Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
bab 10


__ADS_3

Audrey yang melihat Daren di sana dia merasa heran, "Kenapa si songong itu ada di sini, gayanya aja kayak bos yang punya perusahaan." Gumam Audrey lirih tapi masih bisa di dengar Sisil.


"Uhss dasar pe'ak, dia itu tuan Daren yang punya perusahaan ini."Jelas Sisil memberitahu Audrey tentang siapa Daren.


"APA…… Dia pemilik JA grup" kaget Audrey yang membuat Maria tersenyum kesenangan.


"Mati lo.... Lo bakalan di pecat dari sini," kata Maria menakuti Audrey.


Audrey pun langsung melotot ke arah Keynan yang melihat perdebatan mereka. Dia memberikan kode kepada Keynan agar tidak memberitahu kalau Audrey adalah istrinya Darren.


"Ehmmm…" Deham Keynan menetralkan dirinya. karena dia harus berhadapan dengan istri sahabatnya.


"Apa benar yang di katakan oleh nona Maria, jika kalian telah menabrak nya. Dan malah kalian memarahi nona Maria." Tanya keynan kepada Audrey dan Sisil. "Sekarang pergi ke ruangan HRD dan temui bagian personalia. Tunggu saya di sana," lanjut keynan lagi.


"Baik tuan." Jawab Audrey dan Sisil kompak.


"Rasakan kalian, ini konsekuensinya bila berhadapan dengan Maria calon istri dari pemilik perusahaan ini." Bisik Maria sombong di telinga Audrey.


"Ah tuan Keynan jangan pecat mereka, kasian mereka tuan." Ucap Maria seakan perduli pada Audrey dan Sisil.


"Dan Anda juga segera pergi karena sudah di tunggu di ruang rapat." Peringat Keynan pada Maria.


"Eh ya tuan, maaf." Maria segera lari ke ruang rapat karena sudah terlambat.


Audrey dan Sisil sudah berada di ruangan bagian personalia HRD menunggu Keynan.


Tok tok tok "Permisi Nona kami di suruh tuan Keynan datang kemari dan di suruh menunggunya." Ucap Audrey kepada kepala bagian personalia.


"Ya masuklah.." Balas bu Yayuk mempersilahkan masuk Audrey. "Duduklah kalian, tadi tuan Keynan sudah menelfon saya agar kalian menunggu disini." Lanjut bu Yayuk menyuruh Audrey dan Sisil duduk.


Tak berselang lama mereka duduk, Keynan masuk ruangan itu. Keynan di beri tugas oleh Daren untuk menugaskan Audrey jadi asisten pribadinya. Kalau Audrey menolak, mau tidak mau Sisil akan di pecat.


"Bisa tolong tinggalkan saya dan Nona Audrey." Kata Keynan membuat Sisil dan bu Yayuk bingung dan saling memandang. Tapi mereka menuruti apa kata Keynan. Mereka langsung berpamitan keluar ruangan.


"Baiklah tuan, kami akan keluar." Ucap bu Yayuk dan langsung keluar di ikuti oleh Sisil.


Setelah mereka keluar ruangan, Keynan pun mengutarakan apa yang ingin di sampaikan.


"Audrey saya di suruh tuan Daren untuk memindah tugas kamu agar menjadi asisten pribadi tuan Daren. Katanya tidak ada penolakan." Ucap Keynan tegas tapi agak sungkan. Bagaimana pun Audrey adalah istri sahabatnya sekaligus bos nya sendiri.


"Apa……… Nggak Nan. Aku nggak mau jadi asisten si songong itu. NGGAK MAU." Kata Audrey tegas menolak permintaan Keynan.


"Jika kamu menolak, kata tuan Daren dia akan memecat Sisil dan Joni." Kata Keynan menjelaskan apa kemauan dari Daren. "Anda tidak ingin kan! teman - teman anda kehilangan pekerjaannya. Jika mereka di pecat dari sini, mereka akan otomatis di black list dari perusahaan manapun." Lanjut Keynan lagi.


Setelah berfikir lama, Audrey pun menerima pemindahan dirinya menjadi asisten pribadi Daren.


"Ya baiklah Nan aku terima." Jawab Audrey lemas "Kapan aku akan bekerja." Lanjut Audrey


"Besok pagi Drey. Yang sabar ya menghadapi Daren. aslinya baik kok." Ucap Keynan menenangkan Audrey agar bersabar.

__ADS_1


"Ihs kamu nih ya Nan, sabar gimana orangnya aja kayak gitu." Balas Audrey yang mulai tidak segan lagi sama Keynan, dan mulai akrab.


"Dulu aja kamu sabar ngadepin dia dan slalu memperhatikan Daren. Tapi semenjak kamu bangun dari koma, kenapa semua berubah. kayak bukan kamu aja Drey?" tanya Keynan yang membuat Audrey kikuk.


"Be… Berubah apa nya yang berubah. Berubah jadi super Saiya ya hehe he he." Balas Audrey kikuk tapi dengan cengengesan ala Audrey. "Eh ya Nan jangan sampai ada orang yang tau, kalau aku adalah istrinya tuan Daren. Ok." Lanjut Audrey memperingatkan Keynan agar tidak ada orang lain yang tau bahwa dia istrinya Daren.


"Ok siap bu bos." Kata kenan bercandaan.


Setelah berbicara memakan waktu yang lama, kini Keynan dan Audrey keluar dari ruangan HRD. Mereka di sambut Sisil dan bu Yayuk dengan raut muka yang tegang.


"Bu Yayuk mulai besok pagi Audrey sudah tidak menjadi office girl lagi, jadi cari lowongan lagi untuk mengisi kekurangan." Kata Keynan kepada Bu Yayuk untuk mencari ganti Audrey.


"Baik tuan saya akan laksanakan perintah tuan. tapi apa kesalahan Audrey tuan, sehingga dia di pecat." Balas Bu Yayuk dan mempertanyakan kenapa Audrey di pecat.


Keynan tidak menjawab pertanyaan itu dan langsung pergi meninggalkan Bu Yayuk.


"Audrey apa yang di bicarakan oleh tuan Keynan. Sampai sampai hanya kalian berdua saja. Kami tidak boleh ikut." Celoteh Sisil menghadang Audrey.


Sama seperti Keynan, Audrey tidak menjawab pertanyaan Sisil. Dia pun langsung pergi meninggalkan Sisil dan masih ada Bu Yayuk. Sisil dan Bu Yayuk saling memandang dan heran, kenapa mereka seperti itu.


Tapi mereka tak ambil pusing dan langsung pergi ke tempat masing - masing.


Setelah menghadapi situasi yang membingungkan, sekarang waktunya semua karyawan pulang. Audrey, Sisil dan Joni, ingin mampir ke pasar malam yang ada di dekat rumah Sisil. Tapi sebelum mereka sampai di pasar malam ,mereka bertiga yang naik 2 motor. Sisil yang membonceng Audrey dan Joni naik motor sendiri.


Mereka di hadang beberapa preman bayaran. preman itu berjumlah 8 orang.


"Hei turun lo...." Ucap salah satu preman itu. Menyuruh Audrey, Sisil dan Joni untuk turun dari motor mereka.


"Urusan gue bukan sama lo, tapi sama tu cewek. Mendingan lo minggir aja atau lo remuk ama gue." balas kepala preman dan menunjuk Audrey yang menjadi incarannya.


"Jangan berani beraninya lo sentuh sahabat gue, gue nggak akan tinggal diam." Ucap Joni tak kalah sengit dari preman itu.


"Ah udah jangan banyak ba**t lo... Siniin cewek itu, gue bakal lepasin elo." Tawar kepala preman


"Nggak akan gue serahin baj****n. Cuihhh." Ucap Joni sambil meludahi preman itu.


"Ba**s*t beraninya elo ya... Serang mereka." Perintah kepala preman untuk menyerang Joni Cs.


"Biar gue yang ladeni, kalian ngumpet aja cepat." Perintah Joni kepada Audrey dan Sisil agar mencari tempat persembunyian mereka.


Tapi Audrey pun tak tinggal diam, dia membantu Joni untuk melawan para preman itu.


"Hai cantik… Lo mau nyerahin diri lo ke kita ya! dengan senang hati abang layanin adek. Ha ha ha." Uucap salah satu preman yang ingin menikmati tubuh Audrey.


"His naj*s. Cuih." Sanggah Audrey.


Pertarungan pun tidak ter elakan. Antara Joni dan Audrey melawan 8 orang preman bertubuh kekar. Pertarungan yang tidak seimbang. Tapi tidak untuk Audrey, walaupun dia sendiri tapi dia masih bisa mengatasi mereka.


Bukkk

__ADS_1


Bukkk


Ahhhhhk


Bukkk


Ahhhhk


Tendangan demi tendangan, pukulan demi pukulan pun Audrey dan Joni layangkan. Para preman pun tak mau kalah, mereka mengerahkan segenap kekuatan mereka.


Awalnya mereka berfikir akan begitu mudahnya melan korban mereka. tapi mereka salah, korban mereka sangat kuat dan tangguh.


Di saat mereka hampir terpojok, salah satu dari preman itu mengeluarkan sebuah pisau. Yang akan di arahkan ke Joni.


"Mati kau pecundang... Yaaaak....." Salah satu preman yang membawa pisau berlari ke arah Joni. Tapi Audrey melihat itu dan berhasil menagkis pisau itu. Dengan tangan kosong dan membuat tangan Audrey terluka.


"Aisss…" Desah Audrey menahan sakit di tangannya.


Tak jauh dari kejadian pengeroyokan itu, ada mobil hitam yang ingin melintas.


"Adaa apa Nan, kok berhenti." Tanya Daren menanyakan kepada Kenan kenapa berhenti. Ya mobil hitam itu adalah mobil yang di tumpangi oleh Daren dan Kenan.


"Ini Ren, sepertinya ada yang di keroyok para preman. Apa kita bantu aja." Jawab Kenan menerangkan apa terjadi di depan mereka.


"Nggak usah ikut campur urusan orang. lebih baik kita diam dulu di sini." Balas Daren yang tidak ingin membantu. Ya Daren memang orang yang tidak perduli sama orang lain yang tidak di kenalnya.


"Eh tunggu Ren, itukan Audrey Ren. Dia sepertinya terluka." Kata Kenan yang tidak sengaja melihat Audrey terluka.


Daren yang melihat ke arah tunjuk Kenan pun melotot tak percaya. Kalau itu memang Audrey, kenapa dia ada di area ini. Begitulah pemikiran Daren yang heran.


Tak berlangsung lama, Daren pun langsung keluar dari mobil dan melihat apa yang terjadi. Banyak preman tergeletak di jalan dengan luka yang menghawatirkan. Dia pun melihat Audrey megintrogasi salah satu preman.


"Siapa yang menyuruh kalian. JAWAB.." Bentak Audrey kepada preman itu


"Nona Ma... Maria, dia ingin menakuti Anda Nona. Ma.... Maafkan kami Nona." Jawab preman itu.


"Maria...." Gumam Audrey.


"Maria model sombong itu. Hisss kenapa tu mak Lampir nyuruh orang buat celakain elo si Drey." Potong Sisil geram akan ulah Maria.


Audrey yang belum menyadari jika Daren telah membantunya pun kaget dengan tiba-tiba tangannya di pegang Daren dan di bawa pergi masuk ke dalam mobil.


Kenan, Joni dan Sisil yang melihatnya pun kaget dan bingung akan tindakan tiba-tiba bosnya itu...


Saat tiba di mobil, Daren langsung mencari Kotak p3k yang ada di dalam mobilnya.


"Kenapa ceroboh sekali jadi cewek, tadi kalau ada apa apa gimana aku bilang sama Papa kamu. Lain kali jangan seperti ini. Mengerti! " celoteh Daren panjang lebar dan membuat Audrey bingung dan hanya bengong. Kenapa dengan orang ini, ada apa dengannya. Dan banyak lagi pertanyaan di dalam benaknya.


****

__ADS_1


Ada apa dengan Daren ya…………


__ADS_2