Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Cinta tak berguna lagi bagi hati yang sudah mati


__ADS_3

Keesokan harinya Zetas dan asisten pribadinya pulang ke mension. Kini ketua Broken Flower itu kembali dengan kesadaran penuh tidak dalam pengaruh alkohol lagi, padahal selama ini ia tidak mengkonsumsi minuman keras, tapi entah mengapa malam itu ia tidak bisa menahan diri dan larut dalam kenikmatan yang membinasakannya.


Kini ia kehilangan sesuatu yang egonya anggap tak berharga, tapi hati hancur saat sesuatu itu hilang darinya.


Penyesalan selalu datang di akhir cerita. Mungkin mudah berucap kata maaf, tapi perasaan yang tersakiti tidak bisa lagi utuh seperti semula.


Hati seorang wanita ibarat cermin, jika kebaikan yang engkau berikan padanya maka pantulan darinya adalah kebaikan.


Hati seorang wanita ibarat cermin, yang apabila engkau menghancurkannya maka hanya tinggal serpihan yang engkau dapatkan, melukaimu jika engkau mencoba menggenggamnya, dan semakin kuat genggaman itu maka semakin banyak darah yang keluar dari lukamu itu. Engkau memang bisa merangkainya kembali, tapi pantulan darinya tak lagi sempurna. Bahkan kamu akan mendapati bayangan yang tidak diinginkan.


Serapuh itu, ya memang sangat rapuh. Tapi dibalik kerapuhan itu ia bisa membuatmu berdarah saat engkau tega menghancurkannya dan hendak menggenggam erat dirinya lagi.


Jangan menjadi kumbang yang hanya menginginkan keindahan sang bunga, dan saat layu si kumbang itu meninggalkannya. Tapi ini bukan tentang kumbang


Zetas dengan panik mencari Jesika, semua orang dalam mension ia perintahkan untuk mencari istrinya kesemua ruangan, dan melihat Cctv.


"Orion!" ucap Zetas mengepalkan kedua tangannya


"Sayang" bahagia Agatha dan berlari memeluk pria tampan itu tapi Zetas menghindarinya.


"Apa yang terjadi tadi malam, kenapa kalian berani keluar tanpa seizinku?" tanya Zetas yang saat ini nafasnya semakin memburu karena melihat Orion dan Jesika keluar bersama dan belum kembali sampai saat ini.


"Seseorang bilang tempat pertemuan rahasia kalian malam itu terbakar sayang, karena itu kami kesana tapi ternyata itu bohong" jelas Agatha


"Siapa yang berani mengatakannya?" perjelas Zetas, dan saat Agatha mengatakan bahwa salah satu bodyguard yang melakukan hal itu, sontak seluruh bodyguard diminta untuk menghadap tuan muda mereka.


"Siapa yang berani memberikan informasi palsu diantara kalian?" selidik Zetas dengan aura menakutkan


"Bukan kami tuan" ucap mereka jujur


"Agatha apa kamu mengingat orang itu?" pertanyaan Zetas membuat Agatha memandangi para bodyguard itu satu per satu, tapi ia tidak mendapati seseorang yang membohongi mereka.


"Dia tidak ada diantara mereka" ucap Agatha


"Sialan, Orion telah menipuku selama ini!" marah Zetas


"Selidiki pria sialan itu!" perinta Zetas dan seketika asistennya memberi informasi kepada hacker broken flower untuk segera mencari informasi mengenai Orion


Beberapa menit kemudian terdengar bunyi pesan masuk di handphone Zegos


"Tuan mereka sudah mendapatkan informasi tentang Orion" ucap Zegos


"Orion adalah anak dari tuan Frans Nam seorang billionaire dan cucu dari tuan Jack Nam seseorang yang dulunya sangat dekat dengan Mazoya" jelas asisten pribadinya


"Apa dia sudah mengetahui rencana kita?"


"Saya rasa mereka sudah mengetahuinya tuan, oleh karena itu melakukan hal ini"


"Apa pria berengsek itu memaksa Jesika ikut dengannya?"

__ADS_1


"Mereka teman lama, dan seseorang yang ditemui nyonya di paviliun waktu itu mungkin Orion"


"Sial, mengapa aku tidak menyadari sejak awal" merutuki dirinya sendiri


"Perintahkan seluruh anak buahmu untuk mencari keberadaan Jesika, selain itu beritahu seluruh anggota broken flower untuk mencari keberadaannya!" perintah Zetas


"Baik tuan" ucap Zegos dan segera melaksanakan tugasnya


"Dan kalian semua akan aku hukum, karena tidak becus dalam bekerja!" ucap Zetas pada para bodyguard itu


"Aaaaaaaaa" teriak Zetas memecahkan cermin yang ada dihadapannya dengan sekali tinju. Saat ini pria tampan itu berada dalam kamar pribadinya.


"Mengapa kamu berani meninggalkanku?"


"Jesika, dendamku belum terbalaskan!" teriak Zetas


"Aaaaaaaaa" teriaknya lagi dan seolah pria tampan itu kehilangan akal sehatnya.


Dering handphone berbunyi


"Kalian sudah menemukannya?" tanya Zetas


"Iya tuan, saat ini nyonya berada di kediaman tuan Frans Nam" jelas Zegos membuat salah satu sudut bibir pria tampan itu terangkat


"Bawa dia kehadapanku sekarang juga!" perintah Zetas penuh penekanan


"Siap tuan" jawabnya dan mengakhiri panggilan


Tanpa disadari oleh Orion dan tuan Frans Nam, kini Jesika dibawa oleh Zegos untuk menemui tuannya.


"Maaf nyonya, kami harus menutup mulut nyonya" izin Zegos


Setelah keluar dari kediaman tuan Frans Nam, dan memasuki mobil, asisten pribadi Zetas melepas ikatan dan penutup mulut Jesika. Kini mobil mewah itu melaju menuju mension Zetas Gang


"Zegos aku mohon turunkan aku disini" pinta Jesika dan pria itu mengabaikannya.


"Maaf nyonya kami harus melakukan ini, jika tidak maka nyawa kami gantinya" batin Zegos yang takut pada kemarahan tuan mudanya


Sesampainya di mension


"Tuan" ucap Zegos yang saat ini menemui tuan mudanya


"Dimana wanita itu?"


"Di kamarnya tuan, di paviliun"


Pria tampan itu menghampiri Jesika yang saat ini hanya duduk diam dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa maksudmu berani pergi dariku dengan pria lain?" ucapan keras Zetas

__ADS_1


"Jawab!" teriaknya


"Aku benci dengan diriku sendiri, aku benci karena menjadi luka untuk kakak" ucap Jesika yang saat ini cairan bening membasahi pipinya


"Hentikan dramamu!"


"Aku bertanya mengapa kamu berani meninggalkanku!"


"Agar kepura-puraan kakak berakhir, bukankah jijik dengan wanita sepertiku?" ucap Jesika


"Apa maksudmu?"


"Ha, bahkan ucapan yang keluar dari mulut kakak sendiri, kakak tidak mengingatnya" merasa dipermainkan oleh pria tampan itu


"Aku sungguh tidak paham dengan apa yang kamu maksud!"


"Hentikan kebohongan Kakak!" teriak Jesika


"Bukankah kakak berbuat baik kepadaku agar bisa membalaskan dendam yang memenuhi hati kakak itu?"


"Apa kamu menguping pembicaraanku?" walaupun Zetas dalam keadaan mabuk berat saat itu tapi ia masih mengingat setiap ucapannya malam itu.


"Jesika aku bisa menjelaskan semua itu!"


"Apa yang akan kakak katakan, kakak ingin mengatakan bahwa aku salah dengar, atau itu kebohongan?"


"Yang aku katakan malam ini kebenaran, tapi aku tidak bermaksud melukaimu. Kamu tidak mendengarkan semua ucapanku malam itu"


"Apa kakak mencintaiku?" pertanyaan Jesika hanya membuat Zetas terdiam.


"Lagi-lagi cintaku bertepuk sebelah tangan, Jika aku hanya sebatas alat untuk balas dendam, lalu mengapa kakak memberiku harapan?"


"Aku menyesal menyukaimu!" ucap Jesika disela isaknya


"Kakak hanya menganggap perasaanku hanya sebagai alat untuk balas dendam"


"Suatu hari nanti aku berjanji, kakak tidak akan pernah melihatku lagi!"


"Aku akan berhenti mencintaimu kakak!" kekecewaan terdalam seorang wanita


"Aku pastikan kamu tidak akan bisa melakukan itu!" ucap Zetas dan mencium paksa Jesika


"Aku ingatkan kepadamu, jangan berani pergi dariku walau dalam mimpi sekalipun!" peringati Zetas dengan tatapan tajam


"Jangan membuatku bersikap kasar kepadamu!"


"Tetap mencintaiku, tapi berhenti mengharapkan balasan cinta dariku!" ucap egois Zetas


"Hujan tidak berguna lagi bagi pohon yang sudah mati. percuma, cinta tidak berguna lagi bagi hati yang sudah mati!" jelas Zetas

__ADS_1


"Amarahku hanya sebatas mengingatkan bahwa aku masih layak disebut sebagai manusia, tapi hati ini sudah tidak memiliki rasa apapun, bahkan hidupku seperti mimpi buruk saat ini" duduk bersimpuh di hadapan Jesika.


"Aku bahkan lupa bagaimana rasanya jatuh cinta, tapi aku tidak ingin kehilanganmu bahkan setelah dendam ini terbalaskan!" ucap Zetas yang saat ini terlalu mengikuti egonya.


__ADS_2