
...🌸...
...🌺🌺🌺...
...🌸Flash back🌸...
...🌺🌺🌺...
...🌸...
"Semoga suatu saat nanti tuan diberikan hidayah"
Ucapan wanita itu selalu terngiang-ngiang, membuat Vernon tak bisa tertidur lelap. Ia berjalan menuju ruangan kerjanya dan duduk di kursi mewah itu.
Seketika pandangannya tertuju pada laci meja kerja yang kini mulai ia buka, perlahan buku yang kelihatan sedikit usang itu ia letakkan di hadapannya.
Membuka lembaran pertama membaca dengan fokus dan memaknai setiap artinya dalam kalimat itu, membuka lembaran-demi lembaran. Hingga pria tampan bermata biru cerah merasa tertampar dan lemah akan arti setiap ayat suci Al-Quran yang ia baca saat ini.
Awalnya ia tersenyum dan tak menyangka bahwa di Dunia ini ada sebuah kitab suci yang kalimat pendahuluannya saja berkata sangat percaya diri.
"kitab ini tidak ada keraguan padanya" kalimat yang tertulis
Padahal semua kitab dan buku yang ia baca tertulis "tak ada gading yang tak retak" di awal kata penyambutnya, tapi Al-Qur'an berbeda.
"Sungguh percaya diri sekali seseorang yang membuat kitab ini!" ujar Vernon meremehkan yang katanya dia mengetahui banyak hal tentang Islam tetapi karena ketidak percayaannya akan Al-Qur'an adalah kalimat-kalimat yang datang dari Allah. Ia menjadi pria yang buta akan kebenaran padahal ilmu yang ada padanya sangatlah banyak tapi Allah menutup pintu hatinya saat itu karena kesombongan yang bertahta dalam hati Vernon.
Ia membuka setiap lembaran dan semakin tersadar akan kebodohannya selama ini, yang menganggap bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang dibuat manusia dan penuh akan ketidak benaran.
Kini ia menyadari kesalahan itu, dan jatuh cinta pada Allah, jatuh cinta kepada Al-Qur'an yang hanya beberapa kalimat saja membuat Vernon lemah dihadapan kitab itu.
...***...
__ADS_1
ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa"
وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ وَلَن تَفْعَلُوا۟ فَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَٰفِرِينَ
"Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."
...***...
Pria yang gagah dan berhati batu kini mulai meneteskan air mata, ia sangat jatuh cinta akan kalimat yang telah menyadarkannya, kalah sebelum berperang.
Padahal ia membaca Al-Qur'an untuk menemukan kelemahan didalamnya, agar bisa mengalahkan setiap ucapan wanita yang menarik perhatiannya karena selalu berlandaskan Al-Qur'an dan semua hal yang terikat dalam agamanya.
"Apa aku terlalu sombong, hingga tak sadar akan sesuatu yang sangat besar. Aku selama ini mencari hal yang sebenarnya sangat dekat denganku" ucap Vernon
"Tuan" panggil Hendry setelah mengetuk pintu
"Masuk!" spontan Vernon
"Apa tuan sedang sibuk saat ini?"
"Apa tuan menangis?" lanjut Hendry tak percaya yang melihat mata tuan mudanya berkaca-kaca
"Aku menangis karena ini!" mengarahkan pandangan pada kitab suci Al-Qur'an yang ia baca
"Ternyata tuan membaca novel juga" spontan Hendry dengan senyuman aneh
__ADS_1
"Ini bukan novel tapi Al-Qur'an kitab suci agama Islam" jelas Vernon
"Apa karena wanita itu tuan tertarik membacanya?"
"Awalnya aku ingin menemukan kelemahan darinya tetapi ia yang melemahkan ku" jelas Vernon
"Apa ada tulisan yang membuat lemah seseorang yang berkuasa seperti tuan?" tak percaya Hendry
"Aku tak berarti apa-apa dibanding kitab ini Hendry!" jelas Vernon
"Aku bahkan saat ini sangat malu pada diriku, aku malu akan semua hal dalam hidupku yang berbuat tanpa berlandaskan kepercayaanku kepada Tuhan!" lanjut Vernon
"Jika tuan menemukan hal yang sangat berarti dalam kitab itu, mohon bimbing kami juga tuan. Aku rasa hidupku sangat hampa walau memiliki segalanya tapi rasanya masih ada yang kurang" jelas Hendry
"Iman yang kurang dalam hidup kita Hendry!" jelas Vernon
Dua pria tampan itu berjalan menuju ruangan bawah tanah dan ketua merekapun mengumumkan bahwa akan masuk Islam dan jika mereka ingin mengikutinya Vernon persilahkan dan jika memilih bebas seperti sekarang ini iapun tidak memaksa.
Tapi tak disangka semua anggota Big Move dengan lantang mengatakan mereka akan mengikuti jejak tuan mudanya itu.
...****...
Zegos saat ini masih memikirkan cara untuk meluluhkan hati Huzafiyah tanpa bertindak terburu-buru, ia tidak mengetahui bahwa ada saingan yang berat menantinya.
Vernon bahkan saat ini sudah bertindak lebih jauh dibandingkan dia, karena pria tampan itu tidak ingin memikirkan suatu hal berlama-lama, tanpa adanya tindakan apalagi mengenai perasaan tentunya ia akan dengan segera ingin memilikinya.
"Aku sangat benci penundaan!" itulah kalimat yang selalu Vernon ucapkan dan tanamkan dalam dirinya.
Apa yang akan terjadi kepada Zetas saat mengetahui bahwa wanita yang di cintainya itu kelak menjadi milik Vernon.
Mungkin dendam diantara mereka akan tercipta, mengingat bahwa ketua Broken Flower itu sangat berapi-api. Bahkan tak segan membakar habis segala hal yang membuatnya tak senang.
__ADS_1
Tetapi lawannya adalah Seorang pria yang sangat cerdik walaupun nyawa taruhannya Vernon tak pernah gentar dalam mengambil keputusan.
"Disebut pecundang karena kalah dengan orang lain setelah kita berusaha keras, jauh lebih baik dibandingkan dengan sebutan pecundang karena kalah dari diri sendiri" nasehat Vernon Adhulpus yang selalu terngiang-ngiang dalam benak semua anggota agen rahasia Big Move.