Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kisah tuan Adhulpus (14)


__ADS_3

Setibanya di mension, tuan CEO tampan itu seperti biasa langsung menemui sang buah hatinya. Kini Vernon kecil terlelap dan disamping baby box Ayeleen tertidur dengan meyandarkan tubuhnya pada tempat tidur bayi tampan lucu.


Melihat hal itu terlukis senyum tipis dari wajah tuan Adhulpus walau hanya sekilas. Setelah mengecup kening putranya ia langsung meninggalkan ruangan Vernon kecil menuju kamar pribadinya.


Ucapan tuan Francois selalu terngiang-ngiang, kini CEO muda itu merilekskan tubuh berendam dengan air hangat, jacuzzi kolam besar yang menggunakan sistem jet bawah air.


Sedang di kediaman tuan Francois, sedari tadi Darelano memikirkan cara agar bisa memasuki mension Adhulpus dan menemui Ayeleen. Ia tidak bisa masuk secara diam-diam dan menculik wanita itu, penjagaan mension tuan Adhulpus sangat ketat. Para bodyguard 24 jam bergantian untuk menjaga keamanan, kerana tuan CEO itu tahu bahwa lambat laun keberadaan Ayeleen akan diketahui oleh seseorang yang ingin menculiknya, maka dari itu waspada sejak awal lebih baik.


Keesokan harinya di meja makan, seperti biasa tuan Adhulpus hanya sarapan sendirian. Saat Ayeleen memasuki ruangan mata mereka saling tertuju, dan dengan cepat gadis cantik itu memalingkan pandangannya.


"Ayeleen!" panggil tuan mudanya saat ia hendak keluar dari ruang dapur


"Iya tuan" ucapnya dengan gugup


"Kamu sudah sarapan?" ucapnya membuat wanita cantik itu merasa aneh karena selama ini tuan mudanya itu sangat cuek, bahkan keberadaannya saja tidak dianggap sama sekali. Ayeleen menggelengkan kepalanya dan pamit untuk ke kamar baby Vernon.


"Ayeleen!" panggil tuan muda itu lagi, membuat langkahnya terhenti.


"Kemari!" ucapnya dengan tatapan ramah, membuat wanita muda nan cantik itu perlahan menghampiri.


"Duduklah!" pinta tuan Adhulpus, dan diikuti oleh baby sitter itu.


Saat Ayeleen duduk ia pun bangkit dari duduknya, mengambil jas mewahnya yang ia letakkan disandaran kursi.


"Jangan lupa sarapan, jaga kesehatan kamu!" ucapnya lalu pergi, membuat jantung wanita cantik itu berdetak sangat kencang.


"Tenanglah!" ucap Ayeleen sambil mengelus dadanya


"Kenapa wajah nona merah seperti itu?" tanya salah satu pelayan.


"Merah?" tak percaya dengan apa yang pelayan itu ucapkan


"Mana mungkin wajahku memerah hanya karena tuan menyuruhku untuk sarapan?" merasa terlalu cepat dirinya jatuh hati ketika tuan CEO tampan itu memberi sedikit perhatian padanya.


Mobil mewah melaju meninggalkan mension, setibanya di perusahaan, Brayen dan Paxton menyambut kedatangan sahabatnya itu.


"Bro gue lamar kerja disini ya?" ucap Paxton


"Memangnya perusahaan bokap Lo kenapa?" ucap Adhulpus walaupun ia sudah tahu tujuan sahabatnya itu melamar kerja di perusahaannya.


"Baik-baik saja, tapi gue pengen dekat sama kalian saja!" alasannya


"Cuih!" tak percaya Brayen


"Bilang saja kalau Lo mau kerja disini karena anak magang itukan?" lanjut Brayen


"Iya memangnya kenapa, masalah buat Lo?" candaan Paxton


"Masalah karena dia tidak suka sama Lo!" ucap Brayen bercanda


"Gimana gue diterima kerja disinikan?" memastikan

__ADS_1


"Temui asisten pribadi gue bro, terserah dia mau tempatkan kamu dimana!" jelas Adhulpus dan menuju ruangan


"Berarti aku diterima bro?" teriaknya


"Iya!" ucap tuan CEO


"Yes!" bahagia Paxton


"Asisten pribadi CEO, berarti gue dong?" gumam Brayen


"Gue akan kerjain Lo play boy cap Bonobo!" batin Brayen


"Heh Lo kan asistennya disini?" pura-pura tidak tahunya ala nyolot


"Iya gue kenapa?" tak ingin diremehkan


"Gue mau ditempatkan di bagian pemasaran!" keinginan Paxton


"Sudah penuh!" spontan Brayen


"Lo keluarinlah ganti dengan gue!" ucap Paxton seolah tak ada beban.


"Enak aja Lo, memangnya ini perusahaan bokap Lo apa?" tak terima dengan keinginan sahabatnya itu


"Ini perusahaan teman gue!" jelas Paxton


"Iya tapi gue yang berkuasa disini, dan CEO mempercayai gue sepenuhnya!" ucap Brayen membuat sahabatnya itu mengalah


"Cleaning servis!" Brayen ingin mengerjai Paxton, agar pria tampan itu tidak jadi melamar kerja di perusahaan mereka


"Apa?.......Lo gila apa, masa gue jadi cleaning servis?" tak terimanya


"Jadi Lo mau apa, melamar kerja tapi mau milih sendiri jabatannya, Lo gila!"


"Kurang ajar ya Lo, gini-gini gue calon CEO!" tak terima Paxton


"Iya, tapi itu di perusahaan keluarga kamu!" tak ingin kalah Brayen


"Ayolah bro, masa gue jadi cleaning servis sih, apa kata cewek yang nantinya gue ingin dekati. Masa tampang kaya gue gini jadi tukang bersih-bersih!" memelasnya tapi karena sahabatnya itu berhati baja tidak sedikitpun luluh akan hal itu.


"Cuma itu yang ada lowongan kerjanya!"


"Tega amat Lo, tidak jadi gue lamar kerja disini!" mengalah Paxton


"Awas aja Lo kalau gue jadi pejabat, nama Lo gue simpan didaftar hitam!" candaan Paxton


"Terserah, yang penting gue tidak akan memilih Lo. Apa jadinya Negara ini jika dipimpin sama manusia seperti ini!" dengan pandangan meremehkan tapi itu hanya candaan seorang sahabat.


***


"Tok-tok"

__ADS_1


Ketukan pintu, setelah CEO tampan itu mengiyakan Azqila pun memasuki ruangan.


"Saya diminta mengantarkan ini tuan!" jelasnya dan meletakkan dokumen itu diatas meja.


"Terimakasih" ucap Adhulpus tanpa beralih pandangan dari layar laptopnya.


"Saya permisi tuan!" pamit Azqila


"Iya" ucapnya dan mulai melihat kearah wanita itu, saat Azqil berbalik badan dan hanya punggung wanita cantik itu yang ia lihat dan berlalu keluar dari ruangannya.


Senyum tipis terlukis pada bibir indah tuan Adhulpus, dan kembali fokus menandatangani dokumen-dokumen penting perusahaan.


***


"Aku tidak boleh gegabah karena Adhulpus masih tidak mempercayaiku!" ucap Darelano


Dering handphone berbunyi


"Bagaimana keadaanmu ditempat tinggal barumu nak?" tanya tuan Mazoya yang saat ini mereka melakukan panggilan telepon.


"Lumayan nyaman" singkat Darelano


"Baguslah, kamu harus berhati-hati dalam bertindak!" mengingatkan


"Jangan sampai mereka semua mencurigaimu, ingat tujuan kita dan jangan pernah merasa luluh pada perhatian dan kasih sayang dari Francois!" Mazoya yang selalu meracuni pikiran anak angkatnya itu


"Tidak akan!" jelas Darelano


"Dan ingat, jangan pernah dibutakan oleh cinta. Tujuan kita adalah untuk balas dendam!" Mazoya semakin menjadi iblis penghasut


"Tidak perlu memperingatiku hal itu, aku tau apa yang harus aku lakukan dan apa yang harus aku jauhi!"


"Ayah tidak perlu khawatir akan hal itu!" yakin Darelano


"Aku sangat percaya padamu, jangan membuat kepercayaanku hilang padamu!" tegas tuan Mazoya


"Tidak akan Ayah!" jelasnya


"Darelano, ayah tau apa yang sedang kamu pikirkan saat ini. Jangan buat rencana kita gagal hanya karena wanita itu, jika kamu bisa menghancurkan keluarga Adhulpus maka wanita itu seutuhnya menjadi milikmu!"


"Tujuan utamamu adalah menghancurkan keluarga Adhulpus, jangan mengutamakan wanita itu!" tegas tuan Mazoya


"Sialan, siapa yang membocorkan semua ini pada ayah!" batinnya


"Apa kamu mendengarkan ku?"


"Iya!" ucapnya dan mengakhiri panggilan


Mazoya telah meracuni pikiran Darelano sejak masih kecil dan selalu berkata bahwa tuan Francois lah yang membunuh ibunya. Pria licik itupun berkata bahwa Darelano anak yang tidak diinginkan oleh karena itu dibuang dan Mazoya lah yang menyelamatkannya.


"Apa salahku ayah mengapa engkau selalu membedakan aku dengan putra-putramu yang lain!" dendam yang terpendam Darelano pada tuan Francois

__ADS_1


"Mengapa harus aku yang dikorbankan?.......Mengapa?" teriaknya


__ADS_2