
*
*
Setelah beberapa menit berlalu, Ani pun bisa menyelamatkan Manuel dari bergelantungan di tebing jurang. Kini mereka berdua beristirahat sebentar untuk mengumpulkan tenaga lagi setelah perjuangan yang melelahkan.
"Hah rasanya sangat melelahkan" gumam pelan Ani.
"Tuan bagian mana yang sakit" lanjutnya lagi.
Manuel yang masih syok dengan keadaannya pun hanya diam dan menahan sakit di sebagian tubuhnya. Tangannya sedikit terluka, kakinya terkilir dan banyak luka gores di kakinya.
"Tuan, Tuan Anda mendengar saya." Ani mencoba menyadarkan Manuel dari keterkejutannya.
"Hah apa?" balas Manuel kaget.
"Maaf membuat Anda terkejut, apa ada bagian yang terasa sakit Tuan. Karena saya lihat kaki Tuan berdarah agak banyak." Tanya Ani pada Manuel.
"Oh ya, kakiku memang sakit. Sepertinya terkilir di saat aku melompat tadi." Jawab Manuel dengan menahan sakit di kakinya.
Ani yang memang seorang mahasiswi akademi keperawatan yang sedang magang di puskesmas yang dekat dengan desanya. Dia pun segera memeriksa keadaan Manuel, setelah memeriksa Manuel. Ani pun memberitahu jika Manuel harus di bawa ke puskesmas terdekat. Karena di tempat itu hanya terdapat fasilitas puskesmas saja.
"Tuan kita harus pergi ke puskesmas, saya akan obati luka Tuan di sana. Jika luka Tuan tidak langsung di obati nanti akan terkena infeksi." Ucap Ani.
"Apakah di sini tidak ada rumah sakit?" tanya Manuel dingin.
"Maaf tuan di sini tempat terpencil, masih untung ada puskesmas. Rumah sakit ada di kota, dua jam baru kita sampai di sana. Bagaimana tuan, apakah Anda mau. Kalau Tuan tidak mau ya sudah saya akan pulang saja. Dan kemungkinan tuan akan jadi santapan binatang buas yang kelaparan. Hiiih saya jadi takut lama-lama di sini." Jelas Ani dan menakut nakuti Manuel.
Ani belum tahu siapa Manuel, karena binatang buas adalah mainannya setiap hari. Tapi Manuel berfikir lagi, jika dia tidak ikut dengan Ani. Bagaimana nanti dia bisa memberi tahu bos besarnya. Karena ponselnya ikut terbakar di dalam mobil.
"Ya baiklah aku akan ikut dengan mu. Tolong bantu aku berdiri." Pasrah Manuel.
Ani segera membantu Manuel dan segera membawa Manuel ke puskesmas tempatnya magang dan membantu para perawat dan dokter di sana.
Jalanan yang terjal tak menyurutkan niat Ani mengendarai motor bututnya di tengah malam. Setelah 20 menit mengendarai motornya, kini Ani dan manual telah sampai di puskesmas tempat Ani magang.
__ADS_1
Ani pun segera membawa masuk Manuel ke dalam UGD puskesmas itu. Beberapa teman Ani pun terkejut dengan kedatangan gadis manis itu lagi ke puskesmas dan membawa orang yang terluka.
"An, ada apa ini dan siapa laki-laki yang kamu bawa ini." Ani yang baru masuk dan meletakkan Manuel di brangkar pun langsung di berondong beberapa pertanyaan oleh temannya bekerja.
"Dia korban kecelakaan di tepi jurang Dalan Wetan (tempat Manuel kecelakaan bernama Dalan Wetan yang artinya Jalan Timur). Tapi Alhamdulillah dia masih di beri kesempatan kedua oleh Tuhan. Karena bisa keluar dari dalam mobil yang terjun ke jurang itu." Ani menjawab pertanyaan teman kerjanya yaitu Dokter Alan.
Dokter Alan pun segera memeriksa Manuel dan bertanya kepada Ani. "Baiklah aku akan memeriksanya, apakah ada korban lainnya An. Apakah kamu sudah lapor ke polisi Ani."
"Sepertinya tidak ada Dokter. Saya belum melaporkannya Dokter." Jawab Ani.
"Maaf Tuan, nama Anda siapa dan dari mana Anda berasal." Tanya Dokter Alan sopan sambil memeriksa keadaan Manuel.
"Nama saya El, saya dari kota JK. Dan saya mohon jangan telfon pihak polisi karena mungkin nyawa kalian juga akan terancam jika para musuh saya masih mencari saya." Jawab Manuel dan membuat Dokter Alan dan Ani pun syok.
"Ada apa ini, kenapa malah nyawaku terancam. Siapa laki-laki ini," batin Ani merasa ketakutan.
Dokter Alan pun ikut bermonolog. "Siapa yang Ani bawa, kok sepertinya bukan orang biasa."
"Maaf Tuan apa maksud Tuan El. Siapa Tuan sebenarnya." Tanya Ani penasaran.
"Auuuhg, Dokter itu sakit." Bukannya menjawab pertanyaan Ani, Manuel berteriak kesakitan saat Dokter Alan membenarkan posisi kaki Manuel ( kalau orang Jawa di urut).
"Tahan sedikit Tuan El agar kaki Anda tidak sakit lagi. Dan untuk luka robek ini, harus di jahit terlebih dahulu." Jelas Dokter Alan menenangkan Manuel karena akan di jahit lukanya.
"Baiklah Dok, dan siapa saya kalian tidak perlu tahu. Dan terimakasih atas pertolongan kalian ini. Dan untuk mu Ani bolehkah saya meminjam ponselmu untuk menghubungi atasan saya." Balas Manuel dan meminta tolong kepada Ani.
"Iya Tuan" jawab Ani menganggukkan kepalanya dan memberikan ponselnya kepada Manuel.
Manuel segera menghubungi Cassandra dengan ponsel jadul milik Ani. Manuel memberitahu keadaannya sekarang kepada Cassandra.
Singkat cerita kini sudah sebulan pertemuan antara Manuel dan Ani terjadi. Mereka pun tidak bertemu lagi selama sebulan ini. Dokter Alan dan Ani yang sudah di beri tahu Manuel pun terpaksa menyembunyikan apa yang telah terjadi malam itu.
Saat ini Manuel yang sudah sembuh pun besok akan kembali ke kota JK setelah beristirahat agak lama di hotel kota tempat tinggal Ani. Walaupun masih jauh dari kampung Ani.
Secara kebetulan Ani yang di jebak oleh teman yang menyukai Ani tapi di tolak oleh Ani. Membawa Ani ke hotel tempat Manuel menginap.
__ADS_1
Ani yang masih polos dan lugu tidak mengetahui akal bulus temannya itu yang bernama Jaka. Ani yang tahunya di ajak ke pesta ulang tahun temannya yang lain pun hanya bisa pasrah saja dan mengikuti Jaka.
Tapi rencana Jaka yang ingin mendapatkan Ani pun gagal saat Ani pamit ke toilet tapi saat berada di tengah jalan. Ani di bawa paksa oleh 2 bodyguard ke sebuah kamar hotel.
"Lepas, tolong lepaskan. Kalian siapa Tuan." Ani meronta meminta di lepaskan, tapi tenaganya tidak ada tandingannya dengan kedua bodyguard itu.
"Diam, ini kan memang pekerjaan mu. Jadi jangan sok suci kamu bi*tch" balas bodyguard itu tak kalah garang.
Membuat Ani ketakutan dan dia di fikir adalah seorang pela*cur oleh kedua bodyguard itu. "Tuan salah, saya wanita baik-baik bukan seorang bi*tch".
"Jangan mengelak kamu, nikmati saja malam ini cantik"
Bodyguard itu pun sampai di kamar yang di tujunya.
Tok tok tok.
"Masuk" terdengar sahutan dari dalam kamar itu.
Mereka pun segera membawa masuk Ani dan melemparkannya kepada Tuannya.
"Ini Tuan pesanan Anda" ucap salah satu bodyguard menyerahkan Ani pada lelaki di kamar itu.
"Tuan tolong sekali lagi saya mohon biarkan saya pergi Tuan"
"Diam jangan berisik" bentak Manuel yang sudah tidak bisa menahan hasratnya.
Bodyguard yang membawa Ani pun segera pergi meninggalkan tuanya yang sudah terbakar hasratnya gara-gara obat sia*lan itu.
"Tuan Manuel" kaget Ani mengetahui siapa orang yang ada di depannya itu.
Bersambung,.........
*
*
__ADS_1
Maaf jarang upload, karena ujian di dunia nyata lagi datang. mohon doa semua agar saya bisa melalui nya. Amin.🙏🙏🙏