
*
*
Kenan yang sedari tadi mengedarkan pandangannya dan mencari-cari seseorang. Siapa lagi kalau bukan si Nadine, sedari tadi Kenan mencari-cari Nadine tapi tidak melihat batang hidungnya.
Walaupun kemarin baru bertemu, tapi serasa sebulan belum bertemu. Sepertinya bumbu bucin sudah menyerangnya.
"Hey kupret ngapa lo, celingak clinguk (mencari-cari sesuatu) sana sini." Tegur Arman pada Kenan.
"Hiss mau tau aja si lo." Balas Kenan sinis.
"Yee di tanya orang kok sinis amat sih lo, kayak lagi datang bulan aja." Ujar Arman sewot.
"Hey kalian bisa diam nggak sih. Pasti deh kalau bersama sama kayak tikus ama kucing." Tegur Angela yang geram akan tingkah mereka berdua.
"Nggak" jawab Kenan dan Arman bersamaan.
"Ha ha ha cie sehati" tawa Riska meledek Arman dan Kenan.
"Hiss awas kalian ya." Lagi-lagi ucap Kenan dan Arman bersamaan.
"Ha ha ha ha ha" tawa semua orang.
***
Ceklek
Pasangan bucin Daren dan Cassandra mereka kini sudah berada di kamar mereka. Setelah beberapa waktu lama kamar itu kosong. Kini dua sejoli itupun sudah kembali ke kamar mereka.
"Sayang kamu mandi dulu ya, aku mau siapin baju kamu dulu. Dan siapin makan untukmu Sayang." Ujar Cassandra dan akan melangkah ke kamar ganti mereka.
Tapi niat Cassandra di urungkan dengan cekalan tangan Daren yang merengkuh pinggang Cassandra dari belakang.
"Baby, mau kemana." Bisik Daren dengan suara seraknya yang sudah menahan hasratnya.
"Emmm mau asshh." Suara desah Cassandra yang sudah di rangsang oleh Daren.
Tangan Daren yang tidak bisa diam saja, yang kini sudah menggerayangi tubuh Cassandra. Daren yang mendengar suara de**han Cassandra, dia pun sudah tidak bisa mengontrol lagi hasratnya yang sudah di ubun-ubun.
"Sayang masih ada sahabat kita di bawah. Jangan... Mmmm. " Belum juga Cassandra menyelesaikan ucapannya, Daren segera membungkam bibir seksi Cassandra dengan bibirnya.
__ADS_1
"Jangan hiraukan mereka, mereka pasti juga sudah tahu kita sedang apa." Ujar Daren saat melepaskan pagutanya pada bibir seksi Cassandra.
"Tapi Sayang" Daren kembali membungkam bibir seksi Cassandra.
Daren pun memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Cassandra menggelinjang kenikmatan. Titik sensitif Cassandra, Daren pasti sudah tau dan memberikan kenikmatan itu.
Daren menggendong Cassandra seperti koala. Dia meletakkan Cassandra dengan hati-hati di ranjang king sizenya.
"Hello guys, Daddy mau jenguk kalian. Kalian di dalam perut Mommy baik-baik saja ya jangan nakal, ok. Mmuuaahc." Kata Daren sambil mengelus perut Cassandra, pada kelima anaknya yang berada di dalam perut Cassandra.
"Ok Daddy" balas Cassandra dengan menirukan gaya bicara anak kecil.
Daren yang gemas pun kembali menyerang Cassandra. Di saat pertengahan pertarungan antara Daren dan Cassandra. Tiba-tiba terdengar pintu di ketuk dari luar.
Tok tok tok.
"Ren, Cass. Yoyo sudah datang, mau di taruh dimana." Tanya orang yang mengetuk pintu.
Hening....
Tok tok tok
"Hey Ren lo dengar nggak." Teriak Kenan lagi. Ya sedari tadi Kenan lah yang mengetuk pintu kamar Daren.
Brak
Brak
Brak
"Woi lo dengar nggak." Teriak Kenan lagi dan mendapat sahutan dari dalam kamar.
Braakkk
Suara benda yang di lempar dari dalam kamar Daren. Dan setelah itu terdengar suara aneh dari dalam kamar.
Kenan yang mendengar des*han yang bersahutan dari dalam kamar Daren pun di buat merinding. Dan segera berlalu dari pintu kamar Daren.
"Gila lo ya Ren, masih menjelang senja tapi lo masih mencangkul sawah. Huff Nadine lo dimana gue butuh lo Ndine." Gerutu Kenan yang turun dari tangga. Muka Kenan jangan di tanyakan lagi, tertekuk karena sudah mendengar suara yang aneh.
Kenan lagi apes Riders, kasihan sekali ya tu Kenan. Tenang Kenan giliran mu sebentar lagi.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar Daren, Daren masih menggempur istrinya tapi dengan ritme yang aman untuk twins five ya.
Daren pun sengaja mematikan peredam suara di kamarnya agar Kenan kena mental. Dan benar saja apa yang di lakukan Daren membuat Kenan terkena serangan mental yang ingin segera di tuntaskan oleh Nadine.
"Syukurin lo kutu kupret. Emang enak gue kerjaain lo hahaha." Monolog Daren dalam hati. Dia pun masih menggempur Cassandra sampai beberapa kali pelampiasan.
"Sa...Yang kutu kupret sudah pergi." Tanya Cassandra di sela des*hannya.
"Ya Baby, jangan hiraukan dia, ok. Kita nikmati senja kita berdua." Jawab Daren yang masih dengan kegiatannya.
"Ssss ahhh ahh" suara Cassandra yang sangat merdu di telinga Daren. Sudah ya kita tinggalkan Daren dan Cassandra, othor takut dosa banyak-banyak. He he he.
*
*
Kembali ke Kenan yang lagi galau.
"Eh kenapa lo Nan kok wajah lo di tekuk gitu kayak baju masuk lemari." Tegur Arman saat melihat Kenan yang tidak seperti biasanya.
"Ihhss apa'an sih lo Man, ganggu gue melulu." Sewot Kenan.
"Dasar kutu kupret lo Nan." Balas Arman tak kalah sengit.
"Berantem terus ntar kalau nggak ketemu pasti nyariin, basi tau nggak kalian nih." Sela Riska yang sudah jengah dengan pertengkaran yang tidak berfaedah antara Kenan dan Arman.
"Oh ya mana Cass dan Daren. Tadi kan lo gue suruh buat manggil mereka berdua. Terus mana orangnya." Tanya Riko yang tidak melihat Cass dan Daren turun.
"Lagi mencangkul sawah." Jawab Kenan.
"Cangkul cangkul yang dalam." Sela Manuel dan malah bernyanyi lagu anak-anak.
"Cangkul yang dalam dengkulmu itu. Belum punya sawah tau nggak sih." Balas ketus Kenan.
"Sudah-sudah sekarang kita tempatkan dimana tu si Yoyo. Kasian si Sulis yang masih jaga si Yoyo." Ujar si Riska melerai perdebatan mereka.
Tak lama berselang penjaga mansion yang sudah di beritahu sebelumnya sama Cassandra datang menghampiri mereka yang sedang bersantai di ruang tengah mansion.
"Maaf tuan sudah lama menunggu, karena saya baru selesai membersihkan taman belakang untuk tinggal si Yoyo kesayangan Nyonya besar." Ucap tukang kebun mansion Daren.
"Oh ternyata sudah di siapkan ya Pak. Jadi nggak usah repot-repot mikirin Yoyo tinggal di mana." Ujar Sulis yang kuatir akan keadaan Yoyo si puma.
__ADS_1
"Iya Tuan, mari ikuti saya." Ucap Pak Waluyo menunjukkan jalan.
Bersambung......