Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Sikapmu membuatku bingung


__ADS_3

Di Paviliun belakang ke diaman megah milik Zetas Gang, kini Jesika sangat nyaman dengan tempat barunya yang sekarang.


"Orion!" ucap Jesika yang tak menyangka akan bertemu lagi dengan sahabat semasa kecilnya, anak dari teman dekat ayahnya yaitu tuan Frans Nam seseorang billionaire


Pria tampan itu dengan segera memeluk Jesika


"Aku sangat merindukanmu" bisiknya


"Bagaimana kabar paman?" ucap Jesika dan melepas pelukan Orion


"Papa baik-baik saja"


"Kenapa kamu bisa masuk kesini?"


"Aku sekarang sudah menjadi bagian dari broken flower"


"Jangan bercanda, untuk apa kamu melakukan semua itu?"


"Untuk kamu, aku ingin menjagamu!" jelas Orion membuat Jesika memandanginya


"Ayah yang menyuruhku melakukan ini, dia sangat khawatir padamu. Jadi tidak perlu memasang ekspresi seperti itu, apa kamu menyangka aku menyukaimu jadi melakukan semua ini?"


"Tentu tidak, mana mungkin kamu menyukaiku."


"Ternyata kamu sadar diri juga, gadis menyebalkan!"


"Bahkan jika ayah tidak memintaku melakukan hal ini, pasti aku akan melindungimu" batin Orion


"Bagaimana jika kakak mengetahuinya?"


"Tidak perlu khawatir, Zetas tidak akan mengetahui hal ini"


"Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga, aku takut kakak melihatmu"


"Apa kamu takut kehilanganku?"


"Apa maksudmu, cepat pergi sana!"


"Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum itu aku ingin melihat senyuman manis darimu"


"Orion!" kesal Jesika


"Jesika!" tak ingin kalah pria tampan itu


"Jangan membuat masalah baru, jika ada yang melihat kita sedang berduaan maka--" ucapan Jesika terhenti


"Maka aku akan melindungimu" kesungguhan Orion


"Aku mohon pergilah, aku tidak ingin kamu dalam bahaya"

__ADS_1


"Aku akan pergi jika sudah mendapatkan apa yang aku inginkan" ucap Orion dan Jesika tersenyum manis kepadanya, membuat pria tampan itu puas dan kembali ke markas broken flower.


"Dasar anak nakal, kenapa juga paman mengirimnya datang kemari. Jika kakak mengetahui hal ini maka akan berbahaya untuknya" gumam Jesika


"Siapa dia?" tanya Zetas pada bodyguardnya yang ia perintahkan untuk menjaga paviliun, dan mereka saat ini sedang melihat Cctv, seorang pria memeluk istrinya dan Jesika tersenyum manis pada pria itu. Untung saja Orion membelakangi Cctv jadi identitasnya masih aman.


"Berani sekali dia membawa pria lain!" marah Zetas


"Cari tau siapa pria itu!" perintah Zetas


"Baik tuan" jawab mereka bersamaan


Di taman belakang paviliun Jesika dan bi Rose sedang asik ngobrol, tersenyum dan tertawa kecil. Zetas yang menyaksikan hal itu hanya terpaku menatap wajah cantik istrinya yang baru pertama kali tertawa lepas semenjak ia berada dilingkungan itu.


"Tuan" ucap bi Rose saat tersadar akan kedatangan Zetas, dan meninggalkan mereka berdua.


"Mengapa berhenti tertawa hmm?" ucap Zetas yang mulai mendekati Jesika.


Pria tampan itu semakin dekat hingga Jesika dapat menghirup aroma mint yang menguar dari deru nafasnya.


"Kenapa kakak kesini?" ucap Jesika yang mulai menjauhkan diri dari suaminya itu


"Apa salah jika aku kemari, ada yang melarang?"


"Atau kamu takut ketahuan?" menatap dengan tajam


Mendengar hal itu Jesika hanya terdiam tak berani menatap Zetas dan mengalihkan pembicaraan.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku?" ucap Zetas mengarahkan wajah Jesika kepadanya.


"Aku tidak menyembunyikan apapun"


"Benarkah?" selidik Zetas melihat kejujuran di mata Jesika


"Aku tidak berbo--" ucapan Jesika terhenti saat Zetas menciumnya dan ia dengan segera mendorong tubuh pria itu, memberi perlawanan. Walaupun mereka sudah resmi menjadi suami istri tapi Jesika tidak ingin terjebak dalam cinta yang menyakitkan lagi.


"Aku sudah bilang berulang-ulang kali kepadamu bahwa aku sangat membenci penolakan!"


"Apa kamu akan memberikan tubuhmu itu hanya kepada pria asing yang datang menemuimu?" ucapan penuh penekanan Zetas


"Aku akan memb*nuhnya untukmu!" dengan tatapan menakutkan ia memandang Jesika.


"Siapa laki-laki yang datang menemuimu itu?" pertanyaan Zetas tapi Jesika hanya diam tidak berani bicara


"Jawab!" teriaknya


"Jangan buat kesabaranku hilang!"


Air mata Jesika mulai membanjiri pipinya, ia sangat takut jika suaminya itu kembali menjadi pria yang kasar lagi, baru kemarin ia meminta maaf dan sekarang berubah menjadi pria kejam lagi.

__ADS_1


"Apa karena kamu ingin menjauh dariku oleh karena itu meminta bantuan dari pria lain?"


"Sayang, siapa pria yang bersama denganmu itu?" ucap lembut Zetas yang saat ini jarak mereka hanya sejengkal


"Jangan menjawabku dengan air matamu, aku ingin penjelasan darimu!"


"Dia hanya teman semasa kecilku kakak" ucap Jesika terbata-bata


"Hah, apa seorang teman pria bisa dengan bebasanya memeluk teman wanitanya?"


"Kamu tersenyum saat memeluknya dan berlinang air mata saat aku menciummu. Apa itu pantas?" teriak Zetas dengan amarah


"Tatap mataku, dan berkata bahwa kamu menyesali perbuatanmu itu!" perintahnya yang saat ini mencengkeram wajah Jesika


"Kakak, tolong bebaskan aku" dengan Isak tangisnya


"Ulangi lagi sayang!" ucap Zetas yang saat ini berubah menjadi devil


"Tolong lepaskan, aku janji tidak akan menampakkan diri dihadapan kakak untuk selamanya" jeritan hati Jesika selama ini


"Aku akan membebaskanmu jika kamu bersedia melakukan tugas seorang istri, berbaktilah pada suamimu ini sayang" bisik Zetas dengan tatapan nakalnya menakuti Jesika.


"Itu tidak akan pernah terjadi, kamu telah membunuh ayahku didepan mataku sendiri. Mana mungkin aku menyerahkan diri ini kepada pria yang tidak berperasaan sepertimu kakak!" batin Jesika


"Mengapa diam sayang, jika tidak sanggup maka jangan pernah berkata ingin jauh dariku!" tegas Zetas yang mulai melepas cengkeramannya dan mengusap lembut air mata istrinya.


"Jadilah gadis yang penurut, jangan buat diriku menyakitimu" bisiknya


Entah mengapa seorang ketua Broken Flower seolah memiliki dua kepribadian, kadang kasar dan kadang penuh kelembutan. Mungkin ia mulai memiliki rasa pada Jesika tapi mengingkari hal itu karena wanita yang bersamanya saat ini adalah seorang anak dari pria yang memusnahkan seluruh keluarganya.


"Ikut aku" ajak Zetas dan hanya diikuti oleh Jesika


"Masuk!" perintah Zetas, setelah memasuki ruangan itu Jesika hanya duduk sedang pria tampan itu seolah sibuk dengan kegiatannya


"Kamu mau kemana?" tanya Zetas yang saat ini mereka sudah berada dalam kamar pribadinya


"Aku ingin keluar"


"Kenapa pintu ini dikunci, tolong buka pintunya kakak" pinta Jesika


"Apa kamu bosan, atau takut?"


"Aku tidak akan berbuat hal aneh kepadamu, lagian aku sangat sibuk" ucap Zetas yang saat ini duduk di kursi kerjanya dengan pandangan fokus kelayar laptop.


"Apa kamu akan selamanya mematung disitu?" godanya pada Jesika yang sedari tadi berdiri didepan pintu


"Aku ingin minum, aku juga lapar" alasan gadis cantik itu


"Buka lemari yang ada disampingmu" ucap Zetas yang diikuti oleh Jesika dan seketika matanya membulat sempurna melihat semua yang ia butuhkan ada dalam lemari itu, berbagai minuman tertata rapi, dan semua jenis makanan ringan seolah memberi sapaan ramah kepadanya, agar mereka dicicipi satu persatu.

__ADS_1


"Apa dia foodie?" batin Jesika


__ADS_2