
"Lama tidak bertemu Zetas!" ucap tuan Jarel anak dari tuan Mazoya seorang mafia legendaris yang terkenal licik pandai memanipulasi keadaan.
Mereka saat ini sedang mengadakan pertemuan membahas sesuatu yang sangat rahasia, para mafia berkumpul pada suatu ruangan yang sepertinya itu menjadi tempat rahasia mereka.
"Mengapa anda ingin kerjasama dengan saya, anda tau sendiri bahwa tuan Mazoya adalah musuh bagi Broken Flower!" ucap Zetas
"Aku tidak menyukai cara pria tua itu, yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan memanfaatkan orang lain. Jika seseorang itu sudah tidak menguntungkan baginya maka dengan mudahnya ia menyingkirkannya." jelas Tuan Jarel
"Bagaimana, apa kamu setuju dengan rencana kita?" dengan tatapan tajam
"Ok" ucap Zetas dan menandatangani surat perjanjian
Malam itu menjadi saksi atas apa yang para mafia itu rencanakan. Pria bertubuh ideal dengan setelan serba hitam, vibes seperti CEO yang memiliki sifat dingin, misterius tapi mematikan.
Zetas Gang pria yang sangat memegang janjinya, jika sudah bertekad maka ia tidak akan mengubah arah tujuan.
"Hai" sapa seorang wanita seksi padanya
"Mengapa ada wanita disini?" ucap agak keras ketua Broken Flower itu
"Dia putriku!" jelas tuan Jarel
"Perkenalkan dirimu!" lanjut tuan Jarel
"Namaku Agatha Pricilla, tapi panggil Agatha saja!" ramahnya tapi Zetas tidak memperdulikan bahkan meliriknya saja ia malas, padahal disitu ada tuan Jarel yang merupakan ayah dari wanita cantik yang sangat menarik perhatian, tapi tetap saja kepribadiannya seperti kulkas seribu pintu tidak bisa diubah, dan mereka harus mengerti. Tersinggung atau tidaknya bagi pria tampan bertato itu tidak masalah sama sekali.
Terlihat kekecewaan diraut wajah Agatha, dan tuan Jarel meminta gadis cantik itu untuk kembali keruangannya, karena saat ini markas rahasia pertemuan para mafia adalah kediaman tuan Jarel.
"Dia sombong sekali!" ucap Agatha kesal
Walaupun Agatha anak dari seorang mafia tetapi pergaulannya tidak bebas dan sangat dibatasi oleh sang ayah. Zegas merupakan pria yang sangat beruntung karena wanita cantik itu ingin menemuinya padahal selama ini Agatha tidak suka memperkenalkan diri pada sahabat ayahnya.
Setelah selesai semua urusan mereka, maka pertemuan itupun akan berlanjut entah kapan waktunya tergantung kesepakatan mereka.
Mobil mewah melaju menuju markas Broken Flower, seorang pria tampan yang memiliki aura gelap hanya terfokus pada handphone, sedang Zegos sang asisten pribadinya menjadi sopir, mengikuti kemanapun tuannya melangkah.
"Tuan, nona Jesika sedari tadi menolak semua makanan dan minuman yang aku bawakan untuknya" lapor seorang pelayan wanita dan Zetas mengambil nampan berisi makanan yang dipengang oleh bibi itu.
Pria bertubuh ideal itu memasuki kamar Jesika membanting pintu dengan kasar.
"Jangan memancing emosiku!" kini tangannya mencengkeram dagu wanita cantik itu dengan kasar, membuat air mata Jesika tak bisa lagi ia bendung.
"Apa kamu pikir aku akan membiarkan engkau mati semudah itu?"
"Aku ingin penderitaan dan penyiksaan yang hebat untukmu!" dengan tatapan tajamnya, tapi Jesika tidak merespon sama sekali ia seolah pasrah diperlakukan kasar oleh kakak angkatnya itu.
__ADS_1
"Aturanku, sikapku dan semua hal yang aku lakukan kepadamu, kamu tidak boleh menolaknya. Jika tidak maka kamu akan semakin menderita!" peringati Zetas
"Makanlah!"
"Buka mulutmu!" suara mulai lembut
"Aku bilang buka mulutmu!" teriaknya dan kembali mencengkeram wajah wanita cantik itu dengan kasar.
"Dengarkan aku jika kamu tidak ingin diperlakukan kasar!"
Dengan terpaksa Jesika mengikutinya dengan tangan yang gemetar menyendokkan nasi kemulutnya, air mata yang terus mengalir membuat pandangannya buram.
"Jesika" ucap lembur Zetas mengambil piring nasi dan meletakkannya di atas nakas, duduk diatas kasur empuk itu menghadap pada adiknya. Kini pria arogan dengan emosi meluap-luap itu memegang wajah Jesika lembut mengusap air mata di pipi mulus itu.
"Makan dengan benar!" ucapnya lembut tapi terkesan memerintah
Setelah puas menyaksikan adik angkatnya itu kini mulai terlelap, Zetas pun keluar menuju ruangannya.
Setelah kepergian ketuan Broken Flower, Jesika membuka mata dan cair bening mulai membanjiri pipinya. Mimpi apa dirinya saat ini, baru kemarin rasanya ia bisa bercanda dengan sang ayah tapi kini ia sudah menjadi sebatang kara, walaupun selama ini ayahnya adalah seorang mafia yang kejam dan pendendam tetapi hidupnya seperti seorang putri. Tapi kini keadaan membaliknya kehidupan wanita cantik itu seolah penuh dengan derita, kakak yang selama ini ia kagumi dan cintai walaupun sikapnya dingin dan hanya kata-kata kasar yang terlontar dari mulutnya tapi tidak akan tega menyakiti adiknya secara fisik, tapi kini Zetas dengan mudahnya membuat wanita itu tersiksa lahir dan batin.
"Besok kita bertemu di hotel milikku" pesan yang masuk tapi tidak dibalas oleh ketua Broken Flower itu
Keesokan harinya
"Sudah tuan" menunduk
"Hari ini aku tidak pulang, jadi bibi harus menjaganya dengan baik" perintah Zetas pada bibi yang sedari dulu merawat mereka berdua, bibi itu awalnya bekerja pada tuan Aaric dan saat ayah angkatnya itu telah tiada karena ulahnya iapun membawa Jesika dan bibi itu di kediamannya.
"Dan kalian semua, Jaga perempuan itu jangan sampai ia melukai dirinya sendiri. Jika itu terjadi maka kaki dan tangan kalian semua akan aku patahkan, karena kematian terlalu cepat untuk dijadikan hukuman!"
"Baik bos" ucap mereka bersamaan
Sesampainya di hotel
"Mana tuan Jarel?"
"Maaf tuan saya terpaksa menggantikannya dan pesan itu saya yang mengirim pada tuan menggunakan handphone tuan Jarel" jelas asisten pribadi tuan Jarel
"Apa yang ingin anda bicarakan?" ucap Zetas
"Tuan Jarel telah tewas kemarin malam saat dibubarkannya pertemuan itu, seseorang menembak tuan kami!" jelas asisten tuan Jarel
"Apa?" kaget Zetas
"Ia tuan, dan amanah dari tuan Jarel yang berkaitan dengan surat perjanjian yang tuan tandatangani--" ucapan pria itu terhenti
__ADS_1
"Tunggu, apa maksudmu membahas surat perjanjian itu?"
"Aku sudah membacanya sebelum menandatangani jadi tidak perlu membahasnya lagi!"
"Tuan Jarel memiliki permintaan terakhir tuan, dan ia ingin permintaannya termaksud dalam surat perjanjian!"
"Apa permintaan terakhirnya?"
"Tuan harus menikahi putrinya!"
"Apa tuanmu sudah tidak waras?" ucap Zetas
"Jika tuan menikahi nona Agatha maka kekayaan dan seluruh bawahan tuan Jarel akan menjadi milik tuan!"
Senyum licik terukir di wajah tampan itu
"Bagaimana tuan?"
"Baiklah" setuju Zetas karena ia memiliki rencana lain
"Apa kalian sudah mengetahui pembunuh tuan kalian?"
"Kami sudah menyelidikinya dan ini semua perbuatan Dark Mafia"
"Mulai sekarang kamu dan pelayanmu itu tinggal di tempatku!" ucap Zetas yang saat ini berada di kediaman tuan Jarel
Mereka memasuki mobil melaju menuju kediaman ketua Broken Flower itu, sesampainya.
"Kalian semua harus menghormati dan menjaga putri tuan Jarel, paham?" ucap Zetas kepada seluruh anggotanya.
"Iya tuan" jawabnya bersamaan
"Bibi dimana Jesika?" panik Zetas yang mengetahui bahwa adiknya itu tidak ada dalam kamarnya
"Dia di teras belakang tuan" ucap pelayan dan Zetas menuju kesana
"Apa yang sedang kamu lamunkan?" ucapan pria tampan itu membuat kaget Jesika
"Aku bertanya padamu!" menarik Jesika dalam dekapannya, membelai lembut rambut wanita itu tapi seketika ia menjadi pribadi berbeda wajah cantik itupun ia cengkeram dengan kasar membuat Jesika merintih kesakitan
"Mengapa aku selalu terbayang wajah pria tua berengsek itu saat melihat wajahmu Jesika" batin Zetas, dan dari jauh sepasang mata memperhatikan mereka.
"Lepaskan!" pinta gadis cantik itu
"Aku sangat membencimu!" bisik Zetas padanya.
__ADS_1