
*
*
"Wow ternyata kamu juga selingkuh di belakangku ya. Sok-sok an yang tersakiti tapi justru yang nikam dari belakang. Sok polos dan lugu tapi aslinya ja**ng. Bagus sekali ya." Ucap lelaki yang ada di depan Kenan dan Nadine.
"Ya kamu benar Sayang, wanita ini memang ja**Ng. Baru saja kamu putuskan dan sekarang lihatlah dia sudah bersama dengan lelaki lain. Dan sepertinya lihatlah, lelaki kaya mana yang di gaet ja**Ng ini." Ujar wanita yang bersama dengan lelaki itu.
Nadine yang mendengar suara lelaki dan wanita yang di kenalnya pun terkejut saat dia memandang ke depan. Dan terlihat jika ada sepasang orang sedang menghampirinya.
Kenan yang mendengar ada seorang lelaki dan perempuan yang menghina Nadine, dia pun naik pitam. Kenan yang sudah berdiri dan rahangnya yang mengeras, wajahnya yang sudah memerah menahan emosinya.
"Siapa kamu, jangan menghina Nadine seperti itu. Dia wanita baik-baik, kamu lelaki hina yang tidak pantas menghina wanita seperti Nadine. Dan kamu ondel-ondel, kamu bilang apa tadi. Yang ja**ng di sini sebenarnya adalah kamu, wanita yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan milik orang lain." Marah Kenan pada sepasang orang yang berada di hadapannya.
"Nan sudah, jangan hiraukan lelaki seperti dia. Lelaki yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Lelaki yang hanya taunya mempermainkan seorang wanita yang tulus mencintainya. Semoga kelak dia tidak menuai tuahnya. Yuk kita pergi dari sini Nan." Tahan Nadine pada Kenan dan mengajak Kenan pergi.
"Baiklah ayo Ndin." Balas Kenan dan menggenggam tangan Nadine erat. Mereka berdua pun beranjak ingin pergi meninggalkan sepasang lelaki dan perempuan itu.
Tapi di saat Kenan dan Nadine ingin berjalan melewati mereka. Tanpa di sangka Idar mencekal lengan Nadine. Idar tidak ingin Nadine pergi sebelum dia menyelesaikan masalahnya.
"Auww sakit Dar." Jerit Nadine kesakitan karena lengannya di cengkram kuat oleh Idar.
Ya lelaki itu adalah Idar dan wanita yang bersamanya adalah Rosa anak ayah tiri Nadine, si Sobri.
"Hei" teriak Kenan tidak terima dan langsung menghantam Idar tanpa ampun.
Bughh.
Bughh.
Kenan menghajar Idar dan di lerai oleh Nadine. Nadine tidak ingin Kenan berurusan dengan Idar karena Idar adalah anak dari pejabat setempat.
Nadine takut akan terjadi sesuatu pada Kenan nantinya. Dia ingin langsung pergi saja dari tempat itu. Nadine tidak tahu siapa sebenarnya Kenan karena dia baru kenal beberapa bulan.
Kalau hanya pejabat kecil seperti ayahnya si Idar. Tanpa bantuan dari Daren pun Kenan bisa untuk mengatasinya. Tapi karena Nadine tidak tahu makanya dia sangat khawatir dengan Kenan kedepannya.
__ADS_1
"Nan tolong berhenti, stop." Teriak Nadine menghentikan Kenan yang sudah kalap.
"Kenapa aku harus berhenti Din, kenapa kamu belain baji*gan ini. Apa masih ada rasa kamu sama baji**an ini." Ucap Kenan emosi karena Nadine masih belain Idar sampai segitunya.
"Kenan jangan marah dulu. Siapa yang belain buaya buntung itu, aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu terjadi padamu setelah kejadian ini. Karena Idar adalah anak dari salah satu pejabat yang berpengaruh di kota ini. Jangan salah paham dulu Nan." Balas Nadine menjelaskan pada Kenan.
Kenan yang mendengar jika Nadine khawatir padanya pun sangat senang. Ada kesempatan Kenan untuk mendapatkan cintanya Nadine.
"Benarkah seperti itu, bukan yang lainnya." Ucap Kenan yang masih ragu.
"Iya Nan, ayo kita pergi dari sini." Balas Nadine dan mengajak pergi Kenan.
"Baiklah, ayo." Balas Kenan dan mengikuti langkah Nadine yang menggandengnya.
"Hei, kalian mau kemana. Awas saja ya kamu, pasti akan tamat riwayatmu di tangan anak buah Papaku." Teriak Idar yang tidak terima dengan perlakuan Kenan padanya.
"Siapa Papamu, aku tidak takut." Tanya Kenan dengan santainya.
"Papaku adalah Suroto Jaya. Kamu takut ya, setelah mendengar siapa ayahku yang sebenarnya." Jawab Idar dengan sombongnya. Idar tidak tahu siapa orang yang berada di hadapannya itu.
"Oh jadi kamu anak tua bangka itu. Pantas saja sombong, seperti bapaknya." Ujar Kenan dengan santainya dan dia pun merogoh saku celananya untuk mengambil handphone nya.
Tut Tut Tut.
Ya hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu.
"Apa kamu punya anak bernama Idar, jika kamu memang punya. Tolong kirim anakmu keluar dari kota ini saat ini juga. Atau aku yang akan bertindak." Ucap Kenan penuh penekanan.
Maaf Tuan, sebenarnya apa yang telah terjadi. Sehingga anak saya mendapat hukuman Tuan.
Terdengar tanya orang dari seberang.
"Anakmu telah menyakiti calon istriku. Jadi jangan pernah lagi aku melihat anakmu di hadapan calon istriku. Mengerti." Jawab Kenan penuh penekanan.
Baik Tuan, saya akan mengirim anak saya keluar dari kota ini Tuan. Tolong maafkan anak saya dan Saya Tuan.
__ADS_1
"Ya" jawab Kenan datar.
Terima kasih Tuan
Tut Tut Tut
Telfon pun segera di akhiri Kenan begitu saja. Idar yang mendengar jika Kenan menelfon seseorang pun dia tidak percaya bahwa yang di telfon Kenan adalah ayahnya.
Mana mungkin ayahnya akan takluk oleh Kenan. Jika benar ayahnya takluk berarti di hadapannya adalah bukan orang biasa.
"Aku tidak akan takut dengan mu. Jangan hanya bisa menakuti ku saja, mana mungkin orang biasa seperti mu mempunyai nomor ayahku jika bukan orang-orang penting saja." Ujar Idar masih dengan percaya dirinya.
"Nikmati saja waktu mu di sini yang hanya sebentar saja. Ayo Sayang kita pergi dari sini, jangan hiraukan buaya buntung seperti itu." Ucap Kenan dan menggenggam tangan Nadine dan langsung pergi meninggalkan Idar dan Rosa.
"Si*l siapa lelaki itu, kenapa Nadine sangat beruntung sekali di kelilingi banyak lelaki kaya dan tampan." Monolog Rosa hanya dalam hati.
Nadine yang tangannya di genggaman oleh Kenan dengan erat dan penuh kelembutan yang membuat jantungnya berdetak tak karuan. Nadine merasakan cinta hadir untuk Kenan dengan begitu saja. Tak lama dari itu , Idar mendapat telfon dari ayahnya.
Di mana kamu, kamu tahu tidak siapa yang sedang Kamu singgung dasar anak bo*oh. Segera kemasi barang-barang mu dan pindah ke luar kota atau ke luar negeri sekarang juga. Cepat atau kamu tidak akan selamat.
Maki orang di dalam telfon yang tak lain adalah Suroto Jaya ayahnya sendiri.
"Apa Pa, kenapa aku harus segera pergi Pa. Aku tidak menyinggung siapa pun, cuma tadi mantan aku pa Nadine sama gebetannya yang baru Pa." Jawab Idar tak tahu diri.
Apa?, siapa namanya.
"Ke Kenan Pa, ya Kenan Pa namanya."
Dasar anak bo*oh. Kamu telah menyinggung orang yang salah. Segera pulang dan cepat pergi dari kota ini.
"Tapi Pa..." Sebelum Idar menyelesaikan ucapannya telfonnya sudah di tutup ayahnya.
Tut Tut Tut.
"Si*l.....
__ADS_1
Bersambung.........