Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Ternyata dangduters


__ADS_3

"Siapa kamu, kenapa kamu keluar dari mobil suami aku." Tanya Audrey ketus saat melihat ada wanita cantik seumuran dengannya keluar dari mobil suaminya.


Dia pun melirik suaminya tajam, sedangkan Daren yang di lirik tajam oleh Audrey dia bergidik ngeri.


"Sayang aku tidak tahu itu siapa, percayalah sayang." Ucap Daren pada Audrey, dia takut Audrey akan marah.


Cassandra yang berada di dalam tubuh Audrey belum mendapatkan ingatan tentang Nadine karena tadi dia masih kesal dengan si tua bangka Sobri.


Tapi saat Nadine mempertanyakan tentang ingatan Audrey tentangnya. Audrey pun berusaha untuk mengingat Nadine.


"Audrey, ya ampun baru 7 bulan tidak bertemu kamu sudah lupa ya sama aku." Tanya Nadine pada Audrey. "Apa kamu masih marah sama aku ya?. Saat pernikahanmu dengan tuan Daren aku tidak datang." Lanjut Nadine lagi.


"Astaga maaf Nadine, kau tau kan kalo aku belum lama bangun dari koma. Jadi ya ginilah Dine agak pelupa. Maaf ya." Balas Audrey dan langsung memeluk Nadine.


Di bayangan Audrey dia menangkap kalau persahabatan Audrey dan Nadine itu tidak seperti persahabatan antara Cassandra dan Liora.


Audrey dan Nadine walaupun mereka tidak bergelimang harta tapi mereka bahagia dengan persahabatan mereka.


Walau sebenarnya Audrey anak orang kaya tapi kalian taukan yang namanya emak tiri yang jahat ya gitu. Pemilik asli di jadikan upik abu tapi upik abu yang jadi majikannya.


(Heh emak tiri emang dasar ya. Eh tapi nggak semua emak tiri gitu ya Riders. He he he)


Mereka yang sering berburu dangdut keliling, karena mereka sama-sama suka dengan musik dangdut. Cassandra yang ada di tubuh Audrey pun sempat geleng-geleng. Ada ya wanita kok dangduters banget.


Dan hanya hal seperti itu saja bisa membuat mereka bahagia. Cassandra saja yang bergelimang harta kadang merasa tidak bahagia.


Tapi mereka yang hidup penuh penderitaan saja bisa bahagia dengan caranya sendiri. Tapi dia yang hidup dengan curahan kasih sayang dari para bawahan dan sahabatnya saja, belum merasakan kebahagiaan yang sederhana.


"Ya nggak pa pa. Eh ya ini tuan Daren kan suami lo." Tanya Nadine.


"Iya kenalin ini suami gue Daren. Dan Akang ini Nadine sahabat aku." Balas Audrey memperkenalkan Daren pada Nadine dan sebaliknya.


"Tuan, Nadine sahabat Audrey." Ucap Nadine mengulurkan tangan ke Daren. Tapi tidak di sambut baik oleh Daren. Hanya di acuhkan saja.


"Daren suaminya Audrey." Balas Daren datar. tanpa menyambut tangan Nadine.


"Ihss ya udah jangan di ambil hati ya, suamiku emang kayak gitu kutub es." Kata Audrey dan membisikkan kutub es di telinga Nadine.


Daren yang mendengar dan melihat itu pun hanya memandang cuek dan tidak mempermasalahkan jika istrinya mengatai kutub es. Walaupun Audrey mengucapkan dengan lirih tapi Daren yang mempunyai pendengaran tajam pun masih bisa untuk mendengar.


"Oh ya Nan..." Daren yang belum selesai bicara langsung di potong oleh Kenan.

__ADS_1


"Sorry bro ini yang mau gue omongin ama lo. Wanita ini tadi yang masuk tanpa permisi yang katanya di kejar preman dan di jual bapaknya pada preman itu." Potong Kenan dan menjelaskan semuanya.


"Ya aku tau, ayo kita pulang." Balas Daren datar dan mengajak pulang.


"Akang boleh nggak Nadine ikut kita, dia kan nggak punya tempat tinggal dan pasti Bos preman itu akan menangkap Nadine kembali." Tanya Audrey yang kasihan dengan sahabatnya karena tidak punya tempat tinggal lagi yang aman.


"Hemm.. Baiklah, tapi untuk sementara tinggal di paviliun pelayan. Nanti Kenan akan carikan apartemen untuk sahabatmu, sayang" balas Daren


"Ok, tidak apa apa ya Dine tinggal di paviliun belakang." Ucap Audrey kepada Nadine. sebenarnya Audrey ingin satu rumah dengan Nadine, tapi suaminya pasti tidak mau walau mansion nya kayak lapangan sepak bola dan sekarang hanya mereka berdua yang ada.


Para pelayan sekarang tinggal di paviliun belakang mansion. Jadi hanya ada Audrey dan Daren saja yang ada di mansion megah itu.


Sekarang mereka sudah berada di mobil dan tentu saja Audrey dan Nadine tidak bisa diam. Mereka saling mencurahkan rasa kangennya dengan bernyanyi dangdut.


Daren dan Kenan hanya bisa pasrah saja dengan kelakuan absurd Audrey dan Nadine. Ternyata mereka memang satu frekuensi, tapi suara mereka bisa di nikmati tidak cempreng sana sini.


"Yupiiii, musik." Perintah Audrey pada Yupi.


"Yes Mrs." jawab Yupi.


" Apakah mobil ini mobil canggih ya kok bisa bicara dan mematuhi perintah mereka. " gumam Nadine dalam hati.


*****


...Mencari ikan dalam kolam...


...**Bila ingin melihat ikan...


...di dalam kolam. ...


...**Tenangkan dulu airnya...


...sebening kaca. ...


...Bila mata tertuju pada...


...gadis pendiam...


...caranya tak sama...


...menggoda dara lincah. ...

__ADS_1


"Tarik Ndine " semangat Audrey.


...**jangan jangan dulu...


...janganlah di ganggu...


...biarkan saja...


...biar duduk dengan tenang. ...


...**senyum senyum dulu...


...senyum dari jauh...


...jikalau senyum tandanya...


...hatinya mau. ...


Di saat lagunya berakhir Audrey dan Nadine tertawa lepas tanpa beban. Daren yang melihat Audrey tertawa bahagia diapun merasa bahagia.


Dia sudah berjanji dalam hatinya. Dia bertekat akan berusaha slalu membahagiakan Audrey.


Tak berselang lama mereka sudah sampai di mansion. Setelah mereka masuk dan langsung membersihkan diri mereka. Sekarang mereka sudah berada di meja makan, Audrey yang tadi sudah mengundang Nadine dan Kenan untuk makan malam bersama.


Sedangkan Nadine sudah di bantu sama mbok Sumi untuk berberes di kamar yang di tempati Nadine saat ini. Nadine pun sudah ada di meja makan yang bisa di tempati sekitar 20 orang.


Meja panjang dan banyak kursinya, padahal cuma 2 orang saja apalagi dulu hanya 1 orang saja.


Mereka semua sudah menyantap makanan yang telah di hidangkan. Makan malam yang hening karena memang adap makan dalam keluarga Daren tidak boleh ada pembicaraan.


Jika memang ada yang ingin di bicarakan, mereka akan berbicara di ruang keluarga. Sekarang mereka sudah pindah di ruang keluarga.


"Nadine besok kamu akan di antar Kenan untuk mencari apartemen ya. Karena besok suami aku akan ada pertemuan dengan kliennya. Dan aku harus ikut dengan dia." Ucap Audrey pada Nadine.


"Iya Drey, apa tidak merepotkan tuan Kenan?. Aku bisa sendiri kok dan aku akan mencari kontrakan saja, kalau apartemen aku tidak bisa membayarnya. Kamu tau sendiri kan, kalau aku pengangguran tidak bekerja. Dan sekaligus aku mau mencari pekerjaan jadi biar aku sendiri saja." Balas Nadine ya sungkan merepotkan Audrey dan Kenan.


"No, kalau kamu di kontrakan nanti pasti mereka akan mudahnya menemukan mu. Biar suamiku saja yang urus. Ok." Kekeh Audrey


Audrey memandang Daren penuh harap. Dengan tatapan yang lembut dia berharap agar Daren mau menuruti apa mau Audrey.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2