Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Tentang dirinya


__ADS_3

"Siapapun engkau calon imamku, semoga engkau adalah orang yang taat kepada Allah, membimbingku menuju syurgaNya, dekat denganNya dan bisa mendekatkan diriku padaNya, aamiin."


Ucapan yang sering terlontar dari bibir indah seorang gadis muslimah taat beribadah dan senang tiasa memuliakan kedua orang tuanya.


Sudah banyak laki-laki yang datang melamar tapi rupanya hati dan pikirannya sudah ditaklukkan oleh seseorang, walau tidak adanya pertemuan dan komunikasi tetapi harapan untuk bisa bersama tidak pernah pudar, malah keyakinan yang semakin besar bahwa InsyaAllah pria itu akan menjadi imamnya kelak.


Flash back


Aku jatuh cinta dan kagum pada pandangan pertama, ia adalah seorang Ikhwan yang menyampaikan tausiyah singkat kepada teman-teman sebayanya yang merupakan murid didik yang ia ajarkan mengenal lebih dalam kitab suci Al-Qur'an. Hari itu aku tidak sengaja meninggalkan catatan di masjid dan ketika kembali hendak mengambil buku itu, langkah ini terhenti ketika melihat sosok pria berwibawa, cerdas, tampan dan setiap kalimat yang ia ucapkan saat itu, menggetarkan jiwa ini kagum akannya.


Kami selama ini satu pesantren tetapi entah mengapa pada detik-detik terakhir perjumpaan itu terjadi, hanya tinggal beberapa bulan ia akan lulus dan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.


Sosok pria tampan, wajah yang menenangkan walau diri ini hanya sekedar curi-curi pandang padanya. Cara berpakaiannya sangat rapih, pintar, mandiri, aktif dalam kegiatan sosial, dan paling penting adalah sangat menjaga pergaulannya. Bagiku begitu sempurna.


Tapi kekaguman itu hanya bisa aku pendam seorang diri, terlalu dini untuk memikirkan hal yang sudah memiliki takdirnya. Mulai saat itu aku memilih menghindarinya, tak sanggup bila harus menatapnya walau hati sangat ingin melihatnya.


Beberapa kali kami pernah dalam kegiatan yang sama, tapi tak ada tegur sapa apalagi saling bicara karena aku tidak ingin lebih mengenalnya, cukup hanya mengetahui namanya. Dan berharap perasaan ini akan berubah dan melupakan sosok itu. Saat ini tujuan utama hanya fokus belajar dan belajar.


Aku sangat sulit untuk jatuh cinta apalagi mengagumi seseorang seperti layaknya kekaguman wanita kepada seorang pria yang membuatnya selalu berangan-angan ingin memilikinya. Tapi padanya berbeda, aku harus berusaha melupakannya karena aku tidak ingin melakukan sesuatu yang sia-sia, jika bukan jodohku lantas mengapa aku mengharapkannya.


Tapi anehnya meskipun aku mencoba untuk menghindar, kabar dan cerita tentangnya selalu saja silih berganti menghampiriku, tanpa diminta. Cerita tentangnya membuat aku semakin jatuh hati kepada sosok pria yang entah suatu saat akan menjadi jodohku atau tidak.


Pernah suatu hari aku duduk di teras masjid sedang menunggu seorang teman, dan aku melihat dia laki-laki yang membuatku tersenyum tanpa adanya ucapan kata-kata lucu yang keluar dari bibir indah itu, membuat perasaan ini tak karuan seolah jantungku saat itu berdetak tak wajar, tapi melihat bayangannya saja seolah kebahagiaan membuncah dalam hati ini. Ya Allah, pesonanya merasuk terlalu dalam di hati ini.

__ADS_1


Hingga lima tahun berlalu tak ada lagi kabar tentang dirinya yang aku dengar, tapi saat seorang sahabat mengingatkanku kepada sosok pria yang mereka kagumi di pesantren dulu, dan dia adalah laki-laki yang ingin sekali aku dengar kabar tentangnya. Mereka berkata bahwa ia melamar seorang gadis cantik Sholehah, tapi mungkin wanita itu bukan jodoh yang tertulis di lauhul Mahfudz untuknya, hingga pernikahan diantara mereka tidak terjadi.


Mungkin ini ujian untuk diriku mengagumi dan mencintai seseorang yang bahkan tidak menganggap keberadaanku. Entah, dia memang tidak tau tentangku atau baginya diri ini sama sekali tidak menarik dimatanya.


Selama ini aku berusaha ingin melupakannya tapi aku adalah sosok wanita yang lemah hingga namanya masih saja terucap dalam setiap doa-doaku. Aku tak memiliki daya dan kuasa menghilangkan rasa cinta ini. Tapi saat mengetahui ia memiliki seseorang yang sangat ia cintai entah mengapa hati ini seolah tersayat, Hati ini sangat sakit padahal aku bukan siapa-siapa dalam hidupnya.


Ia tidak pernah tau betapa terlukanya aamiinku saat namanya aku hapus paksa dari doaku.


Seakan telah usai padahal tidak ada yang memulai, hanya sekedar mengagumi.


Saat niat aku kukuhkan untuk melupakan sosok itu dalam hati dan pikiran ini, bahkan dalam doa-doaku. Suatu malam, selepas shalat seolah dalam hati ini ada yang membisikkan.


"Apa semudah itu kamu menyerah sebelum berjuang, ingat perjuangan itu adalah doa dan usaha. Apa kamu pikir doamu selama ini sia-sia, jangankan menolakmu bahkan kalian tidak saling mengenal. Jangan-jangan pria yang selama ini kamu kagumi itu adalah jodohmu. Selama ini dia tidak pernah mengetahui tentang dirimu, bukankah kalian tidak pernah berkenalan dan kamu tidak akan pernah tahu jika tidak bertanya kepadanya. Jangan menganggap seorang wanita yang mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria adalah memalukan dan terlihat rendah. Siti Khadijah adalah satu-satunya wanita yang dinikahi oleh Rasulullah atas dasar cinta seperti laki-laki dan perempuan pada umumnya. Apa engkau lupa bagaimana kisah cinta mereka?"


"Ya Allah, sering kali aku ingin melupakan dirinya dalam hati dan pikiran ini, tapi ingatan tentangnya seolah lebih kuat beribu-ribu kali lipat. Jika dia jodohku maka mudahkanlah menjemput kata halal itu, aamiin"


***


"Sampai kapan kamu akan menolak seseorang yang datang melamarmu, mereka bukan sembarangan pria, lalu yang bagaimana ingin kamu cari Rukayah. Tampan, kaya dan Sholeh semua jenis laki-laki itu sudah datang ingin mengkhitbah mu tapi entahlah aku pusing menghadapi tingkahmu!" marah bibinya sedang umi dan abinya selalu mengikuti kemauan putri mereka.


Sebelum menjawab senyum manis terlukis di wajah cantik yang menenangkan itu.


"Ketika hatimu berdebar hanya karena mendengar namanya saja, maka itulah cinta" batin wanita cantik itu yang ingin akan hal itu

__ADS_1


"Aku ingin dia, yang membuatku meneteskan air mata bahagia saat namanya Abi ucapkan kepadaku, bahwa pria yang selama ini aku tunggu datang melamarku!" jelas Rukayah


"Sampai kapan kamu menunggunya bahkan kamu hidup saja ia tidak mengetahuinya?"


Ucapan bibi Madinah memang tajam, walaupun ia pemarah tetapi ingin yang terbaik untuk keponakannya itu.


"Bukan karena pertemuan lalu ia menjadi jodohku, tapi karena dia jodohku maka kami bertemu. Aku menunggu sambil membenahi diri, entah itu jodoh atau kematian yang menghampiri terlebih dahulu"


"Aku sangat sulit untuk jatuh cinta bibi, oleh karena itu aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Aku takut jika memaksakan diri ini akan berakhir seperti kisah Mughits dan Barirah. Bukannya diri ini suuzan atas takdir Allah dimasa depan, tapi aku tidak bisa memaksakan perasaanku!"


"Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa hidup bersama akan mendatangkan cinta, dan wanita mudah tersentuh. Tapi tidak denganku, aku ingin mendengar penolakan darinya sebelum diri ini melupakan tentangnya!"


"Abi dan umi sudah bertemu dengan kedua orang tua kak Adam"


"Apa engkau yakin ingin melamar pria itu?"


"Abi sudah mengatakan hal itu pada orang tua kak Adam"


"Ya Allah, mimpi apa diriku semalam hingga mendengar hal ini!" tak terima bibi Madinah karena ia memiliki calon sendiri untuk keponakannya itu.


"Angkasa lebih baik berkali-kali lipat daripada Adam, pikirkan lagi niatmu untuk menikah dengannya!"


"Bahkan Angkasa sangat gentleman ia menemui kedua orang tuamu, menyampaikan maksudnya ingin mengkhitbahmu!"

__ADS_1


__ADS_2