Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Penyesalan Antoni


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Antoni langsung menuju ke ruangan rawat inap Daren dan Cassandra. Masih bersama dengan Jarot asisten setianya.


"Jarot apa kamu tahu tentang tindakan mereka, tidakah kau pernah melihat mereka menyakiti anakku. Katakan yang sebenarnya Jarot." Tanya Antoni penuh penekanan pada Jarot.


"Tuan maafkan saya Tuan, saya pernah melihat nona muda di tindas oleh mereka tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka mengancam memecat saya dan para pekerja jika memberitahu Anda dan melindungi nona muda. Mereka berdua juga mengancam akan membunuh Anda dan Nona muda, Tuan." Jelas Jarot sambil tetap berjalan menuju ruangan rawat Cassandra dan Daren.


"Jadi kamu sudah tau semua itu Rot, tapi kenapa kamu tidak memberitahu ku masalah ini. Dan apa kamu bilang para pekerja saya pun tau tapi tidak bisa membantunya. Kenapa kalian begitu tega Rot, kasihan sekali anakku. Dia anak yang penurut, baik hati dan begitu lembut perangainya." Kaget Antoni.


"Maafkan saya Tuan, maaf karena tidak berdaya untuk membantu Nona muda." Ucap Jarot menyesal karena tidak dapat membantu Nona mudanya.


Antonio hanya diam saja dan terus berjalan tidak lagi memperdulikanmu Jarot yang menyesali keadaannya.


Tak berselang lama Antoni dan Jarot pun sampai di depan ruangan Cassandra dan Daren.


Tok tok tok


"Masuk" suara Daren terdengar dari dalam, menyuruh masuk.


"Siang Sayangnya Papa." Sapa Tuan Antoni mendekati Putri semata wayangnya yang sedang duduk di sofa bersama dengan suaminya.


"Papa." Cassandra berseru riang saat melihat Papanya datang. Cassandra segera bangkit dari sofa dan memeluk erat Papanya.


"Anak Papa sayang, maafkan Papa mu yang bodoh ini ya sayang. Kamu sudah menderita, Papa tau berita yang sedang beredar adalah berita hoax kan sayang. Papa juga sudah tahu bahwa selama ini kamu lah yang menderita. Maafkan maafkan Papa ya Audrey." Ucap Antoni dengan isak tangisnya.

__ADS_1


"Pa, Papa nggak salah. Papa jangan kayak gini, aku nggak apa-apa Pa." Balas Cassandra dan masih memeluk erat Papanya.


"Sayang kamu sudah banyak menderita, Papa yang bodoh ini tidak tau apa-apa. Kenapa kamu nggak cerita sama Papa, kenapa kamu pendam sendiri sayang. Papa merasa, Papa adalah Papa yang bodoh di dunia ini. Demi ingin memberikan kalian semua kehidupan yang layak. Papa telah lalai sayang, maafkan Papa. Papa mengabaikan kamu dan mempercayakan kamu pada wanita ular itu. Maafkan Papa ya sayang." Kata Antoni yang meratapi semua kelalaian dan kesalahannya.


"Papa sudahlah, toh Audrey sekarang sudah aman dan Audrey juga sudah bahagia. Jadi Papa jangan merasa bersalah ya. Lihat lah sekarang Pa, Audrey baik-baik saja. Dan Papa juga harus ingat di sini sudah ada twins five Papa akan jadi Opa kembar lima. Papa senang kan mau punya cucu lima sekaligus. Jadi Papa jangan sedih lagi ya, Papa harus semangat ya. Ok Pa." Kata Cassandra menyemangati Papanya sambil memperlihatkan perutnya yang sudah agak membuncit.


"Ya sayang Papa sangat senang sekali ketika kemarin kamu mengabari Papa jika kamu hamil kembar lima. Papa nggak nyangka Daren jago juga buat anak langsung lima." Ucap Antoni bahagia, dan menggelengkan kepalanya tak percaya. Menantu kejamnya pandai juga cetak lima anak sekaligus.


"Ya dong Pa, siapa dulu Daren gitu loh. Dan maafkan Daren ya Pa, saat awal-awal pernikahan Daren dan Audrey, Daren banyak menyakiti Audrey. Walaupun Daren nggak janji buat nggak bikin Audrey sedih, tapi Daren akan selalu berusaha membuat Audrey bahagia dan selalu menjaganya Pa." Ujar Daren narsis dan menyakinkan Antoni bahwa dia akan selalu menjaga Audrey.


"Ya Papa sudah memaafkan mu, tapi jika Papa tau kamu menyakiti sekali lagi Audrey. Papa pastikan kalau kamu tidak akan bisa bertemu dengan istrimu dan anak-anak mu, camkan itu." Ancam Antoni pada Daren.


"Ya Pa Daren akan selalu berusaha membuat Audrey nyaman dan betah sama Daren. Tidak akan pernah aku biarkan istri dan anakku pergi dari sisiku. Aku akan selalu menjaga mereka sampai akhir hidupku." Balas Daren penuh keyakinan.


Antoni pun tidak menyangka jika Daren yang di kenal kejam dan dingin, bisa berbicara hangat padanya. Dan terlihat sangat menyanyangi Audrey setulus hatinya.


"Ya Papa percaya padamu Nak. Jadi jangan pernah kecewakan Papa sekali lagi ya." Kata Antoni menepuk pundak Daren.


"Ya Pa, terima kasih atas kesempatan keduanya Pa." Balas Daren dan memeluk Papa Antoni. Dan di balas pelukan oleh Papa Antoni.


"Pa sudahlah melankolisnya, kita harus bahagia dan menghadapi rintangan dan cobaan ini bersama-sama Pa. Apalagi delapan bulan lagi twins five akan hadir di dalam hidup kita. Jadi kita harus bahagia ya Pa." Ujar Cassandra menyemangati Papanya.


Mereka pun saling berpelukan bertiga, memberikan semangat satu sama lain. Jarot yang melihat mereka bertiga berpelukan menjadi terharu di buatnya.

__ADS_1


"Tuan dan Nona muda, semoga kalian bahagia selalu dan dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Amin." Ujar Jarot dalam hati.


......................


Markas Black skull


"Papi pokoknya aku mau Daren jadi suamiku, aku tidak mau yang lainnya Pi. Aku yakin Pi, sebentar lagi si Upik Abu pasti tidak tahan dengan berita yang beredar dan dia akan meminta cerai dari Daren." Kata Liora percaya diri pada Papinya, Aros.


"Iya sayang, Papi akan membantumu untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Tenang saja masalah Upik Abu itu, Papi akan suruh Reno untuk mengatasinya." Balas Aros mengiyakan apa yang di inginkan Liora.


Aros belum tau siapa orang yang akan dia hadapi. Jika dia tau bahwa Audrey adalah Cassandra musuhnya yang dia bunuh dengan cara licik. Pasti dia akan terkejut dan tak menyangka.


"Ya Pi, Lio percaya sama Papi. Oh ya Pi, Mama kemana kok kemarin nggak pulang ke rumah." Tanya Liora menanyakan keberadaan Mama nya.


"Jangan khawatirkan Mama mu Lio, dia ada di kamar Papi. Biarkan Mamamu istirahat, dia sedang tidur sekarang." Jawab Aros dengan santainya.


"Papi ya, nggak kenal umur. Bisa-bisanya gempur Mama sampai kelelahan. He he he." Ujar Liora cengengesan pada Papinya.


"Heh, kamu tuh anak kecil. Pikirannya sudah kemana-mana. Sudah sekarang kamu juga istirahat di kamarmu. Papa mu belum pulang kan dari luar kota, jadi kamu di sini saja temani Mama mu disini. Karena Papi masih ingin berkumpul bersama kalian sayang." Balas Aros sambil mengelus kepala sang anak.


"Ihss Papi, aku bukan anak kecil lagi Papi. Lagi pula aku juga sudah merasakannya Pi, jadi Papi jangan anggap aku anak kecil lagi." Ucap Liora tidak suka jika masih di anggap anak kecil lagi. Liora pun cemberut di buatnya.


"Sayang, bagaimana pun kamu. Papi masih menganggap mu sebagai seorang anak kecil. Karena kamu adalah putri kecil Papi." Kata Aros penuh sayang pada Liora.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2