Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Apa salah jika wanita yang mengatan cinta terlebih dahulu?


__ADS_3

"Mengapa kamu datang kesini?" tanya Zetas pada Jesika


"Aku takut tejadi apa-apa pada kakak, karena selama ini kakak tidak pernah menolak permintaan ayah untuk datang menemuinya" ucap Jesika dengan nada ketakutan menyaksikan hal itu


"Aku sudah bilang jangan pernah pedulikan aku!" teriak Zetas


"Lihat apa yang aku lakukan sekarang, aku membunuh mereka!" tunjuknya pada lima orang yang kini telah tergeletak tak bernyawa.


"Apa kamu tidak membenciku, tidak takut kepadaku?"


"Aku hanya membenci perbuatan ini dan bukan dirimu kakak, dan jika hal buruk menimpamu, tetap saja rasa cemasku masih ada karena aku mencintaimu dengan hati bukan pikiran, jadi sekecewa apapun aku, aku tidak pernah berpikir untuk membenci kakak!" ucap Jesika dengan gemetar dan deraian air mata, disatu sisi ia merasa tidak mengenal seseorang yang saat ini tangannya berlumuran darah karena telah membunuh dan disisi lain ia sangat mencintai orang itu.


"Hentikan semua omong kosong itu, lihat betapa gemetarnya dirimu!" ucap Zetas dan mendekati Jesika, menatapnya dan tersenyum licik.


"Apa ayah yang menyuruh kakak berbuat seperti ini?" mata yang dipenuhi cairan bening


"Aku bilang jangan mencampuri urusanku!" tegas pria tampan bertato dan kembali ketempatnya semula menggambil pisau yang tergeletak.


"Tegarku adalah kebohongan, bahagiaku hanya kepura-puraan, aku lelah ibu. Pundakku begitu banyak beban" batin Jesika saat mengetahui bahwa semua perbuatan Zetas adalah atas perintah ayahnya


Gadis cantik itu tak bisa lagi menopang tubuhnya, kaki melemah dan jatuh tersungkur menangisi takdir hidupnya, mengapa sangat perih seperti ini. Seolah bahagia takut menghampiri entah, mungkin kesedihan telah nyaman berada disisinya.


"Bangun, aku akan mengantarmu pulang dan jangan pernah datang ketempat ini lagi!" Zetas dengan suara beratnya


"Hentikan tangismu dan hapus air matamu itu, aku benci melihatnya!"


"Apa mungkin jika aku menukar nyawa ini untuk kebahagian kakak, apakah senyum dan rasa nyaman akan kakak rasakan?"


"Cukup!" teriak Zetas


"Aku benci tatapan itu, aku benci seseorang menatap dengan tatapan kasihan kepadaku!"


"Aku tidak pernah berpikir akan berada diposisi saat ini. Posisi dimana diriku sendiri tak mengenal siapa aku. Jadi aku peringatkan jangan mencampuri urusanku, ini adalah pilihan hidupku!"


"Aku sudah terlanjur seperti ini, jauh dari kata kebaikan bahkan mungkin aku adalah orang pertama yang akan masuk Neraka. Tapi sejahat apapun seseorang ia pasti menginginkan kebaikan, bahkan harapanku disisa hembusan nafas terakhir Tuhan mengizinkan diri ini untuk bertobat!"


"Mengapa harus menunggu, kakak bisa memulai kehidupan baru saat ini juga dan melupakan semua dendam selama ini!"


"Engkau tidak mengerti dan tak akan pernah mengerti!"

__ADS_1


"Diam!" teriak Zetas melempar pisau kearah dinding yang berada disisi kiri Jesika yang membuat wanita itu gemetar ketakutan.


"Lihat, engkau saja yang berkata sangat mencintaiku ketakutan saat diri ini berubah menjadi tak terkendali!" senyum menakutkan


"Jika membunuhku membuat kebahagian dan menerbitkan senyum di bibir kakak, maka aku rela. Tapi kupastikan suatu saat nanti aku akan menjadi penyesalan yang menyakitkan disepanjang waktu kakak, aku akan menjadi bayangan dalam kerinduanmu yang tak terhitung. Seiring waktu kakak hanya mengingatku sebagai cinta tulus, tak akan kakak temukan diriku diwanita manapun!"


"Hentikan ocehanmu itu!"


"Aku tidak pernah tertarik kepadamu, bahkan aku sangat membenci seseorang yang berkata mencintaiku!"


"Kakak aku mohon pikirkan kebahagiaanmu, jangan mendengarkan ayah yang menjadikan kakak alat untuk balas dendamnya!"


"Aku mohon!" kini suara gadis cantik itu penuh dengan tekanan karena sakit menahan isaknya


"Bawa dia pulang!" perintah Zetas pada bawahannya


*Di Indonesia*


Adam saat ini harus menerima keputusan kedua orang tuanya menerima lamaran seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenali.


"Bagaimana pendapat kamu nak?" tanya kyai Thoriq


"Dia wanita Sholehah Dam, dan InsyaAllah akan menjadi istri yang taat membuatmu mudah untuk membimbingnya menuju Jannah, meraih ridho Allah"


"Walaupun ini terkesan berbeda tapi bukankah Siti Khadijah juga melamar Rasulullah dan lihat cerita cinta mereka indah bukan?" ucap umi Safa


"Namanya Rukayah Naila El Fatih" ucap kyai Thoriq


"Umi harap kalian bisa menjadi pasangan yang saling melengkapi" keinginan umi Safa


Pertemuan pertama Adam dan Rukayah yang didampingi sahabat mereka berdua


"Maaf jika tindakanku terkesan berbeda di mata tuan, tapi seorang wanita melamar pria yang ia cintai karena Allah bukanlah perbuatan yang memalukan atau membuat derajadnya rendah. Bukan sifat malu telah hilang dariku tapi keyakinan akan ketaatan tuan kepada Allah membuat mata dan telinga ini hanya melihat dan mendengar tentang kebaikan diri tuan. Membuat keberanian dalam diri ini karena aku menginginkan seorang laki-laki yang beriman untuk membimbing menuju Jannahnya."


"Aku tidak ingin mencintai tuan dalam diam, karena kesabaranku tidak sebesar Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dan aku lebih memilih menjadi Zulaikha yang berterus terang, dan jika nantinya tuan menolak maka aku siap menanggung kekecewaan itu dan kembali memberikan cinta ini sepenuhnya hanya kepada Allah hingga suatu saat tiba waktunya cinta itu tumbuh dan bersemi kembali untuk seseorang yang Allah kehendaki menjadi jodohku Dunia dan Akhirat." lantang dan jelas terucap dari bibi gadis cantik bercadar itu


"Mungkin hanya aku yang mengagumi tuan dan berharap menerima lamaranku ini, karena aku tau laki-laki yang Sholeh seperti tuan pasti menginginkan wanita Sholehah dan juga berparas cantik, sedang diri ini tidak termasuk dalam kriteria itu sedikitpun" ucap wanita yang wajahnya tertutup oleh cadar.


"Bukan kecantikan yang aku dambakan nona, tapi akhlak mulia seorang wanita, yang takut hanya kepada Allah dan senang tiasa memuliakan dirinya dengan tidak tergoda pada semua fitnah Dunia!"

__ADS_1


"Aku melihat ketaatan dalam diri nona lantas mengapa aku harus meragukannya, cara berpakaian menjukkan siapa diri nona!"


"Jangan menilaiku atas dasar pakaianku tuan, ini adalah kewajibanku sebagai muslimah. Dan memilih tuan menjadi pendamping hidupku atas dasar kesalehan tuan. Entah mengapa disetiap doaku selalu terbayang akan dirimu tuan, dan aku menetapkan pilihan ini setelah berulang kali berdoa meminta Allah agar dihapuskannya bayangan tentang tuan dalam hati dan pikiran ini jika bukan jodohku, tapi rupanya hati dan pikiranku selalu terbayang akan tuan semoga kita bisa bersama dalam ikatan yang halal"


"Jika tuan memiliki wanita lain aku akan mundur dan berusaha melupakan ini. Walau pasti ada kekecewaan yang akan menghampiri tapi aku ikhlas menerima penolakan dari tuan!"


"Aku menerima dirimu nona dan seharusnya aku yang melamarmu. Biarkan aku yang datang menemui kedua orang tuamu dan mengkhitbah putri mereka"


Senyum manis terukir dibibir indah dibalik cadar itu.


"Apa kau tau tuan bagaimana doaku untukmu, jika kamu bukan jodohku maka jadilah suamiku, jika kamu tidak ingin menjadi suamiku maka jadilah imamku, jika engkau tidak ingin menjadi imamku maka jadilah ayah dari anak-anakku. Jika kamu tidak mau juga maka jadilah menantu dari orang tuaku. Memang doa yang konyol dan memaksa tapi itulah kesungguhanku padamu tuan!" batin Rukayah


*Di kediaman tuan Fatih*


"Apa engkau mendengar orang-orang bergosip tentangmu, seorang wanita tapi malah melamar pria, yang seharusnya engkaulah yang harus dilamar Rukayah!" ucap bibinya


"Sebenarnya aku mendengar apa yang mereka katakan, hanya saja aku pura-pura tuli untuk melatih kesabaranku bibi. Bahkan aku sangat jelas melihat apa yang mereka lakukan, hanya saja aku memilih pura-pura buta untuk melatih mentalku. Jika mendengar dan melihat mereka membuatku sakit dan menimbulkan kebencian lantas mengapa aku harus melakukan itu?"


"Bukankah lebih baik diam, bukan berarti tiap diamnya seseorang adalah emas tapi perkataan baik adalah berlian. Dan aku hanya ingin perkataan baik yang keluar dari bibir ini hingga memilih diam ketika mereka membicarakan ku." jelas Rukayah


"Bibi tidak perlu hiraukan itu, bahkan Allah saja mereka tidak patuhi, apalagi diri ini yang hanya manusia biasa tentu banyak keburukannya di mata mereka. Jika mereka mematuhi Allah maka tidak akan membicarakan orang lain dengan keburukan."


"Hatimu terbuat dari apa hanya Allah yang mengetahuinya, sangat sabar. Dan mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak kedepannya, jika bibi yang dibicarakan seperti itu maka aku akan menyumpal mulut mereka satu persatu!" ucap bibinya


"Aku hanya menginginkan laki-laki Sholeh, apa salah?"


"Dan Adam yang selalu ada dalam bayangan sepertiga malamku"


"Aku sangat yakin pada keputusanku ini bibi, dan jika kelak keputusanku ini salah, aku ridho pada semua ketentuan Allah padaku"


"Apa engkau mengetahui tentang pria itu, ia sangat mencintai seorang gadis"


"Aku tau hal itu dan bukankah mereka tidak bersama lagi, ia mengaguminya karena kesolehannya sama denganku mengagumi Adam karena kesolehannya"


"Semoga ia menjadi pendamping dan imam yang baik untukmu"


"Aamiin" ucap Rukayah


"Entah hipnotis apa yang pria itu berikan pada keponakanku ini, yang tidak pernah tertarik pada seorang pria tapi kini seolah ia dibuat menjadi pribadi yang berbeda, kini gelar wanita pemalu telah hilang darinya" batin bibinya

__ADS_1


__ADS_2