Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
jatuh cinta pandangan pertama


__ADS_3

"Huzafiyah" ucap Fiyah dan tersenyum ramah, walau ia tak menjabat tangan pria tampan itu tapi terlihat kepuasan bahagia dari raut wajah Zetas.


"Fiyah" panggil Hani setelah selesai mengantar pasien ke dalam ambulans


"Terimakasih" lanjut Hani pada pria super keren itu dan dengan ramah dia mengiyakannya


"Huzafiyah" ucap Zetas saat gadis anggun itu meninggalkannya


"Ia" spontannya


"Sampai berjumpa lagi" ucap Zetas dengan senyuman manis yang mematikan membuat Hani ingin berkata Zetas Will you marry me? tapi untung saja ia sudah memiliki suami bahkan saat ini hati Fiyah berbunga-bunga bagaimana tidak pria sekeren itu memberikan senyuman mautnya yang membuat perasaan meronta-ronta.


...***Di Hotel***...


Setelah Hani dan keluarga kecilnya mengantar Fiyah ke hotel merekapun kembali ke apartemennya. Dengan segera Fiyah merebahkan diri di kasur empuk itu memejamkan mata merasakan nikmatnya istirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas bersih-bersih.


"Assalamualaikum umi" ucap Fiyah yang saat ini menghubungi umi Salma


"Waalaikumsalam sayang bagaimana keadaan Fiyah, tidak ada hambatan diperjalanan tadikan nak?" khawatir seorang ibu


"Alhamdulillah lancar umi, Abi mana?" bohong Fiyah menutupi kejadian tadi pada umi Salma karena jika ia ceritakan makan ibunya itu akan sangat khawatir.


"Abi ada pengajian hari ini, Fiyah sudah makan?"


"Sudah dengan Hani dan keluarga kecilnya tadi umi"


"Syukurlah, kamu jangan lupa sholat sayang ingat harus tepat waktu jangan ditunda-tunda, makanpun jangan ditunda-tunda"


"Ia umi"


"Cita-cita putri umi inikan ingin mempunyai keturunan yang nantinya menjadi para ulama akhir zaman maka harus memaksakan diri untuk beribadah, karena kecil kemungkinan seorang ulama lahir dari wanita yang malas beribadah dan gemar berbuat dosa" nasehat umi Salma


"Ia umi"


...***Di Bandara***...


"Ya ampun aku rasa kita terlambat" ucap Hari


"Lo sih lama" Nana menyalahkan Hari


"Kok gue?"

__ADS_1


"Iyalah salah Lo"


"Udah jangan saling menyalahkan mending sekarang kita pulang, nanti kita hubungi ibu dosen saja" Sinta yang selalu menjadi penengah


Sedang sedari tadi Biyan Cs mengerutuki diri mereka sendiri karena terlambat datang dan tak sempat bertemu dengan ibu dosen yang mereka kagumi.


***Di Markas Broken Flower***


Pria rupawan bertato sedari tadi mempertampan diri memilih pakaian yang akan ia gunakan dan memberi sedikit pomade pada rambutnya agar selalu rapi. Pria yang tak pernah memperhatikan penampilannya tapi kini bagaikan seorang pangeran dalam Dunia dongeng versi Dunia nyata.


Pilihannya jatuh pada setelan hitam yang membuat vibes bak Duke tampan abad ini. Pria yang tak mengenal cermin tapi hari ini seolah ia candu pada benda itu setiap detik memperhatikan penampilannya, semua anggota broken flower heran melihat tingkah atasan mereka itu, bagaimana tidak dihari sebelumnya pria tampan itu bercermin satu kali dalam setahun tapi saat ini cermin seolah menjadi bagian dari dirinya. Orang tampan mah bebas tak bercermin tidak mengurangi ketampanannya yang penting jangan mandi satu kali setahun.


"Sejak kemarin tuan muda sangat aneh" ucap salah satu diantara mereka pada Zegos


"Aku rasa dia kehilangan ingatannya, karena kemarin terjadi kecelakaan beruntun" jelas Zegos yang saat ini heran mengapa sejak kemarin bosnya itu tidak marah-marah karena bukan Zetas Gang namanya jika dalam sehari tidak emosi.


"Tuan kita sangat tampan" ucap Zegos yang ingin memberitahu tuan mudanya itu bahwa sekarang penampilannya sangat perfect.


"Benarkah? bagaimana menurut kalian apa masih ada yang kurang?" tanya Zetas yang membuat anggota broken flower dag-dig-dug takut salah menjawab dan mengakibatkan nyawa mereka melayang.


"Jawab!" perintahnya


"Ok, aku ada urusan hari ini jadi kalian boleh libur, dan bebas pesan apapun yang kalian sukai. Tapi ingat, jangan macam-macam!" jelas pangeran bertato itu dan meninggalkan anggotanya menuju tempat rahasia dengan penampilannya sekarang vibes seperti CEO muda yang ingin bertemu dengan kekasihnya, tetapi aura harimau nya tak tertutupi.


...***Di Mension pribadi Vernon***...


"Kakek harap kamu menerima ajakan Adriana menemaninya datang ke pameran buku Frankfurt" pinta tuan Farancois


"Baiklah" singkat dan jelas


"Aku rasa wanita itu akan menjadi beban nantinya karena sering mengadu pada kakek" ucap Vernon yang saat ini penampilannya bak dewa cupid dalam mitologi Romawi yang membuat semua wanita terpanah akan pesonanya.


"Hai sayang" ucap Adriana setelah memasuki mobil dan saat ini duduk bersebelahan dengan Vernon tetapi pria tampan itu tidak menghiraukannya dan meminta Hendry melajukan mobil mewah karena malam ini pria kebanggaan agen rahasia itu menjadi sopir pribadi tuan mudanya.


Putri Adriana sangat menyukai hal-hal yang berbau seni ia bahkan pecinta puisi dan novel.


Indonesia menjadi salah satu tamu kehormatan dalam gelaran bertajuk "99 Light in the Island "


Dengan menampilkan 100 pengarang Indonesia termasuk wanita cantik nan anggun yaitu Huzafiyah Nurul Husein.


Dengan mengenakan kebaya hitam dan kain panjang yang over size tapi menampilkan vibes keanggungan yang abadi dan kecantikan alami yang sulit dijelaskan Fiyah menaiki podium Congress Center Messe Frankfurt, Jerman. Dilayar terbentang kata-kata puitis karyanya berganti-ganti dalam bahasa Indonesia, Jerman dan Inggris.

__ADS_1


Pameran buku terbesar di Dunia itu mengundang banyak pihak mulai dari seniman, pengusaha, pejabat, para pelajar dan selebriti.


Semua pandangan tertuju pada wanita cantik yang mengenakan kebaya hitam itu dengan santai dan elegan ia mengutarakan pendapatnya dan menjadi motivasi untuk generasi muda selanjutnya.


Pandangan Vernon Adhulpus tak teralihkan dari wanita yang menyita perhatiannya. Ia adalah wanita satu-satunya yang membuat pria berhati batu itu tersenyum saat mendengar ucapannya diatas podium.


Tepuk tangan yang gemuruh terdengar pertanda mereka sangat menikmati pidato Fiyah.


"Hai Nona bisakah kita bicara?" ucap Hendry pada Fiyah saat gadis cantik itu turun dari podium


"Ia, silahkan" terima Fiyah


"Tuan muda kami sangat tertarik dengan anda bisakah kita mengadakan janji untuk makan malam?" to the point Hendry


"Maaf tuan aku tidak bisa" tolak Fiyah karena ia tidak ingin berurusan dengan orang asing


"Tapi nona, tuan muda kami sangat membenci penolakan" jelas Hendry sedangkan sedari tadi sepasang mata memperhatikan mereka pria yang saat ini mengepalkan kedua tangannya masih melihat dari jarak jauh dan belum bergerak untuk melakukan aksinya.


"Siapa pria itu kenapa dia lama sekali berbicara dengan Huzafiyah" tak terima Zetas yang saat ini berdiri di tempat lain tapi pandangannya tak teralihkan dari wanita yang membuatnya tertarik itu.


"Maaf tuan, aku baru datang di Negara ini jadi tidak sembarangan menerima ajakan orang yang baru aku kenali" jelas Fiyah


"Tapi nona, tuan muda kami bukan orang sembarangan dia adalah" ucapan Hendry terhenti ia bingung bagaimana caranya menjelaskan tentang Vernon kepada Huzafiyah


"Dia pria baik dan tampan" lanjutnya yang membuat Fiyah tersenyum dan spontan Hendry memegang dadanya.


"tenanglah jangan meledak" batin Hendry menenangkan debaran jantungnya, bagaimana tidak kecantikan wanita yang saat ini berbicara dengannya mampu meruntuhkan tembok hati sekeras apapun.


"Nona bagaimana jika kita saling bertukar nomor ponsel, dan nanti aku akan menghubungi nona. Tenang saja aku pria baik-baik maksudnya tuan muda kami pria baik-baik" ucap Hendry dan Fiyah menyetujuinya


Setelah kepergian Hendry kini Fiyah ngobrol bersama kawan-kawan literasi lainnya. Saat seorang pria tampan mendekati Fiyah terlihat senyum manis pada bibir gadis cantik itu.


"Zetas" ucap Fiyah


"Ternyata nona masih mengingat namaku" ucapnya


"Tentu aku mengingat pria muda berpenampilan preman tapi seorang dokter" batin Fiyah


"Siapa pria tadi?" selidik Zetas


"Hanya seorang yang menyukai novel" alasan Fiyah karena ia tidak mungkin menjelaskan bahwa pria tadi diperintahkan tuan mudanya meminta Fiyah makan malam dengannya.

__ADS_1


__ADS_2