
Keesokan Harinya
Dua gadis cantik kini telah resmi menjadi bagian perusahaan Adhulpus grup walau hanya magang tapi mereka sangat bahagia perusahaan besar seperti itu menerima mahasiswi seperti mereka.
"Wah bagus sekali perusahaannya" takjub mereka
"Ayah gue punya perusahaan tapi tidak sebagus ini" ucap Olivia
"Semoga bos kita baik" harapan Azqila
"Aamiin semoga saja, dan gue dengar bos kita masih muda, tampan tapi identitasnya di tutupi gitu dan masih banyak yang tau kalau ayahnya yang menjabat sebagai CEO tapi sebenarnya sudah lama ia gantikan dan yang paling penting yang harus kita tau dia itu sudah memiliki istri yang sangat ia cintai bahkan yang gue dengar nyamuk saja tidak ia bolehkan menyentuh istrinya!" jelas Olivia
"Bagus dong, jika dia sayang sama istrinya saya sangat kagum pada laki-laki yang menyayangi istrinya!" ucap Azqila yang trauma akan penghianatan karena hal itu keluarganya berantakan dan kedua orang tuanya meninggal Dunia.
"Maaf ya gue mengingatkan Lo lagi dengan masa lalu!" merasa bersalah Olivia ketika melihat raut wajah sahabatnya itu.
"Tidak apa hanya masa lalu!"
Kehadiran orang ketiga didalam rumah tangga orang tuanya, membuat Azqila sampai saat ini belum berani mengenal laki-laki lebih dari sekedar teman biasa.
"Hari ini ada rapat penting produk terbaru perusahaan kita dan kalian boleh ikut!" jelas kepala divisi pemasaran
"Kita boleh ikut?" ucap dua gadis cantik itu saling bertatapan bahagia.
Di ruangan meeting
Semua orang telah datang dan tinggal menunggu CEO mereka, saat tiga pria tampan memasuki ruangan semua mata tertuju pada mereka bukan hanya karena ketampanannya tapi deg-degan memulai diskusi dengan ketiga pemuda perfeksionis itu.
Adhulpus dan kedua sahabatnya itu mulai duduk ditempat mereka masing-masing. Sedangkan Azqila menutupi wajahnya dengan lembaran materi yang telah divisi mereka siapkan.
"Bagikan materinya!" pinta kepala divisi pada Azqila
"Ya Allah kenapa dia yang jadi bos aku?" batin Azqila saat melihat Paxton yang ikut serta dalam meeting itu, dia memang bukan seorang yang bekerja di perusahaan itu tapi karena sang CEO adalah sahabatnya jadi terserah ia ingin ikut serta atau tidak, lagian Paxton juga pria yang cerdas bisa memberi saran pada kedua sahabatnya itu.
"Azqila bagikan!" ucap wanita seksi itu lagi
"Baik bu!" spontan Azqila dan berdiri membagikan lembaran pada setiap orang sedang sedari tadi padangan Paxton tertuju padanya.
Mendengar nama Azqila spontan CEO tampan dan Brayen menoleh. Adhulpus menyerngitkan alisnya, menatap siapa sosok perempuan yang memiliki nama yang sama dengan istrinya.
Gadis cantik yang bernama Azqila hanya mengkhawatirkan jika pria yang ia tumpahkan kopi itu mengingatnya, karena saat itu ia pergi begitu saja tanpa meminta maaf karena buru-buru.
__ADS_1
"Wah ternyata mahasiswi yang magang cantik sekali!" bisik Paxton pada Brayen, ia tidak mengingat kejadian satu minggu yang lalu saat Azqila tidak sengaja menumpahkan kopi padanya.
"Lo deketin temannya yang itu, cocok dengan Lo bro!" bisik Brayen yang mengarahkan pandangan pada Olivia
"Memangnya kenapa kalau gue deketin yang itu!" Paxton yang mengarahkan pandangan pada Azqila
"Gue yang akan deketin!" jelas Brayen
"Tidak mau gue Lo saja, kelihatan jutek tidak enak dipandang. Gue maunya yang itu!" tak terima Paxton membuat Brayen tersenyum
Melihat hal itu hati Olivia berbunga-bunga bagaimana tidak senyuman Brayen mengalahkan madu, apa lagi sedari tadi pandangan cogan itu tertuju padanya.
"Kamu kenapa?" tanya Azqila melihat wajah memerah Olivia
"Lo lihat deh cowok yang pake kemeja biru itu, tampannya MasyaAllah!" bisiknya mengarahkan pandangan pada Brayen tapi sialnya mata Azqila bertatapan dengan Adhulpus yang sontak membuatnya cepat mengarahkan pandangannya ketempat lain.
"Apa dia tuan Adhulpus?" batin Azqila
Meeting selesai dengan sukses, CEO perfeksionis itu tidak banyak mengoreksi materi yang didiskusikan.
"Karena hari ini produk terbaru perusahaan sukses jadi kita semua ditraktir oleh tuan muda!" ucap Renata kepala divisi pemasaran wanita seksi yang masih single saat mereka tiba di ruangan.
"Kalian harus ikut!" jelas Renata pada dua wanita cantik itu
Semua orang berkumpul merayakan keberhasilan peluncuran produk sebelumnya dan kini akan mulai memasarkan produk baru.
"Tenang, santai saja tuan Adhulpus tidak pernah ikut acara perusahaan seperti ini palingan yang datang tuan Brayen dan tuan Paxton!" ucap salah satu wanita yang terbiasa akan hal itu.
"Iya kalian santai saja, kita semua adalah keluarga sejak kalian bergabung di perusahaan!" jelas salah satu pria
Seketika semua orang terdiam dan menjadi kaku saat tiga pemuda yang mereka bicarakan bergabung
***
Lima menit sebelum kedatangan mereka
"Kalian mau kemana?" tanya Adhulpus yang melihat dua sahabatnya itu buru-buru
"pergi keacara makan-makan menyambut kesuksesan produk kemarin" jelas Brayen
"Tumben ikut biasanya saya paksa dulu baru kalian berdua mau pergi untuk gantiin kedatangan saya!" curiga CEO tampan itu
__ADS_1
"Ya elah bro, apa tidak boleh kita berbaik hati ikut merayakan dengan yang lainnya?" alasan Brayen
"Benarkah, tapi aneh saja karena biasanya saya sogok kalian dulu baru ingin pergi!" masih tak percaya
"Sebenarnya kita pergi karena panggilan hati bro!" Paxton yang sudah menyerah ingin menutupi ketertarikannya pada dua gadis muda itu.
"Kalian suka sama dua bocah tadi?" tanya Adhulpus yang tak percaya sahabatnya semudah itu jatuh cinta.
"Iya gue suka sama cewek yang bagikan materi tadi!" jelas Paxton
"Dia punya gue, Lo yang satunya saja bro!" tak ingin kalah Brayen
"Enak aja, mulai sekarang kita saingan!" tantang Paxton
"Gue pasti menanglah!" percaya diri Brayen
Melihat dua sahabatnya itu bertengkar walaupun hanya bercanda tapi masalah hati sangat sensitif terpaksa Adhulpus ikut bersama mereka.
Suasana seketika berubah menjadi hening karena kedatangan tiga pria tampan itu. Padangan mereka tertuju pada Azqila yang saat ini duduk berdampingan dengan kepala divisinya, sontak perempuan seksi itu salah tingkah karena menganggap bahwa ketiga pria tampan itu ada rasa padanya.
"Oliv mending kita pulang sekarang!" bisik Azqila
"Kenapa, gue masih nyaman disini banyak cogannya!" bisik balik sahabatnya itu
"Aku ngantuk, mending kita pulang saja ya?" bujuk Azqila
"Ngantuk Lo bisa ditunda dulu nggak sih?" tak ingin menyia-nyiakan kesempatan
"Tidak bisa, mata gue udah mau ketutup berat sekali!"
"Kenapa jam tidur Lo cepat banget sih?"
"Aku mau pulang sekarang kalau kamu masih mau disini tidak apa-apa aku pulang duluan saja!"
"Ok kita pulang sekarang, aku ikut mana nyaman aku disini tanpa ada kamu!" bisik Olivia yang terpaksa mengalah.
"Apa yang mereka bicarakan dengan bisik-bisik seperti itu?" bisik Paxton pada Brayen, sedang yang ditanya malah berbisik pada tuan mudanya.
"Mereka bilang bosan karena lihat muka kalian berdua, tunggu saja pasti sebentar lagi dua gadis kecil itu pamit pulang!" candaan Adhulpus yang sebenarnya ingin pulang secepat mungkin, tapi tidak enak jika ia pulang duluan karena baru pertama kali ini bergabung merayakan keberhasilan peluncuran produk perusahaan.
"Maaf, kami berdua permisi mau balik duluan!" ujar Olivia
__ADS_1
"Ya ampun, ucapan Lo benar bro!" polos dua sahabatnya itu