Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Ikatan Halal


__ADS_3

"Jika Allah mengabulkan satu doa mu hari ini. Doa apa yang ingin kamu cepat wujudkan?" bisik Vernon pada Huzafiyah yang sontak membuat wanita yang sekarang sah menjadi miliknya secara agama maupun hukum memberi tatapan tajam kepadanya.


"Ya Allah, bantulah aku menyerahkan keseluruhan diriku, sehingga aku dapat menerima semua yang engkau ingin berikan kepadaku. Ya Allah, bantulah aku untuk melepaskan beban keraguan dan berjalan dengan bebas dalam iman, percaya bahwa rencana-Mu untukku akan selalu lebih besar dari impian terbesarku.


Ya Allah ampuni aku atas kesalahan yang telah aku buat dan kesalahan yang akan aku buat. Ya Allah, tolong ingatkan aku bahwa kebaikan-Mu akan selalu lebih besar dari kesalahanku, bahwa cintamu akan selalu lebih besar dari rasa maluku.


Ya Allah, pancarkan cahaya-Mu kepadaku agar mataku dapat sadar akan kebenaran-Mu dan agar hatiku dapat diterangi oleh pantulan keindahan-Mu" batin Fiyah yang saat ini harus menerima takdir yang telah tersurat untuknya.


"Maafkan aku, walaupun kata itu tidak membuat kesedihan dan kebencian mu kepadaku menghilang, tapi aku tak akan menyerah untuk membuatmu percaya bahwa aku akan menjagamu melebihi nyawaku!" jelas Vernon yang saat ini mulai menyadari jika ketertarikannya kepada wanita yang kini sudah halal baginya adalah cinta dan bukan karena keserakahan.


"Apa yang harus aku lakukan agar engkau tersenyum nona?" lanjut Vernon yang diabaikan oleh Fiyah. Saat ini mereka hanya berdua dalam kamar pribadi Vernon di Mension nya.


"Luapkanlah semua kekesalanmu kepadaku, kita hanya berdua disini aku siap menerima kemarahanmu" pasrah Vernon


"Percuma, itu tidak akan membuat waktu terulang kembali!" spontan Fiyah


"Aku akan bertanggung jawab atas semua kesalahanku, aku akan menemui kedua orang tuamu meminta restu mereka. Dan meminta maaf karena menikahi mu tanpa sepengetahuan mereka"


"Aku telah berjanji kepada seseorang dan engkau membuatku mengingkari janji itu, aku" ucapan Fiyah terhenti karena tak dapat menahan kesedihannya yang merasa bersalah


"Aku akan menemuinya dan menyelesaikan semua!" jelas Vernon


"Apa maksudmu?"


"Aku ingin minta maaf kepadanya"


"Maaf!"

__ADS_1


"Hanya itu yang kamu tau, tanpa memikirkan perasaanku engkau berbuat sesukamu. Bahkan aku masih memiliki kedua orang tua yang pasti mereka akan menanggung malu saat mengetahui bahwa putri mereka menikah tanpa sepengetahuannya dan itupun dinikahkan dengan terpaksa" ucap Fiyah dengan derai air mata


"Aku tidak pernah terpaksa menikah denganmu Huzafiyah. Sungguh, aku mengucapkan kalimat sakral itu atas dasar cinta dan janjiku atas nama Tuhan" jelas Vernon


"Aku tau dalam hal ini kamu yang terpaksa, dan aku tidak akan pernah menyentuhmu jika engkau tidak memberi izin kepadaku"


"Aku sangat membencimu!" jujur Fiyah yang melukis senyum manis di wajah tampan Vernon


"Ini yang membuatku sangat ingin memilikimu, dan aku tidak ingin wanita sepertimu jatuh ke tangan orang yang salah. Terutama Zetas!" batin Vernon


"Istirahatlah, aku ada urusan penting, jika engkau membutuhkan sesuatu katakan pada Clara" jelas Vernon


Clara adalah adik dari Hendry yang saat ini dipercayai Vernon untuk menjadi pelayan pribadi Fiyah. Ini kali pertamanya Mension itu dihuni oleh wanita.


...*...


...*...


...*...


"Ikuti semua perintah nyonya muda!" jelasnya


"Aku lebih menyukai kehidupanku sebelumnya!" gumam Clara yang masih terdengar oleh abangnya itu


"Ini saatnya kamu memperbaiki pola hidup, jangan hanya tau rebahan dan makan saja!" jelas Hendry yang membuat adik cantiknya itu mengerucutkan bibirnya


"Hal ini menguntungkan ku juga, karena aku bisa melihat Vernon secara langsung setiap harinya" batin Clara

__ADS_1


"Sangat beruntung wanita yang dipilih tuan Vernon" lanjut Clara yang membuat Hendry memperingati adiknya itu agar tidak bicara sembarangan.


Mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang, dua pria yang sangat menawan hanya terdiam menikmati perjalanan mereka. Hendry yang fokus pada pekerjannya menjadi sopir tuan mudanya, sedang Vernon fokus melihat Vidio terbaru yang dikirimkan oleh hacker Big Move.


"Tuan, apa tidak terlalu mendadak membatalkan pertunangan di acara besar ini?" khawatir Hendry karena malam ini adalah acara anniversary tuan Paxton dan istrinya.


"Ini adalah waktu yang tepat, tuan Paxton saat ini sedang bahagia, jika mendapat kabar tak menggembirakan suasana hatinya tidak terlalu buruk nantinya" santai Vernon yang diterima anggukan kepala Hendry


"Lalu bagaiman dengan putri Adriana tuan?"


"Bukankah engkau perduli kepadanya, kenapa menanyakan hal itu padaku?" spontan Vernon


"Maksud tuan aku yang harus menghiburnya jika ia bersedih?" cerdas Hendry yang langsung mengetahui maksud tuan mudanya


"Aku tidak menyuruhmu melakukan itu, tapi jika engkau ingin menghiburnya terserah padamu" jelas Vernon dengan senyum penuh maknanya.


Suasana sangat meriah banyak tamu terhormat datang dan memberi selamat kepada tuan Paxton dan nyonya Sandrina. Tuan Francois dan tuan Adhulpus pun datang mereka sudah mengetahui rencana Vernon yang ingin membatalkan pertunangannya dengan putri Adriana.


Pria tampan dengan gaya rambut surf cut yang diberi sedikit pomade dan menggunakan setelan hitam tanpa dasi di kemejanya, jas mahal menambah kesan mewah pada penampilan yang nyaris sempurna itu. Dengan jam tangan rolex yang melingkar rapi ditangan indah itu.


Semua pandangan tertuju padanya tak terkecuali putri Adriana yang merasa menjadi wanita paling beruntung di Dunia karena akan memiliki Vernon pria yang seolah tak memiliki kekurangan.


Vernon menaiki podium dan tanpa basa basi ia langsung ke inti pembicaraan, tak cukup lima menit ia sudah turun dari podium. Kini putri Adriana tak dapat menahan rasa kecewanya cairan bening mulai membanjiri pipi gadis cantik itu, tuan Paxton dan nyonya Sandrina sangat kecewa pada sikap Vernon yang tak menghargai mereka.


Walaupun sebelum menuruni podium Vernon meminta maaf kepada mereka tapi tetap saja pria tampan itu telah merusak suasana kebahagiaan malam yang penuh sejarah bagi tuan Paxton dan nyonya Sandrina.


"Ini adalah kejutan dariku tuan Nicolous, dan hadiah pernikahan yang telah engkau siapkan untukku, aku akan datang mengambilnya sendiri dan waktunya tergantung kepadamu!" bisik Vernon kepada Nicolous yang saat ini menghadiri acara anniversary tuan Paxton membuat pria itu tak percaya atas apa yang telah ia dengar.

__ADS_1


__ADS_2