
"Tuan, Dark Mafia telah mengacaukan semua sistem dalam kota, bahkan mereka menyerang situs pemerintah!" Jelas Afron anggota Big Move
"Rupanya cracker mereka sangat handal" gumam Hendry dengan jari-jari tangan yang sibuk menekan tombol keyboard
"Apa kalian belum menemukan IP address mereka?" lanjut Hendry
"Belum tuan, saat ini IP address cracker Dark Mafia belum bisa dilacak!" jelas para hackers Big Move
"Bagaimanapun caranya kita harus menyelesaikan semua ini sebelum tuan Vernon kembali!" tegas Hendry dan tetap fokus mencari informasi agar bisa menghentikan cracker Dark Mafia
"Rupanya kalian ingin bermain-main seperti ini!" Hendry yang saat ini mulai bertarung dengan para cracker Dark Mafia dibantu oleh timnya.
"Laksanakan tugas kalian dengan benar, dan aku tidak ingin ada sedikitpun kesalahan!" perintahnya
"Siap tuan!" jawab mereka bersamaan
"Apa mereka tidak tau cara mencari uang selain melakukan carding, dasar manusia tidak beradap!" jengkel Hendry
Cracker Dark Mafia memang sering melakukan carding yaitu pencurian kartu kredit, pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Bukan hanya itu bahkan mereka juga menyebar virus diberbagai komputer, kode warez, pencurian password E-mail atau web server.
Sebelumnya mereka pernah meretas situs pemerintah yang mengakibatkan tidak bisa diakses dalam waktu yang lama dan mengetahui sebagian dokumen penting Negara.
Setelah kejadian itu situs pemerintah dilindungi dengan sangat ketat tapi entah mengapa cracker Dark Mafia seolah seribu kali lebih hebat dari biasanya, dan kini mereka kembali beraksi mengacau seluruh sistem dalam kota yang seolah ini semua sudah direncanakan sematang mungkin. Sehingga tak ada cela menemukan kelemahan dan jejak mereka.
Dan saat ini yang mengetahui bahwa kekacauan yang terjadi adalah perbuatan Dark Mafia hanyalah anggota Big Move dan Broken Flower.
Zetas Gang yang berpihak entah pada siapa masih tidak jelas, karena pria itu sulit ditebak sangat misterius, ia hanya mementingkan Broken Flower. Tapi saat ini ia membantu untuk menghentikan aksi para cracker yang membuat semua sistem dalam kota kacau.
"Sampai kapan kita harus menunggu seperti ini?" ucap wanita paruh baya yang berada diantara antrian panjang, karena saat ini terpaksa mereka melakukan pembayaran secara manual. Disatu sisi masyarakat tidak memiliki uang tunai karena mengandalkan kartu kredit.
__ADS_1
Seisi kota dibuat resah oleh Dark Mafia, para petinggi dan pemimpin Negara sibuk mencari solusi dan bergerak mencoba menghentikan aksi mereka dalam Dunia maya.
Kini Big Move dengan bantuan Broken Flower mampu mengimbangi pergerakan cracker Dark Mafia dan mulai menghentikan aksi mereka. Dengan kerjasama yang baik antara agen rahasia dan broken flower keadaan mulai kondusif dan aktivitas bisa berjalan seperti biasanya.
Untung saja Hendry dkk cepat bergerak melindungi situs pemerintah sehingga tidak bisa diretas oleh dark mafia.
Walaupun tidak ada jejak yang menandakan bahwa hacker yang membantu mereka bekerjasama menghentikan Dark Mafia adalah broken flower tetapi pria bertubuh ideal itu sudah mengetahuinya. Karena selain hacker Big Move yang memiliki kemampuan hebat, Broken Flower lah yang berada diurutan kedua. Jadi sudah tentu mereka yang membantu karena tujuan Zetas bukan untuk menghancurkan Negaranya tetapi ada misi yang harus ia laksanakan.
Pria tampan bertato itu sebenarnya memiliki kepribadian baik dan ia juga seorang dokter tapi masa lalu menuntutnya agar berubah menjadi kejam dan tak berbelas kasih, hingga ia dibutakan oleh dendam dan misi rahasia.
Zetas Gang tidak menganggap Vernon sebagai musuh hanya beranggapan bahwa pria tampan itu adalah penghalang baginya. Ia mengetahui identitas Vernon saat ini adalah seorang pemimpin mafia sama sepertinya, tetapi dalam pandangannya pria tampan bernetra biru itu merupakan seseorang yang sangat tegas dan cerdas.
"Apa tujuan mereka sebenarnya melakukan peretasan ini?" penasaran Zetas yang masih fokus pada layar monitor.
"Aku hanya ingin sedikit bermain-main dengan kalian!" ucap seseorang yang saat ini berada dalam ruangannya dan diikuti tawa yang menakutkan.
***Keesokan harinya***
"Hai, anda adalah dokter yang waktu itukan?" ucap Hani yang tak menyangka akan bertemu Zetas dan pria itu mengangguk pelan tersenyum ramah
"Perkenalkan saya Zetas" ucap Zetas pada ayah Al Faro dan mereka berjabat tangan tanda persahabatan.
"Dimana Huzafiyah?" tanya Zetas karena saat ia mengunjungi alamat Fiyah tapi wanita cantik itu sudah tidak ada.
"Fiyah balik ke Indonesia" jelas Hani
"Mengapa secepat itu?"
"Ada urusan mendadak yang harus ia selesaikan di Indonesia" alasan Hani yang berharap semoga pria tampan bertato itu tidak banyak bertanya lagi karena ia tahu bahwa Zetas menyukai sahabatnya itu. Hani takut keceplosan mengatakan bahwa Fiyah sudah menikah, hal itu tentu akan membuat Zetas kecewa.
__ADS_1
"Boleh aku meminta alamatnya di Indonesia?" pinta Zetas
"Maaf, aku tidak memiliki alamat Fiyah di Indonesia tapi tenang saja tuan dokter, Fiyah akan kembali kok" ucap Hani dan mengedipkan mata pada suaminya tanda agar mereka pamit pergi sekarang.
"Kenapa sikap wanita itu aneh sekali?" batin Zetas saat Hani meninggalkan tempat itu
"Apa ia tidak nyaman atau aku mengganggu mereka?"
"Huzafiyah, apa terjadi sesuatu kepadamu?" perasaan Zetas saat ini sangat kacau
"Apa tuan baik-baik saja?" tanya Zegos saat tuan mudanya itu kembali ke markas
"Aku ingin beristirahat kalian tidak boleh menggangguku, jika ada yang emergency selesaikan dengan baik tanpa melibatkan ku!" jelas Zetas
"Baik tuan!" ucap mereka
"Ada apa dengan tuan kita, apa ada yang lebih penting dari pekerjaannya? biasanya tuan tidak meninggalkan pekerjaan sedetikpun dan ia seolah robot yang tidak memiliki rasa lelah. Dan ini pertama kalinya ia berkata ingin beristirahat" jelas Zegos yang merasa aneh dengan tuan mudanya itu.
"Sebenarnya sangat mudah bagiku untuk mendapatkan alamat gadis itu, tapi aku harus bersabar dan menunggunya datang kembali" ucap Zetas yang saat ini rebahan di sofa dan tersenyum mengingat wajah wanita yang menarik perhatiannya itu.
"Apa ia akan menyukaiku jika mengetahui siapa diriku yang sebenarnya?"
"Sampai kapan aku harus terjebak dalam Dunia hitam seperti ini, aku ingin menghentikan semua ini tapi tidak bisa sekarang. Dan harus bersabar menunggu hari itu!"
"Sial, mengapa aku harus jatuh cinta!" Zetas mengerutuki dirinya
Bunyi dering handphone menghentikan lamunannya dan Zetas dengan cepat mengangkat panggilan itu.
"Pria tua berhentilah memerintahkan ku, jika engkau ingin cepat maka lakukanlah sendiri!" ucap Zetas saat pria yang saat ini berbicara dengannya melalui panggilan mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Aku sudah bilang akan melakukannya dengan caraku sendiri tanpa perlu adanya kerja sama dengan manusia maniak seperti mereka!" jelas Zetas dan menutup panggilannya, sebelum itu terdengar seseorang berkata kasar tetapi pria tampan bertato itu tidak memperdulikannya.
"Membosankan, hanya tahu memerintah saja. Apa dia pikir aku budaknya apa?" kesal Zetas