
Hendry tetap fokus pada pekerjaannya yang saat ini meretas situs dark mafia tetapi ucapan Vernon selalu terngiang-ngiang dibenaknya.
"Dasar penjahat tidak memiliki akhlak" marah Hendry dengan jari-jari tangannya yang secepat lintasan motor balap menari-nari diatas keyboard mencari informasi tentang dark mafia yang sebenarnya ia kesal karena ucapan tuan mudanya itu selalu terngiang-ngiang.
Para hacker dan anggota Big Move lainnya heran melihat tingkah atasan mereka itu bagaimana tidak Hendry yang selama ini dikenal tenang dalam bertindak kini seolah berubah bar-bar penuh semangat yang terkesan berlebihan
Seluruh pandangan tertuju padanya tapi ia tak pedulikan malah melakukan aksinya dengan penuh semangat seolah saat ini ia sedang memainkan sebuah games.
"Apa seseru itu?" penasaran Vernon yang baru saja memasuki ruangan bawah tanah
"Ais" spontan Hendry saat melihat pria tampan itu
"Kenapa? wajahku setampan ini tapi kamu berani mengabaikannya dengan berkata Ais" candaan Vernon yang mengetahui bahwa Hendry masih kesal atas kejadian tadi.
"Bukan begitu tuan aku hanya kaget" bohongnya yang melukiskan senyum jail di bibir Vernon
"Tadi kakek menghubungiku dan malam ini kita ke tempatnya" jelas Vernon pada Hendry
"Baik tuan"
"Tampilkan informasi dark mafia!" perintah Vernon yang saat ini duduk di kursi kebesarannya
"Tuan Hendry ada paket" ucap salah satu anggota mereka dan menyerahkan paket itu pada Hendry
Semua paket atau hal yang boleh memasuki Mension berarti sudah melalui proses pemeriksaan. Pria tampan itu segera mungkin membukanya melihat benda apa yang dikirimkan untuknya karena baru kali ini ia mendapat paket untuk pribadinya biasanya jika bukan untuk tuan mudanya berarti ditujukan untuk agen rahasia Big Move.
__ADS_1
Semua orang kepo pada paket itu kini Hendry tertutupi oleh mereka. Dan saat kotak itu terbuka mereka semua terdiam antara bingung dan aneh karena hanya gelang bermanik love yang ada dalam kotak itu dengan selembar surat.
"Aku rasa ini bukan untukku" ucap Hendry
"Buruan baca suratnya" pinta Daren penasaran
"Kalian kerja sana jangan berkerumun seperti ini gue tidak bisa napas" perintah Hendry karena saat ini ia dikerumuni anggota Big Move
"Kepo sekali jadi manusia" marah Hendry yang kelihatan lucu
"Sana kerja hitung debu atau hitung kecepatan angin kek" dengan wajah seriusnya
Sedang Vernon saat ini telah fokus pada informasi yang menarik baginya.
"Pelit amat" ucap mereka yang tak terima
"Darimana dia mengetahui alamatku?" Hendry yang tak terima gadis kecil itu mengetahui alamat pribadinya
"Tuan Vernon pasti marah jika mengetahui tentang hal ini, seseorang mengetahui keberadaan anggota Big Move" khawatir Hendry
"Siapa gadis itu kenapa ia mengetahui alamatku" Hendry yang semakin tak terima
Berkali-kali ia memutar Vidio yang terekam melalui cctv kejadian waktu itu tapi tidak ada yang mencurigakan aksi mereka saat itu sangat sempurna tapi mengapa gadis yang ia selamatkan itu mengetahui alamat mereka walaupun identitasnya tidak diketahui secara pasti hanya random, gadis itu menulis untuk super Hero nya yang menyelamatkan ia waktu itu dan anggota Big Move menyakini bahwa yang dimaksud gadis kecil itu adalah Hendry.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan aku pikir kamu pria yang cerdas tapi mengapa hari ini menjadi sangat bodoh, paket ini gadis kecil itu titipkan pada Carles karena gadis kecil itu kira yang menyelamatkan dirinya waktu itu salah satu anggota militer dan saat aku mengunjungi Carles aku mengambilnya karena aku tau itu untukmu" jelas Daren pria polos berbadan besar
__ADS_1
"Apa katamu?" tak percaya Hendry karena menurutnya itu lebih tepat pencurian
"Sama-sama tidak perlu berterimakasih berulang." percaya diri Daren
***Keberangkatan Fiyah ke Jerman***
Kyai Husein dan umi Salma mengantarkan putri kesayangannya itu ke bandara dan disusul oleh Ruby dan dua sahabatnya yaitu Aisyah dan Dinda.
Aisyah dan Dinda adalah sahabat seperjuangan Fiyah mereka seangkatan dalam menempuh pendidikan dan kini Aisyah sudah menemukan belahan jiwanya.
Pasutri baru itu akan bulan madu setelah mengantarkan Fiyah ke bandara dan melanjutkan perjalanan mereka ke resort yang sudah disiapkan keluarganya. Sedangkan Dinda masih penuh pertanyaan antara memperjuangkan Bilal atau memilih pilihan kedua orang tuanya gadis cantik itu masih bingung.
Ruby adalah gadis yang kini menduduki kelas dua SMA tapi sikapnya sangat dewasa dan lebih menyukai bersahabat dengan orang yang lebih tua darinya. Ruby adalah adik dari Aisyah yang sangat mengagumi sepupunya yaitu Huzafiyah
Di bandara para gadis cantik itu yang kini harus berpisah tak rela jarak menjadi penghalang mereka.
"Kak Fiyah janji ya kalau tiba di Jerman sering menghubungiku" pinta Ruby yang saat ini memeluk Fiyah
"Udah jangan seperti bocah, aku juga mau pelukan perpisahan dengan Fiyah" ucap Aisyah yang melihat tingkah adiknya itu
"Kakak pelukan saja sama suami kakak" sindir Ruby karena sedari tadi Aisyah tak melepas genggamannya pada Rayhan
"Kamu kenapa sih de, aku cuma mau peluk Fiyah tidak boleh?" cemberut Aisyah
"Kak Aisyah sangat lebay kak baru beberapa hari menikah tapi kelakuannya gitu, masa kak Rayhan cuma ke toilet sebentar dicariin seperti orang gila" adu Ruby kepada Fiyah
__ADS_1
"Takut kehilangan kali de" ucap Dinda yang membuat mereka tertawa
"Maklum pasutri baru, jadi gitu" lanjut Dinda yang melihat tingkah Aisyah