
Siapakah pemilik Yupi………
****
Setelah semua membersihkan diri. Daren memerintahkan Keynan untuk memanggil Audrey, untuk makan malam bersama.
"Nan panggil Audrey kemari, untuk makan malam bersama kita." Perintah Daren kepada Keynan.
Yang otomatis membuat Keynan jadi bingung dan tak percaya. Apakah benar yang dia dengar. "Tidak salah dengar kan, apa benar Daren ingin makan malam dengan Audrey !" batin Keynan tak percaya. Banyak pertanyaan yang ada di benaknya seakan tidak percaya.
"Hei kenapa malah bengong. Cepetan aku sudah lapar." Teriak Daren mengagetkan Keynan yang masih melamun.
"Ya ya sabar dong bro…"
Keynan pun memanggil Audrey di kamarnya. "Astaga tega amat lo ya Ren, ama istri sendiri kayak gini amat. Kalo gue jadi lo, pasti udah gue bahagiain si Audrey." Gumam Keynan miris saat melihat kamar Audrey. Audrey tidur di deretan kamar pembantu mension yang kamarnya kecil dan sempit
Tok tok tok " ya sebentar…" Jawab Audrey dari dalam dan membuka pintu kamarnya.
Dia awalnya kaget akan kedatangan Keynan, tapi setelah Keynan mengucapkan bahwa dirinya di suruh untuk makan malam bersama Daren. Audrey malah tambah tidak percaya. apa ini mimpi, di dalam kehidupan Audrey sebelumnya tidak pernah sama sekali Daren sudi untuk makan malam bersamanya. Apalagi makan malam bersama, melihat Audrey aja tidak mau. Tapi apa sekarang aneh sekali.
"Ayo cepat Audrey sudah di tunggu Daren," ajak Keynan.
"Ta…tapi Nan, ya baiklah. Ayo," putus Audrey mengikuti Keynan.
Sesampainya di meja makan, mereka pun segera memulai makan malam. Hanya ada keheningan saja yang menyelimuti mereka. Sampai saatnya waktu makan malam pun berlalu.
Keynan dan Audrey pun heran, kenapa hanya hening saja. Sedangkan untuk apa Daren menyuruh Audrey bergabung untuk makan malam bersama. Tidak di tegur sama sekali dan setelah selesai mereka kembali ke tempat masing masing.
Keesokan harinya Audrey sudah bersiap dan berangkat. Sekarang Audrey pun sudah sampai di perusahaan JA grup. Dia langsung berganti pakaian dan langsung melakukan tugasnya.
Kini tak terasa sudah seminggu Audrey bekerja di perusahaan milik suaminya sendiri, tapi dia tidak tahu kalau dia bekerja di perusahaan milik suaminya. Karena memang mereka blm bertemu.
Tepatnya Daren yang slalu menghindar, agar tidak bertemu dengan Audrey.
Pagi ini Audrey dan Sisil di tugaskan membersihkan ruangan menejer keuangan di lantai 10.
__ADS_1
"Audrey apa kau tahu bahwa menejer keuangan kita itu orangnya ganteng, incaran para wanita disini. Tapi sayangnya orangnya dingin, cuek sama wanita. "Celoteh Sisil tentang manajer keuangan yang kayak kulkas 3 pintu.
"Tapi masih gantengan presdir kita, dinginnya pun lebih dari manajer itu. Kayak beruang kutub galaknya minta ampun." Lanjutnya lagi.
Yang hanya di tanggapi Audrey dengan senyuman. Audrey dan Sisil pun sampai di lantai 10. Mereka pun bergegas ke ruangan menejer keuangan.
Tok tok tok "Permisi pak," ketuk Audrey mengetuk pintu menejer keuangan.
"Masuk." Suara dari dalam menyuruh mereka masuk.
"Permisi tuan, kami minta izin untuk membersihkan ruangan Anda." Ucap Audrey meminta izin untuk membersihkan ruangan.
"Ya." Balas David datar. Ya nama menejer keuangan adalah David Cole. Orangnya sebelas duabelas dengan Daren. Sama sama kulkas tapi pintunya berbeda. He…he…
Audrey dan Sisil pun segera membersihkan ruangan itu. Mereka tidak mengetahui bahwa sejak dari tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka.
Ya sejak dari tadi saat Audrey membersihkan ruangan itu. Mata David tidak beranjak untuk menyudahi melihat Audrey. Seakan akan ada magnet yang menarik mata David untuk melihat Audrey.
"Siapa gadis ini, kenapa aku seakan tertarik padanya. Ternyata cantik juga." Batin David menanyakan siapa gadis cantik di depannya.
Setelah beberapa lama Audrey dan Sisil menyelesaikan pekerjaan mereka dan pamit kepada David.
"Ya." Lagi lagi hanya kata itu yang terucap dari mulut David.
Audrey dan Sisil pun meninggalkan ruangan itu. Dan kembali ke pantry lantai 4 untuk melayani para karyawan membuat cofee.
"Gila tu orang ya apa nggak punya kata kata selain ya. Pelit amat ya nggak Audrey," celoteh Sisil yang geram akan sikapnya David.
"Ya bener kata mu Sil, gue aja kayak bicara sama tembok tau nggak." Balas Audrey yang sebal juga akan sikap David tadi.
"Ihsss kalau gue ketemu lagi tu ma orang pingin deh gue bejek - bejek tu orang," cerocos Sisil lagi.
"Udah ah nggak usah di omongin lagi tu orang, ntar lo darah tinggi lagi. Ayo buruan ke pantry ntar di cariin bu Berta lagi trus marah - marah nggak jelas lagi." Balas Audrey berlalu mendahului Sisil dan di kejar Sisil.
"Yak……… Audrey tunggu gue dong. Jangan lo tinggal gue," Sisil mengejar Audrey tapi tidak sengaja menabrak seseorang.
__ADS_1
Braaak
"Ihssss… Punya mata nggak sih lo." Omel orang yang di tabrak Sisil.
"Maaf mbak saya tidak sengaja. Maafkanlah saya." Ucap Sisil minta maaf kepada orang yang di tabraknya.
"Apa lo bilang maaf, lo lihat nggak ni baju gue kotor gara - gara lo jalan meleng. Dan gue sekarang telat gara - gara lo juga. Awas lo og si***n. Gue depak lo dari perusahaan ini." Marah wanita yang di tabrak Sisil, tidak terima jika Sisil hanya minta maaf saja.
"Jangan nona, lagian kan saya sudah minta maaf. Toh juga Anda tadi tidak liat jalan." Bela Sisil menyangga ucapan perempuan tadi, yang bernama Maria seorang model yang mengincar Daren untuk di jadikan suaminya.
"Apa lo bilang." Marah Maria mengangkat tangannya untuk menampar Sisil. Tapi saat belum sampai, tangannya di hadang Audrey dan memelintir tangan Maria kebelakang.
"Auh…… Apa - apaan kalian beraninya kalian seperti ini ke pada gue." Marah Maria tidak terima akan perlakuan Audrey kepadanya. "Apa kalian tidak tahu siapa gue, hah! gue adalah calon nyonya Alvaro. Camkan itu." Lanjut Maria memberitahu siapa dia.
Audrey yang mendengar itupun kaget. "Apa calon nyonya Alvaro, apa dia kekasihnya tuan Daren." Gumam Audrey dalam hati.
Tak lama Audrey melepaskan cekalan tangannya dari Maria. Setelah cekalan tangan Audrey melepaskan tangannya, Maria pun segera menjauh dari Audrey. Dia takut Audrey akan melukainya lagi.
"Siapa Anda saya tidak perduli, mau calon istri pejabat kek, presiden kek gue nggak ada urusan. Urusan gue ke elo karena lo tadi juga salah karena lo jalannya meleng nggak lihat jalan. Toh temen gue udah minta maaf, kurang apa lagi coba." Bela Audrey tidak terima, jika Maria masih menyalahkan Sisil.
Saat pertengkaran terjadi tak sengaja Keynan pun lewat bersama Daren. Maria pun tak menyia - nyiakan kesempatan emas itu. Dia pun memulai aktingnya.
"kenapa kalian seperti itu kepadaku apa salahku kenapa kalian marah - marah tidak jelas. Lagian toh aku tidak sengaja dan sudah minta maaf. Tapi kenapa kalian marah - marah. Hiks hiks hiks." Maria memulai aktingnya dan menyeringai tak terlihat Daren.
"Ada apa ini apa yang kalian lakukan disini." Tanya Daren kepada mereka.
"I... Ini tuan...." Belum sempat Sisil menjelaskan tapi sudah di potong oleh Maria.
"Tadi saya tidak sengaja menabrak mereka tuan, dan saya sudah meminta maaf kepada mereka. Tapi mereka malah memarahi saya, dan salah satu dari mereka malah menyerang saya tuan hingga tangan saya terkilir." Potong Maria memotong ucapan Sisil dan mendramatisir keadaan seakan akan dia lah korban tersakiti.
Daren pun yang melihat itu seakan tidak percaya jika Audrey melakukan itu. Tapi dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Dia pun memilih untuk pergi dari situasi itu. Karena di depannya ada Audrey yang terus melihat ke arah Daren dengan tatapan tajam.
Tapi sebelum pergi dia menyerahkan semuanya kepada Keynan.
"Nan urus mereka jangan ada kesalahan apa pun." Ucap Daren kepada Keynan dan langsung melenggang pergi dari sana.
__ADS_1
Saat berjalan melewati Audrey, Daren melirik sedikit Audrey yang hanya datar melihatnya.
Apa yang akan Keynan lakukan kepada istri majikannya itu………hayo bisa tebak nggak nih. See you Again ya... Selamat membaca dan terima kasih😘💕. Lanjut besok lagi ya..