Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Hubungan yang membaik


__ADS_3

Mata ketua Big Move itu mulai berkaca-kaca, terlalu dalam cinta yang dialami oleh orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya itu.


Entah saat ini tuan Adhulpus berada dimana, karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi pada ayahnya, Vernon menghubungi big move agar mereka mencari keberadaan tuan Adhulpus.


Saat ini ia hanya bisa menatap dua potret wanita yang paling berharga dalam hidupnya itu. Wanita yang melahirkan dan membesarkannya, nyonya Azqila adalah wanita yang mengandungnya tapi selama ini kebenaran itu ditutupi darinya, hingga Vernon hanya mengenal sang ibu kedua yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Mereka adalah wanita yang paling berharga dan tidak bisa dibandingkan satu sama lain, karena keduanya adalah cahaya dalam hidup pria tampan itu.


***


Sedang di mension Fiyah menghawatirkan suaminya, Vernon hanya mengirimkannya pesan bahwa ia akan menemui ayahnya.


Waktu begitu cepat berlalu kini gelap perlahan menyelimuti Bumi, Fiyah sedari tadi duduk di sofa dekat pintu utama menunggu sang suami tercintanya pulang. Sikap dingin tuan Francois perlahan mulai mencair dan kadang menyapa istri cucunya itu.


Bunyi pintu membuat Fiyah yang tadinya kantuk mulai menghampiri dan kini ia dengan cepat bangkit dari sandarannya melihat siapa yang datang. Kekecewaan tampak dari raut wajahnya saat yang datang adalah Hendry, sang asisten itupun tahu akan hal itu, salah satu sudut bibirnya terangkat dan menghampiri istri tuannya itu, memberitahukan bahwa malam ini Vernon tidak pulang karena masih ada urusan.


Vernon sangat tahu semua hal tentang istri tercintanya, maka dari itu ia meminta Hendry menemui Fiyah dan menyaksikan sendiri bahwa nyonya Vernon tidak melewatkan makan malamnya hanya karena menunggu sang suami pulang.


Setelah semua kehendak tuan mudanya itu terpenuhi dan menyaksikan nyonya Huzafiyah memasuki kamarnya Hendry pun kembali ke markas big move.


Big move telah menemukan keberadaan tuan Adhulpus dan langsung mengabari ketua mereka. Beberapa hari ini tuan Adhulpus hanya menyendiri dan membuat kemah didekat makam istri pertamanya. Tepat itu berada di taman belakang mension dengan jarak yang cukup jauh dan dibatasi oleh pagar yang tinggi menjulang, membuat orang yang tidak mengetahuinya beranggapan bahwa itu adalah batas dari halaman mension. Tapi sebenarnya dibalik tembok yang menjadi pagar adalah sebuah taman indah yang disana ada makam nyonya Azqila, sedang makam nyonya Ayeleen tidak ada karena jasadnya tidak ditemukan dalam tragedi kebakaran itu.


***

__ADS_1


Flash back


Satu Minggu yang lalu, tuan Adhulpus mengunjungi makam sang istri. Ia mencurahkan isi hatinya, bercerita pada sang istri yang hanya tinggal nama.


"Azqila maafkan aku karena hatiku telah terbagi dengan wanita lain, aku sangat takut engkau bersedih jika mengetahui hal itu, karena sejatinya wanita sangat pencemburu dan ingin diutamakan, menjadi satu-satunya dalam kehidupan ini. Tapi aku kalah pada kesabarannya menghadapi sikap dinginku."


"Aku pikir bersikap cuek dan egois membuatnya membenciku, tapi hal itu sia-sia, ia malah berbalik semakin menujukkan sikap hangatnya yang penuh cinta. Hatiku sangat sakit melihat air mata di wajah teduh itu berderai, tapi apalah dayaku disaat aku ingin mendekatinya pikiran ini dipenuhi akan dirimu dan seolah engkau menguasai pandangan ini."


"Aku merasa laki-laki paling hina saat mengetahui, ia mengandung anakku tapi sebelum aku mengetahui hal itu, rupanya takdir Allah tak sejalan dengan keinginan hambanya, karena yang paling indah dan terbaik Allah lebih mengetahuinya. Ada banyak kebahagian yang dikemas dalam bentuk masalah, hanya menunggu waktu agar kebahagian itu bisa tergapai."


"Azqila, engkau adalah cinta pertama dan terakhirku. Itu adalah doa yang selalu aku panjatkan, tapi rupanya hati ini telah terbagi. Aku sangat takut jika engkau kecewa dan marah kepadaku, aku sangat mencintaimu istriku, tapi aku juga mencintainya. Aku rasa aku adalah pria yang paling berengsek karena mempermainkan perasaan wanita, tidak bisa adil dalam hal ini."


"Aku hanya ingin tidak ada rahasia diantara kita istriku, sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, akan selalu menghargaimu."


***


Saat mendengar informasi itu Vernon bergegas menuju taman rahasia itu, menemui sang ayah.


"Papa!" ucap Vernon yang langkahnya terasa berat saat melihat makam yang bertuliskan "Azqila Ziya Yildiz"


Melihat putranya itu tuan Adhulpus bangkit dari duduknya, tatapannya kosong seolah tidak ada lagi semangat hidup pada dirinya.

__ADS_1


Vernon memeluk erat sang ayah yang kini pria tampan yang berusia itu terlihat berat badannya berkurang, dengan wajah yang kini kumis dan jenggot mulai memanjang, seolah ia tidak perduli lagi dengan penampilannya.


"Papa harus menebus semua ini!" ucap Venron membuat tuan Adhulpus melepas pelukan darinya


"Aku yang bersalah dalam hal ini, maaf karena tidak menceritakan tentang ibumu!" jelas tuan Adhulpus dengan suara beratnya


"Lihatlah dirimu tuan, sangat berantakan!" ucap Vernon


"Papa harus menebusnya dengan hidup bahagia, menerima kenyataan ini. Jika istri papa mengetahui hal ini maka dia akan sangat bersedih, selain itu jika dia melihat laki-laki yang dulunya sangat gagah kini terlihat semakin tua dan berantakan maka dia akan meninggalkanmu tuan Adhulpus, dia akan mencari pria yang lebih baik darimu!" jelas Vernon dan sedikit bercanda dengan ayahnya.


Terlihat senyum tipis di wajah tuan Adhulpus, walau penampilannya saat ini sangat kacau tapi ketampanannya masih terpampang nyata.


"Maafkan aku kerena selama ini salah paham pada papa" ucapan tulus Vernon


"Papa yang seharusnya minta maaf, karena telah---" ucapan tuan Adhulpus terhenti saat Vernon memintanya agar tidak membicarakan itu lagi, ia tahu bahwa sang ayah tidak sanggup menyebut nama wanita yang ia cintai itu dihadapan Vernon.


Ketua Big move itu mengajak tuan Adhulpus memasuki mension, setibanya di kamar ayahnya Vernon menuntun tuan Adhulpus ke kamar mandi mewah itu.


Vernon mulai mengusapkan shaving foam yang memiliki busa lembut dan mulai mencukur jenggot dan kumis ayahnya.


Senyum tipis terlukis diwajah tampan Vernon, ia merasa lucu saat ini, karena melihat ayahnya yang hanya pasrah mengikuti kemauan putranya itu. Padahal dirapikan sedikit saja akan terlihat lebih gagah, tapi sang putra rupanya ingin ayahnya terlihat jauh lebih muda lagi, oleh karena itu ia memutuskan untuk mencukurnya, tak lupa juga Vernon merapikan rambut tuan Adhulpus.

__ADS_1


Setelah itu Vernon pun keluar dan tuan Adhulpus melanjutkan dengan membersihkan diri. Perasaan lega atas semua Masalah dengan ayahnya terlah terlepaskan, kini ia bisa pulang menemui istri tercinta. Tapi sebelum itu Vernon harus menunggu tuan Adhulpus, walaupun saat ini menujukkan 23:54 tapi tatap saja pria tampan itu ingin pulang, mungkin jika tuan Adhulpus memintanya untuk tinggal di mensionnya malam ini Vernon akan mengiyakan. Tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi kepribadian ayah dan anak itu sama, jadi pastinya ia akan membiarkan Vernon pulang tanpa menahannya.


__ADS_2