
Halo.
"Halo Nona, kelinci sudah dalam genggaman. Sudah bisa beraksi sekarang."
Ya baiklah terima kasih.
"Ya Nona sama-sama. Bayaranku harus besar loh Nona."
Ya ya pasti cantik. Ha ha ha.
"Hiss Nonaaaa."
Manuel pun segera mematikan telfonnya. Dia pun juga menelfon Arman.
Tuut tuuut.
Halo
"Hey ban*gke buruan datang ke kamar VVIP di lantai 3."
Ya
"His nih orang datar amat sih"
Ya bentar gue ke sana
"Ya buruan gue udah nggak tahan pake baju kayak gini."
Tut tut tut.
"Ih dasar ban*gke main tutup aja, orang belum kelar bicara kok udah di tutup aja." Maki Manuel gara-gara Arman main tutup telfonnya saja.
Tak berselang lama Arman pun datang dan membawa baju dan perlengkapan pembersih make up untuk Manuel.
Tok tok tok.
Cklek.
Arman yang melihat pintu di buka pun langsung bergegas nyelonong masuk. Hingga Manuel yang membuka pintu pun hampir jatuh di buatnya.
"Dasar bang*ke lo Man, lihat-lihat dong kalau mau masuk. Hampir saja pa*tat gue nyium tuh lantai." Kesal Manuel pada Arman.
"Ha ha ha, sorry Bro gue sengaja." Tawa Arman yang memang sengaja nyelonong masuk.
"An*ir lo" umpat Manuel.
__ADS_1
"Udah ah, ni lo ganti tu baju ama cepetan lo bersihin tuh make up." Suruh Arman dan menyerahkan tas pada Manuel. Dan langsung di terima oleh Manuel, dia pun segera mengganti pakaiannya dan menghapus make upnya.
Sepuluh menit kemudian Manuel baru selesai berganti pakaian dan membersihkan make upnya.
"Ni orang mau kita apakan?" tanya Manuel pada Arman. Dan menunjuk Robert yang sudah terkapar di atas ranjang.
"Biarkan saja dulu dia di sini. Kita harus membereskan dulu bosnya." Ucap Arman.
"Ternyata kalian anak buah Cassandra kan. Untuk siapa kalian bekerja, setauku wanita ja**ng itu sudah mati." Tanya Robert pada mereka berdua.
"Ha ha ha dengan siapa kami bekerja itu bukan urusanmu. Yang penting sekarang kau sudah kami lumpuhkan." Balas Arman pada Robert.
"Sialan kalian beraninya bermain licik pada kami. Apa kau orang suruhan si kam*pret Daren." Umpat Robert dan bertanya lagi.
"Apa kau bilang? kami bermain licik, licik mana dari Tuanmu itu. Kalian yang mengambil senjata-senjata dari perusahaan Daren dan kalian juga menyandera para pekerja yang tidak bersalah. Apa kau tidak tahu mereka yang kau sandera memiliki keluarga dan kau juga tidak memikirkan bagaimana nasib mereka yang kau sandera hah. Kami hanya menjalankan misi untuk membebaskan mereka dari orang-orang licik dan jahat seperti kalian semua." Geram Arman melampiaskan marahnya pada Robert.
"Ha ha ha itu adalah kepuasan tersendiri ku. Aku bahagia melihat mereka menderita dan untuk perusahaan Daren cepat atau lambat akan jatuh ke tangan Tuanku." Balas Robert dengan santainya.
"Dalam mimpimu. Ha ha ha. Tertawalah sesuka hatimu karena kau hanya bisa tertawa saja. Karena hidupmu sekarang akan sama dengan Dogra. Kau tau Dogra kan, dia lumpuh karena apa. Satu-satunya orang yang bisa membuat itu hanyalah Cassandra." Kata Arman tegas.
"Apa? jangan kau bilang ja**ng kecil itu tidak mati." Tanya Robert.
Tapi Arman tidak menjawab dia hanya bisa diam saja dan tak ingin untuk menjawab. Dia dan Manuel pun segera pergi dan tidak memperdulikan Robert di sana.
Robert berteriak minta tolong pada siapa pun yang mendengarnya. Tak lama anak buah Louis lainnya mendengar jika dari dalam kamar VVIP tempat Robert ada yang meminta tolong dan suaranya mirip dengan Robert.
Ya orang itu tidak lain adalah Robert, tangan kanan Bos mereka. Apa yang terjadi, fikir mereka kenapa bisa Robert seperti ini.
"Ada apa denganmu Robert, kenapa bisa seperti ini." Tanya salah satu anggota mereka.
"Ini semua karena ulah anak buah Cassandra yang bekerja sama dengan si tengil Daren. Dan aku terkena obat pelumpuh milik Cassandra. Sekarang segera beritahu Tuan Louis dan segera carikan aku obat penawarnya. Dan jangan lupa untuk menangkap dua cunguk itu. Cepat segera laksanakan." Ucap Robert memberitahu mereka semua.
"Baik Tuan, tapi untuk obat maaf Tuan. Yang saya tau tidak ada penawarnya jika memang itu adalah obat milik Cassandra. Jika pun ada, itu pun yang bisa membuatnya hanyalah Cassandra sendiri Tuan. Sekali lagi maafkan saya Tuan." Balas salah satu anggota Louis.
"Aaarrrg si**an kau Daren. Aku tidak mau lumpuh selamanya, awas saja kalian semua. Aku akan bunuh kalian semua." Teriak Robert marah dengan apa yang menimpanya.
Louis yang sudah di beritahu jika Robert telah di beri obat pelumpuh dan mereka telah masuk perangkap.
Louis yang mendengar itu pun langsung marah dan mencari orang yang telah melumpuhkan Robert.
Saat Louis mencari orang yang telah melumpuhkan Robert. Dia melihat ada Arman dan satu lelaki muda yang berjalan ke arahnya.
Louis yang telah di beritahu jika yang melakukan ini adalah orang-orangnya Audrey dan Daren. Louis pun segera menyerang Arman dan Manuel.
Louis dan para anak buahnya menyerang Arman dan Manuel. Pertempuran tidak seimbang pun terjadi antara kubu Louis dan kubu Arman.
__ADS_1
Bugh
Bugh
Bugh
Krak
Kretak
Bugh
Bugh
Arman dan Manuel sama-sama mempunyai ilmu bela diri yang tinggi. Louis dan anak buahnya pun sempat kewalahan. Otak licik Louis pun bekerja dan segera mengeluarkan senjata api.
Dor
Dor
Dor
Arman yang sempat lengah pun terkena tembakan tapi beruntung hanya di tangan sebelah kirinya saja.
"Ahhk" Arman meringis kesakitan.
Manuel yang menyadari Arman terluka pun segera mendekati Arman. "Bro lo nggak apa-apa kan. Tahan sebentar, bantuan akan datang." Ucap Manuel khawatir dengan keadaan Arman.
"Hanya luka kecil saja jangan khawatir. Kita harus fokus saja." Balas Arman agar Manuel tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Dasar pecundang, keluar kalian jangan sembunyi seperti pecundang." Teriak Louis.
Arman dan Manuel pun segera menampakkan diri mereka. Mereka berdua pun segera mengeluarkan senjata api neraka. Baku tembak tidak terelakkan lagi.
Dor
Dor
Dor
Dor
Bala bantuan untuk Arman dan Manuel pun sudah datang. Dan pertempuran semakin sengit dari ke dua belah kubu. Sekarang pun berbalik, tadi Arman dan Manuel yang terdesak dan kini berganti Louis lah yang terdesak.
Banyak orang-orang yang mati dari kubu Louis. Louis yang licik dia pun mencari cara agar bisa kabur dari mereka. Louis dengan otak liciknya pun bisa kabur dari pertempuran itu.
__ADS_1
Bersambung......