Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Ingatan bukan penghalang untuk mencintaimu


__ADS_3

"Pagi sayang" ucap Adriana dan memberi kecupan pada wajah tampan itu, sedang Fiyah menyaksikannya


"Kau!" marah Vernon yang terpaksa ditahannya karena saat ini putri Adriana datang bersama ibunya.


"Pagi nak Vernon" ramah nyonya Sandrina yang dibalas senyuman oleh Vernon


"Hari ini aunty sudah janjian dengan desainer pribadi aunty, dia yang akan membuatkan gaun dan setelan jas pengantin yang tentunya tidak ada duanya di Dunia ini"


"Mungkin sebentar lagi dia datang" lanjut nyonya Sandrina


Sedari tadi Fiyah menahan rasa kecewanya dan kini tak sanggup lagi membendung air mata. Wanita cantik itu meninggalkan ruangan mencari udara segar menenangkan pikiran dan hatinya. Melihat hal itu Vernon hanya diam memandangi kepergian Fiyah.


Bel pintu berbunyi dengan segera para pelayan tuan Francois mempersilahkan masuk tamu yang diundang oleh nyonya Sandrina itu.


"Hendry gantikan aku untuk fitting baju!" perintah Vernon saat asistennya itu datang


"Apa maksudmu sayang?" tak terima Adriana, sedangkan nyonya Sandrina sibuk ngobrol dengan desainernya dan tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Vernon tadi.


"Aku ada pekerjaan jadi biar Hendry yang menggantikanku, ukuran kami sama jadi kamu tidak perlu protes!" jelas Vernon yang saat ini pikirannya sedang kacau memikirkan Fiyah. Ingin rasanya ia menghentikan semua ini tapi keadaannya tidak memungkinkan, jika saat ini ia mengecewakan kakeknya maka semua rencananya selama ini sia-sia. Karena hanya tuan Francois lah yang bisa membujuk tuan Jack Nam seseorang yang dulunya sangat dekat dengan Mazoya.


Mazoya adalah kunci dari semua pertanyaan Vernon selama ini. Pria licik itu rela mengorbankan dirinya untuk melindungi ketua dark mafia yang Big Move curigai dalang dari tragedi hotel itu.


"Dimana Vernon?" tanya nyonya Sandrina saat menyadari calon suami anaknya itu tidak ada dalam ruangan.


"Tuan sibuk, ada beberapa pekerjaan penting yang tidak bisa ia tinggalkan nyonya" bohong Hendry


"Lalu bagaimana dengan semua ini?"


"Dia meminta Hendry menggantikannya mom" jelas Adriana dengan ekspresi kecewa


"Baiklah asalkan ukuran kalian sama" tidak ingin ambil pusing nyonya Sandrina karena ia tahu jika Vernon belum mencintai putrinya. Rasa kecewa saat Vernon tiba-tiba membatalkan pertunangan waktu itu masih terpampang dengan jelas dalam ingatannya, tapi putri mereka sangat menginginkan pria itu jadi mau tidak mau ia harus mengikuti permintaan Adriana.


"Kenapa kamu menangis?" ucap Vernon yang tiba-tiba muncul mengagetkan Fiyah


"Tidak" menghapus air matanya dengan cepat


"Jangan membohongiku!"


"Ceritakan kepadaku siapa yang membuatmu menangis"


"Aku tidak menangis"


"Huzafiyah sampai kapan kamu akan membohongiku!" ucap Vernon yang saat ini berdiri didepan Fiyah dan menatap wajah cantik itu


"Tuan sudah bisa berdiri" bahagianya saat menyaksikan hal itu


"Bahkan aku sudah bisa berjalan, tapi kamu sebagai perawatku tidak mengetahui hal itu, sangat tidak perhatian!" gumam Vernon yang masih kedengaran oleh Fiyah

__ADS_1


"Itu salah tuan yang masih berpura-pura tidak bisa berjalan"


"Kamu berani menyalahkanku?" tatapan Vernon semakin tajam


"Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi"


"Apa?"


"Jangan pura-pura hilang ingatan, cukup aku yang mengalami hal itu!" ucapan Vernon membuat jantung Fiyah berdetak lebih cepat


"Ceritakan kepadaku apa masalahmu, siapa yang membuat kamu menangis"


"Pria yang sangat aku cintai kini telah melupakan semua kenangan tentang kami, aku minta maaf telah berbohong kepada tuan tentang aku dan Hendry" ucap Fiyah


"Siapa pria itu?" kepura-puraan Vernon yang ingin mendengar pengakuan langsung dari bibir istrinya itu.


"Jika aku mengatakan bahwa pria itu adalah tuan, apa mempercayaiku?"


"Apa maksudmu nona, jangan menggodaku seperti ini, hanya karena aku sedikit perduli kepadamu lantas engkau ingin membodohiku!"


"Apa terlihat kebohongan di mataku?" ucap Fiyah dan menatap netra biru pria tampan itu.


"Cukup, aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu dan lebih baik nona tidak perlu lagi bekerja disini!"


"Maafkan aku sayang, aku hanya ingin melihat seberapa besar engkau akan memperjuangkan cintamu kepadaku" batin Vernon


"Tuan tenang saja, aku bahkan tidak sanggup melihat suamiku bersama perempuan lain. Hari pernikahan mereka semakin dekat, oleh karena itu aku rasa cukup dan mengikhlaskan semua ini, bukan karena aku kalah tapi ini semua aku lakukan karena sangat mencintainya!" ucap Fiyah dan hendak meninggalkan Vernon tapi pria itu menarik tangannya yang membuat langkah wanita cantik itu terhenti.


Mendengar hal itu sontak Fiyah menatapnya penuh curiga.


"Aku sangat mencintainya dan melihatnya bahagia adalah kebahagiaanku juga!"


"Lalu bagaimana dengan perasaannya, apa engkau pernah memikirkannya?"


"Dia yang melupakanku, dan berpura-pura bahagia diatas kecemburuan sangat sulit tuan, jadi biarkan aku mengikhlaskannya dengan caraku sendiri!"


"Masalahmu sangat simpel nona, buatlah ia mengingat kembali memori tentang kalian dan jangan menyerah seperti ini!"


"Apa tuan pernah mendengar bahwa seorang wanita mampu menyembunyikan perasaannya berabad-abad tetapi menyembunyikan kecemburuan sedetikpun ia tak bisa!" ucap Fiyah


"Aku tidak bisa melihat dia bersama dengan wanita lain"


"Lantas apa nona pernah mendengar seberapa besar perjuangan cinta Qays kepada Layla?" tak mau kalah Vernon


"Debu yang menempel di sendal Layla saja ia lebih cintai daripada Dunia dan isinya, dan sejarah mencatat hal itu"


"Lantas mengapa nona tidak seperti dia, yang berani mengungkapkan isi hatinya, berkata dengan lantang bahwa nona sangat mencintai pria itu!" kode yang diberikan oleh Vernon

__ADS_1


"Apa nona sudah mengatakannya dan ditolak olehnya, tidak kan!"


"Huzafiyah Nurul Husein, apa sulitnya berkata aku sangat mencintaimu!"


"Apa akan merendahkan harga diri seorang wanita?" ucapan Vernon membuat Fiyah bingung, antara tuan mudanya itu sudah mengingat tentang mereka atau tidak, karena seolah Vernon mempermainkannya dengan pertanyaan teka-tekinya itu.


"Aku tidak memilihnya!" ucapan Vernon membuat Fiyah meneteskan air mata


"Sayang apa kamu sudah mengingat tentang kita?" pertanyaan Fiyah membuat pria tampan itu menahan senyumannya


"Aku hanya mengingat bahwa nona Huzafiyah adalah pelayanku"


"Jangan mempermainkanku, bicaralah yang jujur sayang" pinta Fiyah membuat Vernon semakin gemas padanya


"Aku sangat jujur"


Fiyah menarik dan menghembuskan nafasnya dengan pelan, entah saat ini ia merasa dipermainkan.


"Jika tidak memilihnya lalu mengapa tuan seperduli itu kepadanya?" mengalihkan pembicaraan


"Aku tidak perduli kepadanya. Lihat, bahkan aku meninggalkannya untuk menemuimu"


"Perasaanku sangat sakit melihatmu meneteskan air mata, dan aku sangat nyaman berada dekat denganmu, entah aku pikir aku adalah seorang penghianat dan mencoba mengingkari semua ini. Tapi aku tak bisa, mendengar bahwa kamu dan Hendry hanya kebohongan membuat perasaanku lega."


"Huzafiyah ku maukah engkau membantuku untuk mengingat tentangmu lagi?" ucapan Vernon membuat wanita cantik itu tersenyum dan mengangguk menyetujuinya.


"Berpura-puralah seolah kita tak saling perduli, tunggu sampai aku mendapatkan informasi itu. Aku janji akan melindungimu dan saat ini aku hanya bisa mengikuti kemauan kakek tapi aku janji tidak akan ada wanita lain diantara kita!" jelas Vernon


"Apa engkau sangat merindukanku?" tanya Vernon berharap.


"Aku sangat merindukanmu, sangat rindu bahkan dalam doaku jika takdir kita sampai disini aku ingin menjadi bidadarimu di Surga kelak" ucapnya dengan derai air mata


"Maafkan aku sayang karena telah melupakanmu, tapi jika ingatan itu selamanya terhapus, maukah kamu memulai lembaran baru denganku?" ucap Vernon yang diterima anggukan oleh Fiyah


"Saya Vernon Adhulpus pria tampan dan memiliki permaisuri yang sangat menawan, hari ini dalam keadaan sadar ingin mengulang kembali memori yang hilang diantara kami. Huzafiyah Nurul Husein maukah engkau mendampingiku menuju kebaikan, menjadi makmum disetiap lima waktuku dan menjadi ibu dari anak-anakku?" kata-kata gombal Vernon


Mendengar ucapan itu Fiyah kini tak bisa menahan Isak tangisnya dan memeluk sang suami tercinta.


*Flash back*


Setelah Hendry menceritakan semua hal diantara ia dan Huzafiyah hanyalah kebohongan untuk menutupi dari tuan Francois, dering handphone pun berbunyi.


"Tuan mohon melihat ini" pesan yang tertulis dari Afron dan Vernon dengan segera melihat Vidio yang pria gagah itu kerimkan.


Kini kebahagian seolah membuncah dari pria tampan itu, yang entah mengapa perasaannya saat pertama kali bertemu dengan Huzafiyah berbeda dan seolah wanita itu adalah miliknya. Ternyata ini adalah jawaban dari semua itu, walaupun belum mengingat hal tentang wanita itu tetapi tidak masalah baginya, selagi Allah memberikan kesempatan hidup maka Huzafiyah adalah satu-satunya bidadari dalam kehidupan seorang ketua agen rahasia.


"Ingatan bukan penghalang untuk mencintaimu nona!" bisik Vernon dan mencium kening istrinya yang saat ini duduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Mulai sekarang panggil aku balimku" pinta lembut Vernon


"Balimku" ucap Fiyah dengan senyuman karena mengetahui arti dari itu


__ADS_2