Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Jojo


__ADS_3

Markas Black Scorpion.


Daren, Cassandra Dan tentunya si Yupi tiba di markas Black Scorpion. Tepat pukul dua lebih sepuluh menit dini hari. Karena hari sudah dini hari, mereka memutuskan untuk beristirahat dulu di kamar Cassandra yang berada di markas itu.


Mungkin memang karena kondisi yang masih belum terlalu fit. Daren dan Cassandra pun segera membersihkan diri dan segera tidur.


Keesokan harinya.


Daren yang sudah bangun duluan pun tidak langsung beranjak dari ranjang. Karena dia masih menikmati wajah cantik Cassandra, ada rasa penyesalan yang menyelimuti dirinya.


Dulu dia tidak memperdulikan Audrey sama sekali, dia selalu berbuat sesuka hatinya dan tidak memperdulikan dan mengacuhkan Audrey yang telah melayani segala keperluan Daren.


Tapi di mata Daren, dulu Audrey hanya sebagai wanita jahat yang ingin memilikinya dengan berbagai cara. Daren yang dulu terpengaruh oleh Liora, dia tidak pernah ingin melirik Audrey sedikit pun.


Tapi sekarang, dia malah tidak ingin berada jauh dari Audrey atau Cassandra. Daren selalu ingin dekat-dekat dengan Cassandra.


"Maafkan aku Audrey, dulu aku tidak pernah perduli dengan mu. Dan setelah kepergian mu, kamu telah membawa Cassandra untuk ku. Aku memang lelaki yang egois tapi aku ingin berterima kasih untuk mu. Yang telah membawa Cassandra untuk ku. Maafkan aku, penyesalan ku yang datang setelah kepergian mu." Ujar Daren yang mengelus wajah cantik Audrey atau Cassandra.


Yang tanpa Daren tau Cassandra sudah bangun dari tidurnya tapi masih enggan untuk membuka matanya. Cassandra sengaja tidak membuka matanya dulu, karena ingin mendengar apa yang di ucapkan oleh Daren.


"Dan untuk mu Sayangku, terima kasih telah hadir dalam hidupku. Telah memberikan begitu banyak warna untukku dan hidupku. Kaulah bidadari yang di turunkan Tuhan hanya untukku. Jangan pernah berfikir untuk pergi jauh dariku, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan menjaga cinta suci kita, kau dan tentunya anak-anak kita sampai akhir hayatku." Ucap Daren tulus dari dalam hati yang terdalam dan mencium kening Cassandra. Turun ke mata kanan dan kiri, lanjut lagi ke pipi kanan dan kiri, dan terakhir ke bibir seksi Cassandra.


Tapi saat Daren ingin menyudahi ciumannya di bibir Cassandra. Tiba-tiba Cassandra menahan tengkuk Daren dan mulai melu*at bibir tebal Daren yang manis dan kenyal.


Daren yang awalnya kaget karena Cassandra ternyata sudah bangun. Dia pun segera membalas Cassandra dengan ciuman lembutnya.


Mereka berdua terhanyut dalam lum*tan yang memabukkan. Daren yang tersadar dari kenikmatan yang telah di raihnya pun segera melepaskan ciuman mereka. Dia tidak ingin kelepasan dan melukai Cassandra yang telah hamil muda. Sebisa mungkin di memendam hasratnya yang sudah menggebu.


"Baby, kamu sudah bangun ya. Maaf sudah mengganggu tidur nyenyak mu Sayang. Cup." Ujar Daren dan kembali mengecup kening Cassandra penuh dengan kelembutan. Dan mendekap Cassandra penuh cinta.


"Nggak apa-apa Sayang. Kamu nggak ganggu kok, lagi pula kan aku udah bangun dari tadi." Balas Cassandra tersenyum genit pada Daren.


Daren yang mendengar jika Cassandra sudah bangun sejak tadi pun kaget. Takut jika Cassandra sudah mendengar isi hati Daren. Dan dia pun takut jika Cassandra salah paham.

__ADS_1


"Baby, apa kamu tadi mendengar apa yang aku katakan." Tanya Daren to the point pada istrinya.


"Yap" jawab singkat Cassandra.


"Apa kamu tidak marah Baby." Tanya Daren lagi.


"Enggak, kenapa marah." Balas Cassandra, dan kembali bertanya.


"Dengan semua yang ku katakan untuk Audrey. Baby jangan salah paham dulu ya, karena Audrey sudah tenang dan katamu kan dia sudah bahagia di sana. Jadi istriku Sayang jangan marah ya. I love you Cassandra Wilson Alexander." Ungkapan tulus dari lubuk hati yang terdalam dari seorang Daren Jhonatan Alvaro untuk Cassandra.


"I love you too more Tuan Daren Jonathan Alvaro." Balas Cassandra dan mengeratkan pelukannya pada Daren. Menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Daren yang kekar.


Setelah bermesraan yang hanya sebatas itu saja tidak lebih, kini mereka segera membersihkan diri dan segera turun ke lantai satu untuk sarapan bersama.


Cassandra dan Daren sudah di tunggu para anak buah Cassandra. Kini mereka sudah di beri tahu jika kepemimpinan Black Scorpion. Di ambil alih oleh Cassandra dan wakilnya tetap Riko, semua formasi tidak berubah dan hanya pergantian pemimpin saja.


Tapi yang namanya kekuasaan pasti ada pro dan kontra. Ada yang tidak setuju jika yang menggantikan kepemimpinan adalah sosok wanita yang terlihat lemah lembut.


Black Scorpion di bagi menjadi beberapa kelompok, dan kelompok mereka di sebut dengan elemen. Elemen tanah, angin, air dan api.


Tugas mereka berbeda-beda, ada yang khusus pengintaian, peracikan obat-obatan untuk melumpuhkan musuh dan lain-lain.


Simon adalah ketua kelompok tanah, dia tidak suka ada yang menggantikan posisi Cassandra di mafia Black Scorpion. Karena di hati semua anggota, Cassandra lah yang hanya bisa menjadi pimpinan Black Scorpion. Tidak akan ada yang bisa menggantikannya.


"Kenapa kamu tidak setuju Simon dengan pergantian ini." Tanya Riko yang sedikit kecewa pada Simon.


"Maaf Tuan jika saya lancang. Hanya ketua Cassandra lah yang berhak atas kepemimpinan Black Scorpion saja. Tidak ada yang lainnya. Jika memang Nona ini ingin menjadi ketua Black Scorpion, maka dia harus menaklukkan Jojo dulu baru kami akan mengakuinya." Jawab Simon.


Sementara Daren yang mendengar jika ada yang menolak istrinya kembali jadi pemimpin Black Scorpion. Dia pun sedikit geram dan apa lagi dia mendengar lagi kata Jojo. Dalam benaknya Siapa Jojo.


Cassandra hanya bisa tersenyum dan mengakui kesetiaan para anggotanya.


"Lancang sekali kamu Simon. Jangan kau...." Marah Riko dan terpotong oleh Cassandra.

__ADS_1


"Baik, kita ketemu dengan si Jojo. Ayo." Potong Cassandra dan berjalan ke arah tempat Jojo.


"Loh Nona kok tahu tempat Jojo berada, siapa kah Nona ini." Ucap Simon hanya dalam hati setelah melihat Cassandra berjalan duluan ke tempat Jojo.


Simon pun melihat ada aura yang mirip dengan ketua Cassandra. Tapi di acuhkan oleh Simon.


"Buka pintunya sekarang." Titah Cassandra.


"Baby ini tempat apa kok seperti kandang mewah." Tanya Daren penasaran. Kenan yang ikut pun penasaran juga.


"Iya ini tempat apa ya kok kayak seperti kandang tapi seperti kamar hotel. bedanya ada tralis besinya." Celoteh Kenan penasaran.


"Udah lo diam aja dan perhatikan saja dari sini. Jangan ikut masuk, mengerti." Sahut Arman.


"Ini lah tempat si Jojo Sayang. Udah dulu ya aku mau jenguk si Jojo, katanya dia sakit. Kamu di sini saja dulu ok." Balas Cassandra pada Daren yang tadi bertanya.


"Tapi Baby aku juga mau ikut, kamu kan lagi hamil besar jadi jangan sendirian masuk ke kandang itu." Kekeh Daren yang ingin ikut Cassandra.


"Jangan dulu, ok." Ucap Cassandra datar dan membuat Daren membeku.


Mau tidak mau Daren pun nurut Cassandra dan bersama para anak buah di luar tralis besi yang kokoh.


Tak lama kemudian setelah Cassandra masuk dalam kandang besar itu. Dia menyuruh Riko membuka pintu besar yang ada di dalam kandang itu. Kandang pun terbuka dan keluarlah mahluk besar berbulu.


Ya si Jojo yang sangat di cemburui oleh Daren. Kini Daren tau siapa si Jojo itu, beruang madu besar yang garang. Daren pun sangat mencemaskan istrinya yang berada di dalam kandang itu.


Dia takut Jojo tidak mengenali Cassandra dan akan mencelakainya.


"Jooooooooo jo." Panggil Cassandra pada Jojo dengan nada khas Cassandra.


Jojo yang melihat dan mendengar seorang wanita memanggilnya dengan ciri khas Cassandra yang dia kenal. Jojo pun melihat dengan sesakma siapa wanita itu.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2