
"Sampai kapan kita akan diam seperti ini?" ucap seseorang
"Sabar, belum waktunya. Apa engkau lupa kejadian waktu itu!" Mazoya mengingatkan
"Adhulpus saat ini sedang mencari tau tentang kematian istrinya dan jika dia mengetahui bahwa aku penyebab semua ini maka---" ucapan ketua dark mafia terhenti
"Tidak akan selagi aku masih hidup!" jelas Mazoya
"Bukan hanya dia tapi Vernon pria misterius itu tidak akan tinggal diam!"
"Apa kamu takut?" ucap Mazoya
"Tentu tidak, malah aku ingin segera menghancurkan mereka!"
"Aku ingin kita jangan menunda waktu terlalu lama, jika tidak maka mereka akan mengetahui tentang kita!"
"Aku sudah merencanakan semuanya, dihari pernikahan cucu kesayangan Francois, maka hari itu juga akan menjadi kenangan berdarah untuk mereka!"
"Kini kita harus bermain secara terang-terangan, karena Zegos dan Nicolous yang bodoh itu tertangkap oleh big move"
"Sejak awal mereka memang tidak bisa diharapkan, dan kerja sama dengan dark mafia hanya sekedar menyenangkan hati mereka tanpa mengetahui bahwa kita memanfaatkannya!" jelas Mazoya
"Kita harus berhati-hati dengan Zetas, pria itu sepertinya tidak bisa dijadikan sekutu karena ia sudah menolak tawaran dark mafia!" lanjut pria tua itu
"Aku tidak perduli tentangnya, yang aku inginkan Francois menerima balasan atas semua yang ia lakukan kepadaku!" Jelas ketua dark mafia
"Terlebih Adhulpus dia harus merasakan penderitaanku!"
"Tidak sia-sia aku membesarkan mu dengan kebencian dan dendam!" batin Mazoya yang tersenyum penuh kemenangan
Sedang dikediaman Zetas Gang
"Rupanya engkau menutupi ini semua dariku tua Bangka!" amarah pria tampan itu yang mengetahui bahwa ayah angkatnya adalah pembunuh seluruh keluarganya dan menjadikan ia alat untuk balas dendam.
"Bodoh, mengapa aku tertipu padanya!" mengerutuki dirinya
"Aaaaaaaaa" teriak Zetas dan memecahkan meja kaca yang ada dihadapannya dengan sekali pukulan.
"Apa yang terjadi tuan?" kaget para anggota Broken Flower
"Hmm" salah satu sudut bibir pria tampan itu terangkat tersenyum menakutkan
"Atur pertemuanku dengan pria tua bangka itu!" perintahnya
"Baik tuan" Zegos dengan segera melaksanakan tugas dari tuannya
Di hotel milik Zetas yang memiliki tempat hiburan malam yang dipenuhi mafia, kini tuan Aaric menikmati kebersamaannya dengan para wanita penggoda disalah satu ruangan VVIP.
__ADS_1
"Akhirnya putraku datang juga!" sambut tuan Aaric pada Zetas dan memeluk ala pria cool
Kini pria tampan yang memiliki vibes seperti ketua Yakuza gangster legendaris dan tatapan sangat menakutkan.
"Hai tampan" goda seorang wanita dengan suara manjanya tanpa permisi duduk dipangkuan Zetas membelai wajah dan leher pria tampan itu dengan lemah lembut.
"Menyingkir dariku jika kamu tidak ingin ke Neraka!" dengan suara beratnya membuat wanita itu hanya tersenyum dan tidak memperdulikan ancamannya malah semakin menjadi ulat bulu.
Senyum devil terbit dari bibir indah Zetas dan mencengkeram dagu wanita itu dengan sangat kasar.
"Aku peringatkan jangan pernah menyentuhku!" ucap Zetas membuat wanita itu meninggalkan ruangan dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
"Jangan kasar pada wanita mereka adalah Surga Dunia, nikmatilah malam ini!" jelas tuan Aaric yang membuat Zetas ingin segera menghabisinya. Pria tua bangka tapi kelakuannya sangat menjijikan.
"Singkirkan semua wanita ini!" perintah Zetas pada Zegos
"Baik tuan"
Semua wanita penggoda itu dituntun keluar oleh Zegos memberi mereka uang agar segera menyingkir dari pandangannya.
"Mengapa kamu menyuruh anak buahmu menyingkirkan wanita-wanita itu, Dunia sangat hampa tanpa kehangatan dari mereka!" tak terima tuan Aaric
"Karena aku hanya ingin bermain-main denganmu!" tatap Zetas ala Joker yang siap berduel tapi tuan Aaric bukan tandingan yang sepadan untuknya
"Minumlah!" sopan Zetas yang memiliki maksud tersembunyi
"Harus aku apakan pria tua ini!" batin Zetas yang berlawanan, disatu sisi ia ingin segera menghabisinya tapi disisi lain ia tidak tega karena walau bagaimanapun tuan Aaric sangat baik kepadanya selama ini. Tapi sayang rupanya sosok pria psikopat yang ditanamkan oleh tuan Aaric sendiri telah mendarah daging pada Zetas membuat ia tidak segan menusuk pria tua itu.
"Apa sakit hum?" tanya Zetas dengan senyum ala devil
"Mengapa aku berkhianat seharusnya tanyakan pada dirimu sendiri tuan Aaric Harben!" senyum ala joker
"Tenang, ini tidak akan membuatmu sampai kehilangan nyawa!"
"Biarkan aku masuk!" pinta Jesika kepada Zegos
"Tapi nona"
"Didalam adalah ayah dan kakakku, lalu mengapa kamu menghalangiku ha!"
"Nona sebaiknya pergi dari sini!"
"Biarkan dia masuk!" perintah Zetas yang mengetahui Jesika berada diluar ruangan
"Ayah!" kaget wanita cantik itu saat melihat tubuh ayahnya dipenuhi darah
"Kakak apa yang terjadi?" tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca sedang tuan Aaric masih memandangi Zetas dengan tatapan harapan.
__ADS_1
"Apa aku harus menjawab pertanyaan putrimu tuan?" ucap Zetas dengan senyum jahatnya
"Oh, atau engkau ingin menyaksikan sesuatu yang luar biasa agar mulut kotormu itu bisa berbicara?" ucapan Zetas membuat Jesika semakin bingung
"Ayah apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya yang saat ini mendekati ayahnya, melihat seberapa dalam luka tusuk itu.
"Ayah sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang!" pinta Jesika yang hendak memapah tuan Aaric tapi pria tua itu menghentikan putrinya.
"Aku yang telah membunuh keluargamu!" jelas tuan Aaric yang membuat mata putrinya membulat sempurna tak percaya
"Ayah jangan bercanda seperti ini" ucap Jesika yang saat ini matanya mulai berkaca-kaca
"Cukup drama diantara kalian!"
"Saatnya engkau menyusul istrimu tuan Aaric!" ucap Zetas dan menodongkan pistol tepat didepan kepala ayah angkatnya itu.
Dengan segera Jesika mengambil pistol yang berada dalam saku balik jas tuan Aaric
"Turunkan senjatamu jika tidak maka aku akan menembakmu!" ancam Jesika pada Zetas tapi pria itu tidak memperdulikannya dan hanya terfokus menatap tuan Aaric
"Letakkan senjatamu kakak!" ucap wanita cantik itu disela tangisnya
"Dor"
Dengan sekali tembakan Jesika jatuh tersungkur berteriak sehisteris mungkin menyaksikan ayahnya ditembak oleh seseorang yang selama ini ia anggap sebagai abang bahkan pria itu juga adalah seorang yang sangat ia cintai.
"Ayah!" rintih Jesika yang saat ini memegang kepala tuan Aaric yang dipenuhi darah
Kini Zetas hanya menyaksikan adik angkatnya itu yang menangis histeris
"Iblis apa yang merasukimu hingga tega membunuh ayah!" teriak Jesika dan bangkit dari duduknya, kini ia berdiri tepat dihadapan Zetas.
"Mengapa kamu tega kakak?" tangis Jesika dan memukul dada Zetas meluapkan amarahnya, sedang pria tampan itu hanya menerima pukulan dari adiknya, dan ia memeluk Jesika berusaha menenangkan tapi wanita itu malah mendorongnya.
"Engkau selalu memintaku untuk melupakan dan membencimu, dan hari ini engkau membuatku melakukan itu. Mulai sekarang engkau adalah orang yang paling aku benci bahkan aku tidak sudi melihatmu!" jelas Jesika disela isaknya.
"Lakukan apa yang engkau inginkan, tapi jangan pernah bermimpi engkau akan lepas dariku. Ingat, bahwa ayahmulah yang membunuh seluruh keluargaku. Hidupmu akan aku buat menderita!" jelas Zetas
"Ingat, aku hanya membunuh satu keluargamu tapi seseorang yang engkau tangisi ini telah membunuh seluruh keluargaku. Apa ini sepadan menurutmu?" ucap Zetas dengan emosi yang meluap
"Karena melihatmu menderita adalah kesenangan bagiku!"
Sedang wanita cantik itu hanya mampu menangis melihat ayahnya yang kini telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Jesika mengambil pistol dan mengarahkan senjata itu pada dirinya sendiri, untung saja Zetas bergerak cepat menghentikan tindakan bodohnya itu.
"Bukankah membunuhku membuatmu bahagia, tapi aku tidak ingin engkau yang membunuhku, aku tidak ingin mengotori tanganmu jadi biarkan aku yang melakukannya sendiri!" isak tangis yang semakin menyiksa
__ADS_1
"Jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupmu, karena aku yang akan melakukan itu!" peringati Zetas
Walaupun selama ini ucapannya sangat kasar pada Adik angkatnya itu, tapi Zetas tidak pernah berperilaku kasar kepadanya. Hanya membuat Jesika terluka dengan kata-katanya, tapi setelah kejadian ini entah, mungkin pria tampan itu akan berubah menjadi seseorang yang lebih tidak dikenali atau sebaliknya, tapi saat ini ia merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Jesika. Tapi apalah daya dendam lebih besar daripada cinta.