok aku baca bukunya sampe beratus halaman ya?" godanya lagi


"Tapi tadi ada yang tidak tau tuh alur cerita yang ia baca, padahal yang bisa jawab dapat hadiah parfum mahal" balik goda Fiyah pada sahabatnya itu yang hanya fokus pada gambar saja.


Dua sahabat itu tertawa lepas mengingat kejadian tadi ngakunya baca beratus lembar tapi nyatanya judulnya saja ia tidak ingat.


... ***Malam hari***...


Terlihat seorang gadis cantik sedang khusyu membaca ayat suci Al-Quran setah ia selesai menunaikan sholat malamnya.


"Ya Robb, tuntunlah aku kepada seseorang yang mampu menuntunku kepadamu. Dan bukakanlah hatiku kepada seseorang yang membuka pintu hatinya untukmu" doa putri kebanggaan umi Salma itu


"Assalamualaikum, bagaimana keadaanmu calon makmum ku?" pesan dari Adam


"Maaf atas segala kesalahanku yang saat itu belum sempat berbicara secara langsung. Aku tidak memiliki keberanian menemui mu saat itu Fiyah, saat umi dan abimu mengantarkan ke bandara aku datang tapi hanya mampu melihat dari kejauhan, aku takut engkau belum bisa menerima keberadaanku. Bahkan aku tidak ingin menggores luka baru di hatimu, tapi jika engkau meminta aku memutuskan pertunangan ini, maaf aku tidak bisa Fiyah. Karena aku sangat mencintaimu yang membuat aku tidak menginginkan perpisahan. Mungkin seseorang akan menganggap ini adalah obsesi tapi bukan, bagiku ini adalah perjuangan, untuk meluluhkan hati wanita yang sangat aku kagumi dan cintai." pesan yang mewakili perasaan terdalam


"Kamu tidak memiliki kesalahan apapun padaku Dam, aku yang seharusnya mengatakan hal itu. Maaf atas semua perlakuan dan perkataanku yang menyakiti hatimu." balas Fiyah karena ia tidak pernah menyalahkan Adam, ini murni karena hatinya yang belum bisa menerima pria lain.


"Aku lupa bahwa kita saat ini masih berstatus sebagai tunangan, aku terlalu mengharap lebih darimu" jelas Adam yang sangat berharap wanita yang dicintainya itu menerimanya


"Tolong beri aku waktu sedikit lagi Dam, aku akan berusaha memberikan hatiku sepenuhnya kepadamu. Sungguh aku hanya ingin menjalin rumah tangga dengan seseorang yang telah memiliki hatiku sepenuhnya dan tidak lagi memikirkan pria dimasa laluku, Adam aku saat ini sudah menerimamu sebagai tunangan ku. Demi Allah aku ingin berbakti sepenuhnya kepadamu jika nantinya takdir menyatukan kita. Oleh karena itu berikan aku sedikit waktu lagi, aku akan mengatakan kepadamu jika nantinya aku sudah siap menjadi istrimu lahir dan batin. Karena aku tidak ingin engkau terluka atas penolakanku sedang aku saat itu sudah halal bagimu, dan aku tidak ingin para malaikat mengutukku terlebih aku tidak ingin Allah dan Rasulullah menyaksikan kerasnya hatiku pada suamiku." jelas Fiyah, pesan yang ditujukan pada pria tampan lulusan Dar Al-Haditsh itu.


"Aku sangat bahagia saat engkau telah menerimaku. Aku akan setia menunggumu Fiyah, andai waktu tak berbatas sampai kapanpun aku akan menunggumu. Assalamualaikum, istirahatlah calon makmum ku" pesan terakhir Adam karena ia tidak ingin lagi mengganggu istirahat wanita yang sangat ia cintai itu.


"Waalaikumsalam" ucap Fiyah dan tak mengirimkan pesan balasan pada Adam.

__ADS_1


Gadis cantik itu merebahkan tubuh di kasur empuk itu, tak berapa lama terdengar ketukan pintu kamarnya.


"Maaf nona, ini ada surat yang dititipkan untuk nona" jelas wanita itu menyodorkan selembar amplop coklat bermotif, terlihat dari penampakan luar saja sudah mewah walau hanya selembar surat.


"Terimakasih" ucapnya dan setelah kepergian wanita itu Fiyah kembali menutup pintu kamarnya dan membuka kembali jilbab yang ia gunakan tadi lalu kembali rebahan.


"Siapa yang mengirim surat di zaman moderen seperti ini?" penasaran Fiyah terlebih lagi itu Jerman negara yang pesat perkembangan teknologinya.


...***Isi surat***...


"Maaf mengejutkan nona mengirim surat di malam hari, seperti tidak ada hari esok saja. Tapi pesona nona tidak bisa membuatku menunggu sang Surya menyinari Bumi, dan mengirimkan lembaran curahan perasaanku ini. Aku seolah kehilangan kesadaran hingga tak mengenal waktu dan mengganggu istirahat nona.


Sejak pertama melihat nona, hati dan pikiranku tak henti memikirkan nona. Aku pernah mendengar ungkapan, bahwa seseorang akan dibuat bodoh oleh cinta. Karena cinta mampu menghilangkan akal sehat seseorang yang terlena akannya.


Awalnya aku sangat menentang ungkapan itu, tapi saat ini aku mengalaminya. Jika nona tidak percaya, maka akulah buktinya. Hanya memikirkan nona aku tersenyum seperti orang gila.


Kebahagiaan yang tiada tara saat wajah cantik itu terlintas di benakku.


Aku tidak menyukai penundaan oleh karena itu jika aku menyukainya maka, saat itupun haru aku miliki. Nona, aku jatuh hati kepada sosok wanita yang saat pertama kali mata ini tertuju kepadanya, yaitu sebuah karya sempurna yang pernah aku lihat di jagat raya ini.


Aku mungkin bukan orang satu-satunya yang mengagumi nona, tapi nona adalah wanita satu-satunya yang aku kagumi.


Maukah nona menikah denganku?


Aku akan membahagiakan nona dan memberikan semua kemewahan yang nona inginkan di Dunia ini.


Harap secepatnya aku menerima balasan dari nona.


Salam dariku, Vernon Adhulpus." Surat yang tertulis dari pria yang memiliki segalanya tapi iman belum tumbuh di hatinya yang gersang.

__ADS_1


Fiyah tak percaya dengan nama yang tertulis di lembaran surat itu, Vernon Adhulpus adalah pria yang di ceritakan oleh sahabatnya dan terlebih saat ini seluruh Dunia tau bahwa ia sudah bertunangan dengan putri Adriana.


__ADS_2