
Setelah makan siang bersama dan terlibat pembicaraan serius tentang rencana untuk besok malam. Kini mereka semua sudah beranjak dari perusahaan Daren dan menuju ketempat mereka tinggal sementara di Jerman.
Riko cs kembali ke markas mereka yang ada di Jerman. Dan Daren mengajak Audrey ke sebuah Vila besar yang ada di kawasan Berlin dengan pemandangan yang sangat indah. Awalnya Audrey mengira dia dan Daren akan tinggal di hotel atau penthouse.
Tapi apa ini, sekarang mereka berada di sebuah Vila besar yang sangat indah. Ternyata Daren memiliki sebuah Vila besar yang ada di Jerman. Seberapa kaya kah Daren, sehingga memiliki sebuah Vila besar di Jerman.
Sekarang Audrey sudah berada di salah satu kamar yang memang di khususkan untuk tuan rumah. Kamar yang lengkap dan memiliki mini kitchen untuk hanya sekedar hiasan.
Audrey berada di balkon kamar yang menghadap ke taman di Vila itu dan pemandangan kota yang bisa di lihat saat malam hari. Sungguh suguhan yang sangat menyegarkan mata, menenangkan sejenak fikiran yang sedang kacau akan hidup yang rumit.
"Kenapa aku terjebak dalam sekenariomu ini Tuhan. Aku tidak bisa menepis rasa yang sekarang mulai tumbuh subur dan bersemi kian hari. Aku tidak bisa membenci lelaki yang hanya bisa menyakiti wanita. Dan sekarang apa? kenapa aku malah jatuh ke dalam pesona lelaki seperti Daren?. Apa ini takdir yang Engkau tuliskan untukku dan Audrey?. Apakah Audrey yang asli memang sudah tiada Tuhan?." Lamun Audrey yang mempertanyakan semua kepada Tuhan.
Cassandra tidak pernah menyangka jika pertemuannya di masa remaja dengan Liora akan seperti ini. Dia meninggal gara-gara Liora dan Audrey yang kecelakaan pun memang di sengaja oleh Liora.
Tapi Cassandra masih beruntung karena masih di beri kesempatan kedua untuk hidup dan memperbaiki semua kesalahan yang di perbuat oleh Liora.
Dia akan membalas semua kepada Liora, dia tidak akan pernah membiarkan keluarga Liora hidup dengan tenang dan bahagia.
Tak terasa hari sudah mulai sore, matahari sudah berada di ujung barat dan sebentar lagi akan berganti dengan malam. Audrey yang sejak tadi berada di balkon kamar dia tidak menyadari jika Daren sudah berada di kamar dan mendekatinya.
Audrey merasa kaget dengan tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluk nya dari belakang.
"Sayang sedang apa kamu di sini?" tanya Daren sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Audrey. Dan meletakkan dagu lancipnya ke bahu Audrey.
Suasana yang sangat romantis di waktu senja. Dua insan yang di pertemukan dengan cara yang sangat unik. Takdir cinta dari Tuhan yang sudah di gariskan untuk mereka.
Daren dan Audrey menikmati suasana romantis dengan saling berbagi kasih. Daren yang mulai terpancing hasratnya karena suasana yang mendukung. Sekarang waktu musim dingin disana, suasana dingin yang melanda membuat Daren ingin merasakan kehangatan.
Daren pun segera membalik tubuh Audrey untuk menghadapnya. Mereka sekarang saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain. Merasakan debaran jantung pasangannya, seakan waktu berjalan lamban dan tidak ingin berlalu.
__ADS_1
"Sayang bolehkan aku meminta hak ku yang tertunda dan jangan khawatir aku sudah mematikan HP ku dan sudah menyuruh orang tidak mengganggu kita. Tidak akan ada yang mengganggu kita lagi." Kata Daren meminta haknya. "Aku sudah tidak sabar Sayang. Boleh ya ya ya please." Lanjut Daren merengek seperti anak kecil meminta permen.
Permintaan Daren hanya di jawab Audrey dengan anggukan kepala. Jawaban yang hanya seperti itu saja sudah membuat Daren bahagia bukan main. Akhirnya penantian sekian lama akan terbayarkan.
Walaupun sering bergonta-ganti wanita tapi dia tetap akan memilih wanita yang tepat untuk di jadikan Ibu untuk Anak-anaknya kelak.
Daren langsung memagut bibir se*i Audrey dengan kelembutan, dia pun memperdalam ci****nya memasukkan lidahnya ke mulut Audrey.
Audrey yang sekarang sudah punya pengalaman yang kemarin gagal pun sudah bisa membalas ci***n Daren. Walaupun belum selihai Daren yang memang bibirnya tidak pera**n lagi.
Audrey dengan instingnya membalas segala sesuatu yang sedang Daren lakukan padanya. Kini Daren sudah menggendong Audrey dengan cara bridal show.
Menuju ketempat pertunjukan yang akan membawa mereka ke Nirwana. Tempat tidur king size yang akan menjadi saksi bisu. Pertemuan antara dua insan yang saling jatuh cinta.
Tetapi masih ada keraguan yang menyelimuti Audrey. Dia seakan ragu ketika mengingat bahwa dirinya bukanlah Audrey yang asli. Tapi jiwa yang sekarang sedang mengisi tubuh lemah seorang Cassandra Audrey William.
Dia seakan takut jika nanti Daren mengetahui siapa sesungguhnya dirinya. Apakah dia akan tetap menerimanya sebagai istrinya?.
"Sayang apa yang kamu bicarakan?. Aku mencintaimu apa adanya dirimu. Aku akan menerima apa pun dirimu. Jadi tolong jangan ragukan cinta suciku padamu Sayang." Balas Daren sepenuh hatinya, dari hati yang paling dalam.
Audrey pun menatap manik mata biru milik Daren. Berharap tidak ada kebohongan disana dan Audrey hanya melihat ketulusan saja di mata biru itu.
"Sungguh, tidak akan pernah berpaling jika aku menjadi tua." Kata Audrey menyakinkan lagi hatinya.
"Sungguh sayang, aku akan selalu mencintaimu untuk selamanya sampai kita menua bersama." Balas Daren bersungguh-sungguh.
Audrey sudah menyakinkan dirinya jika dia akan menyerahkan dirinya seutuhnya untuk lelaki yang sekarang sudah mengungkungnya.
"Aku juga mencintaimu Suamiku." Ucap Audrey yakin.
__ADS_1
Daren yang mendengar ungkapan cinta dari istrinya pun bahagia dan mulai men****u Audrey dari mulai mengecup puncak kening, turun ke hidung dan sekarang me******t bibir se*i Audrey.
Menikmati manisnya madu yang ada di bibir Audrey. Mereka berdua menikmati ciu*** itu.
"Manis." Ucap Daren saat melepas ciu***nya dengan nafas keduanya terengah-engah karena hampir kehabisan stok udara.
Dan Daren pun segera melancarkan aksinya kembali setelah kemarin gagal. Dia tidak ingin gagal lagi.
"Sayang sudah siap kan. Aku mulai ya." Kata Daren dan memulai pertempuran mereka.
Entah sejak kapan mereka sudah seperti bayi yang baru lahir tanpa pakaian. Daren pun memulai serangannya.
"Sayang jika sakit bilang ya aku akan menghentikannya." Ucap Daren serak karena sudah berada di titik yang terdalam dalam has***nya.
"Ya Sayang." Balas Audrey.
"Aku masuk ya." Kata Daren dan di angguki oleh Audrey.
"Auuuuh." Rintih Audrey. Daren yang mendengar Audrey kesakitan pun menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa berhenti Sayang?" tanya Audrey yang sedang merasakan sakit tapi masih bisa di tahannya.
"Kamu kesakitan Sayang, aku akan menghentikannya." Balas Daren tapi di tahan oleh Audrey.
"Jangan, lanjutkan saja. Katanya di awal memang sakit tapi nanti bakal enak kan Sayang!" tahan Audrey agar Daren melanjutkan aktivitas mereka.
Dan akhirnya Daren pun mempertemukan To'ing dan sawahnya. Mereguk nikmat surga dunia yang sebenarnya, suara mereka pun bersahutan satu sama lain.
De***** dan er***** bersahutan sutu sama lain. Menandakan mereka menikmati permainan yang di ciptakan oleh Daren.
__ADS_1
Bersambung......