
*
*
*
Tuan Hilton mematung saat baru tiba di dalam ruangan Daren. Daren yang melihat sang istri sibuk dengan dunianya pun hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
Daren pun segera mendekat dan memberikan kecupan di dahi sang istri tercinta.
"Ahh, Sayang bikin kaget aku aja. Udah selesai ya meeting nya." Kaget Cassandra saat sedang fokus pada layar Yola. Dan bertanya tentang meeting Daren.
"Abisnya sih kamu serius amat sama si Yola. Sampai-sampai aku masuk aja kamu nggak tahu Baby." Balas Daren gemas pada Cassandra dan mencubit pipi cabi Cassandra. "Dan meeting nya sudah selesai Sayangku." Lanjut Daren lagi.
"Awww sakit Sayang." Balas Cassandra manja.
Tuan Hilton yang menyaksikan keuwuan dua insan yang sedang di mabuk cinta pun tersadar akan sesuatu. Kenapa wanita yang ada di depannya yang tidak lain adalah istri dari Daren. Memiliki aura yang sama persis dengan Andra nya.
"Ehemmm" deham Tuan Hilton menyadarkan dua insan bucin itu agar sadar bahwa masih ada orang lain yang berada di dalam satu ruangan dengan mereka.
Kenan, Luna, sekertaris dan asisten pribadinya Tuan Hilton menahan tawanya karena melihat expresi dari Daren dan Cassandra yang menggemaskan. Seperti terciduk pacaran di semak-semak.
"Eh. Maaf uncle, perkenalkan ini istri saya Cassandra. Baby kenalin ini...." Sebelum kata-kata Daren selesai di ucapkan. Cassandra langsung berlari ke dalam pelukan Tuan Hilton.
Dan semua itu membuat orang-orang yang ada di ruangan Daren pun terkejut dan tak percaya. Daren pun juga tak kalah terkejutnya, kenapa bisa-bisanya istrinya memeluk laki-laki lain di depan matanya sendiri.
__ADS_1
Cassandra berlari saat melihat ada Tuan Hilton di hadapannya. Dia lupa kalau sedang membawa janin di dalam perutnya. Dia pun sangat senang, karena sudah lama tidak berjumpa dengan Papinya. Ya Cassandra memanggil Tuan Hilton dengan sebutan Papi.
"Papi, Andra kangen sama Papi Awa. Hiks hiks hiks." Cassandra lupa jika saat ini dia tidak dengan tubuh aslinya. Tapi dengan tubuh barunya sebagai Cassandra Audrey William. Bukan Cassandra Wilson Alexander.
Tuan Hilton yang mendapat pelukan dadakan pun terkejut dan tubuhnya mematung. Dia merasakan kehangatan dalam pelukan itu, dan dia juga merasa jika memang Andra lah yang telah memeluknya.
Tapi dengan mata kepalanya sendiri di hadapannya itu bukan Andra kesayangannya. Tapi firasatnya mengatakan jika wanita yang memeluknya adalah Andra nya.
Andra yang meninggalkan nya hampir setahun yang lalu. Titipan dari kakaknya yang tidak bisa dia jaga dengan baik. Hilton yang merasa lalai dan tidak becus menjaga Andra.
Kini dia di kejutkan dengan tiba-tiba seorang wanita cantik yang sedang hamil, memeluknya dengan erat dan memanggil namanya dengan sebutan Papi Awa.
Sebutan kesayangan Andra untuk dirinya, Cassandra masih menangis di dada bidang Papi Hilton. Papi Hilton pun hanya bisa mematung dan tidak membalas pelukan Cassandra.
Daren yang melihat istri kesayangan nya memeluk klien pentingnya pun merasa heran dan apa tadi dia dengar. Istrinya memanggil uncle Madawa dengan sebutan Papi Awa.
Dia pun akhirnya menyadarkan Cassandra dari pelukan bersama Papi Hilton.
"Baby, ada apa ini. Kenapa kamu menangis dan memeluk uncle Madawa di depan mataku sendiri." Kata Daren menepuk pundak Cassandra dan menyadarkannya dari situasi yang tidak menentu. Suara Daren yang terdengar ketus.
Cassandra pun sadar dengan posisinya, dan dia juga sudah mengingat bahwa dia bukan Andra yang dulu. Cassandra lantas mengurai pelukannya dengan Papi Hilton.
Di saat Cassandra ingin pergi dari hadapan Papi Hilton. Papi Hilton mencekal tangan Cassandra sebelum Cassandra menjauh darinya.
"Tunggu" kata Papi Hilton menahan Cassandra.
__ADS_1
"Maaf Tuan bila saya sudah lancang memeluk Tuan dan membasahi baju mahal Anda Tuan." Ucap Cassandra dan masih menitikkan air matanya.
Daren yang melihat istrinya berbeda dari sebelum-sebelumnya. Merasa heran, ada apa dengan Cassandra. Ada rahasia apa yang masih di sembunyikan oleh istrinya.
"Sudahlah Baby, jangan menangis lagi. Ayo kita duduk dulu saja. Mari uncle silahkan duduk dulu." Ucap Daren menenangkan istrinya dan mengajak semuanya untuk duduk lebih dulu.
Tapi Papi Hilton tidak mendengarkan ucapan Daren. Beliau malah langsung menarik Cassandra dalam pelukan hangatnya.
"Eh uncle...." Belum juga Daren menyelesaikan protesnya. Papi Hilton sudah membuat mereka semua terkejut dengan perkataannya.
"Andra, apa benar ini kamu Andranya Papi Sayang. Sebenarnya apa yang telah terjadi sayang, kenapa kamu ada di tubuh gadis lain." Kata Papi Hilton dengan pertanyaan yang bertubi-tubi meminta penjelasan dari Cassandra. Dan memeluknya erat Cassandra agar tidak bisa terlepas darinya.
"Ya Pi, ini Andra nya Papi. Hiks hiks. Andra nggak tahu Pi, kenapa Andra ada di tubuh ini. Tapi Andra bersyukur karena Andra masih di beri kesempatan oleh Tuhan untuk hidup kembali Pi. Walaupun dengan tubuh gadis lain, tepatnya gadis malang yang kebetulan adalah adik tiri dari Liora." Balas Cassandra pada Papinya. Dan masih dengan tangisan nya. Ya Cassandra sewaktu kecil memang di panggil dengan nama Andra, karena dia berpenampilan seperti laki-laki dan itu nama kesayangan dari Papi nya.
"Syukurlah sayangnya Papi masih di berikan kesempatan untuk hidup kembali. Walaupun dengan tubuh orang lain, tapi malah sekarang kamu terlihat sangat cantik. Tapi kok bisa ya di tubuh orang yang masih ada hubungannya dengan seseorang yang sudah membunuh mu Sayang." Kata Papi Hilton diselingi dengan menggoda Cassandra.
"Ehemm, bisa jelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi Baby." Deham Daren yang memotong pertanyaan Papi Hilton pada Cassandra. Dan meminta penjelasan dari Cassandra.
"Hiks hiks srooot" suara tangis Cassandra dan Cassandra pun meraih tisu dan membuang ingusnya.
Kenan yang melihat istri sahabatnya seperti itu pun hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Ada-ada saja tingkah absurdnya seorang Cassandra.
"Ehemmm" Cassandra menetralisir keadaannya yang masih kacau.
"Orang yang berada di hadapan mu itu adalah adik dari mendiang mamaku. Jadi beliau lah Papi aku Sayang, jangan cemburu ya. Ingat beliau adalah orang penting dalam hidupku. Semenjak mamaku meninggal saat melahirkan ku. Papi lah yang membantu Papa untuk merawatku, Papa dan Papi selalu ada untuk aku. Merawatku dengan senang hati dan tidak pernah marah padaku Sayang. Mungkin dengan ikatan kami yang kuat, makanya beliau bisa mengenali ku tanpa memberikan bukti yang akurat." Jawab Cassandra yang memperkenalkan Papi nya pada Daren dan orang-orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Waow, apakah ini memang sudah takdir Tuhan Baby. Apa kamu masih mengingatku kelinci cengeng. Apa kamu si Andra yang suka nangis jika aku menjahilinya." Tanya Daren yang mengingat dengan gadis kecil yang sering dia ganggu dulu.
Bersambung.......