Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kita adalah keluarga


__ADS_3

*Di Apartemen pribadi Hendry*


"Kakak sebenarnya sedang ada masalah apa?"


"Maaf jika aku tidak sopan menanyakan hal ini tapi aku sangat khawatir pada kakak"


"Aku hanya lelah" bohong Fiyah


"Jangan mencoba membohongiku kakak, walaupun pertemuan kita sangat singkat tapi kak Fiyah sudah aku anggap sebagai kakak sendiri dan kasih sayangku pada kak Fiyah melebihi kasih sayangku pada abangku sendiri" ucap Clara yang didengar oleh Hendry karena pria itu sedari tadi menguping pembicaraan mereka, awalnya ia ingin menghentikan adiknya agar tidak mengganggu Fiyah tapi rupanya Clara bisa menghibur wanita yang sangat penting baginya itu.


Fiyah kini memeluk Clara meluapkan kesedihannya, sedang gadis manis itu hanya membalas pelukannya tanpa berbicara apapun.


"Tidak apa jika kakak belum ingin bercerita kepadaku, setidaknya tidak lagi menyembunyikan kesedihan kakak" ucap Clara


"Kakak makan ya?" bujuk Clara saat Fiyah melepas pelukannya


"Terimakasih Clara"


"Kakak tidak perlu mengucapkan terimakasih kepadaku, kita adalah saudara. Mulai saat ini aku adalah adik kakak, dan tidak akan membiarkan seorangpun membuat kakak meneteskan air mata lagi!" jelas Clara yang sangat senang atas kehadiran Fiyah


"Sebenarnya aku sudah mendengar tentang tuan Vernon dari kak Hendry"


"Sabar ya kak" ucap Clara dan dibalas senyum yang masih terlihat dipaksa.


"Tidak sia-sia engkau hidup di Dunia ini gadis pemalas, ternyata ada gunanya juga. Aku akan menambah uang jajanmu" ucap Hendry saat Clara keluar dari kamar Fiyah


"Aku tidak bermimpikan?" batin Clara mendengar kakaknya berkata seperti itu, bagaimana tidak dalam pandangannya Hendry adalah seorang pria yang sangat pelit padahal abangnya melakukan hal itu karena Clara hanya tahu rebahan dan nonton drama saja.


"Angin mana yang harus telingaku dengar? lidah mana yang harus mulutku menyetujui?


Jika kenyataannya menelan ludah sendiri lebih manis dari pada harus terbuai akan janji seseorang seperti tuan Poseidon ini!" candaan Clara


"Aku tidak berbohong gadis pemalas?" Hendry mengeluarkan iPhone nya dari saku jas yang ia gunakan mengetik sesuatu yang membuat kebahagiaan sang adik membuncah.


"Terimakasih abangku sayang" ucap gadis manis itu saat melihat pesan di layar benda yang selalu bersamanya itu.


"Wah tidak menyangka tuan Poseidon akan sebaik ini, 20 juta!" kebahagian yang tiada tara bagi Clara karena ia bisa berbelanja makanan kesukaannya untuk stok nonton drama.


"Jika rajin shalat Dan puasa sunnah, maka akan aku tambahkan lagi!" ucap sang kakak


"Sungguh?" kembali Clara menghampiri abangnya


"Tentu saja!"


"Baiklah, aku akan rajin dan jangan menyesal jika uang kakak habis karenaku!" ucapnya lalu pergi


"Dasar pecinta uang!" gumam Hendry


"Apa yang salah saat ibu mengandung anak itu, apa dia ngidam uang?" heran abangnya


Sedang di rumah sakit pribadi Big Move kini tuan Francois yang selalu menjaga cucunya dan sesekali tuan Adhulpus datang menjenguk putranya.


"Lakukan semua hal yang terbaik untuk cucuku dokter!" perintah tuan Francois


"Baik tuan" ucap para dokter itu yang saat ini mereka merasa kesepian atas kepergian Hendry dan Fiyah

__ADS_1


"Vernon kamu harus cepat sembuh sayang, kakek janji akan membuat hidupmu bahagia dengan pilihan kakek"


"Kamu anak yang hebat, kakek yakin kamu bisa melewati semua ini!"


"Dokter!" panggil tuan Francois saat melihat cucu kesayangannya itu kini mulai membuka mata


"Tuan bisa mengikuti arah jari saya!" ucap satu dokter saat selesai memeriksa kondisi Vernon


"Alhamdulillah keadaan tuan semakin membaik"


"Tapi kaki saya kenapa tidak bisa digerakkan dokter" ucap Vernon


"Butuh waktu untuk sembuh total tuan, dan tuan harus rajin minum obat dan melakukan fisioterapi"


"Saya ingin pulang sekarang!"


"Tapi tuan baru saja sadar dari koma!"


"Apa gunanya kalian, saya ingin pulang dan kalian yang datang ke Mension!" keputusan tuan muda mereka yang tidak bisa diubah


"Baik tuan!"


"Panggilkan saya Hendry!"


"Hendry mengundurkan diri!" ucap tuan Francois


"Tidak mungkin dia mengundurkan diri tanpa sebab kakek!"


"Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjagamu dengan baik oleh karena itu ia mengundurkan diri!"


"Afron, hubungi Hendry dan suruh ia datang sekarang juga dan menjemputku!" perintah Vernon saat Afron masuk dalam ruangan


"Dasar keras kepala, aku sudah meminta Hendry mengganti nomor ponselnya" batin tuan Francois


"Nomor tuan Hendry tidak bisa dihubungi dan kami juga belum menemukan jajak keberadaannya saat ini tuan" jelas Afron


Tatapan Vernon mengarah pada tuan Francois


"Apa engkau mencurigaiku bahwa akulah yang membuat Hendry pergi cucuku?"


"Jika bukan kakek lalu siapa lagi yang bisa berbuat seenaknya selain aku!"


"Dia sendiri yang merasa bersalah dan aku hanya mendukung keputusannya untuk mengundurkan diri"


"Afron ajak Cello mencari Hendry sekarang juga dan datangi alamat yang aku kirim pada kalian" ucap Vernon yang sudah mulai beraktivitas seperti biasanya seolah ia baru saja bangun dari tidurnya.


"Cucuku apa engkau sudah memiliki seseorang yang engkau cintai?"


"Apa maksud kakek?"


"Apa kamu mengingat seorang wanita yang sangat penting bagimu?"


"Tentu saja!"


"Siapa dia?"

__ADS_1


"Mami!"


"Selain itu?"


"Apa sebenarnya maksud kakek, aku tidak ingin merepotkan hidupku dengan seorang wanita, selain mami tentu tidak ada lagi!"


"Syukurlah" perasaan lega tuan Francois, untung saja dia sudah memperingati semua anggota Big Move dan termasuk para dokter itu agar merahasiakan tentang Huzafiyah.


"Kakek akan membawa kamu pulang sekarang!"


"Sebaiknya kakek pulang sekarang saja dan aku ingin menunggu Hendry datang menjemputku!"


"Apa Hendry sangat penting dibanding kakek bagimu?"


"Aku tidak ingin berdebat, mohon tuan Francois mengerti hal itu!" ucap Vernon yang membuat kakeknya kecewa


"Papamu sering datang menjengukmu Vernon"


"Aku tida ingin mendengar tentangnya!"


"Baiklah, tapi suatu saat nanti aku harap kalian bisa baikan!"


"Kakek pulang sekarang dan menunggumu di Mension kakek, jangan membantah dan segera datang kesana!"


"Vernon dengarkan kakek!" tegas tuan Francois yang disetujui Vernon


***


Bel pintu apartemen Hendry berkali-kali berbunyi dan pria tampan itupun segera berjalan kearah pintu melihat siapa yang datang.


"Mereka!" gumam Hendry saat melihat di layar monitor


"Assalamualaikum" ucap mereka saat pria bertubuh ideal itu membuka pintu


"Waalaikumsalam, silahkan masuk"


"Kami tidak perlu masuk tuan karena datang kesini hanya untuk menjemput tuan!"


"Ada apa?"


"Tuan Vernon sudah siuman dan meminta tuan menemuinya"


"Tunggu apa lagi, ayo kita segera kesana!" bahagia Hendry


"Baik tuan!"


Sesampainya di rumah sakit pribadi Big Move


"Mengapa kamu mengundurkan diri?" tanya Vernon saat Hendry memasuki ruangan


"Itu karena---" bingungnya harus beralasan apa


"Apa kakek yang memintamu?"


"Bukan tuan, hanya saja"

__ADS_1


"Hanya saja dia yang meminta kamu mengundurkan diri, begitu!" belum sempat Hendry menjelaskan Vernon melanjutkan ucapannya, asisten sekaligus sahabatnya itupun hanya diam menunduk.


__ADS_2