
Daren sudah berada di depan Louis. Dan itu semua yang di harapkan si licik Louis. Dia memang sengaja memancing Daren keluar dari persembunyiannya. Karena Louis sudah tahu jika Daren pasti akan ikut dalam misi penyelamatan para sandera itu.
"Wow wow siapa ini? ternyata si anak tengil itu tidak berubah ya, masih lemah sama seperti ketika pembantaian kedua orang tuamu saat itu. Masih saja bersembunyi seperti anak ayam yang bersembunyi dari Elang pemangsanya. Ha ha ha ha" Kata-kata Louis memprovokasi Daren agar amarahnya Daren keluar dan keuangan buat Louis.
Karena jika Daren marah, dia akan tidak bisa terkendali karena trauma yang dulu pernah dia derita. Gara-gara Louis juga dia pernah kehilangan cinta pertamanya yang mengkhianatinya. Dan itu awal dari trauma Daren tentang berhubungan serius dan sering bergonta-ganti wanita.
Dulu dia jika marah pasti tidak ada yang bisa mengendalikan jika bukan obat penenang. Tapi saat ini Louis salah, karena Daren sekarang bukanlah Daren yang dulu bisa mengamuk bak beruang kesurupan.
Sekarang sudah ada pawangnya yang selalu ada di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan istri tercintanya, Audrey.
Audrey yang berada di samping Daren dan tahu jika Daren akan mengaku. Dia segera menenangkan Daren dengan penuh kelembutan.
"Sayang ingat, tahan emosimu Dan tarik nafas perlahan-lahan. Tarik nafas lewat hidung dan keluarkan lewat mulut. Perlahan dan berulang-ulang, jangan biarkan dia menguasaimu Sayang." Kata Audrey lembut pada suaminya dan menggenggam erat kedua tangan Daren.
Daren yang mendapat semangat dan dukungan dari istrinya dan mengikuti apa yang telah istrinya katakan. Dia pun segera kembali tenang, dan berterima kasih pada istrinya yang salalu ada untuknya dan selalu mendukungnya.
"Sayang terima kasih, karena kamu selalu bisa menenangkanku dan selalu ada di samping ku." Ucap Daren tulus dari dalam hatinya.
"Sudahlah Sayang, jangan bahas ini dulu karena kita masih ada urusan dengan mereka. Dan kamu harus tau, di dalam rumah tangga tidak ada yang namanya terima kasih. Ok" Balas Audrey yang enggan membahas itu.
Louis yang melihat di samping Daren ada wanita cantik dan menggenggam kedua tangan Daren. Dia pun merasa geram dan iri akan Daren yang mempunyai segalanya.
Wanita yang terlihat wanita baik-baik tidak seperti wanita yang di milikinya. Hidup Daren sangat baik dan di kelilingi dengan orang-orang yang sayang padanya.
"Sudahlah Ren, sini serah kan lah dirimu dan wanita mu biar aku bisa menikmatinya." Kata-kata Louis membuat Daren naik pitam dan langsung menyerang Louis dan membabi buta.
Pertarungan pun tak bisa di elakkan. Riko, Kenan, Riska, Angela dan tidak ketinggalan Audrey mereka juga membantu Daren untuk melawan para mafioso yang di pimpin oleh Louis.
__ADS_1
Audrey yang sekarang di hadapkan langsung pada Erika pun tersenyum miring. Dia akan kembali bertarung dengan musuh semasa SMAnya dulu.
"Wanita sok cantik akan aku bunuh kau. Yaaaak" Ucap Erika dan mulai menyerang Audrey.
Buhg
Buhg
Buhg
Buhg
Auuuu
Ahhhhk
Perkelahian sengit antara Audrey dan Erika di menangkan oleh Audrey. Erika sudah babak belur dan sudah tidak berdaya.
Demikian juga dengan Louis yang sudah babak belur di hajar Daren. Riko, Riska, Kenan dan Angela pun segera membereskan sisa dari mereka yang selamat tidak meminum air dan makanannya.
Setelah melihat Louis tidak sadarkan diri, Daren segera pergi meninggalkan Louis sendiri dan menghampiri Audrey.
Di saat semua lengah, dari arah belakang Daren. Tiba-tiba Louis berdiri dan ingin menembak Daren dari jarak jauh.
Dor
"Sayang" teriak Audrey melihat Louis menembakkan pistolnya ke arah Daren dan langsung menghadang peluru yang hampir mengenai dada bidang Daren.
__ADS_1
"Ahhhk" teriak Audrey dan menghadang peluru dengan tubuhnya.
Daren yang melihat Audrey tidak berdaya gara-gara menyelamatkan dia dan bertaruh nyawa pun dia tak akan membiarkan orang yang melukai Audrey hidup dengan tenang.
"Sayang, kenapa kau melakukan ini. Tolong jangan tinggalkan aku, aku mohon. Kamu adalah belahan jiwa aku. Sekarang kita ke rumah sakit ya." Teriak Daren tidak kuat mihat istrinya terluka.
"Riko dan Kenan. kalian tahu apa yang seharusnya kalian lakukan kan.
Riko dan Kenan saling memandang dan mengerti apa yang di maksud Daren.
Riko bergegas membawa Kenan, Riska dan Angela untuk pergi dari gedung itu karena sebentar lagi. Riko akan menghancurkan gedung ini.
tidak lupa mereka memastikan bahwa Louis dan Erika di ikat di tiang agar dia kapok dan mati mengenaskan. Hih amit-amit deh Tor.
Semua sudah keluar dan begitu mereka keluar gedung itu. Suara ledakan Pun terdenga dan menggema.
Bom bom
Bom bom
Seketika gedung itu hancur rata dengan tanah. Daren yang di antar salah satu mafioso Cassandra pun bertanya. Apa masih lama dan jawabannya sebenar lagi.
"Sayang aku mohon jangan tutup mata mu Sayang. I love you." Ucap Daren panik melihat Audrey tidak berdaya gara-gara menyelamatkannya.
"I love you too Sayang. jangan pernah tinggalkan aku walau aku bukan Audrey yang asli." Ucap Audrey terbata-bata dan menutup matanya.
"Sayang ku mohon jangan tinggalkan aku, ku mohon Sayang. Hey kamu cepat nyupirnya jangan lelet." Teriak Daren saat Audrey menutup mata.
__ADS_1
"Audrey......
Bersambung....