
Di sebuah hotel mewah milik pria maskulin yang saat ini sedang berbincang dengan seseorang yang merupakan teman lamanya, siapa lagi jika bukan Vernon Adhulpus.
"Rupanya kamu masih ingat padaku!" ucap Zetas membuat salah satu sudut bibir Vernon terangkat
"Aku tau kamu sudah mengetahui identitas Big Move" ucap Vernon membuat Zetas tersenyum penuh arti
"Kau seorang pahlawan tapi berpura-pura menjadi penjahat!" singgung Zetas
"Apa mau kalian?" to the point ketua Broken Flower itu
"Rupanya kamu tidak pernah berubah Zetas, aku sangat menyukainya!" bahagia Vernon karena tidak perlu lagi basa-basi
"Bergabung dengan Big Move!" to the point ketua agen rahasia itu
"Hahahaha...Apa kamu bercanda Vernon?" merasa lucu Zetas atas permintaan pria tampan itu
"Aku serius, bergabunglah dengan Big Move. Kalian hanya perlu menjadi unit khusus, identitas kalian hanya Big Move yang mengetahuinya, sedang dipandangan mereka Broken Flower tetapla perkumpulan para mafia" jelas Vernon
"Apa jaminannya jika Broken Flower menjadi unit rahasia?" tak ingin dirugikan
"Hah" Vernon membuang nafas dengan kasar
"Bukankah ini sangat menguntungkan untuk kalian, Broken Flower tidak lagi menjadi buronan polisi tetapi menjadi rekan kerja, bagaimana?" tawaran Vernon
"Selain itu aku akan menjamin kebutuhan kalian" lanjutnya
"Maksudmu aku harus berhenti dengan bisnisku?" tak terima Zetas
"Kamu tidak perlu bermain kotor untuk menjadi kaya Zetas. Mulailah berbisnis yang legal!" jelas Vernon
"Jaga ucapanmu, jangan menceramahiku jika tidak tau tentang Broken Flower!"
"Aku tau, sangat tau tentang kalian. Broken flower selalu beramal, memberi bantuan pada mereka yang membutuhkan, tapi apa kalian tidak merasa aneh, ibarat mencuci pakaian yang kotor dengan air kencing. Bukankah itu percuma, selain kotorannya tidak hilang tapi malah bertambah bau busuk. Sangat menjijikan!" jelas Vernon
"Aku perduli denganmu, menyadarkan dirimu adalah tujuan utama kita bertemu. Kamu sebenarnya pria yang cerdas dan bijak" ucapnya
"Hah!" Zetas yang merasa diremehkan
"Mulailah menjadi businessman atau penjual pizza keliling?" candaan Vernon
"Jangan main-main Vernon, aku tau kamu mengerti apa maksudku!" tidak bisa diajak bercanda Zetas
"Santai kawan, hanya sekedar bergurau, aku tau kamu tidak ingin bangun pagi dan harus ke kantor, selain itu sibuk dengan tumpukan dokumen penting perusahaan, bertemu klien dan masih banyak lagi. Tapi semua itu bisa dihindari jika kamu memiliki orang kepercayaan" jelas Vernon
"Selama ini aku hanya satu kali ke perusahaan, dan yang handle semua itu adalah orang-orang kepercayaanku, sedang aku hanya menandatangani dokumen penting dari rumah, santai bukan?" lanjutnya
"Apa kamu tertarik dengan itu, menjadi pemimpin salah satu perusahaan keluarga Adhulpus?" tawaran Vernon
"Aku tidak tertarik!" spontan Zetas
"Aku tidak kekurangan harta!" tersinggung pria tampan bertato itu
"Aku tau kamu memiliki banyak bisnis perhotelan dan restoran, tapi bukankah itu sama saja dengan bisnis kotor lainnya. Tempat itu semua hanya kamu siapkan untuk para mafia yang dengan bebasnya melakukan transaksi ilegal!" jelas Vernon
"Aku tawarkan sekali lagi kepadamu Zetas, apa kamu ingin bergabung menjadi unit khusus, menjadi bagian dari Big Move?" tegas Vernon
__ADS_1
"Aku tidak tertarik dengan tawaranmu!" jelas Zetas
"Aku bisa menjebloskan kamu kedalam penjara saat ini juga Zetas, sudah banyak bukti kejahatan yang Broken Flower lakukan"
"Kamu rupanya mengancamku!" senyum Zeata ala devil dengan tatapan jokernya
"Karena kamu menyukai permainan kasar!" jelas Vernon
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" perjelas Zetas
"Menjadi unit khusus, bekerjasama mencari kelemahan Dark Mafia, menjebloskan mereka kedalam penjara."
"Bukankah kita memiliki tujuan yang sama?" lanjut Vernon
"Hanya saja aku melakukan ini semua bukan lagi karena dendam, tetapi agar keadilan ditegakkan dan Mazoya tidak lagi mengusik keluargaku!" jelasnya
"Aku sangat membenci Darelano!" tegas Zetas
"Dia adalah pamanmu, apa kamu masih ingin melindunginya?" tanya Zetas
"Aku tidak akan berpihak pada kejahatan walaupun itu adalah keluargaku sendiri!" jelas Vernon
"Baik, aku akan mengikuti semua rencana Big Move, tapi tidak menjadi unit khusus atau bagian dari kalian!" tolak Zetas
"Kamu sangat keras kepala Zetas, aku melakukan ini semua untuk keselamatan Broken Flower. Aku tidak ingin suatu saat nanti kalian bergabung dengan Dark Mafia bersama-sama dibalik jeruji besi!" ucapan Vernon bagai tembakan yang tepat sasaran ditubuh ketua Broken Flower itu.
Zetas terdiam beberapa saat, terlintas dibenaknya bahwa selama ini ia tidak pernah menikmati kekayaan yang didapatkannya itu, dihasilkan dari perbuatan ilegal. Mungkin ini saatnya ia bertobat dan menghidupi keluarganya dengan nafkah yang halal.
"Aku terima tawaranmu" ucap Zetas membuat Vernon tersenyum bahagia.
"Mulai saat ini kita adalah saudara, Big Move dan Broken Flower adalah keluarga. Aku tidak akan pernah membiarkan seseorang diantara kita kelaparan!" jelas Vernon membuat Zetas menyerngitkan dahinya.
"Bukan seperti itu maksudku kawan, hanya saja ingin mengungkapkan ketulusan Big Move pada kalian" jelas Vernon
"Aku tidak menyukai hal itu!" ucap Zetas
"Dasar manusia aneh tidak bisa diajak bercanda, dan tidak tersentuh sedikitpun dengan ucapan tuan muda kami!" batin Hendry yang menyaksikan hal itu, sedang Zegos asisten pribadi Zetas sedari tadi memandang Hendry dengan raut wajah tak suka.
"Apa Lo lihat-lihat!" gumam Zegos saat Hendry menatap kearahnya
"Asistennya juga sama saja!" gumam Hendry
"Satu misi kita berhasil" ucap Vernon saat Zetas meninggalkan ruangan.
"Iya tuan" bahagia Hendry
"Mengapa tuan sangat perduli dengan Zetas, bukannya tuan tidak menyukai pria itu?" penasarannya
"Aku tidak menyukai sikapnya yang angkuh dan kasar, tapi sebenarnya dia pria baik. Aku rasa memiliki kesamaan dengannya, dia berbuat seperti itu karena seluruh keluarganya dimusnahkan oleh ayah angkatnya sendiri, hanya cara ingin balas dendamnya yang salah" jelas Vernon
"Selidiki tentang kematian keluarga Zetas Gang!" perintah Vernon
"Siap tuan" ucap Hendry
***
__ADS_1
Dalam mobil mewah yang melaju, terlihat dua pria yang gagah dan karismatik sedang mengobrol.
"Mengapa tuan menerima tawaran mereka?" tanya Zegos
"Bukankah itu menguntungkan bagi kita?" tanya balik Zetas
"Ia tuan, tapi apa mereka akan setia?"
"Aku tau siapa Vernon, pria itu tidak akan mempermainkanku!" jelas Zetas
"Mulai saat ini hargai Vernon dan Big Move seperti kalian menghargaiku, sampaikan ini pada seluruh anggota Broken Flower dan anak buahmu!" perintah Zetas
"Siap tuan" patuh Zegos
"Selidiki kasus meledaknya hotel milik tuan Adhulpus 13 tahun yang lalu" perintahnya lagi
"Baik tuan"
"Aku ingin tahu lebih dalam tentang Vernon" gumam Zetas
"Darelano tunggu kedatanganku!" batinnya
"Tuan, mengapa tidak menceritakan tentang nyonya Jesika kepada Vernon, bukankah mereka itu keluarga?" ucap Zegos
"Jangan sampai dia mengetahuinya, karena Jesika adalah alat untuk menghancurkan Darelano. Jika Vernon tau akan hal itu, maka ia akan melindungi wanita itu!" jelas Zetas yang memahami karakter ketua agen rahasia Big Move.
Di mension tuan Francois
"Dari mana kalian?" selidik tuan Francois saat mengetahui kedua pria bertubuh ideal itu baru pulang.
"Bertemu klien kakek" ucap Vernon
"Benar Hendry?" tak percaya tuan Francois
"Benar tuan" spontan Hendry
"Kalian berdua tidak membohongiku kan?"
"Tentu tidak" jawab mereka bersamaan
"Aku mulai curiga dengan kalian berdua!" selidik tuan Francois
"Sudahlah kakek, biarkan kami istirahat" pinta cucu kesayangannya
"Apa ayahmu pernah menghubungimu?" tanya tuan Francois membuat Vernon menjadi kesal
"Kapan pria itu perduli kepadaku?" cuek Vernon
"Dia ayahmu jadi kakek mohon perbaiki hubungan kalian!" tegas tuan Francois
"Aku ingin berdamai dengannya, tapi kakek tau sendiri dia yang tidak ingin melihatku!" kecewa Vernon
"Apa kamu tidak pernah berniat mencari tau alasan mengapa ayahmu bersikap seperti itu?" pertanyaan tuan Francois membuat Vernon menyerngitkan dahinya
"Apa ada alasan lain, bukankah dia tidak menyukaiku karena terpaksa menikahi ibuku?" jelas Vernon
__ADS_1
"Kamu bahkan tidak pernah menanyakan pada kakek tentang ibumu!"
"Apa ada rahasia yang kakek sembunyikan dariku?" ucapan Vernon membuat tuan Francois terdiam.