
Tak tak tak
Suara sepatu terdengar mendekati ruang rawat Cassandra dan Daren. Seseorang membuka ruangan itu dan terlihatlah dua orang yang sedang tertidur di ranjang king size rumah sakit yang hanya khusus untuk pemilik rumah sakit.
Terlihat Daren dan Cassandra yang tertidur lelap karena terkena bius massal yang di lakukan Egi dan anak buahnya untuk melumpuhkan mereka.
Jika tidak seperti itu, mana mungkin Egi bisa leluasa seperti ini. Egi tidak akan mampu untuk melawan Daren dan para sahabat Cassandra.
Egi pun segera menghampiri Cassandra yang sudah tertidur tak sadarkan diri. Egi mengelus wajah Cassandra, sejak dulu dia ingin menikmati wajah dan tubuh ideal Cassandra. Tapi dia tidak bisa karena Audrey sejak dulu selalu menolak cinta Egi.
"Sayang aku akan memiliki mu seutuhnya. Kamu akan jadi milikku selamanya, tidak akan aku biarkan lelaki lain memiliki mu seutuhnya. Kamu hanya milik Egi seorang....." Belum puas Egi melihat wajah Cassandra tapi sudah di sela Surya.
"Egi ayo buruan, bius ini tidak akan bertahan lama. Katanya Nona Liora, bius ini belum sempurna. Jadi ayo bawa Audrey keluar dari sini. Nanti kalau Daren bangun bisa bahaya tau nggak. Ayo cepetan." Sela Surya memperingatkan Egi agar cepat membawa pergi Audrey.
"Iya iya bawel, lo tuh ya enggak senang ya jika teman lagi bahagia bisa bertemu sang pujaan hati. Gue tu udah nunggu lama kesempatan ini. Tapi lo malah ganggu gue dasar dodol lo." Sewot Egi yang tidak terima di ganggu oleh Surya.
Mereka pun segera membawa Audrey dari ruang rawatny. Tapi belum saat mereka berada di Koridor rumah sakit. Egi melihat ada seorang wanita yang berjalan menuju ke arahnya.
Egi, Surya dan para anak buah Egi bingung. Kenapa masih ada seseorang yang sadar dari bius yang telah mereka sebarkan.
"Hey siapa kalian, dan ada apa ini kenapa semua orang tidak sadarkan diri." Tanya wanita itu.
"Kau yang siapa, kenapa kau ada di sini malam-malam begini. Jangan urusi urusan ku, menyingkirlah jika kau tidak ingin celaka." Ujar Egi emosi.
"Aku tidak akan pernah mencampuri urusan mu. Tapi kau telah membawa sahabat ku, jadi ini juga urusan ku. Mau kau bawa kemana sahabat ku, dimana suaminya. Jika suaminya tau kau membawa istrinya, sudah ku pastikan ragamu tak bernyawa." Ucap Riska tersenyum smirk.
Wanita yang menghadang Egi adalah Riska. Sesuai rencana yang di rancang Cassandra jika Riska yang akan menghadang mereka.
"Siapa sahabat mu, aku tidak membawa sahabat mu. Yang ku bawa adalah calon istri ku. Jadi kamu jangan mengaku-ngaku ya wanita si**an. Sekarang menyingkirlah dari hadapan ku, atau kamu mau melayani anak buahku." Kata Egi emosi pada Riska.
"Cuih calon istri kau bilang, dalam mimpimu. Bajin*gan seperti mu tidak pantas untuk wanita sebaik sahabat ku Audrey. Lagi pula Audrey sudah mempunyai suami yang mapan. Tidak kere seperti mu." Sewot Riska.
"Dasar jal**g si**an, aku tidak akan mengampuni mu. Surya serang Jal**g itu." Teriak Egi emosi.
Surya pun akan menyerang Riska, tapi saat Surya akan mendekati Riska. Manuel datang mencegah Surya menyerang Riska.
"Siapa kau ikut campur urusan kami. Lepaskan aku." Tanya Surya yang menahan sakit di pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Manuel" gumam Egi yang tahu siapa Manuel sebenarnya.
"Ternyata kau si cunguks peliharaan Aros." Ujar Manuel pada Egi yang masih setia memegangi kursi roda yang di duduki Audrey.
Egi membawa Audrey dengan kursi roda yang memudahkan nya untuk membawa Audrey.
"Bre**sek jaga mulut kotor mu itu. Aku akan membuatmu mati mengenaskan seperti bosmu itu. Lepaskan tangan kotormu itu dari temanku." Umpat Egi emosi.
"Hah baiklah aku akan melepaskan temanmu." Balas Manuel.
"Krak" suara sesuatu yang patah.
"Ahhhgg" jerit Surya menahan sakit di tangannya yang di patahkan Manuel.
"Baji***n serang mereka" marah Egi dan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Manuel dan Riska.
"Baik bos." Patuh anak buah Egi.
Pertarungan pun tidak dapat terelakkan, para anak buah Egi semuanya menyerang Manuel dan Riska.
Bukh
Bukh
Ahhk
Bukh
Krak
Krak
Ahhhk
Tak berselang lama Daren, Riko, Kenan dan Arman datang untuk membantu Manuel dan Riska. Membuat pertarungan yang imbang dan condong ke kubu Daren.
Melihat para anak buah banyak yang kalah. Membuat Egi sedikit cemas, dan dia pun heran. Kenapa para anak buah Cassandra bisa berada di rumah sakit Daren dan membantu Daren untuk menyelamatkan Audrey. Apa hubungan mereka semua.
__ADS_1
"Riko kenapa kalian membantu Daren dan apa hubungan kalian pada Daren." Tanya Egi penasaran.
"Bukan urusan mu. Beraninya kau ganggu Audrey, berarti kau mengganggu kami. Jadi jangan pernah kau mengganggu Audrey jika kau masih ingin menikmati para jal**gmu itu." Sewot Riko pada Egi.
"Sia*an kalian" teriak Egi. "Jika kalian tidak ingin Audrey kenapa-napa dan terluka, biarkan aku dan Audrey pergi dari sini." Ancaman Egi menodongkan pistolnya di kepala Audrey.
Daren yang melihat itupun langsung naik pitam.
"Jangan pernah kau sakit istriku, jika seujung kukunya terluka. Kupastikan kau tinggal nama. Lepaskan istriku jangan pernah kau sentuh dia." Suara teriakan marah Daren menggelegar di lorong rumah sakit itu.
"Cuih... Aku tidak akan pernah melepaskan mangsaku sebelum aku menikmati tubuh se*i Audrey. Ha ha ha ha." Kata Egi dengan tawanya yang membuat Daren tidak sabar ingin menghantamnya.
"Awas kau." Geram Daren.
"Ayo Audrey sayang kita bersenang-senang, kita tinggalkan para cecunguk itu." Ujar Egi dan ingin membawa Audrey pergi.
Tapi saat Egi akan melangkah maju, dari belakang ada yang memukulnya dan tersungkur di lantai.
Bughh
Sebuah tendangan yang amat keras mengenai punggungnya. Egi pun tidak terima dan ingin berdiri dan membalas orang yang telah berani memukulnya.
"Siapa kau pengecut yang beraninya menyerang dari belakang." Teriak Egi. Saat dia menoleh ke belakang, dia pun terkejut karena orang yang telah berani memukulnya adalah Audrey.
Terus siapa orang yang berada di kursi roda itu. Jika yang ada di belakangnya adalah Audrey.
"Audrey, terus siapa wanita ini." Ujar Egi terkejut.
Wanita yang ada di kursi roda pun segera bangkit dan menunjukkan wajahnya. Begitu wanita itu menunjukkan wajah nya. Egi pun terkejut, karena Angela lah yang menyamar menjadi Audrey.
"Angela jadi tadi kau yang menyamar menjadi Audrey." Kaget Egi. Egi dan Angela memang saling kenal karena mereka pernah kuliah di Fakultas yang sama. "Apa hubunganmu dan Audrey." Lanjutnya lagi.
"Apa hubungan kami kau tidak perlu tau. Yang penting sekarang tikus sudah terjebak." Balas Angela dengan senyuman smirknya.
"Sudah tidak perlu mengulur waktu, cepat ringkus tikus ini." Perintah Cassandra pada Riko Cs. Dan langsung di patuhi mereka semua.
Bersambung......
__ADS_1