
Halo pa.
"Halo Ren. Sekarang kamu dimana, apa kamu bersama Audrey. Tadi Papa telfon Audrey tapi tidak ada jawaban."
Ya pa Daren sama istri Daren. Emang ada apa ya pa.
"Ren apa benar kamu akan menikah sebulan lagi"
Ya pa Daren akan menikah lagi bulan depan.
"Apa.... Dasar baj****n kau. Kembalikan anak ku, jangan kau sakiti dia."
Pa... Kenapa Papa marah denganku. Apa salahku Pa...
"Apa salahmu kau bilang, salah kenapa kamu mau menikahi Liora sedangkan kamu sudah punya istri Ren. Aku tidak ingin kau menyakiti anak kandungku, mengerti."
Pa dengarkan aku dulu, Papa harus percaya dengan Daren. Pa aku memang akan menikah bulan depan dengan mengadakan pesta resepsi mewah untuk istri tercitaku. Cassandra Audrey William putri Papa. Sekarang Papa percaya sama Daren.
"Syukurlah nak, bila kamu tidak menikah lagi dengan Liora. Tapi kenapa berita yang beredar, kamu mau menikah dengan Liora. Kalian sebenarnya dimana."
Ya Pa, Daren nggak nikah sama Liora Pa. Berita itu memang sengaja di buat Liora karena Liora sakit hati di putuskan Daren Pa. Dan maaf dulu Daren pernah punya salah sama anak Papa. Kami ada di Jerman pa. Apa Papa mau bicara sama Audrey.
"Jerman. Kenapa tidak memberitahu Papa Ren. Ya Ren Papa mau bicara sama Audrey, bolehkan."
Maaf Pa Daren ke Jerman dadakan, jadi tidak memberitahu Papa. Ya tentu boleh pa.
*Baby Papa mau bicara sama kamu.
__ADS_1
Ya sayang*.
Terdengar suara Daren yang memberikan telfonnya pada Cassandra. Tuan Antoni yang mendengar anak dan menantunya mesra dia pun amat senang.
Halo pa, apa kabarnya. Ada apa ya Pa.
"Kabar Papa baik Sayang, nggak ada apa-apa. Papa cuma mau memastikan saja, berita itu benar atau tidak. Alhamdulillahnya semua itu tidak benar. Kapan kalian akan pulang Sayang, Papa sudah kangen. Maaf semenjak kamu bangun dari koma Papa tidak lagi menjengukmu. Maafkan Papa mu yang bodoh ini Sayang."
Besok pagi Audrey pulang Pa. Pa jangan seperti itu Audrey nggak apa-apa. Papa jaga kesehatan Papa saja jangan terlalu kecapean. Pa Audrey punya kejutan untuk Papa.
"Ya hati-hatilah kalian saat di perjalanan. Papa akan jaga kesehatan Papa, karena Papa juga masih ingin menggendong cucu Papa. Kejutan apa Sayang."
Tapi Papa harus merahasiakan pada Lio dan Bu Iren.
"Ya Sayang Papa janji"
Papa akan punya cucu, dan cucu Papa ada lima Pa.
Pa stop, aku yakin di tempat Papa sekarang ada orang yang lagi nguping. Jadi jangan di terus kan ya Pa.
"Ya Sayang Papa tau. Sudah ya beristirahatlah ya Sayang."
Ya Pa, bay Papa Sayang. Muuahc.
Tuuut tuut.
Tuan Antoni pun menutup telfonnya. Saat dia melihat ke arah depan pintu ruangannya yang tidak tertutup rapat. Dia baru sadar jika memang ada orang yang ingin mendengar semua yang Tuan Antoni lakukan.
__ADS_1
Siapa lagi kalau bukan ulah si nenek Grandong Irene. Irene memang salalu datang ke perusahaan Antoni setiap makan siang. Dan tadi saat ingin masuk dia tidak sengaja mendengar pembicaraan dengan Daren tentang pernikahan.
Dia tidak ingin pernikahan Daren dan Liora gagal. Dia akan melakukan segala cara agar pernikahan Daren dan Liora tetap terjadi. Dia tidak ingin malu di hadapan teman-teman sosialitanya.
Dia akan meminta bantuan Ayah kandung Liora. Ya dia akan menghubungi Aros untuk membantu anak mereka. Dia tidak ingin gagal seperti kemarin saat Liora kabur dari pernikahannya.
Irene berjalan masuk seolah tidak ada apa-apa. Dia berjalan mendekati suaminya dan berdiri di samping meja kerja suaminya.
"Sayang sudah siang makan yuk." Ajak Irene pada Antoni untuk makan siang bersama.
Yang hanya di angguk i oleh Antoni. Mereka berdua pun segera pergi dari perusahaan antoni. Di tengah perjalanan Irene berbicara tentang pesta pernikahan antara Liora dan Daren.
"Pa, Daren akan menikah dengan pengantin yang sesungguhnya. Mama sangat senang Pa, Liora bisa menikah dengan Tuan Daren." Ujar Irene senang.
"Jika dulu dia tidak kabur pun pasti sudah menjadi istri dari Daren. Kenapa baru sekarang dia menginginkan posisi menjadi istrinya Daren. Sedangkan sekarang Daren sudah menikah dengan anakku. Apa kamu ingin anaku berpisah dengan Daren. Iya seperti itu yang kamu mau." Ucap Antoni dan mempertanyakan kenapa dulu Liora tidak mau.
"Iya dong, Audrey b**oh itu harus mengalah pada Liora putri kita. Toh dulu kan memang dia di jadikan pengganti untuk Liora. Makanya sekarang dia harus menyerahkan Daren pada Liora kembali." Balas Irene dan membuat Antoni naik pitam.
"Apa... Apa kau bilang, Audrey bo**h seenaknya saja kau menyebut anakku bo**h. Yang bo**h adalah anakmu, yang telah menyia-nyiakan kesempatan emas dan membuangnya begitu saja. Dan apa kau bilang Audrey harus menceraikan Daren. Dalam mimpimu, aku tidak akan pernah membiarkan kau merusak kebahagiaan anakku. Dan satu hal lagi yang harus kamu tau. Aku tidak akan segan untuk menceraikan mu dan membuang mu ke jalan. Camkan itu baik-baik." Ujar Antoni marah pada Irene.
Irene yang baru pertama kali melihat Antoni memperlakukan itu padanya dia seakan syok berat. Dalam pernikahannya dengan Antoni, Antoni jarang menunjukkan sisi marahnya pada Irene.
Tapi apa sekarang, dia berani marah dan membentak Irene seperti itu. Irene tidak bisa terima, dia tidak akan tinggal diam saja. Jika kesempatan anaknya untuk menikah lagi dengan Daren hilang begitu saja.
Berita heboh tentang pernikahan Liora dan Daren kini sudah musnah bagai di telan bumi. Liora yang mengetahui itu pun tidak akan tinggal diam saja.
Dia akan bertindak lebih jauh lagi, karena dia tidak ingin gagal lagi menikah dengan Daren. Dia harua bisa menyingkirkan Audrey sebagai Nyonya Alvaro.
__ADS_1
Dan dia yang akan menggantikannya. Oh tidak semudah itu Esmeralda.
Bersambung.....