Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
bab 12


__ADS_3

Bab 12


"Honey kalian dari mana" tanya Liora ke Daren.


"Habis ngantar Audrey" jawab singkat Daren.


"Tadi dia terluka saat melawan preman - preman yang menyerangnya di jalan." Di lanjutkan oleh Kenan. Yang tahu bahwa saat ini Daren lagi malas bicara.


"Ngapain di antar segala sih honey, biarin aja sih jelek itu terluka." Ucap Liora yang tidak suka jika Daren perhatian sama Audrey.


"Toh lagian ngapain sih, sok sokan ngelawan preman. Biar di kata jago gitu. Isss dasar ja**ng kecil mau cari perhatian sama pacar gue ya. Jangan mimpi lo" ucap Liora ketus dan mendorong tubuh Audrey sampai hampir terjatuh. Untungnya Daren sigap menangkap Audrey.


"Lio apa yang kamu lakukan, bagaimana..... " belum selesai Daren berbicara, sudah di potong Audrey.


"Emangnya kenapa kalau aku cari perhatian sama suamiku sendiri. Apa salah, tentu saja tidak kan dan kau yang ja**ng bukan aku. Karena di mata hukum kami sah sebagai suami istri. Camkan itu." Marah Audrey meluapkan amarahnya.


"Dan mulai sekarang jangan lagi kau mengganggu suamiku karena aku sekarang tidak akan tinggal diam. Mengerti!" lanjut Audrey lagi.


Daren dan Kenan yang melihat Audrey berani sama kakak tirinya, mereka kaget. Tidak biasanya Audrey seperti itu. Biasanya dia pasti akan diam saja bila di injak injak seperti itu.


"Ayo sayang kita pulang, jangan hiraukan ja**ng mu itu. Cepat masuk mobil." Perintah Audrey kepada Daren dan bagai kucing jinak Daren mengikuti perintah Audrey. Sebenarnya Daren juga sudah muak hubungannya dengan Liora.


Sudah beberapa kali Daren memutuskan Lio, tapi Lio seakan tidak ingin putus dari Daren. Dia mengejar Daren terus, karena dia tidak mau kehilangan tambang emasnya itu.


Audrey pun sebenarnya jijik dengan tingkah lakunya kepada Daren dan memanggilnya sayang. Tapi mau bagaimana lagi dia ingin melihat Lio marah dan ingin sekali mempermainkan perasaan wanita itu.


Setelah mendapat perintah itu, Daren pun langsung menyuruh Kenan untuk membawa mereka pergi dari sana.


"Ayo nan kita pergi dari sini." Perintah Daren dan langsung di angguki Kenan.


Dan mereka pun bergegas masuk mobil. Di saat Daren ingin masuk mobil, Liora mencegahnya.


"Honey bolehkah aku ikut, aku tidak membawa mobil." Ucap Lio dengan memelas. Tapi tidak di setujui Daren.


"Maaf Lio aku harus segera pulang, ada pekerjaan yang harus aku urus." Ucap Daren dan langsung masuk mobil. Dan tidak menghiraukan Liora.

__ADS_1


"Awas saja kalian, kalian akan bertekuk lutut di bawah kakiku." Geram Liora marah tidak suka di abaikan. Dia bertekad akan menghancurkan siapa saja yang menghalanginya.


Setelah 40 menit, Daren, Kenan dan Audrey sampai di mension. Mereka segera langsung turun dari mobil. Audrey yang tadi sempat lancang memanggil Daren sayang, dia hanya diam dan tidak ingin membahas hal itu.


Daren pun hanya diam saja, antara senang dan bimbang akan perasaannya. Karena dia masih gengsi akan itu. Saat dia melihat Audrey yang ingin masuk ke dalam mension lewat pintu samping. Dia buru buru mencegah Audrey.


"Mau kemana kau" Tanya Daren ketus.


"Ya masuk lah tuan, masak mau terjun." Balas Audrey di selingi candaan.


"Mulai sekarang kamu jadi asisten pribadi aku, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semua kebutuhan ku harus kamu yang layanin, dan satu lagi harus tidur sekamar. Tidak ada bantahan lagi dan kamu harus mau. Kalau tidak, teman teman mu yang akan jadi korban nya. Mengerti!" kata Daren tegas tidak mau di bantah. Dan segera masuk dalam mension.


Audrey yang mendapat perintah itu pun tidak bisa membantahya, dia harus menerima itu. Kalau tidak teman temannya yang akan jadi korbannya. Mau tidak mau Audrey mengikuti Daren masuk dalam mension lewat pintu utama.


"Iss beruang kutub sialan, kenapa gue harus terjebak sama si songong itu." Gumam Audrey lirih agar tidak di dengar orang lain.


Kenan yang melihat itu, dia hanya tersenyum. Dan berfikir jika Daren mulai memperlihatkan rasa sukanya pada Audrey. Walaupun masih agak egois.


Para pelayan yang melihat kejadian itu. Menjadi iri pada Audrey, kenapa tuan Daren bisa berubah seperti itu. dan apa mereka sekamar. Waowww deh.


"Mau kemana lagi, sudah aku bilang kita sekarang sekamar." Ketus Daren saat melihat Audrey yang ingin pergi ke kamarnya untuk mengambil barang barang Audrey.


"Tidak perlu, di kamar sudah tersedia semua. Ayo cepat." Ketus Daren lagi


"Ta.... Tapi tuan...." Ucap Audrey yang langsung di potong oleh Daren.


"Tidak ada tapi tapian cepat." Kata Daren yang tidak ingin di bantah.


Setelah banyak perdebatan sekarang mereka sudah berada di dalam kamar dan sudah membersihkan diri masing-masing. Sesuai perintah dari Daren, bahwa Audrey yang menyediakan semua dari baju, celana dan pakaian d***m.


Audrey pun melaksanakan itu semua dengan bibir mengerucut dan komat kamit. Dia merasa enggan memegang pakaian d**** Daren. Tapi apa boleh buat, dia harus melakukan itu semua.


Sebelum mereka tidur terjadi perdebatan lagi. Gara-gara tempat tidur. Daren menyuruh Audrey tidur di tempat tidur tapi Audrey menolak dan bersikeras tidur di sofa panjang dekat tempat tidur.


Lama perdebatan terjadi dan akhirnya Daren pun yang mengalah dan mengizinkan Audrey tidur di sofa panjang itu.

__ADS_1


Setelah Audrey tertidur di sofa panjang itu. Daren menghampiri Audrey dan melihat wajah cantik tanpa make up itu. Satu kata pun lolos dari bibir Daren.


"Cantik"


"Maaf aku akan menebus segala kesalahan ku di masa lalu. Aku akan berusaha membahagiakan mu Audrey." Ucap Daren sambil mengelus kepala Audrey dengan lembut dan memberikan kecupan di kening Audrey.


Setelah itu kini Daren merebahkan tubuhnya di tempat tidur king size nya. Dengan memandang langit langit kamarnya. Dia memikirkan banyak hal, ada apa dengan dirinya yang sedih melihat Audrey terluka. Apa benar sudah timbul rasa cinta itu. Dia masih bingung akan perasaan nya.


Banyak memikirkan hal itu, membuka Daren tertidur dengan sendirinya.


Keesokan paginya


Semua sudah siap dan segera pergi ke kantor. Saat sampai di depan mension, Audrey kaget bukan main. Karena dia melihat kesayangannya ada di depan mata. Ya sekarang Audre melihat mobil kesayangannya saat masih menjadi Cassandra.


Dia heran kenapa yupi ada di sini dan tunggu, kenapa yupi dalam mode bahaya. Mode ini hanya bisa di pahami pemiliknya. Jika dalam mode bahaya, Yupi pasti akan menyalakan lampu merah di dasbornya.


Audrey menyadari hal itu, kini Audrey memastikan itu dengan melihat ke sekelilingnya. Apa ada bahaya mengancam atau tidak.


Dan benar saja, apa yang ada di fikirannya benar. Bahwa di dalam mension ada yang mengintai mereka. Tepatnya tukang kebun mension Daren. Dan di luar ada mobil van yang menunggu mereka keluar mension.


Tapi Audrey hanya diam dan masih memperhatikan semua. Dia akan ikut bermain dan menunggu apa yang akan terjadi.


Daren dan Kenan yang sudah ada di dalam mobil. Memanggil Audrey yang masih mengamati situasi.


"Ayo masuk cepat kita sudah terlambat Drey, jangan lelet jadi asisten ku." Ketus Daren.


"Ya ya ya pak bos. ihss sekarang kok cerewet amat kayak ibu ibu arisan." Gumam Audrey yang geram akan tingkah laku Daren saat ini. Tapi masih bisa di dengar Daren.


"Apa kau bilang. Coba ulangi lagi." Suruh Daren kepada Audrey untuk. Mengulang apa yang di katakan tadi.


"Ah tidak bos. Maaf." Balas Audrey dan masuk kedalam mobil. Dia memberikan kode untuk Yupi agar tidak berbicara dulu sebelum dia perintah kan.


Karena Yupi adalah mobil robot canggih di lengkapi berbagai fitur-fitur mobil perang layaknya tank. Yupi bisa merespon dan tau pemiliknya.


Saat sudah berada dalam mobil, Audrey menyadari bahwa sang supir bukan supir biasanya dan supir itu memiliki tato kepala tengkorak. Dia pun tersenyum miring..

__ADS_1


*******


Apa yang akan terjadi ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian y bestie...


__ADS_2