Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
bab 11


__ADS_3

Hati manusia itu tidak ada yang tahu.. Kapan, siapa, dimana hati ini akan berubah dan berlabuh. Kita manusia biasa tidak akan ada yang tahu. Hanya sang Penciptalah yang tahu dan membolak balikan hati kita.


******


Audrey yang masih tidak percaya akan semua itu. Hanya bisa mengangkan rahangnya dan melamun. "Apa yang terjadi dengan dirinya, apa tadi kepalanya kejedot ya" fikir Audrey dalam batinnya.


Sedangkan orang yang di lamunkan masih asik mengobati luka Audrey yang terkena pisau. Luka Audrey cukup dalam dan harus mendapat pelayanan medis.


Daren yang sudah selesai memberikan pertolongan pertama kepada Audrey pun langsung memanggil Kenan dan menyuruh Kenan mengantarkan ke rumah sakit terdekat.


"Selesai…" Ucap Daren setelah mengobati Audrey." Nan ayo! kok malah bengong, kita buruan ke rumah sakit. Cepat" lanjutnya lagi dengan berteriak kepada Kenan.


Kenan, Audrey, Sisil dan Joni. Mereka seakan tak percaya, apa benar itu bos mereka yang seperti beruang kutub itu. Yang berubah perduli dengan orang lain, dan agak sedikit cerewet.


"Maaf tuan saya tidak apa apa, ini hanya luka kecil saja. Anda tidak perlu kuatir." kata Audrey yang tidak mau di bawa ke rumah sakit.


"Apa kau bilang ini luka kecil. Luka mu bisa infeksi Audrey. Ayo cepat masuk mobil atau kau akan aku gendong." Daren yang sudah tak sabar memaksa Audrey agar cepat masuk mobil.


Sebenarnya juga Daren heran dengannya, kenapa dia bisa sangat memperdulikan Audrey sebegitunya. Apa benih-benih cinta itu mulai datang pada Daren.


Tapi dia masih dengan egonya, menepis perasaan itu. Melihat Audrey seperti itu, ada rasa yang tidak suka jika Audrey terluka. Tak berselang lama mereka langsung pergi ke rumah sakit. Tepatnya di rumah sakit besar milik WA grup, rumah sakit Xander hospital.


Joni dan Sisil mengikuti mereka dengan menaiki motor. Di benak mereka, mereka bertanya tanya seakan tak percaya. Bos galak mereka seakan perduli pada bawahannya yang hanya seorang og.


Setelah menempuh perjalanan selama 35 menit. Mereka sekarang sudah sampai di rumah sakit Xander hospital. Tiba di UGD mereka di sambut seorang suster dan dokter jaga.

__ADS_1


Yang kebetulan adalah teman SMA Daren. Yang bernama Leonard Nugroho. Dokter Leonard dan susternya segera membawa Audrey masuk kedalam ruangan.


"Hai… Bro ada apa ini, dan siapa dia." Tanya Dokter Leonard yang kaget akan kedatangan teman masa SMA nya.


"Udah jangan banyak tanya buruan obati dia." Suruh Daren kepada Leonard agar cepat menangani Audrey.


"Ku tunggu penjelasan mu bro" balas Dokter Leonard dan masuk keruangan UGD. Dia masih penasaran dengan wanita cantik yang di bawa oleh temannya itu.


Beberapa menit berlalu, Audrey sudah selesai di beri tindakan yaitu sedikit jahitan pada tangannya yang terluka. Sekarang Audrey sudah keluar ruangan, dan langsung di hampiri mereka yang menunggunya.


"Ya ampun Audrey, aku sungguh kawatir dengan keadaan mu. Gimana luka tangan mu." Ucap Sisil yang terlalu kawatir dengan keadaan Audrey. Belum sempat Audrey mau menjawab sudah di potong oleh Dokter Leo.


"Dia tidak apa apa, lukanya sudah di tangani dengan baik. Sekarang hanya butuh perawatan seperti biasa saja. Dan harus kalian ingat tangannya yang terluka tidak boleh terkena air dulu. Tiga hari lagi harus kontrol dan satu lagi tidak boleh telat minum obat. Mengerti Nona." Jelas Dokter Leo panjang lebar menjelaskan apa yang tidak boleh dan harus di lakukan.


Dan di angguki mereka semua termasuk Daren. Tapi saat mereka akan pulang sedikit perdebatan yang terjadi antara Sisil dan Daren. Yang ingin Audrey pulang bersama mereka.


Joni pun demikian ingin juga mengantarkan Audrey, tapi Audrey menolak dengan halus. Tidak ingin merepotkan mereka.


"Ayo cepat pulang kalian besok harus bekerja, aku tidak mau kalau kalian sampai telat besok. Jika kalian sampai telat, aku tidak akan segan memecat kalian." Kata Daren tegas. Menakuti Sisil dan Joni. Mereka pun langsung tunggang langgang pergi, agar tidak di pecat.


"Baik bos kami pulang. Bay Audrey sampai ketemu besok ya" Ucap Sisil dan Joni langsung pergi meninggalkan mereka.


"Ren lo masih utang penjelasan sama gue. " Tagih Dokter Leo pada Daren.


"Ya ntar tapi nggak sekarang." Jawab Daren datar. Dan melenggang pergi meninggalkan dokter Leo yang masih penasaran.

__ADS_1


"Terimakasih dokter, saya permisi." Pamit Audrey kepada dokter Leo.


"Ya... semoga lekas sembuh, dan sampai jumpa tiga hari lagi ya" balas Dokter Leo "Ingat pandangannya." Lanjutnya lagi.


Daren, Audrey dan Kenan sudah sampai di parkiran rumah sakit. Sebenarnya Audrey masih ingin berkeliling rumah sakit dan mengecek laporan secara diam-diam. Karena rumah sakit itu adalah masih milik Cassandra.


Tapi niat itu di urungkan karena Daren menyuruhnya langsung pulang. Mau tidak mau Audrey harus mengikuti apa kata Daren.


Saat sampai di mobil dan ingin membukanya, terdengar suara khas wanita yang manja kepada kekasihnya.


"Honey....... Tunggu." Ucap wanita itu. Ya wanita itu adalah Liora, kakak tiri Audrey dan sahabat Cassandra. Cassandra yang sekarang berada di tubuh Audrey.


Melihat Liora ada di depan matanya pun sangat geram dan ingin langsung menghajar Iblis wanita itu. Tapi masih di tahan karena dia ingin membalas Liora dengan kejam dan tak terlupakan.


"Kenapa kau ada di sini Lio?" tanya Daren kepada Liora.


"Honey... Aku kesini kan ingin menemui sahabat aku. Kamu tau sendiri kan kalo pemilik rumah sakit ini adalah sahabatku Cassandra." Jawab Liora mencari alasan. Padahal dia disini baru saja mengecek kandungan benar hamil atau tidak. Dan ternyata benar dia hamil, dia hamil dengan lelaki lain.


Tapi dia punya rencana untuk menjebak Daren. Agar dia bisa menikah dengan Daren..


"Apa sahabat mu sudah di temukan. katanya kan dia hilang." Tanya Daren kepada Liora.


"Su.... Sudah tapi masih dalam perawatan." Bohong Liora.


"Eh... Ada adiku tercinta ya........

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2